Istri Simpanan CEO Arogan

Istri Simpanan CEO Arogan
Obat Bius


__ADS_3

.


.


Arka meminta sang sopir melajukan mobil dengan kecepatan penuh, ia berharap akan segera sampai di rumah sakit terdekat. Ia juga membiarkan orang suruhannya untuk mengatasi masalah yang masih terjadi.


Yang Arka pikirkan saat ini hanya keselamatan Allen, Arka mencoba membangunkan istri keduanya. Ia menepuk pelan pipi Allen yang mulus, dan memanggil-manggil namanya. Namun semua usahanya sia-sia, Allen tidak kunjung sadarkan diri.


Tidak lama kemudian, mobilnya berhenti tepat di lobby Rumah Sakit 'Pelita Bunda' rumah sakit terdekat. Setelah mobil berhenti di depan lobby rumah sakit yang besar itu, dengan cepat sopir Arka turun dari mobilnya.


Ia berlari menghampiri kedua suster yang sedang berjalan, karena mereka hendak masuk lagi ke dalam RS itu, sang sopir lalu meminta bantuan untuk membawa istri tuannya.


Kedua suster itu melihat kepanikan di wajah pria berkumis tipis yang meminta bantuan kepada mereka. Mereka berdua kemudian menarik 'Brankar' rumah sakit, lalu mendorongnya ke depan lobby dimana pasien berada.


Arka melihat sang sopir ngos-ngosan karena berlarian, ia meminta sopirnya untuk minum terlebih dahulu dan beristirahat sejenak. Meski sang sopir menolaknya, namun Arka tetap memaksanya. Ia merasa iba dengan pria yang rela melakukan apapun yang ia perintahkan.


Sementara Arka memindahkan istri keduanya ke 'Brankar' rumah sakit tersebut, lalu kedua perawat itu dengan cepat membawa Allen ke dalam ruang pemeriksaan.


Suster meminta Arka untuk mengurus administrasi terlebih dahilu, ia menyetujui saran yang suster ucapkan. Arka hanya ingin kesembuhan sang istri, dan ia berharap agar Allen cepat sadar.


Arka menuju ke tempat pendaftaran, dan mengisi dengan detail biodata Allen sebagai pasien yang akan di rawat di RS tersebut. Meski tidak dapat di pungkiri jika Arka sangat panik dengan keadaan istrinya, namun ia tetap patuh pada prosedur rumah sakit.


Arka mengisi biodata Allen dengan lengkap, ia juga meminta perawat menempatkannya di ruang 'VVIP'. Arka ingin menjamin fasilitas perawatan yang exklusif untuk Allen istri keduanya.


Ia membayar administrasi, agar perawatan segera di lakukan. Arka tidak mau hal buruk terjadi pada Allen, dan calon buah hatinya.


πŸ‚πŸƒπŸ‚


Suster membawa Allen ke ruangan 'VVIP ', sesuai permintaan Arka. Arka di minta oleh perawat itu untuk duduk di kursi ruang tunggu, karena prosedur rumah sakit melarangnya untuk masuk ke ruangan itu, saat dokter tengah memeriksa kondisi istri keduanya.


Arka hanya bisa pasrah, terlihat kegelisahannya menunggu kabar dari dokter yang memeriksa istrinya. Ia juga menghubungi kedua orang tua kandungnya, memberi tahu tentang keadaan Allen.


Sesekali Arka berjalan mondar-mandir, ia sangat mencemaskan keadaan Allen. Tentu saja jika sesuatu hal buruk terjadi pada istri keduanya, ia tidak bisa memaafkan dirinya karena sudah mengizinkan istri keduanya pergi tanpa dirinya yang mendampingi.


Ia berjanji akan membuat perhitungan kepada orang-orang yang telah berusaha untuk menyakiti Allen, ia tidak akan membiarkan orang-orang itu lolos darinya. Bahkan nyawa mereka bisa menjadi taruhannya, karena sudah lancang ingin menculik istri keduanya.


Arka juga yakin mereka pasti hanya orang suruhan, tapi entahlah ia juga belum tahu siapa dalang dari kejadian ini. Ia berharap jika anak buahnya akan segera menangkap semua orang yang berusaha menyakiti Allen.

__ADS_1


πŸ‚πŸƒπŸ‚


Dua puluh menit telah berlalu, tidak lama kemudian datanglah kedua orang tua Arka. Mereka terlihat mencemaskan keadaan Allen. Lebih tepatnya mereka juga mencemaskan keadaan anak yang sedang di kandung Allen, cucu pertama mereka.


"Arka, apa yang telah terjadi?!" tanya mommy Ros cemas.


"Ceritanya panjang mom, tapi yang pasti tadi Allen hendak di culik mom, dad.!" jawab Arka sedih.


"Lalu bagaimana keadaan Allen nak?" tanya Gio sang daddy.


"Entahlah, dokter masih memeriksanya!" balas Arka sedih.


Kedua orang tua Arka menarik nafas panjang, lalu membuangnya secara perlahan untuk mengurangi sedikit kecemasannya.


Mereka memperhatikan putranya, yang mengacak rambutnya kasar, menandakan jika ia dalam keadaan frustasi.


Mommy menghampiri putranya, lalu merangkul tubuh Arka. Ia memberi suport untuk putranya, agar ia berlapang dada menerima keadaan.


Mungkin ini rencana Tuhan, untuk menguji seberapa kuat pondasi pernikahan yang putranya jalani bersama Allen. Tiba-tiba mommy Ros tersentak dengan ucapan Arka,


"Jika sesuatu terjadi pada Allen, aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri mom, dad!" ucap Arka kesal.


Mereka juga tahu pasti, jika putranya sudah memiliki seseorang maka ia tidak akan melepaskannya bahkan sampai maut memisahkan sekalipun.


Kali ini giliran sang daddy yang menghampiri Arka, ia menasehati sang putra agar belajar menjadi orang yang sabar dan ikhlas menghadapi cobaan. Meski semua itu sangatlah sulit.


Arka hanya mengangguki nasehat daddy nya, pikirannya entah kemana. Hingga percakapan mereka bertiga harus terhenti saat suster memanggil keluarga pasien yang bernama 'Allena fahira' untuk masuk ke ruangan dokter yang berada tidak jauh dari ruangan Allen di rawat.


Suster itu menyampaikan amanat dari dokter, agar salah satu dari mereka masuk ke dalam ruangan dokter Faris dan menemuinya. Karena ada yang ingin disampaikan dokter Faris, mengenai kondisi Allen.


Dengan cepat Arka bangkit dari tempat duduknya, untuk menemui dokter yang memeriksa Allen, untuk menanyakan bagaimana kondisi Allen.


Arka mengetuk pintu ruangan dokter Fariz, lalu setelah mendapat jawaban dari dalam dan menyuruhnya masuk ke dalam. Arka memperkenalkan dirinya, dan menyapa dokter yang memeriksa Allen.


"Selamat sore, dokter." sapa Arka.


"Selamat sore juga tuan, apakah anda keluarga dari pasien yang bernama 'Allena Fahira'? " tanya dokter pria yang memeriksa Allen.

__ADS_1


"Benar dokter, saya Arka suami dari Allena fahira." jawab Arka cepat.


"Perkenalkan nama saya Dokter Alfarizi, anda bisa memanggil saya Fariz." jawab sang dokter.


Arka menganggukan kepalanya pelan, sebagai tanda jika ia mengerti.


"Begini tuan Arka, saya tadi sudah memeriksa keadaan istri anda. Dengan sangat menyesal saya harus menyampaikan keadaan nona Allena, jika keadaannya kritis!" ucap dokter yang bernama Faris itu.


Dokter itu berfikir sejenak, ia ragu untuk mengatakan yang sebenarnya, karena ia takut jika suami pasien yang di tanganinya tidak dapat menerima kenyataan.


Dokter Faris menarik nafas panjang, lalu menghembuskannya perlahan. Ia memilih untuk mengatakan kebenaran yang telah terjadi pada Arka, ia tidak mau merahasiakan keadaan pasien. Ia juga siap menerima apapun resikonya nanti. Dokter Faris tersentak saat Arka menanyakan tentang Allen kepadanya.


"Lalu apa yang menyebabkan istri saya sampai kritis, dokter?" tanya Arka sedih.


"Nona Allen telah menghirup obat bius dengan dosis tinggi yaitu 'Cloroform', obat ini sangat berbahaya mengingat cara sistem kerja yang langsung menuju ke otakβ€”!" ucap Faris terhenti.


"Apa istri saya akan baik-baik saja?!, saya mohon lakukan apapun, berapa pun biayanya akan saya tanggung, anda tidak perlu khawatir!" ucap Arka kesal.


Ia benar-benar takut jika akan terjadi hal buruk pada Allen, ia juga siap menanggung biaya pengobatan istri keduanya. Berapa pun jumlahnya, ia tidak peduli. Saat ini yang ada di pikiran Arka hanyalah kesembuhan Allen.


"Anda tidak perlu khawatir tuan Arka, karena kami telah memberinya obat untuk menetralisir efek obat bius itu. Untung saja anda cepat membawanya kesini, jika tidak nona Allena pasti keadaannya akan memburuk. Sekarang kita menunggu keajaiban Tuhan, semoga istri anda lekas siuman." balas dokter Fariz.


"Baiklah dokter, terima kasih nasehatnya.!" ucap Arka datar.


Mendengar pernyataan dari dokter yang memeriksa istrinya, membuat Arka sangat marah karena ada orang yang ingin mencelakai istri keduanya, ia juga belum menemukan titik terang. Kini Arka hanya berdo'a pada Tuhan agar memberikannya mukzizat pada Allen.


.


.


***BERSAMBUNG***....


.


.


.

__ADS_1


Mohon dukungannya untuk karya author ya, untuk yang sudah memberikan like, komen dan vote, terima kasih semuaπŸ™πŸ»


__ADS_2