
.
.
🍂🍃🍂
"Kenapa kamu selalu mengganggu hidupkuku? Mau apa kamu, pria brengsek!" bentak Arka pada Nando dengan sengit.
"Kamu mau tahu alasannya, hah?" ucap Nando dengan senyum liciknya.
Dengan cepat Nando menarik tangan Renita dengan paksa, ia juga mengatakan pada Arka, "Dia adalah milikku! Ibu dari anak! Dan saat ini Renita sedang mengandung anakku, buah cinta kami berdua!" ucap Nando dengan lantangnya.
Arka, Hendra dan David yang berada di tempat itu sontak kaget dengan pernyataan Nando.
Hendra dan David hanya diam melongo di tempatnya berdiri, mereka berdua sama sekali tidak menduga jika perselingkuhan Renita sampai membuatnya hamil, anak dari pria lain.
Hati Arka bahkan sangat hancur dan sakit melebihi tersayat belati yang sangat tajam. Terluka namun tidak sampai berdarah.
Namun rupanya Renita tidak dapat menerima pengakuan dari Nando, ia mendorong kasar bahu Nando hingga membuat laki-laki itu membentur tembok.
"Kamu.. Kenapa kamu mengatakan itu semua kepada suamiku!" ucap Reni kasar, ia sungguh tidak menyangka jika selingkuhannya akan lebih nekad dari apa yang selama ini ia pikirkan.
"Kenapa..? Kamu tidak terima? Itu memang kebenarannya kan? Mau mengelak lagi, atau kamu mau menyembunyikan semua kebusukan kita berdua!? Percuma honey.. Laki-laki itu tidak pantas untukmu!" ucap Nando dengan mencurahkan rasa dalam hatinya pada Reni, bahkan di hadapan Arka dan sahabatnya.
Mendengar apa yang ucapkan oleh Nando, Renita hanya dapat merenungi kehancurannya yang baru saja di mulai.
"Brengsek kamu...!" gertak Reni pada Nando.
__ADS_1
"Apa bedanya aku dan kamu? Kita sama-sama brengsek!" balas Nando tegas. Bukan tanpa alasan. Nando berkata seperti itu pada Renita, karena dirinya di sebut brengsek oleh Renita, sementara Renita juga sama dengannya, karena mengkhianati sang suami.
Renita hanya dapat mengepalkan tangannya tanpa melayangkannya pada Nando, walau bagaimana pun apa yang di ucapkan oleh Nando memang benar adanya.
Tanpa di sangka Arka menghampiri Nando, laki-laki itu menghadiahkan beberapa pukulan beberapa ke wajah Nando, hingga membuatnya babak belur.
Setelah Nando tidak berdaya, Arka segera menghampiri istri pertamanya, sontak ia menarik tangan Renita untuk meminta jawaban dengan pasti padanya.
"Jelaskan padaku sekarang juga, Ren! Apakah yang di katakan pria brengsek itu benar? Jangan menipuku, kamu tahu kan siapa aku?!" bentak Arka dengan seringai di bibirnya.
Renita menundukkan wajahnya karena takut, namun akhirnya dirinya mengakui juga kesalahan fatal yang pernah di perbuatnya.
"Iya mas, semua itu memang benar adanya. Aku memang salah besar karena telah berselingkuh di belakang kamu! Dan apa yang Nando ucapkan itu benar, aku hamil anaknya. Anak ini adalah anaknya. Aku berkata jujur kepadamu, karena selama ini kamu memang tidak pernah memberiku nafkah batin!" ucap Renita sedih, ia mengelus perutnya pelan. Meski hatinya sungguh sakit, namun dirinya akan mencoba untuk ikhlas menerima keputusan sang suami.
"Aku akan mencoba untuk ikhlas menerima apapun keputusan kamu, mas. Meski rasanya sungguh sakit untuk menerima semua kenyataan ini. Aku juga baru menyadari jika bangkai tidak akan mungkin selamanya terkubur dengan rapat! Begitu juga dengan kebohongan aku padamu.. Mungkin inilah saatnya untuk terungkap!" Renita membatim dalam hatinya.
Hingga hadirlah Allen yang selama ini mengisi hari-hari Arka, dan dari wanita itulah Arka bisa mendapatkan kepuasan batinnya. Meski Allen hanya istri siri, tapi dirinya adalah seorang istri yang sangat pengertian kepada sang suami.
Arka memegang kedua bahu Renita, lalu mengguncangkannnya. Ia menanyakan apa alasan yang membuatnya perpaling darinya.
"Apa yang membuatmu berpaling dariku, Ren? Apa kurangnya aku? Aku bahkan memiliki segalanya, dan semua itu juga telah aku berikan kepadamu! Tapi kamu malah menorehkan luka kepadaku, bahkan satu permintaanku yang tidak kamu penuhi hingga saat ini. Yaitu kehadiran seorang anak, dan sampai kapan pun tidak akan pernah aku dapatkan darimu!."
"Hanya karena alasan kamu yang tidak masuk akal itu, Ren! Namun yang membuatku tidak percaya, kenapa kamu menolak hamil benih dariku, dan lebih memilih hamil benih laki-laki brengsek ini, haa?!" ucap Arka tegas, ia sungguh kecewa dengan apa yang telah Renita lakukan. Tak terasa air matanya mengalir membasahi pipinya.
Melihat sang sahabat sedang di landa kesedihan, Hendra segera menghampirinya. Lalu ia memberikan kekuatan pada Arka.
"Sudahlah, Ka. Aku tahu bagaimana perasaanmu. Tapi sekarang kamu sudah mengetahui apa misteri yang selama ini istrimu sembunyikan! Sekarang juga pikirkan, apa keputusan terbaik yang akan kamu berikan kepadanya!" ucap Arka sambil merangkul bahu Arka yang sedang menangis itu.
__ADS_1
"Baiklah.. Kamu benar Ndra, terlalu dalam luka yang Renita berikan kepadaku. Mungkin hanya ada satu kata yang akan aku hadiahkan untuknya, yaitu kata talak. Aku berharap setelah ini wanita itu akan menyadari kesalahannya." balas Arka tegas.
Arka segera berbalik ke arah Renita, ia mulai mengatakan apa yang ada dalam hatinya. Meski ia tahu Renita jiwa bisa terguncang, namun dirinya tidak bisa menerima seorang istri yang telah berkhianat kepadanya.
Mungkin jika yang di dapatkan hanya pengkhianatan saja, Arka masih bisa memberinya kata maaf. Namun kesalahan yang tidak akan pernah termaafkan olehnya sampai kapan pun ialah wanita itu berkhianat bahkan sampai mengandung anak dari pria lain.
Setelah Arka mendekat ke arahnya, Renita mulai memasang wajah sendunya di hadapan sang suami. Ia berharap jika Arka akan memaafkan dirinya, dan menerima dirinya kembali. Karena kebodohannya, ternyata ia berselungkuh dengan suami orang.
"Mas.. Aku minta maaf kepadamu dengan sebesar-besarnya. Aku sungguh menyesal telah melakukan ini semua kepadamu, mas. Aku harap kamu masih bisa memaafkan aku, dan berikan aku kesempatan sekali lagi!" pinta Renita penuh harap.
Ia menggenggam tangan Arka, namun Arka malah melepaskan genggaman tangan Renita dengan perasaan yang tidak dapat di artikan lagi.
"Ren, dengarkan aku. Mungkin aku masih bisa untuk memaafkanmu. Tapi maaf jika untuk memberikan kesempatan kepadamu, aku sungguh tidak bisa. Apalagi saat ini kamu sedang hamil anaknya, laki-laki brengsek dalang dari pembekapan Allen. Kamu pikir aku masih bisa memberi maaf untuknya. Tidak, Ren!" balas Arka tegas.
Arka memberanikan diri berkata seperti itu karena ia ingat pasti, apa yang pernah di lakukan oleh Nando pada istri keduanya.
"Jadi hanya Allen yang kamu pedulikan? Bagaimana nasibku, mas?"
"Nasibmu..? Aku akan melepaskan ikatan kita, aku berjanji akan mengembalikan kamu pada orang tuamu. Disini kamu yang bersalah, bukan aku! Meski aku tidak memungkiri aku juga pernah melakukan kesalahan." balas Arka dengan tegas.
"Apa maksud kamu, mas?" tanya Renita bingung.
"Mulai hari ini, aku menalakmu. Lanjutkan saja hidupmu bersama dia, laki-laki yang kamu cinta. Selamat tinggal Renita. Semoga kelak hidupmu akan bahagia bersama dia, kebahagiaan yang tidak pernah kamu dapatkan dariku!" ucap Arka dengan berat hati. Lalu dia segera berlalu meninggalkan Renita, bahkan Arka mencoba untuk tidak peduli dengan Reni yang memanggil-manggil namanya berkali-kali.
.
.
__ADS_1
Bersambung...