Istri Simpanan CEO Arogan

Istri Simpanan CEO Arogan
Flashback Off, Arka dan Allen Part.1


__ADS_3

.


.


Ia mengakui jika dirinya memang merasa cemburu pada Fariz. Meski Allen tidak pernah melakukan hal di luar nalar, tapi dari sorot mata Fariz saat memeriksa Allen. Arka bisa menebak jika ia menyimpan perasaan pada istri keduanya itu.


"Sudahlah mas, kamu jangan ngaco deh!" dengus Allen kesal.


"Ish... Memang benar kok, honey. Aku nggak lagi ngaco. Dari sorot matanya itu loh, seolah ia ingin mengatakan sesuatu padamu." jelas Arka pelan.


"Seandainya saja ini bukan area rumah sakit, aku pasti akan menyeret serta mengintrogasi dirinya. Aku akan menanyakan apa kepadanya tentang perasaan yang terpendamnya, sampai aku tidak akan merasa penasaran lagi." dengus Arka kesal.


"Mas, udah deh. Tidak baik kamu menaruh curiga pada seseorang, lagian kamu kan juga tidak tahu pasti tentang dokter Fariz. Bisa jadi dia sudah berkeluarga, belum tentu dia menaruh hati padaku?"


"Lagian ia kan seorang dokter, mas. Sudah pasti ia akan melayani pasiennya dengan baik kan? Termasuk aku kan juga pasiennya. Masa iya, seorang dokter memeriksa pasiennya dengan muka ditekuk dan murung. Bisa-bisa semua pasiennya akan pergi kan, dan males di periksa olehnya.?" sergah Allen cepat.


Mendengar ucapan dari istri keduanya, membuat Arka semakin kesal pada Fariz. Karena Allen malah membelanya, meski semua yang di ucapkan Allen memang benar adanya.


"Huh.. Bela saja terus.." ucap Arka sambil berkacak pinggang.


Allen tidak bisa membiarkan suaminya mencurigai dokter yang sudah menolong dirinya, ia turun dari brankar yang di tempatinya. Lalu dengan cepat ia memeluk tubuh kekar suaminya, ia juga membisikan pelan kata-kata mutiaranya yang selama beberapa hari ini memang tidak di ungkapkannya pada Arka.


"Mas Arka, kamu jangan marah-marah lagi ya, nanti cepet tua lo. Lagian aku kan selalu berada di samping kamu, tidak akan pindah ke lain hati pula. Jika itu terjadi, tamatlah riwayatku. Hii.. serem... kan."


"Lagi pula, siapa yang berani menggodaku sih? Selama aku masih berstatus sebagai istri kamu. Tidak akan ada yang berani , mas. Ya walau pun aku hanya istri siri." jawab Allen merajuk, membuat Arka terkekeh geli.


Lalu ia menenangkan istri keduanya.


"Honey, perlu aku tekankan kepadamu ya. Memang kamu masih istri siri aku, tapi itu sekarang. Tapi kamu ingat baik-baik ya, setelah anak kita yang ada di dalam perut kamu lahir. Aku akan segera mendaftarkan pernikahan kita secara resmi di KUA, dan aku akan menikahimu lagi secara resmi. Jadi kamu tidak usah berkecil hati." pangas Arka dengan tegas.


"Mas.., jangan kamu kasih aku harapan yang terlalu tinggi deh. Aku takut akan jatuh yang kedua kali, aku juga sadar diri!" balas Allen jujur.


Allen menyadari siapa dirinya, ia juga tidak mau berangan-angan lebih. Takut jika suaminya hanya memberi harapan palsu kepadanya, meski sebenarnya Allen merasa sedikit lebih tenang saat mendengar pernyataan sang suami.


Allen hanya berpasrah dengan keadaan, namun dalam setiap sujudnya, ia selalu berdo'a agar semua harapannya akan menjadi nyata. Tak terasa bulir bening sudah menumpuk di pelupuk matanya, dan menetes membasahi pipi Allen yang cantik.

__ADS_1


"Honey, kenapa kamu malah nangis?" tanya Arka penasaran.


Allen menyeka air matanya perlahan, ia hanya merasa terharu dengan pernyataan sang suami. Namun Allen tidak mau terlalu berlarut memikirkannya, ia lebih memilih untuk menjalani dan mengisi waktu kosongnya untuk kebaikan.


"Aku nggak apa-apa, mas." sergah Allen cepat, ia tidak mau sang suami terlalu memikirkan dirinya.


"Beneran?"


"Iya, mas." jawab Allen.


Arka memandang raut wajah sendu, dengan tatapan yang tidak Allen mengerti. Entah itu perasaan cinta, atau ada hal yang tersembunyi dalam tatapan suaminya itu. Entahlah, semua itu hanya Arka yang tahu pasti. Allen pun membalas tatapan sang suami.


Saat mereka berdua tengah asyik memandang satu sama lain, tiba-tiba mommy Ros masuk ke dalam ruangan itu. Membuat pasangan suami istri itu tersentak kaget, begitu pula dengan sang mommy.


Ceklek...


"Ayo Len, kita pul.. ang." ucapan mommy tercekat di tenggorokan saat melihat pemandangan di depannya. Karena Arka masih memeluk mesra tubuh Allen.


Allen melepaskan pelukan sang suami dengan cepat, wajahnya tersipu malu karena ketahuan sang mommy sedang bermanja-manja dengan Arka. Sementara Arka malah menggerutu kesal, saat momen langka tersebut. Malah tanpa di inginkannya sang mommy datang mengganggunya.


"Mas.." ucap Allen sambil memelototi sang suami, membuat Arka terkekeh geli.


"Lagian kamu, nak. Mesra-mesraan itu bukan di rumah sakit, Ka. Di taman kek, di rumah, atau tempat yang aman. Ini rumah sakit pun di jadikan tempat bermeraan. Ya kali, kalo sepi. Ini masih rame, bos..!" sindir Ros pada putranya.


Ucapan Ros membuat Arka terkekeh geli, namun bukan Arka namanya jika menyerah dengan keadaan. Ia akan terus menjawab pertanyaan sang mommy, agar mommynya merasa tersudutkan.


"Ya kan mommy tahu, sudah beberapa hari ini aku tidak memeluk Allen. Sudah pasti aku merindukan dirinya lah mom." kilah Arka cepat.


"Ya sudah, ayo kita pulang. Kalian mesra-mesraannya di rumah saja, malu juga kan di lihat orang yang lewat."


Arka menghampiri sang mama, lalu memeluk mamanya dengan manja. Serta mencium pipi mamanya, dengan penuh kasih sayang.


"Terima kasih ya ma. Mommy memang paling The Best deh." ucap Arka sambil mengacungkan satu jempol untuk sang mommy.


"Bisa saja sih, anak mommy memujinya. Nanti bisa-bisa mommy meleleh disini deh."

__ADS_1


"Udah ayo kita pulang sekarang, sudah ditunggu sopir tuh. Kasihan kan kalo kelamaan menunggu, nanti bisa jadi dia ikutan Baper kan." ajak Ros pada Arka dan Allen, sambil menunjuk ke arah sopir pribadi Arka.


Sopir pribadinya hanya menyunggingkan senyum kecutnya, sementara Arka hanya cuek dan tersenyum kecil membalas senyuman yang di sunggingkan sopir pribadinya.


"Baiklah mommyku sayang. Sebentar ya mom, aku menghampiri istriku dulu." ucap Arka sopan, lalu ia menghampiri istri keduanya.


Mommy Ros menyuruh sopir pribadi Arka untuk membawa barang-barang mereka yang masih tertinggal. Sementara Arka menghampiri Allen,


"Honey.. Apa kamu mau jalan kaki?" ucap Arka pelan.


"Ya, iya lah mas, memangnya kenapa?"


"Nggak sebaiknya kamu naik ke kursi ro—" ucap Arka terhenti saat Allen memotong ucapnnya.


"Tidak perlu mas, aku baik-baik saja." balas Allen cepat.


"Ya.. Sudahlah ayo. Kita pulang sekarang, kamu bisa istirahat di rumah." bujuk Arka.


"Baiklah, suamiku." balas Allen.


Mereka berdua mengekori sang mommy yang sudah berjalan keluar terlebih dahulu, mommy Ros melihat kemesraan antara Arka dan Allen barusan. Dalam hatinya berdo'a agar senantiasa kebahagiaan selalu menyelimuti keluarga kecil putranya yang sebentar lagi akan lengkap dengan kehadiran sang buah hati.


"Semoga dengan kehadiran anak di antara kalian akan semakin membuat jalinan rumah tangga kalian menjadi lebih bahagia ya, nak. Mommy juga berdo'a untuk kamu Allen, semoga Arka akan segera menikahi dirimu secara resmi. Dan memasukan anak kalian ke daftar keluarga Leonardo seutuhnya. Amien...." monolog Ros dalam hati.


.


.


***BERSAMBUNG***....


.


.


.

__ADS_1


Mohon dukungan untuk karyaku ya para pembaca semua, terima kasih🙏🏻.


__ADS_2