Istri Simpanan CEO Arogan

Istri Simpanan CEO Arogan
Arka Terjebak Ucapan Mertuanya


__ADS_3

.


.


Meski dalam hati Heri ada raut wajah kecewa, karena menantunya tidak memberitahukan mereka berdua tentang keadaan Allen dari awal. Namun dirinya menyadari jika memang anak menantunya itu memang orang yang sangat sibuk.


Rasa penasaran Heri mulai muncul saat Arka mengatakan jika dirinya sudah mencari pelaku yang ingin mencelakai Allen. meski ragu dan takut tapi akhirnya Heri bertanya juga pada Arka mengenai hal tersebut.


Ia sangat ingin mengetahui pelakunya tersebut, meski dalam hatinya juga ada rasa kesal. Mengingat siapa yang sudah membuat putrinya sampai tak sadarkan diri selama beberapa hari ini.


"Jika saya boleh tahu, apakah kamu sudah menangkap pelakunya, nak Arka?" tanya Heri yang di rundung rasa penasaran yang amat dalam.


"Iya.. tentu saja sudah, ayah tenang saja. Serahkan semuanya padaku, aku juga sudah mencari tahu alasan mengapa Allen sampai di bekap." jawab Arka jujur.


"Kenapa nak?, apa ini semua ada sangkut pautnya dengan istri pertama kamu?. Mungkin saja dia dendam pada Allen atau bagaimana, gitu?" ucap Heri penasaran.


"Apa??, dari mana ayah tahu jika aku memiliki dua istri?" tanya Arka penasaran.


Arka tidak menduga jika ayah mertuanya mengetahui dirinya mempunyai dua istri. Padahal selama ini dirinya tidak pernah memberi tahu pada mertuanya, tentang pernikahan Arka yang sesungguhnya.


Heri kaget saat melihat expresi menantunya yang seakan tidak suka dengan ucapan dirinya barusan. Namun Heri menjawab pertanyaan tersebut untuk menetralisir kondisi agar tidak lebih buruk lagi.


"Allen yang memberitahu ayah nak." jawabnya santai. "Kenapa awal kamu ingin menikahi Allen, kamu tidak memberitahu kami. Jika kamu sudah beristri sebelumnya." cecar Heri yang merasa sakit hati.


"Maafkan aku yah.. Karena aku memang tidak jujur pada kalian sejak awal, saat itu niatku hanya ingin menolong Allen. Meski ada syarat yang harus Allen penuhi. Jika aku jujur pada kalian, ayah tidak akan merestui hubungan kami!." sesal Arka dalam hati.


"Tentu saja ayah tidak akan setuju, karena bukan hanya Allen yang akan kecewa. Di lain sisi juga akan ada hati yang tersakiti, bukan hanya satu melainkan banyak hati yang terlukai. Sekarang setelah semua terjadi, kenapa kamu tidak meninggalkan Allen dan kembalilah pada istri pertama kamu." ucap Heri datar.


Bukan tanpa sebab bibirnya berucap seperti itu, Heri takut jika yang terjadi pada Allen karena ada sangkut pautnya tentang putrinya yang ternyata hanya istri siri. Mungkin saja seseorang menaruh dendam pada Allen, karena merasa sakit hati.


"Tidak ayah. Sampai kapanpun aku tidak akan melepaskan Allen!!" tolak Arka cepat.

__ADS_1


"Kenapa nak? Kamu tidak boleh egois seperti itu. Biar bagaimana pun Allen berhak bahagia, apalagi sekarang ini Allen tengah mengandung. Jadi biarkan Allen menempuh jalan hidupnya —" ucap Heri terhenti.


"Stop..! Ayah. Kenapa ayah berbicara seperti itu!" potong Arka cepat.


Kemudian Arka mengungkapkan kegelisahan dirinya, sungguh ia tidak rela jika harus berpisah dari Allen. Hidupnya sungguh tersiksa, apalagi jika harus melepaskan Allen. Arka tidak akan rela, karena sebentar lagi Allen akan memberinya keturunan yang telah lama ia harapkan.


"Ayah tolong dengarkan aku baik-baik. Sampai kapan pun, aku tidak akan melepaskan Allen. Meski pun ayah mempunyai niatan untuk membawanya pergi jauh dari sisiku, aku akan mencari dan menemukan keberadaan Allen dengan mudah. Dan akan membawanya kembali di sisiku, apalagi sekarang ini Allen tengah mengandung buah cinta kami. Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyentuh dan membawa pergi milik ku. Sekalipun itu ayah...!!" jelas Arka datar.


Arka mengatakan hal yang tidak terduga, bola matanya sampai berkaca-kaca, saat mengatakan isi hatinya. Apalagi Arka berkata dengan kesal pada ayah mertuanya.


Arka merasa sakit hati dengan ucapan mertuanya, ia tidak dapat mengontrol emosinya saat itu. Meski Arka juga tahu, sebagai seorang ayah, Heri hanya ingin melindungi putrinya dari hal buruk. Namun Arka tidak rela jika harus di pisahkan dari Allen.


"Tapi Allen juga berhak bahagia, nak Arka." balas Heri datar.


"Aku mohon pada ayah. Tolong ayah jangan ikut campur urusan rumah tanggaku dengan Allen." pinta Arka marah.


Heri menggelengkan kepalanya perlahan, ia sama sekali tidak menyangka jika pria yang menjadi suami putrinya begitu angkuh dan keras kepala.


Ucapan itu keluar dari mulutnya begitu saja, bukan tanpa sebab Heri berkata seperti itu. Karena waktu kedatangan Allen ke desa, ia memberitahu orang tuanya jika Allen hanya istri kedua. Lebih tepatnya hanya istri siri, ia juga mengatakan jika dirinya tengah mengandung buah cintanya dengan Arka.


"Kenapa ayah punya pikiran seperti itu?" tanya Arka penasaran.


"Maaf nak Arka.. Bukan maksud ayah berprasangka buruk. Ayah hanya mencemaskan Allen. Sehingga ayah tidak bisa mengontrol emosi ayah, sehingga ucapan itu keluar begitu saja dari mulutku." kilah Heri setelah dirinya sadar akan ucapan yang menyudutkan menantunya tersebut.


"Baiklah, ayah lupakan saja.. Tapi satu yang harus ayah selalu ingat, aku akan menikahi Allen secara resmi. Tapi tentu saja setelah anak itu lahir, ayah pegang janjiku!" ucap Arka tulus.


"Kenapa harus menunggu sampai anak itu lahir dulu, baru kamu akan menihahi Allen secara resmi?" tanya Heri penasaran.


"Aku rasa ayah tahu jawabannya.! Aku mohon pengertian ayah, tolong jangan pisahkan kami berdua. Aku juga minta maaf pada ayah, jika aku berkata tidak sopan pada ayah. Tapi aku mengatakan yang sejujurnya, aku tidak mau di pisahkan dari Allen, yah." ucap Arka sedih.


Heri hanya menganggukan kepalanya perlahan, ia sama sekali tidak mempunyai niatan untuk memisahkan putrinya dari Arka. Namun Heri hanya ingin melihat seberapa serius Arka menjalani hubungan rumah tangga bersama putri semata wayangnya. Ia sama sekali tidak mau ayah mertuanya, berprasangka buruk lagi.

__ADS_1


"Maafkan ayah mertua mu ini, nak Arka. Bukan niatku untuk melukai perasaanmu. Ayah hanya ingin melihat Allen bahagia, ayah juga hanya mau cucuku kelak mendapatkan apa yang seharusnya menjadi miliknya. Ayah juga hanya ingin melindungi mereka berdua. Jika ayah tidak berkata seperti itu, mungkin kamu akan lepas tanggung jawab sebagai seorang suami sekaligus sebagai seorang ayah." batin Heri dalam hati.


🍂🍃🍂


Setelah saling diam, kini Heri menanyakan kembali siapa pelaku yang sudah tega menyakiti Allen.


"Lalu apa kejadian yang menimpa Allen, tidak ada sangkut pautnya dengan istri pertama kamu nak.?" tanya Heri penasaran.


Arka masih mempunyai hati nurani untuk melindungi orang yang mungkin saja memang tidak terlibat dalam masalah yang sudah menimpa Allen, istri keduanya. Namun ia masih selalu mencari tahu kebenaran dan tetap berusaha untuk mengungkapnya.


"Semoga saja tidak, yah, kita berdo'a yang terbaik saja untuk Allen." ucap Arka.


"Dengan sekuat hati aku akan menutupimu semua yang memang belum terbukti, Renita. Tapi jika semua dugaanku benar terjadi, jika kamu memang andil dalam masalah ini. Aku yakin, hancurlah dirimu seketika... Renita!" batin Arka kesal.


Arka mencoba menenangkan ayah mertuanya, ia tidak mau pria paruh baya di depannya menaruh dugaan pada Renita. Biarlah ia yang akan mengungkapkan kebenaran yang telah terjadi, meski semua ini tidak mudah. Tapi Arka yakin dirinya akan mampu untuk mengungkap kebenaran yang sesungguhnya.


"Ayah jangan terlalu berprasangka buruk pada istri pertamaku, biarlah waktu yang akan menjawab segalanya. Aku sedang berusaha untuk mengungkap kebenaran. Mohon pengertian dari ayah." balas Arka cepat.


"Baiklah nak Arka.. Ayah pegang janjimu, ayah juga minta maaf jika ucapan ayah melukai perasaanmu. Ayah hanya ingin Allen bahagia, tanpa bayang-bayang rasa kecewa nantinya." balas Heri sedih.


.


.


BERSAMBUNG....


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya ya, jangan lupa juga tinggalkan like, komen, favorit, serta vote nya juga ya. Terima kasih banyak 🙏🏻😊...


__ADS_2