Istri Simpanan CEO Arogan

Istri Simpanan CEO Arogan
Flasback Off #Renita dan Arka.


__ADS_3

Renita di seret oleh Arka, suaminya itu membawanya pergi kesebuah tempat yang sunyi. Jauh dari keramaian kota, di sebuah villa yang Arka miliki. Meski masih berada di kota yang sama, namun villa itu berada di tempat yang terpencil.


Arka membawa Renita masuk ke dalam villa tersebut, Renita kebingungan. Ia mengedar pandangan ke sekeliling villa tersebut karena tempat itu memang asing baginya, disana juga sangat sepi. Membuat siapa pun yang datang kesana merasa ketakutan, begitu juga dengan Renita. Arka mulai mencecar Renita dengan berbagai pertanyaan.


"Duduk..!" titah Arka pada istri pertamanya, sementara Reni hanya mendengus kesal dengan perlakuan suaminya yang begitu dingin kepadanya.


"Huh.. kenapa kamu membawaku ke tempat seperti ini sih, mas? Kaya nggak ada tempat yang lain saja." dengus Reni kesal.


Tapi rupanya ucapan Reni malah memancing amarah Arka, Arka menghampiri istri pertamanya lalu mencengkeram dagunya untuk kemudian di arahkan untuk menatap mata Arka dengan sorot yang sangat tajam.


"Kamu nggak usah basa-basi lagi. Kenapa kamu datang ke rumah sakit? Apa kamu memang ingin membuat kedua orang tua Allen merasa malu?" tanya Arka kesal.


"Kalo memang ada hal yang lainnya memang kenapa, mas?" ucap Reni terang-terangan.


"Apa maksud kamu, Ren?" tanya Arka kesal karena istri pertamanya selalu memancing emosinya.


"Aku tidak perlu menjelaskan alasanku padamu juga, mas. Itu semua tidak penting!" bentak Reni tak mau kalah.


"Kurang ajar.. Kamu sudah berani melawanku Ren?. Oh... atau jangan-jangan Nando yang sudah mencuci otak kamu ya sehingga sekarang kamu mulai berani kepadaku. Apa kamu juga ikut andil dalam rencana pembekapan Allen. Begitu kah, maksudmu, hem...?!" tuduh Arka pada Reni.


"Jangan salahkan Nando, mas. Salahkan otak kamu tuh, yang sudah di cuci oleh pelakor itu. Kamu sudah berubah padaku mas, kamu sama sekali bukan Arka yang aku kenal dulu!. Kamu sudah berubah, mas!" sergah Reni kesal, dirinya merasa sangat sakit hati dengan tuduhan sang suami.


"Jaga mulutmu, dalam berbicara. Sungguh kamu tidak sopan, berbicara seperti itu pada suamimu sendiri." bentak Arka semakin meledak-ledak.


Renita hanya tersenyum menyeringai, saat mendengar suaminya mengatakan suamimu sendiri. Ia malah bermonolog ria dalam hati, karena ucapan Arka membuat hati Reni merasa geli.


"Ingin rasanya aku membawa kaca besar yang ada di kamar kita ke hadapanmu sekarang juga mas, agar kamu bisa ngaca dan melihat siapa dirimu. Sungguh laki-laki tidak tahu malu, dirinya yang bersalah. Tapi masih saja menyudutkan pria lain, meski tuduhanmu padaku semuanya adalah benar mas. Namun aku juga tidak akan bodoh mengakuinya secara terang-terangan padamu, mas !. Ha.. ha.. ha.." monolog Reni dalam hati. Ia tersenyum menyeringai, memikirkan keburukannya sendiri.

__ADS_1


Renita masih asyik dengan pikirannya sendiri, tiba-tiba Arka menanyakan pada istri pertamanya tentang kaitan dirinya dengan Nando, orang yang menjadi dalang di balik pembekapan Allen. Karena setahu Arka, Renita dan Nando memang sangat dekat.


"Lalu.. Ada rahasia apa antara kamu dan Nando? Jangan bilang, kamu juga ikut andil dalam rencana jahat yang menimpa Allen. Atau bahkan kamu juga ikut menjadi dalang dari kejadian itu?" tuduh Arka pada Reni.


"Terserah apa katamu saja lah, mas. Aku lelah mengucapkan kepadamu, entah harus berapa kali lagi aku harus menjelaskannya padamu. Lagian kan kamu sudah menangkap dan memenjarakan Nando, tapi kenapa kamu tidak memintanya untuk menjelaskan secara langsung padamu, sih!" umpat Renita yang menyudutkan sang suami.


Renita berpura-pura tenang dalam mengucapkan setiap kata yang di keluarkan dari bibirnya, padahal dalam hatinya ia merasakan sangat takut dan cemas. Ia takut jika suaminya akan mengetahui kejahatan yang di lakukannya pada Allen dengan sendirinya, meski dirinya sudah mencoba untuk tenang dalam mengucapkan setiap kata pada suaminya.


Tapi Renita sadar jika kebohongan yang selalu terucap dari bibirnya tidak akan bertahan dengan lama, ia tahu pasti watak suaminya. Meski Reni tidak mengetahui jika Arka telah menyuruh para anak buahnya untuk selalu mengawasi gerak-gerik dirinya.


Sementara Arka menatap istri pertamanya dengan tatapan yang tajam, seperti mata elang yang seolah siap untuk menerkam mangsanya. Karena menurutnya pernyataan dari Reni sama sekali bukanlah jawaban.


Namun Arka masih bisa bersabar dalam menghadapi sikap Reni, karena kejahatan bila di balas dengan kejahatan tidak akan menuai hasil dengan baik. Ia akan bermain dengan cantik, Arka berharap jika suatu saat Reni dapat mengatakan yang sesungguhnya dengan jujur kepada dirinya.


Namun Arka juga tidak hanya pasrah, karena para anak buahnya juga tetap mencari tahu tentang kejadian yang sesungguhnya telah menimpa Allen.


Arka mendekat ke arah Reni, lalu ia membisikan kata tepat di telinga Reni. Membuat Renita menjadi meringding, karena hembusan nafas Arka membuat bulu kuduknya berdiri dan ia merasa geli.


"Mas Arka, kenapa sih kamu selalu mencurigai aku?. Kenapa aku selalu salah di mata kamu? Dan kenapa juga Allen yang selalu benar di mata kamu?" ucap Reni sambil meneteskan air matanya, hatinya sungguh perih dengan tuduhan yang di ucapkan oleh suaminya.


"Kamu tidak usah berpura-pura menjadi wanita yang selalu tersakiti, sayang..! Juga tidak usah membawa nama Allen dalam masalah kita. Maaf, jika tuduhanku membuat hatimu terluka. Karena memang dari dulu kamu juga tahu bagaimana sifat aku yang keras, aku tidak suka di permainkan, Ren!"


"Jika kamu tanya kenapa Allen yang selalu benar di mataku, karena dia bukan orang sepertimu yang suka bermain drama dan bermain api di belakangku!" sergah Arka dengan cepat.


"What...?, apa maksud kamu mas, berkata begitu kepadaku?" ucap Reni meminta jawaban.


"Ha.. ha.. ha... Kamu pikirkan saja sendiri. Aku tidak akan menjelaskan kepadamu sekarang!" balas Arka sambil tersenyum smirk.

__ADS_1


Reni kali ini sedih sungguhan, ia menangis pilu. Dirinya tahu sejak dulu memang Arka adalah laki-laki yang mempunyai sifat keras. Tapi semenjak kehadiran Allen lah, yang membuat Arka selalu mencurigai Reni. Reni merasa tersudutkaan oleh suaminya sendiri, hingga dia terus berambisi untuk menyingkirkan Allen.


Arka tidak mau istri pertamanya mengetahui apa yang sudah di rencanakannya, kini ia mencoba berpura-pura baik di hadapan istri pertamanya. Meski itu semua sungguh berat untuk Arka, namun ia tetap mencoba untuk tersenyum.


"Baiklah.. aku minta maaf, jika tuduhanku membuat dirimu bersedih. Ayo.. aku antar kamu pulang, karena akulah yang membawamu datang kesini." ajak Arka tulus, karena memang dirinya yang membawa Reni datang ke tempat itu.


Reni memandangi suaminya dengan tatapan penuh kebencian, bisa-bisanya suaminya pura-pura baik di hadapannya. Ia sebenarnya merasa takut ada yang sedang di rencanakan suaminya kepada dirinya.


Mengingat baru saja Arka marah-marah kepadanya, namun kini suaminya berbaik hati mengantarkan dirinya. Reni mencoba menolak ajakan Arka yang akan mengantarkan dirinya untuk pulang,


"Aku akan pulang sendiri mas!. Tidak perlu kamu antar. Sebaiknya temui saja wanita yang sudah membuat dirimu bangga itu, yang sebentar lagi akan memberimu seorang anak!" ucap Reni kesal.


"Beneran nih..? Ya udah kalo nggak mau aku antar." balas Arka meledek Reni. "Tapi tempat ini jauh dari keramaian kota lho, juga jarang ada kendaraan yang lewat menuju ke kota!" imbuh Arka tegas, meski ia masih tersenyum.


Reni mengepalkan tangannya kesal, ia sungguh marah pada suaminya. Bisa-bisanya di saat seperti ini, Arka masih saja membuat dirinya merasa terjebak. Lalu Reni berfikir, jika yang di ucapkan suaminya memang benar.


"Ya.. udah. Kamu anterin aku, setelah itu kamu temui wanita itu!" ucap Reni pasrah.


.


.


BERSAMBUNG....


.


.

__ADS_1


.


Mohon dukungannya ya, tinggalkan like, komen, favorit, serta vote ya. Terima kasih banyak yang sudah memberikan dukungan untuk karya author, salam manis😘🥰


__ADS_2