Istri Simpanan CEO Arogan

Istri Simpanan CEO Arogan
Sekedar Nasehat


__ADS_3

.


.


Flasback Oof #Hendra#


.


.


Setelah Arka mendapatkan telepon dari orang suruhannya, tanpa berpamitan pada Hendra, ia segera berlalu meski sahabatnya memanggil-manggil namanya berkali-kali.


Sementara Hendra mencemaskan keadaan Allen, setelah ia melihat raut wajah Arka yang tiba- tiba berubah. Meskipun Arka sedang marah pada dirinya, namun Hendra tetap mengambil resiko.


"Apapun akan aku lakukan, meski aku harus berdebat dengan suami kamu, Allen! Aku tidak peduli, asalkan aku bisa mendengar kabarmu dalam keadaan baik-baik saja. Itulah bukti perhatianku kepadamu, meski aku tidak akan mungkin memiliki dirimu sampai kapan pun!"


"Entah sampai kapan aku akan dapat bertahan dalam situasi seperti ini, tapi aku akan menjalani kehidupan ini sesuai alurnya. Aku bahagia dengan rasa cinta ini, meski hanya cinta yang terpendam dalam hatiku! Semoga Tuhan selalu menjaga dirimu, dimana pun kamu berada."


"Tapi aku sama sekali tidak mengerti dengan jalan pikiran kamu, Len. Kenapa kamu nekad pergi dari rumah? Apa kamu tidak tahu, betapa aku mencemaskan dirimu?!" monolog Hendra pelan.


Sepanjang perjalan ia ngoceh sendiri, yang ada dalam pikirannya hanyalah ia dapat mendengar kabar Allen dalam keadaan baik-baik saja. Ia bahkan nekad membuntuti mobil yang di kemudikan oleh Arka hingga sampai ke depan gerbang rumah orang tua Arka.


Sesampainya Arka di rumah orang tuanya, Hendra turun dari mobilnya. Dengan langkah cepat ia menghampiri Arka yang baru keluar dari mobilnya yang terparkir di depan pagar rumah Gio, daddy nya Arka.


Hendra mulai memberondong Arka dengan berbagai pertanyaan, meski ia melihat Arka mengacuhkan dirinya. Namun Hendra sama sekali tidak peduli, ia hanya ingin mengetahui Allen dengan pasti.


"Arka.. Aku tahu kamu marah padaku! Tapi tolong jawab pertanyaanku, Allen dimana? Apa dia baik-baik saja?" tanya Hendra sambil menarik lengan Arka. Ia melakukan itu, karena dirinya butuh penjelasan dari Arka.


Arka melepaskan lengannya dari cengkeraman tangan Hendra, ia menatap sahabatnya dengan tatapan tidak suka. Namun meski begitu Arka menjawab pertanyaan Hendra, ia berharap setelah ini pria itu akan segera pergi dari hadapannya. Karena dirinya akan segera pergi menyusul Allen.


"Ka', tolong jawab pertanyaanku! Dimana Allen? Aku tahu kamu marah padaku! Tapi apa salahnya sih menjawab pertanyaan dariku!" ucap Hendra mengulang pertanyaan yang sama pada Arka.

__ADS_1


Arka menarik nafas panjang, lalu ia menjawab pertanyaan Hendra, "Allen baik-baik saja, aku akan menyusulnya?" jawab Arka malas.


"Memangnya Allen pergi kemana, Ka'?" ucap Hendra pelan.


"Dia..dia.. Pergi ke kota Yogyakarta!"


"What..?!" jawab Hendra kaget dengan ucapan Arka.


Bukan hanya Hendra, Arka tadi juga sangat kaget, saat dirinya mendengar pernyataan dari anak buahnya. Namun Arka memang sedang terburu-buru ia mau tak mau harus mengusir sahabatnya dari rumah orang tuanya, meski ia mengusirnya dengan cara halus.


"Apa masih ada pertanyaan lagi? Aku harus segera pergi untuk menyusul Allen! Sekarang lebih baik kamu pulang dulu, atau kamu mau masuk?! Di rumah ada mommy aku?" ucap Arka sambil menawarkan Hendra untuk masuk.


Namun dengan cepat Hendra menolaknya, ia hanya memberikan sedikit nasehat pada sahabatnya. Agar ia tidak marah-marah pada Allen, Hendra berjanji akan memberitahu Arka tentang pertemuannya bersama Allen tadi siang. Ia akan mengatakan semuanya, setelah Arka kembali lagi, setelah Arka menjemput Allen untuk pulang ke rumahnya. Pertemuan Hendra dan Allen yang menjadi pemicu, Arka marah pada Allen karena salah paham.


"Tidak! Aku hanya ingin meminta padamu! Setelah kamu menemui Allen nanti, kamu harus berajanji padaku! Jangan marahi dia, apalagi kamu menyakitinya lagi. Aku tidak rela wanita sebaik Allen kamu sia-siakan. Buatlah ia nyaman berada disisimu!"


"Setelah kepulanganmu nanti, aku janji akan menceritakan dengan jujur pertemuanku dengan istrimu! Diantara kami berdua tidak ada hubungan apapun, meski aku menyimpan perasaan padanya. Tapi yakinlah aku sama sekali tidak pernah mengungkapkannnya pada Allen!" ucap Hendra sambil meminta Arka berjanji kepadanya.


"Sudah.. Hanya itu saja?" balas Arka acuh, meski dalam hatinya, ia mengiyakan apa yang di ucapkan oleh sahabatnya.


"Aku juga serius! Apa terlihat di wajahku, jika aku sedang bercanda?! Aku lah suami Allen, aku tahu yang terbaik untuknya. Aku memang marah padanya, tapi itu semua aku lakukan karena aku cinta padanya!" jawab Arka tak kalah tegas dari Hendra.


Hendra tak menampik apa yang Arka ucapkan, namun dirinya juga tidak mau jika sampai terjadi sesuatu pada Allen. Apalagi Arka sampai menyakiti Allen lagi, seperti tadi siang.


Setelah dirasa cukup dirinya menanyakan kabar Allen dari Arka, Hendra berpamitan pada Arka. Dirinya segera pulang ke rumahnya, Hendra yakin jika Arka akan menjemput Allen serta membawa wanita itu pulang ke rumah orang tuanya kembali.


Arka memandangi kepergian sahabatnya yang telah menjauh darinya, dalam hatinya ia mengucapkan terima kasih pada Hendra, sahabatnya.


"Terima kasih Ndra', karena kamu telah mengingatkan aku! Aku akan berusaha untuk tidak emosi juga aku tidak akan marah pada Allen, setelah nanti aku menemuinya. Aku tahu, kamu mengkhawatirkan Allen. Tapi aku lebih mengkhawatirkan dirinya. Aku adalah suaminya, aku yang bertanggung jawab atas kepergiannya. Karena semua ini adalah salahku, aku yang terlalu mengekang Allen! Sehingga ia nekad pergi dari rumah!" batin Arka dalam hati.


Hatinya terasa sesak saat ia mengingat perlakuannya pada Allen tadi siang. Meski ia melakukan itu semua pada Allen karena rasa cemburu yang melanda dalam hatinya.

__ADS_1


πŸ‚πŸƒπŸ‚


Malam ini Arka dan istri keduanya menginap di hotel bintang lima di kota Yogyakarta. Mereka mengistirahatkan tubuh yang lelah, karena perjalanan jauh yang telah keduanya tempuh.


Esok harinya Arka membawa Allen pergi jalan-jalan, mengelilingi kota Jogja. Ia akan membuat istrinya bahagia hari ini. Sementara Allen hanya mengikuti apa kemauan sang suami, ia sama sekali tidak menginginkan perdebatan lagi.


Meski sebenarnya dalam hati Allen bertanya-tanya apa yang membuat suaminya menjadi berubah. Karena ia ingat benar akan kemarahan sang suami padanya kemarin, bahkan pria itu juga sampai tega mengurung dirinya di dalam apartemen miliknya.


Allen tidak pernah mempermasalahkan itu semua, ia malah bahagia dengan perubahan dan perhatian sang suami kepadanya.


Bahkan Arka juga membawa Allen berbelanja oleh-oleh untuk di bawa pulang ke rumah orang tuanya, Arka juga tidak lupa membeli oleh-oleh untuk mertuanya. Ia akan menyempatkan diri untuk mengantarkan oleh-oleh tersebut. Arka memang jarang mengunjungi kedua mertuanya.


Namun tanpa sepengetahuan Allen, Arka juga telah membelikan sebuah rumah untuk kedua mertuanya tidak jauh dari rumah orang tua Allen. Kedua orang tua Arka juga mengetahui apa yang putranya lakukan, mereka berdua malah mendukung apa yang putranya lakukan.


Bahkan Arka juga sudah menyiapkan usaha kecil-kecilan untuk kedua mertuanya, Arka berharap kehidupan kedua orang tua istrinya akan lebih baik lagi dari pada sebelumnya.


Kedua orang tua Arka juga tidak pernah menganggap kedua orang tua Allen matre, memang Arka sudah sepantasnya melakukan itu semua. Justru kedua orang tua Arka bahagia, dengan sikap dewasa putranya. Mereka sama sekali tidak menyangka ternyata di balik sikap arogan Arka, tersimpan rasa peduli pada orang lain.


Arka dan Allen menghabiskan hari ini hanya dengan berjalan-jalan serta bersenang-senang. Saat melihat raut wajah bahagia tersirat di wajah Allen, tanpa di sadari Arka juga tersenyum bahagia. Ia senang melihat wajah cantik istrinya lebih ceria, berbeda dengan hari kemarin.


Hingga esok harinya, Arka membawa Allen kembali lagi ke kota Jakarta. Mereka berdua pulang ke kota Jakarta menggunakan jet pribadi milik keluarga Arka.


.


.


Bersambung...


.


.

__ADS_1


**Jangan lupa dukungannya ya. Author tetap setia menunggu..


Happy Realing😊**..


__ADS_2