Istri Simpanan CEO Arogan

Istri Simpanan CEO Arogan
Suami Konyol


__ADS_3

.


.


Meski awalnya kedua orang tua Allen menolak rumah pemberian dari Arka, namun dengan sedikit pemaksaan akhirnya mereka berdua mengalah juga. Mereka berdua bersedia untuk menempati rumah tersebut, meski dalam hati Heri dan Maya merasa sungguh tidak enak hati dengan pemberian dari anak menantunya. Arka bahkan mengatas namakan Allen lah yang membeli rumah tersebut.


Kini kehidupan Maya dan suaminya juga di sibukan oleh toko kelontong yang berkembang dengan pesat yang berada di rumahnya yang dulu. Allen juga sering berkunjung ke rumah orang tuanya di antarkan oleh Arka sang suami.


πŸ‚πŸƒπŸ‚


Tanpa terasa kini waktu telah berlalu, kini kehidupan Allen dan sang suami juga lebih tentram dan damai, berbeda dari kehidupan yang sudah ia lalui sebelumnya.


Allen mengisi hari-harinya dengan menyibukan diri mengerjakan tugasnya untuk membantu suaminya seperti biasanya. Meski kini perutnya semakin membuncit karena usia kandungannya yang sudah menginjak bulan ke tujuh, dan si calon buah hati yang berada di rahimnya yang semakin aktif menendang-nendang, bahkan ia merespon jika ayahnya mengusap perut buncit sang bunda, namun Allen bahagia dan sama sekali tidak mau bermalas-malasan.


Baginya dengan ia bekerja akan memberi hiburan tersendiri untuknya sambil menanti kelahiran sang buah hatinya kelak. Serta agar Allen tidak terlalu merasakan keluhannya dalam kehamilan yang di rasakannya kini.


Hari ini adalah hari libur sang suami, begitu juga dengan Allen. Allen tidak ada kegiatan apapun, dan tanpa di duga sang suami mengajaknya pergi jalan-jalan. Meski sebelumnya Arka memang sering mengajak Allen jalan-jalan, namun kali ini mereka hanya pergi berdua tanpa mengajak kedua orang tua Arka.


"Honey.. Kita jalan-jalan berdua yuk. Mumpung anak kita belum lahir, jadi kita masih bisa pacaran deh." ajak Arka serius.


Mendengar ucapan dari sang suami, Allen memicingkan matanya. Seolah ia tak mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh suaminya barusan, padahal ia paham betul apa maksud suaminya.


"Hem.. Apa maksud kamu mas?"


"Ya, kita pergi ke taman atau ke mall gitu. Aku pengen merasakan kita berduan layaknya remaja yang masih pacaran gitu, mengulang hal yang dulu kita tidak pernah merasakannya. Karena kita menikah tanpa berpacaran terlebih dulu!" ucap Arka jujur, namun ia tidak mau sang istri salah sangka kepadanya.


"Walaupun dulu kita tidak pernah pacaran, tapi aku bahagia tahu, mas! Bukannya bagus karena kita langsung menikah ya?" ucap Allen.


"I..iya juga sih, tapi kanβ€”" ucap Arka. Namun pria itu enggan melanjutkan ucapannya, ia tahu pasti apa yang berada dalam pikiran istrinya.

__ADS_1


"Sudahlah mas, walaupun dulu kita tidak pernah pacaran, tapi sekarang kita kan bisa pacaran kapan pun. Sudah halal lagi, mau ngapain saja tidak masalah kan?" ucap Allen sambil tersenyum jahil.


Arka tersenyum jahil pula membalas senyuman memabukan dari Allen, ia memeluk serta menciumi leher jenjang istri keduanya sambil berkata. "Berarti yang ini boleh dong? Yang ini, yang itu juga boleh?" ucap Arka mengerjai istrinya sambil menunjuk ke beberapa area sensitif milik istrinya.


Allen yang menyadari kelakuan suaminya langsung mengarahkannya untuk bersiap-siap. Ia tahu pasti pasti sebentar lagi hasrat sang suami akan memuncak, setelah itu Allen tidak akan bisa lepas lagi dari pria itu.


"Boleh.. Tapi tidak untuk sekarang mas, katanya kamu mau ngajakin pergi, kita juga akan berduaan. Kalo kamu minta yang itu, nanti yang ada kita gagal pergi." ucapnya untuk menghalangi langkah suaminya yang semakin menjauh.


Arka berpikir apa yang di ucapkan oleh istrinya memang benar, ia bahkan tidak marah dengan penolakannya dengan cara halus tersebut, "Iya juga ya. Ya udah kamu siap-siap dulu setelah itu kita pergi!" titahnya pada istri keduanya.


Tanpa menunggu lama pasangan suami istri tersebut, pergi ke sebuah mall di kota metropolitan yang tidak terlalu jauh dari rumah orang tua Arka, paling hanya sekitar 20 menit.


Sesampainya di mall tersebut, mereka berdua melihat-lihat ke sekeliling, juga menuju ke tempat Baby Shop. Mereka berdua melihat-lihat baju-baju baby yang lucu-lucu serta menggemaskan.


Meski mereka berdua belum memutuskan untuk membeli perlengkapan bayi, karena selain dari hasil USG yang belum jelas. Umur kandungan Allen juga baru menginjak bulan ke tujuh, jadi pamali untuk meembeli keperluan bayi. Tanpa Allen ketahui ternyata suaminya lebih antusias darinya, ia tergoda dengan apa yang tersaji di depan matanya.


"Honey.. Lihatlah baju ini lucu deh. Andai saja anak kita nanti cewek, pasti aku akan membelinya untuk persiapan anak kita!" ocehnya pada Allen sambil menunjukan sebuah dres berwarna pink yang sangat lucu dengan riasan renda di bagian dada.


"Iya.. Aku tahu honey. Tapi aku membayangkan jika anak kita nanti cewek, pasti dia akan cantik seperti ibunya." ucap Arka sambil berandai-andai. Ia mencubit gemas pipi istrinya.


"Ish.. Kamu ini, mas. Lagian cewek atau pun cowok kita patut mensyukurinya, kan?" balas Allen menyadarkan sang suami.


Kali ini Arka mencium mesra pipi istrinya, lalu ia membawa sang istri untuk melihat-lihat pakaian untuk dirinya serta untuk sang istri.


"Sekarang kamu ikut aku ya. Kita memanjakan mata dulu, setelah itu kita makan siang." titah Arka pada sang istri.


"Iya mas. Aku ikuti kemana langkah kamu, tapi jangan cepat-cepat jalannya ya, nanti aku capek!" balas Allen jujur.


"Apa perlu aku gendong?" balas Arka sambil mengerjai sang istri. Sedangkan Allen memicingkan matanya, ia tersenyum malu sambil menengok ke kanan dan kiri takutnya ada yang memperhatikan mereka berdua.

__ADS_1


Allen mencubit pinggang suaminya, ia sungguh merasa kesal dengan kelakuan suaminya. Cubitan sang istri sontak membuat Arka meringis kesakitan, ia pun mengaduh.


"Aduh sakit. Kenapa kamu melakukan itu padaku? Apa kamu tidak mencintaiku lagi?"


"Itulah balasannya untuk suami yang tidak tahu malu seperti kamu. Lagian ini tempat umum, mas. Malu tau jika ada yang melihat tingkah konyol kamu! Disini kan banyak orang!" balas Allen kesal.


"Biarkan saja orang tahu. Kita kan suami istri, apa salahnya jika aku sungguhan melakukan hal itu padamu?" kilah Arka dengan raut wajah seolah tanpa dosa.


Allen malas menjelaskan apa-apa lagi pada suaminya, percuma saja yang ada pria dingin itu akan semakin mengerjai dirinya serta mengatakan yang tidak-tidak.


Arka juga mengerti apa yang di maksud Allen, kalo pun sang suami menggendongnya saat itu, mana mungkin bisa. Kan dirinya sedang hamil, dan dengan perut yang membuncit mana mau Allen di gendong olehnya.


Arka tahu apa yang di pikirkan Allen, ia hanya ingin membuat wanita itu tertawa. Dirinya bahagia karena tinggal menunggu beberapa bulan lagi akan ada yang memanggilnya dengan sebutan ayah.


Arka menenteng beberapa paper bag berwarna-warni, ada pakaian untuknya juga untuk sang istri. Kini keduanya memutuskan untuk beristirahat sambil menikmati makan siang di sebuah restoran cepat saji yang berada dalam tempat tersebut.


Kini Allen dan Arka menikmati makanan yang mereka pesan, banyak macam makanan yang tersaji di depan mereka salah satunya ada pizza, hamburger, sushi, serta masih banyak lagi makanan yang lainnya. Mereka berdua menikmati makanan tersebut dengan lahap, sambil sesekali mereka bercanda hangat.


.


.


Bersambung...


.


.


Jangan lupa dukungannya ya...

__ADS_1


Selamat membaca....


__ADS_2