
.
.
"Baiklah ayah, Arka mengerti perasaaan ayah. Sebagai seorang ayah dari Allen, wajar jika ayah mengkhawatirkan putri ayah. Begitu pula denganku, yah. Aku juga sangat mengkhawatirkan Allen, begitu juga dengan calon buah kami berdua." ucap Arka tulus dan sedih.
Setelah mengucapkan kata seperti itu, Arka baru teringat jika dokter Fariz bilang kalo Allen akan melakukan USG. Karena dirinya terlalu sibuk, hingga Arka benar-benar lupa akan hal tersebut. Arka menepuk jidatnya perlahan, ia bermonolog dalam hati.
~"Ya ampun... Aku sampai lupa jika Allen akan melakukan USG, lalu bagaimana kabar mengenai hasil USG tersebut ya. Saking sibuknya dengan urusanku, hingga aku sungguh lupa akan hal tersebut."~ Arka membatin dalam hati, ia sungguh melupakan hal yang sangat penting tersebut.
Heri yang memperhatikan menantunya dari tadi, merasa heran dengan tingkah Arka yang seperti itu. Saking penasarannya, ia mulai bertanya tentang hal tersebut.
"Kamu kenapa nak?" tanya Heri ragu.
Arka menjadi kikuk, karena tenyata ayah mertuanya memperhatikan dirinya sedari tadi. Namun Arka menjawab pertanyaan ayah mertuanya dengan jujur, tanpa ada yang di tutupinya.
"Em... begini yah, Arka lupa menanyakan apakah Dokter sudah melakukan USG pada Allen, atau belum. Mereka akan melakukan hal tersebut karena ingin memastikan jika janin dalam rahim Allen baik-baik saja." balas Arka sambil menggigit ujung bibirnya.
"Oh.. begitu. Dari pada kita penasaran lebih baik kamu tanyakan pada nyonya Ros, siapa tahu beliau mengetahuinya." ucap Heri menyarankan Arka.
"Iya juga ya, yah. Kenapa dari tadi Aku sama sekali tidak kepikiran, ya.?" balas Arka semangat, lalu ia menarik kedua sudut bibirnya ke atas. Bertanda jika ia sedikit senang dengan saran ayah mertuanya.
"Baiklah... Apa ada yang ingin ayah tanyakan padaku lagi?" tanya Arka penasaran.
"Tidak, nak Arka." jawab Heri jujur, ia menggelengkan kepalanya perlahan.
"Baiklah.. Jika semua sudah jelas, mari kita ke ruangan Allen sekarang ya, yah. Tidak apa-apa kan?" ajak Arka sopan.
"Baiklah nak. Mari..." sahut Heri menyanggupi ajakan anak menantunya, ia mempersilahkan Arka melangkah lebih dulu.
Arka melangkahkan kakinya terlebih dahulu, lalu Heri membuntutinya di belakang. Sepanjang perjalanan mereka hanya saling diam membisu, karena memang tidak ada lagi yang harus mereka ucapkan.
Bagi Heri jawaban Arka, membuat dirinya mengerti. Meski sebagai ayah Allen, dirinya merasa khawatir. Tapi ia yakin, jika Arka juga tidak kalah mengkhawatirkan keadaan Allen dan calon buah hati mereka berdua.
Heri hanya berdo'a pada Tuhan, semoga Arka akan menyayangi dan mencintai Allen setulus hatinya sampai maut memisahkan mereka berdua. Meski Heri tahu, putrinya hanyalah istri siri. Namun siapa yang tahu jika suatu saat keadaan akan membalik takdir kehidupan yang kini Allen jalani.
Heri masih terus berperang melawan pikirannya sendiri, tanpa di sadari jika Arka sudah membawanya masuk ke dalam ruangan putrinya di rawat. Heri tersentak kaget saat istrinya menyapa dirinya,
__ADS_1
"Bagaimana ayah, apa ayah sudah menemukan jawabannya?" tanya Maya penasaran. Ia bertanya setengah berbisik agar tidak terlalu di perhatikan oleh yang lainnya.
"Hem..? Apa..?" balas Heri gugup.
"Kok apa sih, yah..?" ucap Maya sedikit kesal.
Ia menatap suaminya dengan tajam, Heri yang baru menyadari pertanyaan istri tercintanya, dengan gugup ia menjawab apa yang di tanyakan Maya kepadanya.
"Iya, sudah bun. Kamu tenang saja. Ayah sudah tahu jawabannya, tapi ayah tidak mungkin menceritakannya disini." bisik Heri memberi Maya pengertian.
Maya mengerti dengan kode yang di berikan oleh suaminya, sementara Allen yang memperhatikan kedua orang tuanya berbisik. Ia merasa penasaran, lalu dengan polosnya ia menanyakan secara langsung pada ayahnya.
"Ayah... Bunda... Kalian kenapa sih, dari tadi aku perhatikan bisik-bisik mulu?" tanya Allen penasaran.
Ros memandangi Allen dan kedua orang tuanya bergantian, namun ia tidak mengatakan apapun, karena memang ia tidak mau mengikut campuri urusan orang lain. Heri menjawab pertanyaan putrinya, ia sangat yakin jika siapa pun pasti akan merasa penasaran.
"Hm.. ayah dan bunda tidak apa-apa nak. Ayah hanya menanyakan pada suami kamu, tentang keadaan kamu. Ayah sangat mengkhawatirkanmu nak!" jawab Heri jujur.
Mendengar pernyataan dari Heri, Allen masih bingung. Ia mencoba mencari tahu pada suaminya, mungkin saja ada yang mereka sembunyikan dari dirinya. Allen mencoba menanyakan pelan mada Arka.
Arka mengerti dengan apa yang akan di tanyakan Allen kepadanya, ia menggenggam tangan Allen. Lalu menganggukan kepalanya pelan, "Iya honey.. apa yang di ucapkan ayah kamu benar, kamu jangan berprasangka buruk pada kami berdua." balas Arka cepat.
Allen hanya bisa pasrah saat jawaban yang keluar dari bibir suaminya, ia tidak mau meneruskan pertanyaan yang akan menimbulkan perdebatan yang tidak penting.
Baginya kehadiran sang suami, mommy mertu, serta kedua orang tuanya di sisinya sudah lebih dari cukup. Ia tidak akan lagi menyanyakan hal tersebut. Toh nanti Arka pasti akan mengatakan dengan sendirinya, tanpa ada yang di tutup-tutupi pada Allen.
πππ
Mereka semua menanyakan keadaan masing-masing, hingga kini Arka mulai menyanyakan hal yang serius pada Ros, mommy nya.
"Mom..., apa dokter sudah melakukan USG pada Allen?" tanya Arka cemas.
"Sudah nak. Oya maaf, mommy lupa memberitahukan padamu hasil dari USG tersebut." balas Ros merasa bersalah.
Lalu ia membuka tas yang di bawanya. Kemudian Ros mengambil sebuah amplop yang berisi hasil USG Allen, yang di berikan dokter kepada dirinya. Karena saat Allen melakukan USG tersebut, Arka sedang tidak berada disisi Allen.
"Ini hasil dari pemeriksaan Allen, nak." ucap Ros cepat, sambil memberikan kertas persegi panjang berwarna putih tersebut.
__ADS_1
Arka menyambar amplop putih tersebut, dirinya sudah tidak sabar lagi dengan hasil pemeriksaan tersebut. Dengan cepat pula Arka membuka amplop tersebut, lalu membacanya dengan teliti.
Sedangkan semua orang yang berada di dalam ruangan itu, hanya memandangi Arka dengan raut wajah penasaran. Begitu pun dengan Allen, ingin rasanya menanyakan pada suaminya. Namun ia mengurungkan niatnya tersebut. Allen takut mengganggu suaminya yang sedang fokus membaca hasil USG yang dirinya jalani, sampai akhirnya Arka selesai membaca isi surat tersebut.
Tiba-tiba saja Arka berucap, 'Alhamdullillah', dengan raut wajah sumringah. Saat itu semua mata tertuju pada Arka dengan yang terlihat sangat bahagia. Allen juga mulai menanyakan pada Arka, karena rasa penasarannya yang begitu tinggi.
"Mas Arka, apa semua baik-baik saja?" tanya Allen penasaran.
"Iya honey.. semua baik-baik saja. Begitu pun dengan calon anak kita, lihatlah ini gambar anak kita." jawab Arka sambil menunjuk hasil USG yang menunjukan disana ada gambar yang mirip seperti biji kacang.
"Benarkah. Apa yang kamu katakan, mas?" tanya Allen ragu.
"Iya honey.. kenapa kamu ragu begitu?" ucap Arka.
"Hm.. aku bahkan masih belum paham ini semua gambar apa." ucap Allen jujur. Dirinya masih belum paham, isi dari gambar tersebut, karena ia baru pertama kali hamil. Jadi wajar saja jika dirinya masih belum mengerti.
Mendengar putra dan menantunya yang sedikit heboh membuat Ros menghampiri mereka berdua lalu ia mencoba menjelaskan dengan detail isi dari gambar tersebut. Mengingat Ros lebih berpengalaman, ia juga sudah melihat dan mendengarkan penjelasan dari dokter, saat Allen menjalani USG tersebut. Memang Ros yang menemani Allen saat itu.
Allen mulai paham dengan penjelasan Ros, ia menjelaskan dengan lembut pada Allen. Setelah paham Ros kembali lagi ke tempat duduk semula, ia bercanda hangat dengan besannya yang sedang duduk di kursi panjang.
Kedua orang tua kandung Allen merasa canggung, karena berhadapan langsung dengan wanita yang berpendidikan tinggi serta Multitalenta. Ia bisa melakukan banyak hal sekaligus.
Kedua orang tua Allen mengagumi mommy nya Arka, meski ia mempunyai segalanya, namun ia sama sekali tidak menyombongkan apa yang di milikinya. Ros juga tidak malu bercengkerama hangat pada kedua orang tua Allen yang hanya orang biasa dan juga tidak berpendidikan tinggi seperti dirinya.
.
.
***BERSAMBUNG***....
.
.
.
Jangan lupa dukungannya ya, mana nih like, komen, favorit, serta like nya. Biar author tetap semangatππ»π₯°
__ADS_1