
Malam kian larut, Allen tidur memunggungi suaminya. Ia masih kesal dengan ucapan dan perlakuan suaminya yang begitu kejam kepadanya, bahkan Arka sama sekali tidak merasa bersalah atau meminta maaf pada Allen. Dengan begitu teganya Arka menuduhnya yang bukan-bukan, namun malam ini Allen memutuskan untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah. Percuma saja ia menangis, toh Arka juga tidak peduli.
Allen memejamkan matanya karena saking lelahnya, tak butuh waktu yang lama ia pun tertidur pulas. Berbeda dengan Arka, meski malam kian larut namun ia tidak bisa tidur meski mencoba memejamkan matanya berulang kali. Arka melihat tubuh mungil Allen tertidur di sampingnya, entah mengapa birahinya merasuki dirinya. Meski ia enggan membangunkan istri keduanya, Arka lebih memilih menyimpan hasratnya malam ini.
Namun Arka membuat tanda merah di area leher jenjang Allen, tanpa di ketahui pemiliknya. Kerena memang Allen sudah tertidur sangat pulas. Setelah puas Arka melakukan itu pada Allen, ia mencoba untuk memejamkan matanya dan kali ini ia berhasil tidur.
Hingga waktu menjelang pagi, Allen terbangun saat kumandang adzan subuh terdengar di telinganya. Allen menuju kamar mandi, niat hati ingin membersihkan diri karena ingin menjalankan sholat subuh.
Saat Allen tidak sengaja melihat pantulan dirinya di cermin, Allen kaget bukan main saat ia melihat tanda merah di sekujur tubuhnya.
"Huh.. Ini pasti kelakuan mas Arka!" kesalnya dalam hati Allen. "Bagaimana aku menutupinya, ini bahkan tidak sedikit." keluh Allen.
Allen tidak mau ambil pusing, ia membiarkan saja tanda merah di leher jenjangnya. Karena saking banyaknya tanda itu, Allen bingung akan menutupnya pakai apa. Ia akan memakai pakaian yang sadikit menutup lehernya, agar tanda itu tidak begitu terlihat jelas.
Allen keluar dari kamar mandi, ia melihat suaminya masih dalam mode nyenyaknya. Allen menuju lemari pakaiannya, mencari pakaian yang menutupi lehernya. Lalu ia menjalankan kewajibannya sebagai umat muslim.
Allen menyisir rambut dan membiarkannya tergerai, lalu turun ke lantai bawah. Ia ingin membantu bi inem menyiapkan sarapan pagi untuk suaminya, meski bi inem menolak bantuan Allen dengan cara halus karena takut tuannya marah kepadanya. Namun Allen sedikit memaksanya, sehingga Art suaminya mengizinkan Allen membantunya.
Allen mengusulkan pada bi inem untuk membuat nasi goreng dengan ceplok telur mata sapi, awalnya bi inem sedikit keberatan karena tuannya biasanya hanya sarapan sepotong roti dan meminum susu. Namun bi inem mengizinkan usulan Allen, ia berharap jika tuannya tidak marah kepadanya.
Allen masuk ke kamarnya lagi, ia kaget karena ternyata suaminya sudah bangun dari tidurnya. Arka duduk di sofa dan sedang memainkan ponselnya,
"Dari mana kamu?" cecarnya pada Allen.
"Dari bawah mas." jawab Allen singkat, ia masih enggan banyak bicara.
Arka tidak bertanya lagi, ia tersenyum tipis saat melihat penampilan Allen yang menggunakan baju yang menutupi lehernya. Berbeda dari biasanya, itu semua karena ulahnya semalam. Arka mengajak Allen untuk pergi ke butik yang letaknya lumayan jauh dari rumahnya.
"Kita sarapan bersama, setelah itu kamu bersiap-siap kita akan pergi!" ajak Arka datar.
Allen tidak menjawab ucapan Arka, ia membuntuti suaminya di belakangnya. Meski dalam hatinya ada rasa penasaran, karena tumben suaminya mengajak dirinya ke pusat perbelanjaan.
Mereka sarapan bersama, meski menu pagi ini berbeda dari biasanya namun Arka melahapnya sampai habis tak tersisa. Ia tidak komentar apapun tentang masakan yang ia makan barusan.
🍁🍁🍁
Arka mengemudikan mobilnya sendiri tanpa menyuruh sopir pribadinya untuk mengantar mereka. Sesampainya di butik Arka mengajak Allen turun dan menggandeng tangannya. Allen menolak, namun Arka tidak menggubrisnya.
__ADS_1
Arka menyuruh Allen memilih beberapa gaun yang harganya fantastis, dan memintanya untuk mencoba gaun yang di pilihnya satu per satu. Meski Allen menolaknya, Arka malah marah pada Allen. Allen ragu untuk mencoba gaun di tangannya, saat ia melihat bandrol yang tertera pada gaun yang harganya sampai puluhan juta.
Arka memaksa Allen untuk mencoba gaun berwarna maroon keluaran terbaru, namun terbatas dengan hiasan diamond yang sangat mewah sesuai perintah suaminya. Setelah Allen keluar dari ruang ganti, Arka memandang Allen begitu cantik saat mengenakan gaun berwarna maroon yang di kenakannya. Ia lalu mencari couple baju dengan warna senada untuk ia kenakan nanti malam di acara peresmian perusahaan sahabatnya.
🍁🍁🍁
Malam ini Arka mengajak istri keduanya ke acara peresmian perusahaan Johan Renandi sahabat dari kecil Arka. Acara di mulai pukul 20.00 malam, namun Arka mengajak istri keduanya pergi jam 18.00 tepat. Kerena perjalanan lumayan jauh, bahkan bisa di bilang acara berlangsung di luar kota.
Arka tidak mau terlambat datang ke acara penting sahabatnya, sebelum mereka pergi Arka juga sudah membawa Allen ke salon terlebih dahulu. Agar pesona Allen makin terlihat, sesampainya di acara itu Arka menggandeng mesra tangan Allen.
Kedatangan Arka di sambut hangat oleh empunya acara yaitu johan dan Hendra rivaldi, ia juga sahabat Arka. Mereka bersalaman dan merangkul hangat satu persatu sahabat Arka dari kecil, begitu juga dengan Allen ia menyalami kedua sahabat suaminya dan memperkenalkan dirinya.
Kedua sahabat Arka terpesona dengan kecantikan Allen, meski dengan riasan yang tidak begitu menor. Allen memberi senyum pada mereka berdua. Ketiga sahabat itu saling bertukar kabar di tengah kesibukan masing-masing, meski mereka berjauhan.
"Hallo bro, apa kabar?" tanya Johan antusias.
"Hallo juga bro, kabar baik. Bagaimana kabar kalian?" tanya Arka pada Johan dan Hendra.
"Kabar kita baik bro.., seperti yang kamu lihat." sahut Hendra.
"Silahkan duduk, ka!" ajak Johan pada Arka.
Johan meminta izin pada dua sahabatnya untuk menyambut tamu undangannya. Sementara Hendra memperhatikan gadis cantik di sebelah Arka, lalu bertanya pada Arka karena penasaran.
"Ngembat anak orang dimana kamu bro? Perasaan kamu dan Renita belum bercerai deh?, jangan bilang kalo dia..!" pertanyaan Hendra terputus.
"Dia istriku, Hen..!" jawab Arka cepat, mematahkan anggapan miring Hendra.
"Haa..." ucap Hendra kaget.
"Ceritanya panjang bro, kalo aku cerita sekarang tidak akan kelar semalaman!" imbuh Arka.
Hendra terlihat syok mendengar jawaban Arka ia tidak banyak bicara lagi, meski dalam hatinya sangat penasaran. Hendra menyimpan rasa penasarannya, karena acara segera di mulai.
Acara berlangsung dengan baik, para tamu undangan Johan berpamitan dan pulang. Arka menemui kedua sahabatnya lagi, jujur mereka masih rindu karena mereka jarang bertemu. Tanpa Arka sadari jika Johan juga mengundang Renita, istri pertamanya.
Allen meninggalkan suami dan kedua sahabatnya, setelah ia berpamitan pada suaminya untuk pergi ke toilet, namun langkahnya terhenti saat Renita tiba-tiba mendorong tubuhnya hingga hampir terjatuh.
__ADS_1
"Ngapain kamu disini? Wanita murahan!" bentaknya pada Allen, pertengkaran mereka di saksikan beberapa tamu yang bersiap untuk pulang.
"Jaga mulut kamu ya..! Mau kemana aku... itu bukan urusan kamu!" jawab Allen tak mau kalah.
"Kurang ajar kamu ya!" ucap Reni.
Reni menjambak rambut Allen kasar, namun samar-samar dengar suara Arka memanggil Allen. Renita mengacak rambutnya sendiri merobek bajunya sedikit, dan memposisikan dirinya terjatuh seolah di dorong oleh Allen. Padahal ia yang sengaja mendorong Allen, lalu Reni memulai akting dengan baik setelah suaminya melihat keberadaan mereka berdua.
"Ah... Kenapa kamu menyakitiku?" ucap Renita pada Allen, ia memulai aktingnya.
"Allen.. kamu apa-apaan sih, beraninya kamu menyakiti Renita!!" bentak suaminya, saat Arka melihat Reni terjatuh.
"Mas Arka.. Aku tidak menyakitinya, malah dia yang.." ucap Allen terpotong.
"Cukup Allen.!! Aku tidak mau mendengar apapun dari mulutmu!" bentak Arka sambil membantu istri pertamanya bangun dan merangkulnya dengan mesra.
"Sayang.. kamu nggak apa-apa kan?" tanya Arka pada Reni.
"Nggak mas, hanya sedikit tergores." jawab Reni manja sambil tersenyum mengejek Allen.
~Rasain.. Emang enak di bentak mas Arka! Kamu salah mau melawanku.. Dasar perempuan murahan ~ Renita membatin.
Allen berlari meninggalkan Arka dan istri pertamanya, meski suaminya memanggil namanya namun Allen tetap pergi. Allen menyetop taksi, beruntung di malam yang kian larut masih ada taksi yang lewat.
Allen marah karena dia di bentak oleh suaminya, tepat di depan istri pertamanya. Ia tidak terima dengan perlakuan suaminya, Allen memutuskan pulang ke rumah. Arka naik ke mobilnya menyuruh sopir pribadinya sedikit mengebut menyusul taksi yang di tumpangi Allen di belakangnya, hingga mereka sampai di rumah hampir bersamaan.
Allen masuk ke kamarnya, dan melempar sembarang tas yang di bawanya. Lalu merebahkan diri tanpa membersihkan sisa make up di wajahnya terlebih dulu, ia juga memunggungi suaminya. Hatinya masih kesal dengan Arka yang membentaknya. Seolah lupa dengan kejadian yang terjadi tadi, Arka meminta jatah pada Allen malam ini. Namun Allen menolaknya, karena hatinya terlanjur sakit.
***BERSAMBUNG***...
.
.
.
**Terima kasih dukungannya ya...
__ADS_1
Salam manis buat para pembaca semua😘😘**