Istri Simpanan CEO Arogan

Istri Simpanan CEO Arogan
Tidak Berbangga Diri


__ADS_3

.


.


Renita berinisiatif mendatangi kediaman orang tua Arka, setelah Arka mengatakan jika ia sedang berada di rumah orang tuanya. Ia tidak tahu jika Arka berada disana bersama dengan Allen, perempuan yang selalu di cap pelakor oleh Renita.


Esok harinya Reni, mendatangi rumah orang tua Arka. Langkahnya sangat terburu-buru, ia ingin segera menemui suaminya.


Sesampainya di rumah sang mertua Reni mempersiapkan diri untuk berakting sebaik mungkin di depan kedua orang tua suaminya, jika Reni adalah sebagai seorang yang teraniaya. Meski kenyataannya memang hatinya tersakiti oleh kelakuan Arka suaminya.


Renita datang pagi ini, kebetulan mommy Ros sedang sibuk mengurus tanaman di halaman rumahnya. Ia memang selalu menyempatkan diri mengurus tanaman kesayangannya dan di sebelahnya juga ada Gio suaminya duduk di kursi singgle dan sedang sibuk membaca surat kabar, di temani secangkir teh hangat.


Reni menyapa dengan hangat kedua mertuanya dan memeluk serta mencium pipi kanan pipi kiri kedua mertuanya itu.


"Selamat pagi mommy end daddy, apa kabar?" sapa hangat Renita.


"Pagi juga Ren, kabar mommy baik sayang, begitu juga dengan daddy. Lalu bagaimana kabarmu Ren?" ucap mommy balik bertanya.


Reni belum menjawab pertanyaan mommy mertuanya, ia mengedar pandangannya kesegala arah mencari keberadaan Arka yang tidak di lihatnya semenjak kedatangannya di rumah mertuanya.


"Kabar Reni juga baik mom. Oya mom, apa mas Arka sudah berangkat ke kantor?" sahut Reni.


"Belum Ren.. Arka tadi masih di kamarnya bersama istri mudanya." ucap Ros keceplosan.


Mommy menutup mulut dengan kedua tangannya, ia menyesal mengapa mulutnya mengucapkan kata seperti itu begitu saja di sadari Ros. Reni kesal saat mommy mertuanya mengatakan jika suaminya datang ke sana bersama istri mudanya.


"What? Mas Arka kesini bersama perempuan itu mom..?" teriak Reni kesal.


"Iya Ren.. Memangnya Arka tidak memberi tahu kamu?" tanya Ros penasaran.


"Tidak mom, mas Arka hanya bilang kalo dia mau datang kesini. Tapi mas Arka sama sekali tidak memberi tahuku jika dia datang bersama Pelakor itu mom." balas Renita jujur.


"Ren.. Jaga bicaramu..! Tidak baik pagi-pagi sudah menjelek-jelekan orang!" ucap Gio kesal. "Perempuan yang kamu sebut, dia bukan pelakor tapi namanya Allen." imbuh Gio membela Allen.


"Terserah apa kata daddy saja lah.. Aku kesini bukan mau membicarakan perempuan yang sudah merebut mas Arka dariku!. Yang jelas aku kesini untuk menemui mas Arka!" sungut Reni marah.


Reni melangkahkan kakinya masuk ke dalam, sementara Gio menyikut istrinya memberi isyarat untuk mengikuti langkah Reni. Gio tidak mau terjadi cek-cok antara kedua menantunya.

__ADS_1


Apalagi setelah Gio tahu bahwa istri muda putranya sedang mengandung anak Arka, berarti cucu yang selama ini Gio nantikan. Gio tidak ingin sesuatu hal buruk terjadi pada wanita yang sebentar lagi akan memberinya seorang cucu.


Sedangkan Gio tahu jika Reni begitu keras kepala dan sombong. Dari setiap nada bicara Reni, Gio bisa menyimpulkan jika memang Reni dan Allen sungguh sangat berbeda.


Reni berlari kecil dan mencari keberadaan Arka, Reni juga memanggil-manggil nama Arka, dengan lumayan keras. Hal itu membuat telinga para penghuni rumah itu merasa terganggu bahkan telinga mereka sakit termasuk Arka.


"Mas Arka.. Kamu dimana mas?!" teriak Reni.


Arka kaget mengapa istri pertamanya sudah berada di rumah orang tuanya. Untunglah saat itu Allen sedang berada di dapur, membantu para maid menyiapkan sarapan untuk mereka semua.


Arka mendengus kesal karena teriakan Reni yang memanggil-manggil namanya begitu nyaring terdengar di telinganya. Ia berdiri dari kursi empuk ruangan tengah mommy nya, Arka menghampiri Renita istri pertamanya. Arka juga menarik tangan Reni.


"Sayang.. ngapain sih kamu teriak-teriak, telingaku sakit mendengar teriakan kamu nih.! Lalu kapan kamu sampai disini?" dengus Arka kesal.


"Habisnya kamu sih mas, di panggil-panggil nggak nyaut.!" balas Reni datar. "Aku sudah disini dari tadi, kamunya saja yang sibuk dengan pelakor itu!" dengus Reni kesal.


"Sibuk apanya sih sayang? Dari tadi aku duduk disini, sedangkan Allen berada di dapur membantu para maid menyiapkan sarapan untuk kami semua!" ucap Arka jujur.


"Aku juga sudah nyaut dari tadi. Kamunya aja yang nggak dengar.!" imbuh Arka kesal.


"Sudahlah Arka.. Reni. Tidak baik juga pagi-pagi sudah ribut! Malu jika di dengar orang tahu." ucap Ros menengahi mereka.


Reni kesal mendengar ucapan suami dan ibu mertuanya yang seolah menyudutkan dirinya. Lagi-lagi mereka tidak berada di pihaknya. Tidak lama kemudian datanglah Allen, Allen kaget karena entah dari kapan Reni berada disana.


"Mas sarapan su..dah si..ap!" ucapan Allen terhenti saat ia melihat suami dan Reni sedang berdiri diruang tengah tidak jauh dari mereka juga ada mommy mertuanya.


"Iya sebentar honey.." jawab Arka.


Allen menghentikan langkahnya, ia hanya berdiri mematung di tempatnya. Perasaan Allen takut dan gugup dengan kedatangan Reni tanpa sepengetahuan dirinya.


Sedangkan Ros memandangi keberadaan Allen yang sangat ramah dan sopan pada dirinya dan sang suami. Sebagai seorang ibu Ros dapat merasakan jika Allen takut dan gugup dengan kehadiran Reni. Apalagi mengingat status Allen yang hanya sebagai seorang istri siri. Ros melambaikan tangannya memanggil Allen.


"Allen.. sini sayang." panggil sang mommy.


Allen menggelengkan kepalanya pelan, ia gugup melihat Reni berada di dekat suami dan mommy mertuanya, ia juga takut jika Reni akan menyakiti dirinya.


Mommy Ros meghampiri Allen dan mengajaknya untuk bertemu Arka dan Renita.

__ADS_1


"Ayo ikut mommy nak." ajak mommy Ros pelan.


"Tapi mom.." ucap Allen takut.


"Kamu tidak perlu takut, mommy akan menjaga kamu!" bisik Ros di telinga Allen.


Melihat mertuanya memberi perhatian dan menyayangi pelakor itu, membuat hati Renita merasa cemburu. Hingga dirinya semakin berambisi untuk menyingkirkan Allen.


~Kurang ajar sekali si pelakor itu, ia sudah merebut hati kedua mertuaku. Mommy bahkan memberi perhatian penuh kepada pelakor itu!. Awas saja! Tunggu sampai aku memberi pelajaran kepadamu, aku akan menyingkirkanmu dari keluarga ini. TUNGGU SAJA SAATNYA ALLEN!!~ monolog Reni dalam hatinya.


Daddy Gio menghampiri istri, anak, serta kedua menantunya untuk mengajak mereka sarapan pagi. Sebenarnya Gio sudah tahu jika mereka tengah berdebat, tapi ia pura-pura tidak tahu.


"Kalian ngapain sih?! Pada diam disini, ayo kita sarapan. Kasian kan Allen sudah capek-capek masak." ucap Gio memecahkan suasana hening


"Oke.. dad, kita sarapan saja dulu. Kita biarkan dua orang ini menyelesaikan masalah mereka!" cibir mommy Ros.


Kemudian mommy menggandeng lengan Allen dan mulai meninggalkan Arka dan Renita. "Allen.. ayo kita sarapan dulu. Mommy tidak mau baby di perut kamu kelaparan!. Kita biarkan saja mereka berdua." ajak Ros, ia juga mengelus perut Allen yang masih rata.


Allen mengikuti langkah mommy mertuanya ke meja makan untuk sarapan, meski hatinya sakit membiarkan suami dan istri pertamanya berduaan walaupun kenyataannya mereka sedang bertengkar.


Meski Allen di sayang mertuanya namun tidak membuatnya berbangga diri, karena Allen sadar jika dirinya hanya istri siri Arka. Yang kapan saja dapat di campakan dengan mudah, meskipun dirinya sudah mempunyai anak bersama Arka kelak. Mengingat tidak adanya hukum negara yang mencatat pernikahan Arka dengan Allen dengan'Sah'.


~Pasti mba Reni semakin marah kepadaku karena mommy memberi perhatian lebih kepadaku.! Andai kamu tahu mba, aku tidak berbangga diri dengan perlakuan istimewa mereka kepadaku. Aku malah justru takut jika mas Arka dan keluarganya akan mencampakan diriku begitu saja kapan pun yang mereka mau. Meskipun aku telah memiliki anak kelak.!~ Allen membatin, ia mencoba menahan air matanya agar tidak tumpah di depan kedua mertuanya.


.


.


***BERSAMBUNG***...


.


.


.


Jangan lupa dukungannya ya, Author masih tetap setia menanti like dan komen dari kalian semua🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2