Istri Simpanan CEO Arogan

Istri Simpanan CEO Arogan
Flashback Off, Arka dan Allen part 2


__ADS_3

.


.


Arka, Allen dan mommy Ros melangkahkan kakinya menunggalkan rumah sakit tersebut. Mereka segera menuju ke dalam mobil yang sudah menunggu di depan lobby rumah sakit.


Arka dan Allen duduk di belakang sopir sementara Ros duduk di kursi samping kemudi. Sepanjang perjalanan mereka hanya saling diam, begitu juga dengan Allen dan Arka. Mereka berdua juga hanya sama-sama saling diam.


Sesekali Arka memejamkan matanya yang lelah, meski ia tidak dapat menikmati perjalanannya dengan rasa nyaman. Pikirannya masih sibuk pada istri pertamanya, entah apa yang sebenarnya telah terjadi pada dirinya. Hingga kepala Arka memang terasa sangat pening hari ini, ia juga masih asyik bergelut dengan pikirannya sendiri.


"Apa yang sesungguhnya telah terjadi pada Renita, kenapa dia seolah menutupi segalanya dariku dengan rapat. Apa aku yang terlalu keterlaluan menuduhnya? Tapi seandainya dia memang tidak ikut andil dalam masalah yang menimpa Allen, kenapa dirinya seolah merasa takut saat aku mencecar beberapa pertanyaan kepada dirinya. Argh... sial, kenapa dia bisa membelenggu pikiranku!" keluh Arka dalam hatinya.


Arka mengepalkan tangan di pangkuannya, serta menghentakan kepalanya beberapa kali ke sandaran kursi mobil yang di dudukinya.


Sementara Rosmala yang sedari tadi memperhatikan putranya, mencoba mengorek beberapa pertanyaan pada Arka. Ia merasa heran dengan tingkah laku putranya.


"Arka, kamu baik-baik saja nak?" tanya Ros penasaran.


Allen kaget saat mommy mertuanya bertanya pada suaminya, karena ia tidak begitu memperhatikan suaminya. Allen memandangi jendela mobilnya dan melihat jalanan ibukota yang saat itu memang ramai lancar. Allen tersentak dengan ucapan mommy Ros, ia melirik ke arah suaminya.


Namun sang suami masih sibuk berkutat dengan pikirannya sendiri, tanpa langsung menjawab pertanyaan mommy nya. Allen mengguncangkan pelan tangan kekar sang suami, niatnya ingin menyadarkan suaminya.


"Mas Arka. Di panggil mommy, tuh." ucap Allen pelan, namun ia berhasil menyandarkan suaminya.


"Hem.. Iya, mom. Ada apa?" jawab Arka spontan.


Ros menggelengkan kepalanya perlahan saat melihat tingkah putra semata wayangnya tersebut, ia merasa penasaran dengan apa yang sedang di pikirkan oleh Arka, putranya.


"Kamu ini kenapa nak. Mommy sudah bertanya padamu dari tadi, malah kamu asyik bengong. Nanti kesambet, baru tahu rasa loh." ucap Ros mengingatkan.


Namun Arka dengan cepat menjawab dan mengalihkan pertanyaan sang mommy, ia tidak mau mommy serta istri keduanya berpikiran macam-macam pada dirinya.


"Ish.. Mommy ini. Aku nggak lagi bengong tau, ini pikiran aku sudah berada dalam batas normal, jadi nggak akan kesambet. Aku cuma mikirin pekerjaan yang masih menumpuk, mom." kilah Arka cepat. Namun ternyata ucapannya membuat Allen menjadi berburuk sangka.


"Owh.. Kirain mikirin apa." balas mommy mengerti.


Namun tidak dengan Allen, ia malah jadi merasa tidak enak hati. "Maaf ya mas, karena kamu nungguin aku, pekerjaan kamu jadi terganggu!" ucap Allen sedih.


"Eng..enggak honey, bukan begitu maksudku!" balas Arka cepat, ia merasa salah bicara. Sehingga membuat istri keduanya salah tanggap.


Allen murung seketika karena dirinya sungguh merasa salah, ia pikir pekerjaan suaminya memang terganggu karena menunggu dirinya saat berada di rumah sakit.

__ADS_1


"Aku minta maaf sama kamu mas Arka, karena kamu nungguin aku di rumah sakit. Perkerjaan kamu jadi terganggu, seandainya saja aku baik-baik saja. Pasti kamu akan menyelesaikan tugas kamu tepat pada waktunya." sergah Allen sambil menundukan wajahnya lesu.


Ros memperhatikan Allen dari kaca spion yang berada di depan mobil, ia mengerlingkan sebelah matanya pada Arka. Ia memberi isyarat melalui sorot matanya pada Arka, karena ucapan putranya membuat Allen sedih. Sebagai seorang ibu, Ros paham betul jika anak menantunya itu menyalahkan dirinya sendiri, setelah mendengar ucapan dari Arka.


"Allen, kamu jangan bersedih gitu dong. Kamu sama sekali tidak mengganggu pekerjaan Arka, nak. Bahkan sebelum kamu sadar mommy dan daddy yang menemani kamu, bukan Arka. Arka bahkan sibuk dengan urusannya sendiri, jadi kamu tenang saja dan jangan menyalahkan diri kamu nak." sindir mommy Ros langsung di hadapan putranya.


Arka yang mengerti akan isyarat dan sindiran dari sang mommy, ia menggaruk pelipisnya yang tidak gatal. Memang benar apa yang di ucapkan oleh mommy nya. Arka langsung merangkul mesra tubuh mungil istrinya, ia menyadari jika ucapannya melukai hati Allen.


"Honey.. Bukan begitu maksudku! Aku minta maaf jika ucapanku melukai hatimu. Apa yang di ucapkan mommy benar kok, aku memang sibuk dengan urusanku." ucap Arka mencoba menenangkan Allen, ia juga berkata dengan jujur.


Allen masih cemberut, entah mengapa semenjak dirinya hamil memang ia merasa gampang bersedih dan menjadi lebih sensitif. Meski ia tidak terlalu mengalami morning snicers seperti kebanyakan wanita hamil, paling hanya merasa sedikit mual saja pada makanan tertentu.


Mommy Ros yang memperhatikan Allen kemudian ia menasehati anak menantunya dengan lembut.


"Apa yang di ucapkan Arka memang benar, sayang. Kamu jangan berpikiran yang macam-macam, ya nak. Tidak baik untuk kesehatan ibu hamil, dan juga janin yang sedang kamu kandung!" jelas Rosmala pada Allen.


"Dengar tuh, honey. Penjelasan dari mommy dokter!" goda Arka pada istri keduanya.


Seketika Allen yang sedang kesal tidak dapat menahan tawanya, saat mendengar Arka menyebut mommy nya dengan sebutan Mommy Dokter. Begitu juga dengan Ros, ia juga tertawa sampai perutnya terasa sakit. Sementara Arka malah bingung, karena kedua orang yang berada di dekatnya malah tertawa.


"Kenapa kalian malah tertawa sih, memangnya ada yang lucu?" ucap Arka bingung.


"Iya, Arka. Mommy juga begitu, kamu ini memang bisa membuat orang yang sedang serius malah menjadi tertawa ya. Tapi mommy suka, karena Allen kini sudah ceria lagi." jawab Ros bahagia.


Sementara sopir pribadinya juga sedikit tersenyum tipis, ia tidak mau membuat marah tuannya.


Hingga perjalanan pun harus terhenti saat, sang sopir menghentikan laju mobilnya. Keluarga Arka turun dari mobilnya, lalu masuk ke dalam rumah.


🍂🍃🍂


Esok harinya adalah hari weekend Arka memilih berada di rumah, karena ia ingin menghabiskan waktu bersama istri keduanya.


Disaat yang sama Ros dan Gio, orang tua Arka juga masih berada di rumah. Rencananya mereka akan keluar kota siang nanti, karena disana akan ada acara pernikahan saudara dekat Arka. Namun Arka enggan ikut, alasanya ia enggan meninggalkan istri keduanya.


Sebelum kepergian kedua orang tuanya, mereka duduk santai di ruang keluarga sambil bercanda.


"Arka, benar kamu nggak mau ikut daddy nak?" ucap Gio memastikan.


"Enggak dad, aku ingin di rumah berdua dengan istriku." jawab Arka santai.


"Daddy kaya nggak tau saja. Anak daddy kan sedang bucin, mana mau dia meninggalkan Allen. Apalagi kita kan akan menempuh perjalanan yang cukup jauh, dia pasti tidak mau jauh-jauh dari wanita pujaannya." ledek Ros pada putranya.

__ADS_1


"Memangnya kenapa mom? Nggak ada yang salah kan, aku kan juga butuh nutrisi." cibir Arka membela diri.


"Mas, malu tahu. Masa di depan orang tua kamu berbicara seperti itu." dengus Allen kesal.


Pipi Allen memerah seketika, dirinya merasa malu saat suaminya berkata seperti itu pada mommy dan daddy nya.


"Biarkan saja honey, memang benar kan kamu belum memenuhi nutrisiku, beberapa hari ini." ledek Arka sambil mengedipkan sebelah matanya, membuat Allen menahan malu.


Allen mencubit gemas hidung mancung suaminya, sementara Arka malah terkekeh dengan kepakuan sang istri. Sedangkan kedua orang tua Arka hanya tersenyum, mereka tahu pasti sikap putranya. Ros juga menyindir suami dan anak semata wayangnya itu.


"Huh.. Anak sama daddy sama saja. Sukanya modus.." sindir Ros.


"Tapi mommy suka kan?" Gio balik mengerjai istrinya. Namun ia malah mendapat cubitan kecil di pinggangnya, membuat Gio menghentikan rayuan mautnya.


"Duh.. Pasangan STW, juga nggak kalah bucin dari kita, honey." ledek Arka pada kedua orang tuanya. Ia merangkul mesra tubuh mungil Allen, lalu mengecup pucuk kepalanya.


"Memangnya yang boleh bermesraan hanya pasangan muda saja? Justru STW juga nggak boleh kalah tahu. Iya nggak mom?" sergah Gio pada putranya.


"Iya dad.. Honey, kita perlu mencontoh kemesraan mommy dan daddy." ucap Arka cepat, ia mengerlingkan sebelah matanya.


"Tentu saja mas. Justru yang lebih tua kan yang lebih berpengalaman, jadi kita wajib mencontohnya." balas Allen jujur.


"Kalian ini bisa saja deh." kilah Ros merasa malu.


"Nggak apa-apa dong mom. Itu artinya kita memang perlu memberi contoh yang baik-baik buat Arka." ucap Gio jujur.


Jawaban terakhir dari daddy nya membuat Arka sedikit tersinggung, meski tidak ada yang salah dengan ucapan yang keluar dari bibir ayahnya. Namun entah mengapa ucapan daddy nya menohok ke dalam hati Arka.


.


.


BERSAMBUNG....


.


.


.


Jangan lupa dukungannya ya. Maaf kemarin nggak up, author nya kepalanya pening. Jadi sama sekali nggak bisa mikir buat nulis novelnya. Maafkan othor ya🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2