Istri Simpanan CEO Arogan

Istri Simpanan CEO Arogan
Sedikit Bernafas Lega


__ADS_3

.


.


Arka tersentak, lalu ia menatap sang daddy yang berdiri di depannya.


"Ah... iya kenapa dad.?" tanya Arka spontan.


"Harusnya daddy yang tanya sama kamu. Kamu kenapa, apa kamu baik-baik saja?" sahut Gio khawatir.


"Em.. iya dad, Aku baik-baik saja. Daddy tidak perlu khawatir." jawab Arka cepat.


"Baiklah, jika ucapanmu itu benar. Oya Arka daddy minta sama kamu, suruh lebih banyak anak buahmu untuk berjaga disini, perketat area rumah sakit ini. Daddy tidak mau lagi ada hal buruk yang akan menimpa Allen, daddy juga tidak mau kehilangan cucu yang telah lama daddy nantikan!" perintah Gio dingin.


Tentu saja ia menjadi dingin demi melindungi menantu yang sedang mengandung cucunya. Karena di umur yang sudah setengah abad lebih ia belum memiliki cucu. Padahal orang yang umurnya segitu kebanyakan sudah memiliki cucu, bukan hanya satu bahkan ada yang sudah banyak.


Arka melihat kekhawatiran di raut wajah daddy nya, sebebarnya bukan hanya sang daddy yang khawatir, dirinya juga tidak kalah cemas.


"Iya dad, akan aku laksanakan perintah dari daddy. Daddy tenang saja Allen akan baik-baik saja, begitu pula dengan cucu daddy yang sudah lama di nanti." balas Arka terjeda.


"Aku akan melakukan apapun untuk melindungi mereka berdua, bahkan sekalipun jika nyawaku yang akan menjadi taruhannya, aku rela..Dad." imbuh Arka.


Setidaknya Gio menjadi sedikit tenang, setelah ia melihat ketulusan dari setiap kata yang terucap dari bibir putranya, hal itu membuat Gio menepis sedikit keraguan di hatinya. Tentang anggapan miring putra semata wayangnya.


Walaupun Arka selalu bersikap dingin, tapi dirinya adalah sosok suami yang bertanggung jawab, meski Gio tahu pasti sifat dingin yang di tunjukan putranya pada kedua istrinya bahkan ke semua orang.


Kedua pria itu saling tatap, mereka bergelut dengan pikiran masing-masing. Kini yang ada hanya kesunyian menemani mereka berdua, hingga tidak ada satu pun dari mereka yang membuka percakapan.


Arka memutuskan untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah, ia duduk dan menyandarkan bahunya di sandaran kursi panjang. Ia memilih menunggu istri keduanya sadar dari koma, meski Arka tidak dapat memejamkan kedua bola matanya.


Arka begitu memikirkan kejadian yang menimpa istri keduanya, harapannya mengungkap tabir kejahatan yang menimpa Allen sangatlah besar. Ia juga berharap jika Allen akan segera siuman.


Begitu pun dengan Gio, ia juga hanya menyandarkan kepalanya di kursi tepat di sebelah putranya. Hal buruk yang hampir saja menimpa Allen selalu mengisi ruang kosong di pikirannya, hingga ia begitu ketakutan jika dirinya akan kehilangan cucu yang sudah lama di harapkannya.


Dalam kesedihan Gio, ia selalu memanjatkan do'a agar menantu keduanya dan calon cucunya di berikan kesehatan.


🍂🍃🍂


Kini mentari pagi sudah mulai menampakan diri dari ufuk timur, Arka terbangun dari tidurnya yang baru terlelap sekitar 2 jam yang lalu.


Meski sebenarnya rasa kantuknya masih melanda, tapi masih ada hal penting yang belum ia selesaikan. Terlihat ia mengutak-atik telpon genggamnya, mungkin memang dia sedang menghubungi seseorang.

__ADS_1


Tidak lama kemudian ia menaruh ponselnya di atas nakas, yang berada di samping ranjang tempat Allen terbaring.


Lalu Arka bergegas bangkit dari tempat duduknya, ia mengedar pandangan melihat ke sekeliling ruangan itu.


Kedua bola matanya menangakap pandangan jika sang mommy sudah bangun dari tidurnya, ia sudah sibuk mengutak-atik laptopnya, sedangkan daddy nya pergi entah kemana.


Arka menyapa mommy nya dengan hangat, dengan suara serak khas baru bangun tidur.


"Selamat pagi mom." sapa Arka hangat.


"Pagi juga, Arka." sahut mommy.


"Daddy mana mom, kok nggak kelihatan?." tanya Arka penasaran.


"Tadi daddy bilang ada urusan sebentar, Arka. Paling sebentar lagi daddy kembali kesini lagi." balas mommy sambil tersenyum manis pada putranya.


Arka hanya menganggukan kepala, lalu membalas ucapan mommy nya dengan kata 'Ooh' saja. Bagi Ros itu sudah biasa.


Bagi Arka ucapan dari mommy nya yang menjawab pertanyaan darinya sudah lebih dari cukup, ia juga bukan tipe orang yang segalanya selalu ingin tahu.


Arka melangkahkan kaki ke kamar mandi, niat Arka untuk membasuh muka dan membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.


Kebetulan semalam Arka menyuruh Rion sang sopir untuk pulang dan membawakannya baju ganti untuknya, semenjak kejadian yang menimpa istri keduanya, ia belum pulang ke rumah sama sekali.


Tangan kanannya menggenggam mesra tangan Allen, sementara tangan satunya lagi terulur untuk membelai wajah cantik Allen, Arka memandangi wajah cantik, hidung mancung, serta pipi tirus yang Allen miliki.


Hatinya bergetar hebat, tiba-tiba ia merasa iba pada wanita yang sebentar lagi akan memberinya keturunan. Ia juga baru menyadari jika Allen cantik, meski dirinya tanpa menggunakan make up sama sekali.


~" Honey.. bangun dong. Sudah hampir dua hari aku tidak melihat senyuman terpancar di wajah cantikmu. Aku merindukan dirimu yang selalu ceria, meski aku sering berlaku kasar dan tidak adil kepadamu."~


~"Tapi kamu tidak pernah mengeluh kepadaku.! Bahkan kamu selalu sabar menghadapi sikapku yang keras dan dingin ini, hingga kadang aku sampai lupa menjaga harga diriku di depanmu. Kamu wanita yang tangguh, kamu wanita yang kuat, ayo bangkit dan sadarlah Allen. Aku menunggumu dan selalu merindukanmu, honey...!"~ ucap Arka pelan, tepat di telinga istri keduanya.


Hatinya sedih bila mengingat perlakuan dirinya kepada istri keduanya itu, meski diri Allen di perlakukan kasar olehnya namun ia memilih diam dan sama sekali tidak melawan Arka.


Hingga lamunan Arka harus terhenti saat ponselnya yang berada di saku jas yang di kenakan Arka bergetar, menandakan jika ada notifikasi yang masuk.


Dreet.. dreet.. dreet..


Dengan cepat Arka mengambil ponselnya di atas nakas, lalu melihat siapa yang mengirim pesan untuknya di waktu yang masih terbilang pagi.


Arka membuka pesan whatsapp di ponselnya, di layar tertera nama Dody, anak buahnya. Arka penasaran dengan apa pesan yang di kirimkan anak buahnya, lalu ia membaca dengan detail pesan tersebut.

__ADS_1


📩 *" **Maaf tuan jika saya mengganggu waktu anda di pagi begini.


Ada hal penting yang ingin saya katakan pada anda tuan**.


Apa anda bisa menemui saya di mansion? Itu pun jika anda tidak keberatan tuan.."* isi pesan dari Dody, anak buah Arka.


Dengan cepat Arka membalas pesan itu, karena ia sangat yakin jika memang ada hal penting yang ingin Dody ucapkan kepadanya.


*"Baik, aku akan menemuimu di mansion."*✉ balas Arka cepat.


Setelah Arka membalas pesan dari anak buahnya, ia meminta izin pada mommy nya, sebelum akhirnya ia pergi.


Mommy Ros sedikit kesal karena putranya sudah akan pergi lagi meninggalkan dirinya dan Allen yang masih belum sadar sampai pagi ini.


Padahal kejadian semalam saja masih terlintas di benak Ros, saat menantu keduanya hampir saja dalam bahaya. Saat orang tak di kenal, menyusup masuk ke ruang 'VVIP' yang mempunyai rencana jahat pada Allen.


Namun dengan cepat Arka mengatakan pada mommy Ros, jika ia sudah menyuruh anak buah nya untuk melakukan penjagaan di area rumah sakit itu agar di perketat.


Arka sengaja menugaskan anak buahnya untuk menyamar menjadi orang biasa, agar orang lain dan keluarga pasien yang sedang di rawat tidak menaruh curiga pada anak buahnya. Mereka juga di minta untuk berpakaian layaknya orang umum.


Mendengar ucapan sang putra, mommy Ros sedikit bernafas lega, meski hati kecilnya masih ada rasa wa-was. Namun ia mengizinkan putranya untuk pergi, karena Ros yakin jika Arka memang ingin menuntaskan masalah.


Setelah Arka mendapat restu dari sang mommy, ia melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Allen di rawat. Ros hanya memandangi punggung putranya yang semakin menjauh pergi meninggalkan dirinya dan Allen.


Setelah kepergian Arka, Ros duduk di kursi tunggal yang berada di samping Allen di rawat. Ia menggenggam hangat tangan Allen, berharap jika menantunya akan segera sadar.


Ros juga mengajak bicara menantu keduanya yang masih terbaring tidak berdaya.


.


.


***BERSAMBUNG***.....


.


.


.


**Jangan lupa tinggalkan jejak ya untuk mendukung karya dari Author.

__ADS_1


Author juga masih setia menunggu like, komen, favorit, serta vote dari para pembaca semua🙏🏻😊**.


__ADS_2