Istri Simpanan CEO Arogan

Istri Simpanan CEO Arogan
Mengungkap Persembunyian Renita


__ADS_3

.


.


Sesampainya Arka di rumah, ia langsung menemui Allen. Ia mengutarakan maksud hatinya, ia berbicara dengan baik sehingga Allen tidak salah tanggap.


Allen mendengarkan penjelasan Arka dengan baik, ia juga mendukung langkah yang akan suaminya ambil. Ia tidak mau mementingkan egonya sendiri, Allen juga mengizinkan Arka pergi ke luar negri untuk beberapa hari.


🍂🍃🍂


Arka dan Hendra turun dari jet pribadi milik keluarga Arka, mereka menginjakan kakinya di negara paris. Kedua pria itu menghirup udara yang memang asing bagi mereka, karena mereka terbiasa di tanah air dengan udara yang cenderung lebih hangat.


Tanpa menunggu lama, Arka dan Hendra menuju ke tempat pengingapan milik kakeknya Hendra. Kedua pria tersebut melangkahkan kakinya menuju ke kamar mereka masing-masing.


"Ka, gue masuk dulu ya. Kita istirahat sebentar, kabari Allen jika kita sudah sampai disini. Setelah kita tidak begitu lelah, baru kita melanjutkan misi kita lagi!" ucap Hendra memberitahu sahabatnya.


"Oke... Aku juga masuk dulu ya. Pasti gue akan memberi kabar istri kedua gue, nanti hubungi gue kalo loe sudah siap."


"Beres.. Gue juga akan menelfon David dulu, memintanya untuk datang kesini."


"Iya.. Terima kasih karena loe sudah mau membatu gue sejauh ini!" ucap Arka serius.


"Santai aja bro, kita kan sahabat. Sudah sepantasnya kita saling bantu kan!" balas Hendra dengan ukiran senyum di bibirnya.


Kedua sahabat itu masuk ke dalam kamar penginapan yang letaknya hanya terpisahkan oleh satu kamar. Arka masuk ke dalam kamarnya, ia meletakkan kopernya di atas lemari. Kemudian dirinya duduk santai sambil menelfon istri keduanya.


Arka memberitahukan keberadaannya, ia juga meminta Allen agar dirinya selalu jaga diri serta menjaga kesehatan. Karena kepergiannya mungkin akan membuat Allen menjadi kesepian. Arka dan istrinya bercengkerama hangat.


Tidak jauh dari Arka, kini Hendra sahabatnya juga melakukan hal yang sama. Yaitu telponan, namun bedanya ia menelfon orang suruhannya yaitu David.


Hendra meminta David untuk menemuinya dan membawa dirinya serta sang sahabat untuk menemui Renita, karena disini hanya David yang tahu alamat tempat tinggal Renita.


Tanpa banyak bantahan David mengabulkan keinginan bosnya, ia akan menemui Hendra secepat mungkin. Meski ia sangat sibuk, namun David begitu patuh dan setia dengan apa yang di perintahkan oleh Hendra.


Sambil menunggu kedatangan David, Hendra mengutak-atik ponselnya. Tanpa di sangka, terdapat banyak panggilan dari sahabatnya satu lagi, yaitu Johan.


Ia penasaran, lalu menghubungi balik sahabatnya tersebut. Hendra tahu pasti, alasan Johan selalu mencarinya.

__ADS_1


Tut..tut..tut..


"Hallo, loe dimana Ndra?" suara Johan di ujung telfonnya.


"Em.. Gue lagi ada kerjaan di luar negri, kenapa?" tanya Hendra dengan sedikit basa-basi.


"Sejak kapan loe pergi, kenapa nggak bilang-bilang?" cecar Johan penasaran.


"Iya maaf deh. Gue buru-buru makanya nggak sempat kasih tahu loe. Sorry ya Jo, gue harus cabut nih. Jangan marah ya! Gue mohon maaf sama loe sekali lagi!" balas Hendra dengan rasa bersalah dalam hatinya.


"Oke... Santai saja." balas Johan mengerti. Ia sama sekali tidak marah pada sahabatnya, pikirnya mungkin apa yang di ucapkan oleh Hendra memang benar.


Setelah panggilan terputus, Hendra keluar untuk menghampiri Arka di kamarnya. Tanpa di sangka David juga sudah berada di depan pintu kamarnya.


Hendra kaget, hampir saja dirinya terlonjak dari tempatnya berdiri, ia pun menyapa David."Dav, sejak kapan kamu berada disini!" ucapnya.


"Maaf bos, jika kedatangan saya mengejutkan anda. Tadinya saya akan mengetuk pintu, tapi saya pikir saya salah kamar. Makanya saya mencocokannya dengan yang ada di ponsel saya. Hehe.." balas David dengan perasaan bersalah.


Mendengar penuturan David, Hendra pun percaya kepada orang suruhannya. Tanpa membuang waktu, Hendra mengajak David untuk menghampiri Arka di dalam kamarnya.


"Kita pergi sebentar lagi, aku akan menghampiri sahabatku terlebih dahulu!" ucap Hendra.


Kini keduanya berjalan menghampiri Arka di kamarnya, Hendra mengetuk pintu dan memanggil nama Arka.


Tok..tok..tok...


"Arka boleh gue masuk!"


"Iya masuk saja!" balas Arka sambil bangkit dari duduknya.


Hendra masuk kedalamnya, ia memperkenalkan David terlebih dahulu pada Arka sebelum akhirnya ketiganya pergi. Arka menjabat tangan David, mereka saling berkenalan.


Arka dan Hendra mengikuti David, mereka pergi dan naik di mobil yang berbeda. Itu di lakukan karena Arka dan Hendra tidak mau Renita mengenali David, jika pria itu adalah mata-mata Hendra.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit, akhirnya mobil yang di tumpangi mereka berhenti di ujung gang. David sengaja melakukan itu semua, ia ingin berjaga jika nanti ada yang datang dan mengacaukan rencana yang sudah di susun oleh mereka semua.


"Dav, tetap berjaga disini. Beri aba-aba pada kami jika ada sesuatu yang mencurigakan!" titah Hendra.

__ADS_1


"Baik bos. Bos tenang saja, hati-hati bos. Semoga kali ini berhasil." balas David, dengan do'a tulus dari hatinya. Ia juga menitahkah bosnya serta Arka untuk berhenti tepat di rumah paling ujung dengan pagar berwarna merah tua.


"Terima kasih, Dav." balas Arka dan Hendra bersamaan.


Hendra melajukan mobilnya pelan, mobilnya berhenti di rumah paling ujung. Menurut David, disanalah tempat yang di tinggali Renita.


"Apa kamu yakin disini tempatnya, Ndra?" tanya Arka ragu. Ia masih berdiam diri di dalam mobilnya.


"Menurut David sih, disini tempatnya, Ka. Apa kita awasi saja dulu.." ucap Hendra. Ia pun belum sepenuhnya yakin, hingga tak lama kemudian sebuah notofikasi di ponsel Hendra menjawab keraguan dua pria tersebut.


Setelah Hendra mengatakan pada Arka jika memang disanalah tempat Reni, tanpa banyak ucapan Hendra akhirnya turun dari mobil, ia memberanikan diri untuk mengetuk rumah tersebut. Sementara ia meminta Arka untuk tetap menunggunya sampai Renita keluar dari rumah tersebut.


Tok..tok..tok..


"Siapa sih yang datang kesini. Brisik banget dari tadi! Jika Nando yang datang, dia biasanya akan menyelonong masuk kedalam rumah, bahkan tanpa permisi!" gumam Renita dalam hatinya.


Setelah menunggu kurang lebih lima menit, keluarlah seorang wanita dengan tubuh yang lebih montok dan berisi. Beda jauh dengannya yang dulu, yang selalu ramping dan mengutamakan kecantikannya. Kali ini meski masih terlihat cantik, tapi dirinya lebih berisi.


"Si..apa...?" ucap Reni terbata. Ia kaget saat pria di hadapannya adalah sahabat dari suaminya.


Dengan cepat Reni menarik tangan Hendra, ia bermaksud untuk mencecar pertanyaan pada Hendra. Namun Hendra sudah memberi kode pada Arka.


"Ngapain kamu kesini? Dari mana kamu tahu tempat tinggalku?! Atau jangan-jangan selama ini kamu memata-matai aku, ya?" ucap Reni dengan nada marah.


"Santai dong Ren, ngapain kamu terlihat gugup begitu. Kenapa juga kamu minggat dari rumah suami kamu, apa ada masalah? Atau kamu sedang menyembunyikan sesuatu dari suami kamu? Sehingga kamu begitu ketakutan!" ucap Hendra dengan ucapan jebakan


.


.


Bersambung...


.


.


Para Pembaca semua, maaf kalo ceritanya ada yang tidak nyambung ya. Soalnya ini real halusinasi dari author, jadi author harus mikir dulu sebelum menulis..

__ADS_1


Sekali lagi author minta maaf ya...


__ADS_2