Istri Simpanan CEO Arogan

Istri Simpanan CEO Arogan
Hal Buruk Bisa Terjadi.


__ADS_3

.


Namun tanpa di duga jika Arka ternyata sudah berdiri tidak jauh dari mereka berdua, entah dari kapan Allen dan Hendra tidak menyadarinya.


Allen kaget karena tiba-tiba tangannya di tarik dari samping, oleh seseorang. Dan yang lebih membuat Allen kaget ternyata Arka lah yang menarik tangannya.


"Mas Arka..." monolog Allen pelan.


Sementara Hendra berusaha mencegah Arka, bila nanti ia menyakiti Allen. Niat hatinya ingin meluruskan masalah yang telah terjadi. Hendra dapat melihat raut wajah sahabatnya yang terbakar api amarah, serta rasa cemburu.


Hendra tidak mau Arka berpikiran yang macam-macam tentang dirinya yang menolong Allen, tapi Arka malah marah kepadanya. Arka yang terbakar emosi melayangkan bogem mentahnya satu kali pada sahabatnya.


Sedangkan Hendra tidak dapat menangkis pukulan sahabatnya itu, pukulan Arka mengenai di sudut bibir Hendra hingga mengeluarkan darah.


BUGH...


ARGH...


"Kurang ajar kamu Hen!, beraninya kamu mendekati istriku!" bentak Arka kesal.


"Mas hentikan!, kamu hanya salah paham.!" teriak Allen.


Allen merasa kasihan pada orang yang telah menolong dirinya tadi, hingga ia dapat terhindar dari bahaya. Tapi suaminya malah menyakitinya, hingga bibirnya terluka.


Allen merasa tidak enak hati pada Hendra, ia juga tidak bisa membela Hendra di depan suaminya. Allen takut jika Arka semakin marah kepadanya.


"Arka, aku bisa jelaskan semua ini kepadamu!. Ini semua tidak seperti dugaan kamu!" tegas Hendra.


"Simpan saja penjelasanmu Hen!" ucap Arka datar.


Arka menarik tangan Allen dan membawanya masuk ke dalam mobilnya. Allen tidak memberontak, percuma ia melawan suaminya yang sedang terbakar emosi.


Hendra memandangi kepergian sahabatnya, kali ini ia gagal menjelaskan pada Arka sahabatnya. Hendra sedih niatnya ingin menolong Allen, tapi malah berakhir masalah. Meski dalam hati kecilnya bahagia karena ia berhasil menolong Allen 'Si cinta terpendam Hendra'.


๐Ÿƒ๐Ÿ‚๐Ÿƒ


Ada senyum bahagia balik persembunyian si perempuan miterius. Meski ia gagal menyelakai orang yang di anggapnya musuh, tapi ia tersenyum menyeringai saat musuhnya di marahi oleh suaminya.


~Rasakan..! Ini baru PERMULAAN, masih banyak hal tak terduga yang akan kamu hadapi Allen.!" gumam wanita misterius itu.


Wanita itu meninggalkan cafe, ia akan mencari keseruan yang lainnya di lain waktu pula.

__ADS_1


Pandangan Hendra sekilas melihat wanita yang memakai hodie berwarna hitam yang tadi ingin mencelakai Allen, niatnya ingin mengejar wanita itu. Tapi wanita itu keburu pergi meninggalkan lokasi, sedangkan Hendra yang kecewa melayangkan pukulan ke udara.


"Argh.. SIAL...!" teriak hendra.


Hatinya kesal, dan yang membuat dirinya semakin kecewa adalah sikap Arka yang marah dan mengabaikan dirinya saat akan menjelaskan apa yang telah terjadi pada Allen.


Sementara para pengunjung cafe yang asyik menonton drama antara tiga orang itu membubarkan diri. Setelah di bubarkan paksa oleh penjaga yang berjaga di cafe itu.


Meski tidak sedikit juga dari mereka yang masih penasaran dengan drama yang memilukan itu, mungkin hampir mirip dalam sebuah drakor.


Para pengunjung memilih bubar dan pergi ke tempat duduk masing-masing. Mereka tidak mau berbuat onar di tempat umum, mereka juga takut akan terkena sangsi.


๐Ÿƒ๐Ÿ๐Ÿƒ


Sepanjang perjalanan antara Arka dan Allen hanya saling diam, Allen hanya memandangi ke luar jendela. Ia tidak ingin berdebat dengan suaminya di dalam mobil, karena tidak enak di lihat oleh sopir pribadi suaminya.


Begitu juga dengan Arka, hatinya kesal kenapa Hendra mendekati istri keduanya. Padahal yang Arka tahu jika Hendra pemilih soal mendekati wanita, 'apakah Hendra menaruh perasaan pada Allen' begitulah pikir Arka. Arka mengepalkan tangannya di pangkuannya.


Sesampainya di rumah mommy, Arka membawa Allen kekamarnya yang berada di lantai 3. Kebetulan sore ini mommy belum pulang dari kantonya. Allen hanya pasrah pada suaminya jika nanti Arka akan menyakiti fisiknya.


Sesampainya di kamar, Arka mencecar Allen dengan berbagai pertanyaan yang dari tadi di pendam dalam kepalanya. Meski kali ini Arka tidak mendorong dan menyakiti fisiknya seperti yang sudah-sudah.


Tentu saja Arka tidak melakukan itu pada Allen, ia tidak mau terjadi sesuatu pada janin yang dikandung istri keduanya itu.


"Kenapa Hendra tiba-tiba memeluk pinggang kamu, jawab pertanyaanku honey?!" bentak Arka kesal.


Allen menarik nafas panjangnya, namun jantungnya menderu kencang. Ia takut Arka akan menyakiti dirinya seperti yang sudah-sudah.


"Sebelumnya maafkan aku mas, jika aku menyakiti hatimu!. Tapi aku mohon mas, kali ini dengarkan aku baik-baik!" ucap Allen lirih.


"Apa maksud kamu, honey..!" sahut Arka penasaran.


"Kamu tidak tahu kan jika aku hampir saja terjatuh?" tanya Allen.


Arka menggelengkan kepalanya pelan, kali ini Arka menahan emosinya sesaat. Tidak tahu mengapa nalurinya penasaran dengan penjelasan Allen, berbeda dengan Arka yang selalu berbuat kasar pada Allen.


Meski Allen takut akan kemarahan Arka, namun ia mencoba memberanikan diri untuk menjelaskan apa yang sesungguhnya telah terjadi antara dirinya dan Hendra, sahabat suaminya.


Allen merasa bersalah pada Hendra yang sudah berbaik hati menolongnya, namun karena dirinya juga Hendra jadi kena marah dan bogem mentah suaminya. Sedangkan Allen tidak bisa membela Hendra yang bagai dewa penolongnya.


"Maaf mas jika sebelumnya aku lancang. Bukannya aku membela sahabatmu karena ada sesuatu!. Aku hanya kasihan kepadanya, dan Aku hanya mau kamu berterima kasih kepadanya. Bukannya kamu malah menyakitinya dan marah pada Hendra, mas." ucap Allen lirih.

__ADS_1


"Kenapa aku harus berterima kasih kepada laki-laki yang sudah berani menyentuh milikku!" bentak Arka.


Entah mengapa kali ini Allen takut dengan bentakan suaminya, Allen memeluk tubuh kekar suaminya secara reflek. Allen menangis sesegukan, bukan karena Allen sedang berakting. Tapi entah mengapa semenjak kehamilannya, Allen menjadi sensitif.


Arka merasa kasihan pada Allen, ia mengulurkan tangannya untuk membelai rambut panjang Allen untuk menenangkannya. Arka mencoba meredakan amarahnya sesaat, ia juga menanyakan apa maksud pernyataan istri sirinya.


Setelah Allen lumayan tenang, Arka baru memulai menanyakan rasa penasaran di hatinya.


"Maaf honey, jika aku sudah membentakmu!. Aku mohon jelaskan padaku sekarang! Sebelum aku berubah pikiran." ucap Arka dengan cepat.


Mendengar penuturan suaminya, Allen tidak mau jika suaminya sampai berubah pikiran sebelum ia menjelaskan kejadian yang sesungguhnya. Allen menarik nafas panjang, dan mulai berkata meski dengan sedikit gemetar.


"Iya mas, aku nggak apa-apa!." ucap Allen lirih


"Sebenarnya tadi Hendra hanya menolong aku, saat itu aku hendak terjatuh ke lantai. Seandainya itu terjadi, mungkin aku bisaโ€”โ€”." ucapan Allen terhenti.


"Bisa apa honey, jangan buat aku menjadi penasaran!" tanya Arka antusias.


Allen berfikir sejenak, apakah ia akan mengungkapkan kebenaran atau malah membuat Arka semakin berprasangaka buruk kepadanya dan Hendra sahabat suaminya.


Dengan tekat, Allen mengucapkan hal buruk yang bisa saja terjadi kepadanya jika Hendra tidak menolongnya tadi. Meski nantinya suaminya marah atau semakin membencinya, Allen tidak peduli. Setidaknya hubungan persahabatan Arka dan Hendra tidak putus, karena rasa curiga Arka yang berlebihan.


"Bisa keguguran... mas." jawab Allen jujur.


"Apa?!" teriak Arka.


Arka cemas mendengar ucapan Allen, ia baru menyadari jika perempuan yang sedang hamil๐Ÿคฐ, apalagi di trismester awal memang sangat rentan keguguran. Apalagi jika, perempuan itu terjatuh, terpleset, dan lain sebagainya bisa membahayakan janinnya yang masih sangat rentan.


"Kenapa kamu baru memberi tahuku sekarang, honey?" cecar Arka marah.


"Maaf'in aku ya mas. Tadinya aku akan memberi tahu kamu saat masih di cafe, tapi kamu sudah terlanjur marah dan kamu malah memukul Hendra!" sahut Allen jujur.


.


.


***BERSAMBUNG***....


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa like dan dukungannya ya, supaya Author tetap semangat. Salam manis buat yang sudah setia membaca novel karyaku๐Ÿ˜˜๐Ÿฅฐ..


__ADS_2