
.
.
Arka hanya bisa pasrah dengan keadaan, ia juga tidak akan memaksa istri pertamanya untuk memberikan haknya kepada dirinya.
Percuma saja karena akan membuat wanita yang usianya tidak terpaut jauh darinya itu akan marah. Arka tahu pasti dengan sifat wanita yang di nikahinya selama hampir empat tahun itu.
Toh walaupun Arka tidak mendapatkan haknya dari Reni, masih ada Allen yang menjadi pemuas nafsunya selama ini.
πππ
Perjalanan yang Allen tempuh selama hampir satu setengah jam, akhirnya mobil yang di tumpanginya sampai di kota J. Benar saja sebelum senja, ia sudah tiba lagi di kota kelahiran sang suami, sesuai janjinya pada Arka.
Namun saat masih beberapa menit lagi sampai di rumah mertuanya, Allen kaget karena ternyata mobil yang di kemudikan oleh Udin sopir pribadi Arka di ikuti oleh dua motor gede yang berwarna hitam dan ada empat pria berwajah sangar, mereka berboncengan. Mereka juga mengenakan baju seperti preman.
Mereka membunyikan klakson dengan keras dan menyuruh sang sopir menepikan mobilnya, tidak mau terjadi sesuatu Udin terus melajukan mobilnya.
Namun usahanya sia-sia, ia harus menghentikan mobilnya, saat salah satu pemotor itu menghadang laju mobilnya. Udin mengerem mendadak, membuat Allen kaget bukan main.
"Ya, Alloh pak Udin. Kita harus bagaimana pak, mereka banyak. Sementara kita hanya berdua!" ucap Allen panik.
Pak Udin yang merasa jika nona mudanya dalam keadaan bahaya ia memberitahu tuannya untuk minta pertolongan, tentu saja tanpa sepengetahuan Allen.
Ia juga menenangkan Allen agar tetap tenang, dan jangan gugup. Juga memintanya agar tetap berada di dalam mobil, apapun yang terjadi nanti.
"Nona Allen tenang saja, semua akan baik-baik saja. Saya mohon nona jangan gugup, tetaplah berada di dalam mobil apapun yang terjadi nanti!" pinta Udin pada istri kedua bosnya.,
"Tapi pak, bagaimana aku bisa tenang. Mereka itu ada empat orang lho..!" ucap Allen panik.
Terlihat kepanikan di wajah Allen, saat ia melihat pria berbaju preman dan berwajah sangar itu yang jumlahnya ada empat orang.
"Bantuan pasti akan segera datang nona." sahut Udin menenangkan Allen.
"Pak Udin jangan bercanda deh!, bantuan dari mana. Kita disini hanya berdua!. Jalanan juga sepi, sementara mereka sudah mulai menggedor kaca mobil kita!" bentak Allen kesal.
Ia takut pada orang-orang yang bertampang sangar itu, mereka menggedor-gedor kaca mobil yang di naiki Allen. Membuat deru jantung Allen berdetak semakin kencang, ia benar-benar ketakutan.
Arka yang sudah mengetahui dari kamera pengintai, jika Allen dalam bahaya memanggil orang-orang suruhannya untuk memberikan pertolongan pada sopir pribadi dan istri keduanya. Sementara dirinya menuju ke tempat kejadian, ia takut nyawa Allen akan terancam.
Udin di paksa turun oleh salah satu pria yang berbaju preman itu, namun sebelum ia turun dirinya meminta pada Allen untuk langsung mengunci pintu mobilnya apapun yang terjadi nanti, Allen di minta Udin tetap berada di dalam mobil.
__ADS_1
Allen memenuhi permintaan sang sopir, meski sesungguhnya ia juga mencemaskan keselamatan sopir pribadi Arka. Mengingat Udin hanya seorang diri, hendak melawan empat orang yang berwajah sangar, Allen berpesan pada Udin untuk berhati-hati dan selalu waspada.
Terjadi perkelahian sengit antara Udin dan ke empat orang itu, Udin terlihat kewalahan melawan orang yang jumlahnya empat kali darinya.
Namun nasib baik masih berada di pihaknya, sebelum Udin babak belur datanglah orang-orang suruhan Arka yang berbaju serba hitam dan bertubuh tinggi tegap mengendarai mobil hitam.
Mereka yang berjumlah empat orang menolong Udin dan mengambil alih memukuli keempat pria yang berbaju preman itu, satu lawan satu.
Allen sedikit bernafas lega karena orang-orang yang mengancam keselamatannya satu persatu dengan mudah di lumpuhkan oleh orang yang berbaju hitam itu.
Tidak lama kemudian Allen mendengar ada suara dua kali tembakan, yang entah dari mana asalnya.
**DOORRR....
DOORRR**....
Allen yang takut terjadi sesuatu pada sopir pribadi suaminya, membuka pintu dan turun dari mobilnya. Ia ingin memastikan jika tidak ada hal buruk yang menimpa sopir pribadi suaminya.
Ia lupa akan pesan yang di sampaikan sopirnya tadi, sebelum Udin turun. Saat Allen baru saja turun dan akan menutup pintu mobilnya kembali, tanpa sepengetahuannya ada seorang pria berbaju abu membekap mulutnya dari belakang dengan tiba-tiba.
Pandangan Allen perlahan kabur dan kesadarannya perlahan mulai turun, hingga ia tidak sadarkan diri. Udin yang melihat kejadian itu dengan cepat berlari mengejar pria itu yang menggendong tubuh mungil nona mudanya. Lalu membawanya masuk ke dalam mobil berwarna silver.
Ternyata teriakan udin di dengar oleh salah satu dari ke empat pria suruhan Arka. Pria berjenggot tipis dan dan bertubuh tegap itu mengejar pria misterius yang membawa istri bosnya, ia segera berlari dan mengambil alih satu motor preman itu.
Ia menyalakan motornya, lalu mengejar mobil yang di curigai membawa tubuh Allen yang sudah tidak sadarkan diri.
Pria suruhan Arka melajukan motornya dengan kecepatan maksimal, ia menghadang mobil itu lalu menghentikannya. Mobil berwarna silver itu berhenti tepat di depan motor yang menghalangi jalannya.
"TURUN...!!" teriak pria suruhan Arka.
Tidak lama kemudian turunlah pria yang mengenakan jas berwarna abu-abu dari mobilnya silver itu, lalu menghampiri pria yang akan menggagalkan rencananya.
"Minggir!, jangan halangi jalanku..!, ada perlu apa?" teriaknya.
"Lepaskan nona Allen atau kamu akan berhadapan dengan aku dan suaminya, apa kamu ingin menjemput ajalmu?" ucap pria suruhan Arka dengan lantang.
"Ha.. ha.. ha.. Kamu pikir aku takut?, Kamu salah jika ingin melawanku!. Kamu belum tahu siapa aku?!"ucap pria berbaju abu itu menyombongkan diri.
"Tidak penting aku tahu siapa kamu, yang penting sekarang lepaskan nona Allen.!" bentak orang suruhan Arka.
"Jangan harap aku akan melepaskan sumber penghasilanku!" ucapnya keras.
__ADS_1
"Kurang ajar..!" bentak pria suruhan Arka.
Perkelahian sengit di antara mereka berdua pun tidak dapat di hindari. Udin berlari terengah-engah, menghampiri mobil yang membawa istri bosnya. Lalu mencoba membuka mobil itu dengan paksa, niatnya ingin menolong Allen.
Namun rencananya tidak berjalan mulus, ia di hadang oleh sang sopir yang mengendarai mobil yang berwarna silver itu. Mereka juga terlibat perkelahian sengit, tidak ada siapa pun yang mau mengalah.
πππ
Samar dari kejauhan Arka melihat mobil berwarna silver yang berhenti tepat di pinggir jalan yang sepi, tapi tidak jauh dari mobil itu terlihat Udin dan orang suruhannya yang sedang berkelahi.
"Allen apa kamu masih berada di dalam mobil itu?" monolog Arka pelan.
Ia sangat mencemaskan sang istri setelah tadi Arka melihat istri keduanya di gendong pria yang tidak di kenalnya, melalui kamera pengintai.
Mobil yang di tumpangi Arka berhenti tepat di depan mobil berwarna silver itu, lalu dengan cepat Arka turun. Ia berlari sekuat tenaga menghampiri mobil silver itu, dan mencari keberadaan Allen.
Arka membuka dengan kasar pintu mobil silver itu, kebetulan disana tidak ada orang lain lagi yang menghalangi jalannya. Karena yang berada di dalam mobil itu hanya ada sang sopir, pria yang berbaju abu, juga Allen yang tidak sadarkan diri. Arka lalu mengedar pandangan ke dalam mobil mencari keberadaan sang istri.
Gubrak..
"Allen..!" teriak Arka panik.
Ia mendapati tubuh sang istri tergeletak tak berdaya di jok belakang kemudi. Dengan cepat ia menggendong tubuh mungil istrinya, lalu membawanya ke dalam mobil miliknya.
Arka mendudukan istri keduanya di kursi belakang kemudi, kondisi Allen sangat memprihatinkan. Ia terkulai lemah tak berdaya, Arka menyuruh sang sopir membawa Allen ke rumah sakit terdekat.
Lalu orang-orang suruhannya mengambil alih pekerjaan yang menyita tenaga itu, mereka meringkus satu per satu orang-orang yang berniat ingin menculik istri bos besarnya.
.
.
***BERSAMBUNG***....
.
.
.
Jangan lupa dukungannya ya, like, komen dan juga vote nya ya, TERIMA KASIH untuk semua dukungan yang sudah kalian berikanππ»ππ», salam manis dari authorππ₯°
__ADS_1