Istri Simpanan CEO Arogan

Istri Simpanan CEO Arogan
Hancur


__ADS_3

.


.


Nando mengetuk pintu kamar Reni berkali-kali, ia juga memanggil-manggil namanya dengan sedikit lebih keras. Berharap wanita yang menjadi selingkuhannya akan membukakan pintu untuknya.


Namun sepertinya harapan Nando hanya sia-sia saja, Reni bahkan sama sekali tidak memberi jawaban apapun kepadanya. Nando jadi kepikiran apa yang di katakan oleh Diana kepadanya tadi, ia merasa cemas dan takut jika sesuatu akan terjadi kepada kekasih gelapnya.


Dengan langkah cepat, Nando segera mengambil kunci cadangan untuk membuka kamar yang sedang di tempati oleh Renita. Nando membuka laci tempat ia meletakkan kunci cadangan tersebut, tanpa di sadarinya wanita suruhannya yang di tugaskannya untuk menjaga Reni, sudah berdiri di belakangnya dan mengagetkan dirinya.


"Anda sedang mencari apa, tuan?" ucap wanita itu dengan lantang.


"Kamu membuatku kaget saja! Tentu saja aku mencari kunci cadangan untuk membuka kamar Renita!" jawab Nando tanpa berkilah.


"Apa! Tuan yakin akan melakukan itu?"


"Memangnya kenapa? Aku tidak mau Reni melakukan tindakan yang berbahaya dan bahkan sampai membahayakan kehamilannya!"


"Soal itu anda tahu dari mana? Apakah dari wanita setengah baya itu?" ucapnya sambil menganggap remah ucapannya.


Nando merasa tidak suka dengan apa yang di ucapkan oleh bawahannya,


"Iya tentu saja! Kamu tidak boleh kurang ajar seperti itu kepada siapa pun! Wanita itu adalah tante Diana, ibu dari Renita. Wanita yang aku cintai! Dan kamu dengarkan aku baik-baik ya, tugasmu disini hanya untuk menjaga Renita. Jadi kamu tidak perlu mencampuri urusanku! Atau kamu, mau aku pecat?!" ucap Nando dengan lantang.


Mendengar jika dirinya akan di pecat, ia meminta maaf pada tuannya. Ia tidak bermaksud seperti itu, hanya saja ia berfikir jika tindakan yang akan tuannya lakukan itu tidak sopan. Apalagi Nando akan masuk ke kamar orang lain tanpa izin dari pemiliknya.


"Maafkan saya tuan. Tolong jangan sampai anda memecat saya. Saya masih membutuhkan pekerjaan ini, saya janji tidak akan mengulanginya lagi!" ucapnya dengan perasaan takut.


Nando memperhatikan wanita di hadapannya dengan raut wajah yang penuh penyesalan. Ia pun memberi maaf padanya serta memberikan kesempatan kedua untuk bekerja dengannya kembali, meski ia melwkukan itu semua hanya sebagai gertakan semata.


"Baiklah, aku memaafkan kamu. Tapi ingat bekerjalah sebaik mungkin! Jika kamu mengulangi kesalahan yang sama seperti ini, aku tidak akan segan-segan untuk memecatmu!" ucap Nando sambil menunjuk dirinya.

__ADS_1


"Baik tuan. Terima kasih atas kemurahan hati anda." balasnya gemetaran.


"Heemm.." balas Nando cepat.


Setelah Nando mendapatkan kunci cadangan kamar yang di tempati Renita, ia segera bergegas menuju ke kamar Renita. Sementara wanita tadi masih berdiri mematung di tempatnya sambil memandangi tuannya, namun ia sama sekali tidak mau mencampuri urusan tuannya. Ia sungguh merasa ketakutan jika apa yang di ucapkan oleh Nando akan terjadi kepadanya.


Di sisi lain ia sungguh masih menginginkan bekerja dengan Nando, karena ia membutuhkan uang yang sangat banyak untuk membayar semua hutang suaminya yang tertipu oleh rekan bisnisnya hampir setahun yang lalu.


Ia mengumpati tuannya dalam hati, meski ia sama sekali tidak berani menentang tuannya.


"Andai saja anda bukan bos besarku, pasti aku akan melawanmu bahkan mungkin aku akan menendangmu, tuan Nando! Tapi aku sadar, jika aku hanyalah seorang bawahan yang masih membutuhkan uang dari anda untuk membayar semua hutang-hutang suamiku!" monolognya dalam hati.


🍂🍃🍂


Sementara Nando bergegas membuka pintu kamar Renita dengan kunci cadangan yang ia bawa. Saat ia berhasil membuka pintu, Nando melihat Renita dari ambang pintu yang sedang menangis pilu dan duduk di kursi tunggal yang berada di kamarnya.


Namun tanpa di duga sepertinya Reni hendak mengkonsumsi beberapa obat keras yang sudah tersusun di meja dekat tempat ia duduk. Nando menghampiri Renita, lalu ia merampas semua obat keras tersebut dengan sedikit kasar.


Rasa sedih berkecamuk di hati Nando, Renita menyadari apa yang di lakukan oleh pria itu. Renita menangis dan berteriak histeris sambil berusaha untuk mengusir keberadaan Nando dari hadapannya.


"Pergilah dari hadapanku! Biarakan saja aku mati! Aku tidak mau hidup menderita seperti ini! Mau apa kamu masuk ke kamarku?" teriak Reni histeris.


"Ada apa denganmu? Kenapa kamu melakukan semua ini! Apa kamu sudah tidak waras, haa..?!" ucap Nando sedih.


Meski Reni menolak kehadirannya, ia tetap mendekati wanita itu. Nando memeluk erat tubuh Reni, meski Reni memberontak bahkan mendorong tubuhnya dengan kasar, ia sama sekali tidak melakukan perlawanan apapun.


"Pergilah dari sini! Karena kamu, hidupku menjadi hancur! Kamu pria brengsek, aku menyesal telah mengenalmu!" teriak Reni sambil menunjuk Nando dengan jari telunjuknya.


Tanpa Nando sadari air matanya tumpah membasahi pipi tampannya. Meski dirinya adalah pria yang sangat dingin dan kejam. Tapi entah mengapa saat ia mendengar ucapan dari Renita, hatinya menjadi sakit bahkan rasanya seperti tersayat-sayat.


Nando meruntuki nasibnya, ia bahkan merelakan tubuhnya di pukuli oleh Renita. Ia juga akan bertanggung jawab padanya, meski nantinya wanita itu membenci dirinya sekali pun. Nando akan tetap berusaha membuat Renita mencintainya seperti dulu lagi.

__ADS_1


"Honey.. Dengarkan aku baik-baik ya. Aku tidak akan pernah pergi dari hidup kamu! Aku akan tetap mempertanggung jawabkan, perbuatanku kepadamu. Aku juga akan segera menikahimu. Apapun nanti resikonya, aku akan terima.! Aku juga rela untuk menanggungnya semuanya!" ucap Nando dengan tegas.


"Kenapa...? Kenapa kamu melakukan itu semua?!" ucap Reni sedih.


"Karena aku mencintaimu! Bahkan kamu juga harus tahu, aku bahagia dengan kehamilan kamu saat ini!" ucap Nando dengan seringai di bibirnya.


"Apa kamu bilang? Kamu bahagia?! Tapi aku tidak!" balas Reni marah. "Apa kamu sudah gila, ya? Hah..?" ucapnya histeris.


"Honey.. Aku mohon jangan berkata seperti itu! Mana Renita yang dulu? Renita aku kenal? Renita yang mencintai aku, meski pun hubungan kita adalah hubungan yang terlarang!" ucap Nando dengan rasa sedih bahkan dadanya terasa sesak.


"Jika kamu bilang aku gila! Aku memang gila karenamu! Bahkan aku rela menyakiti istri sahku, demi untuk mendapatkan dirimu seutuhnya! Aku juga rela merebutmu dari suami kamu, Arka! Apapun akan aku lakukan untuk mendapatkan dirimu!" ucap Nando penuh penekanan.


Renita menangis sedih di dada bidang milik Nando, air matanya membasahi baju yang di kenakan oleh Nando. Ia mendengarkan apa yang di ucapkan Nando dengan jelas. Ia ingat pasti jika apa yang Nando ucapkan semuanya adalah benar. Namun Reni hanya ingin menggertak pria dingin di hadapannya.


Sebenarnya Reni masih mencintai Nando, tapi ia takut jika harus menghancurkan pernikahan Nando dan istrinya. Meski pernikahan dirinya kini juga hancur karena keberadaan Nando, yang menjadi duri dalam pernikahannya dengan sang suami.


Nando mendekap tubuh Reni dengan mesra, ia mencium pucuk kepala wanita itu. Ia berusaha untuk menenangkan Renita, agar tidak meronta dan menangis histeris lagi. Rasanya ia sungguh tidak rela, jika harus berpisah dari Renita. Meski ia tahu jika dirinya masih tetap bersama wanita itu, maka taruhannya adalah perceraiannya dengan sang istri.


Meski sebenarnya ia tidak mau melakukan itu semua, namun ia tidak mempunyai pilihan lain lagi. Baginya Reni adalah segalanya, wanita yang dapat memberi kebahagiaan tersendiri untuknya.


.


.


Bersambung...


.


.


.

__ADS_1


Happy Realing ya buat para pembaca semua🙏🏻...


__ADS_2