Istri Simpanan CEO Arogan

Istri Simpanan CEO Arogan
Mencintai Istri Orang Memang Menantang


__ADS_3

.


.


Renita kini menginjakan kakinya di prancis, rasa terkesan yang mendalam pada dirinya. Ia bahagia karena sementara waktu bisa terlepas dari belenggu suaminya, meski ia harus menggantung hubungan pernikahannya bersama Arka, pria yang telah menikahinya selama 4 tahun lebih.


Reni di temani oleh orang suruhan Nando, kekasih gelapnya. Meski rasa jenuh menggelayuti hatinya, namun Reni mencoba menjalani hidupnya sekuat hati. Ia tinggal tepatnya di sebuah rumah yang tidak begitu besar, namun terkesan mewah. Reni akan mencoba menata hidupnya kembali yang berada di ambang kehancuran.


Ia berharap jika kedatangannya ke negara itu, akan membawa dirinya untuk hidup lebih bahagia ke depannya. Juga besar harapannya pada ayah biologis dari janin yang sedang ia kandung, agar ia segera bebas dari tahanan serta segera menyusul dirinya, serta bertanggung jawab pada dirinya.


🍂🍃🍂


Malam kini telah datang, Hendra mengedar pandangan di sebuah club di tengah kota metropolitan. Ia mencari-cari seseorang, di antara riuhnya para pengunjung yang sedang berjintrakan di tengah kerasnya dentuman musik yang menggelegar, bahkan siapapun yang mendengarnya akan merasakan sakit di pendengarannya.


Pandangannya mencari dan terus mencari, hingga ia menemukan seorang pria yang rupanya sedang minum-minum. Johan menghampiri pria itu, lalu menyapanya.


"Hallo, sob.. Sendirian saja?!" teriak Johan menyapa pria itu yang tak lain adalah Hendra. Ia setengah berteriak, karena suasana di club itu memang bising oleh hentakan musik yang di putar oleh seorang Dj yang membawakan musik di club itu.


"Akhirnya kamu datang juga..!" ucap Hendra tak kalah keras.


Mereka berdua sedikit berbincang, karena di rasa mereka memang kurang nyaman duduk disana. Hendra mengajak sahabatnya untuk naik ke lantai dua, disana tempatnya lumayan tenang. Hendra sengaja memesan ruang VIP, sebelum mengundan Johan.


Kedua sahabat itu berjalan ke lantai atas menuju ke tempat yang di maksud. Sesampainya disana Johan mendaratkan bokongnya di kursi empuk yang berada di club tersebut, ia meluapkan kekesalannya yang di tahannya sedari tadi pada Hendra.


"Gila lo, Ndra. Ngapain ngajak gue ke tempat kaya gini coba. Udah tahu gue nggak suka sama tempat ramai kaya beginian.!" dengus Johan kesal.


"Udah nikmatin aja kenapa sih, nggak usah bawel. Nih minum.." tawar Hendra pada sahabatnya, sambil menyodorkan segelas minuman beralkohol.


"Ogah.. Dari dulu kan gue nggak suka sama yang begituan." tolak Johan keras.


Johan bingung pada sahabatnya yang satu itu, entah mengapa semenjak perdebatannya dengan Arka yang menyinggung perasaan Allen, Hendra malah meluapkan amarahnya dengan cara mendatangi club, sangat jauh dari Hendra yang Johan kenal.


Johan geleng-geleng kepala melihat kelakuan sahabatnya yang satu itu, ia sama sekali tidak menyangka. Jika cinta dapat membutakan siapa pun, termasuk Hendra sahabatnya.

__ADS_1


"Kenapa sih, semenjak kejadian di rumah orang tua Arka, lo jadi gila begini?" cecar Johan pada pria yang sudah setengah mabuk.


"Hanya dengan cara ini, gue dapat menenangkan pikiran gue yang kacau. Apalagi gue waktu itu menyakiti seorang wanita yang gue sayang." racau Hendra dengan tanpa sadar mengutarakan keluhannya.


"Apa?!." ucap Johan sedikit berteriak, ia syok mendengar apa yang Hendra katakan barusan.


Hendra sama sekali tidak menyangka jika selama ini, sahabatnya menyimpan rasa pada istri orang, apalagi ia adalah istri sahabat mereka sendiri. Memang sih Hendra sering mengatakan jika ia memendam perasaan pada seorang wanita, tapi Johan tidak menyangka jika wanita itu adalah istri Arka.


"Apa lo sudah gila, Ndra? Kenapa lo menyimpan rasa pada wanita itu sih? Emangnya sudah nggak ada lagi wanita di dunia ini apa?" dengus Johan pelan.


"Gue gila? Iya.. Gue memang sudah gila. Wanita yang lo maksud memang berhasil membuat otakku menjadi gila seperti ini." ucap Hendra sambil mengangguk-angguk.


"Ya ampun, gue sama sekali tak menyangka jika wanita itu memang membawa pengaruh buruk pada lo juga pada Arka. Kalian tergila-gila pada wanita itu!" balas Johan kesal.


Johan kesal karena ia pikir semenjak kehadiran Allen, disisi kedua sahabatnya malah memberi pengaruh buruk pada kedua sahabatnya.


"Itu karena lo belum tahu, mencintai istri orang memang sesuatu yang menantang! Aku bahagia meski tak bisa memilikinya." racau Hendra lagi.


Hendra memandang sahabatnya yang duduk tidak jauh dari tempat ia duduk, Hendra menatap pria dingin itu dengan tatapan yang tak bisa di artikan. Entah apa yang sedang di pikirkan sahabatnya, sehingga ia tidak merespon ucapannya.


"Hello.. Kenapa lo nggak respon sih?"


"Em... Gu..e.. Malas banget membahas wanita yang tidak jelas seperti Allen!" jawab Johan terbata.


"Apa lo bilang..." ucap Hendra kesal.


Ia bangkit dari tempat duduknya lalu menarik kerah baju sahabatnya, namun dengan langkah cepat Johan menangkis tangan Hendra. Johan juga tersulut emosi, namun pria bertubuh atletis itu menyadari jika sahabatnya sedang dalam pengaruh minuman keras. Johan mengelus dadanya, dalam hati ia ngedumel sendiri.


"Memang dasar wanita, kalo sudah membius seseorang memang dapat dibuat gila, olehnya! Contohnya saja kedua sahabatku!" ucap Johan pelan.


Sekuat tenaga Johan membantu Hendra untuk bangkit, rencananya ia akan mengantar Hendra untuk segera pulang ke rumah. Johan tidak mau sesuatu terjadi pada sahabatnya, meski pun Hendra membuatnya kesal.


Johan memapah tubuh Hendra dan membawanya ke dalam mobil miliknya, karena dalam keadaan setengah mabuk tidak mungkin juga Johan membiarkan Hendra untuk mengemudi. Sementara mobil Hendra di titipkan oleh manager club tersebut, untuk di ambil esok hari.

__ADS_1


Tak butuh waktu yang lama, Johan sampai di apartement miliknya. Johan juga tidak mungkin membawa Hendra untuk pulang ke rumah orang tuanya. Bisa jadi nantinya ia juga terseret masalah yang sedang di alami Hendra.


Johan memapah Hendra, lalu ia membawa sahabatnya untuk masuk ke dalam apartemen itu. Setelah sampai ke dalam apartement, Johan membaringkan tubuh Hendra di ranjang empuk miliknya. Johan membersihkan tubuhnya, sebelum ia mengistirahatkan tubuhnya yang lelah.


Kini ia sudah berganti pakaian yang tadi di kenakannya, dengan pakaian tidurnya. Di pandanginya tubuh Hendra yang sudah terlelap dan pria itu sudah tidak meracau lagi seperti tadi waktu masih di dalam club malam.


Johan memikirkan setiap ucapan yang keluar dari mulut Hendra, ada rasa penasaran dalam hati Johan.


"Siapa sih sebenarnya wanita itu, kenapa Arka dan Hendra sampai tergila-gila padanya? Kalo di bilang cantik, dia memang lebih cantik dari Renita sih. Tapi memangnya Arka tahu pasti, tentang siapa yang di nikahinya secara siri itu?" gumam Johan penasaran.


Malam kian larut, meski dalam hati Johan masih penasaran namun ia enggan terlalu memikirkan wanita yang sudah menjadi istri sahabatnya.


Johan membaringkan tubuhnya yang memang sudah lelah di sebelah Hendra sahabatnya. Ia mencoba memejamkan matanya yang telah di selimuti rasa kantuk. Mereka berdua tidur lelap malam ini.


🍂🍃🍂


Di singapura Arka mengistirahatkan tubuhnya yang lelah, ia memandangi foto-foto kebersamaanya dengan Allen. Ia juga mengganti foto provil dalam ponselnya yang sengaja di pasang fotonya bersama Allen yang sedang tersenyum manis.


Rasa rindu bergelayut dalam hatinya, ingin rasanya ia menelfon Allen. Namun ia sadar jika waktu kini sudah malam, Arka tidak mau mengganngu waktu istirahat istri keduanya. Kini Arka memilih untuk tidur, dan memutuskan untuk menelfon Allen esok harinya.


.


.


Bersambung....


.


.


.


Jangan lupa dukungannya ya, terima kasih. Happy realing 🥰.

__ADS_1


__ADS_2