Istri Simpanan CEO Arogan

Istri Simpanan CEO Arogan
Impian Arka


__ADS_3

"Mas.. kamu sadar kan?" tanya Allen penasaran.


"Aku sadar honey.. Memangnya apa yang salah denganku?" tanya Arka.


Arka tidak mengerti dengan pertanyaan istri keduanya, ia mengerutkan keningnya bingung.


"Aku kira kamu sedang mabuk mas!? Karena tiba-tiba saja kamu memanggilku dengan sebutan honey. Rasanya terdengar sangat aneh dan lucu. Ha.. ha.. ha.."sahut Allen sambil tertawa.


"Apanya yang lucu?. Menurutku wajar saja kan, aku memanggilmu begitu. Kita kan sudah menikah!" ucap Arka sambil mengedipkan mata genitnya.


Allen bergedik geli melihat tingkah suaminya yang menurutnya tidak biasa.


Meski di hati kecilnya ia sangat bahagia dengan perubahan suaminya yang tiba-tiba jadi sedikit hangat padanya, ia juga memanggilnya dengan sebutan 'honey'.


"Kamu kenapa sih mas? Aku jadi geli melihat tingkahmu yang begini. Ada apa denganmu mas?!" tanya Allen bingung.


"Tidak ada apa-apa honey, sungguh..!" sahut Arka sambil mencubit gemas pipi chuby milik Allen.


"Ih.. mas Arka, sakit tahu.." gerutu Allen pelan, ia tidak terima di cubit pipinya oleh Arka.


Arka bercanda hangat malam ini dengan Allen, sangat berbeda dari biasanya. Allen bingung dengan perubahan suaminya. Sedangkan Allen malah bermonolog ria dalam hatinya,


~Kenapa sama mas Arka ya, tiba-tiba saja dia bersikap aneh seperti itu! tidak biasanya. Apa ada yang konslet di kepalanya?. Atau jangan-jangan dia mulai jatuh cinta cinta padaku?. Ah.. pria keras dan egois seperti dia, tidak mungkin mencintaiku!~ batin Allen berperang melawan perasaannya sendiri.


"Maaf deh, habisnya kamu menggemaskan honey. Ya sudah kita olah raga malam yuk, aku mau kamu melayaniku dengan keiklasan hatimu malam ini!" pinta Arka tulus pada Allen.


"Tuh.. kan.. sudah ku duga, pasti ada maunya!"sahut Allen sambil tersenyum.


"Kenapa?? Memangnya tidak boleh? Dosa tahu menolak keinginan suami!" sahut Arka cepat.


"Ya bukan begitu juga sih mas..!" kilah Allen.


Ia sedikit berfikir, jika yang di ucapkan suaminya memang benar, sangat berdosa jika seorang istri menolak permintaan suami. Lalu Allen mengangguki permintaan suaminya.


"Ya sudah.. ayo mas. Aku ikhlas malam ini untuk melayani kamu dengan sepenuh hati!" sambung Allen.


Malam ini mereka melakukan hubungan suami istri, kali ini dengan keikhlasan Allen yang menyerahkan seluruh jiwa raganya sepenuh hati pada Arka.

__ADS_1


Allen melayani suaminya, ia juga berharap jika di hati suaminya akan tumbuh benih-benih cinta untuknya.


Meski kadang ia berfikir, jika semua harapannya sungguh mustahil.


Mereka bahagia malam ini, karena sama-sama menikmati permainan panas mereka. Tanpa paksaan, dan ketidak ikhlasan seperti malam-malam yang telah terjadi.


Setelah selesai bercumbu, Arka mengungkapkan isi hatinya pada Allen.


"Honey aku boleh mengatakan sesuatu padamu atau tidak?" tanya Arka.


"Boleh.. Tentang apa mas?" balas Allen antusias.


"Emm.. Andai saja aku meminta sesuatu padamu, apa kamu mau mengabulkannya?!" ucap Arka jujur.


"Tergantung apa yang kamu minta mas. Kalau aku bisa mengabulaknnya padamu kenapa tidak!" sahut Allen jujur.


Arka berpikir sejenak, dalam hatinya ia sangat merindukan kehadiran sosok seorang anak kecil. Ia jadi teringat anak kecil yang hampir saja tertabrak olehnya tadi pagi.


Bisa di bilang ia ingin segera menimang buah hati, karena selama kurang lebih 4 tahun pernikahannya dengan Renita, Arka sama sekali belum di karuniai putra.


"Kalau begitu, andaikan kamu hamil dan memiliki anak dariku apa kamu mau menerima dan merawatnya?" ucap Arka penuh harap.


Hati Allen tiba-tiba bergetar dan sakit saat suaminya mengutarakan isi hatinya menyinggung tentang seorang anak. Ia terdiam sejenak dan berfikir.


Bukannya Allen tidak mau, tapi ia kasihan pada anaknya jika lahir ke dunia nanti. Jika mengetahui ibunya hanya sebagai istri siri dan di cap sebagai pelakor oleh orang-orang.


"Mas.. bukannya aku menolak kehadiran seorang anak! Tapi aku merasa sedih jika, anak kita terlahir dan besar nanti tahu jika aku hanya istri sirimu.!" ucap Allen terjeda "Bahkan orang-orang menyebutku sebagai pelakor. Ia juga tidak akan ada kejelasan dalam daftar keluarga kamu mas. Karena pernikahan kita hanya sah di mata agama!" balas Allen sedih.


"Tapi kamu mau menerima dan merawatnya kan?" tanya Arka penuh harap.


Arka sedih mendengar ucapan yang keluar dari bibir istri keduanya, ia tahu pasti kegundahan hati Allen. Dan memang benar apa yang sudah di ucapkan istri keduanya, Arka juga menyadari itu.


"Ya tentu saja aku akan menerima dan merawatnya! Ibu yang mana sih yang akan menelantarkan anaknya!" sahut Allen


"Baguslah.." jawab Arka.


Ia tersenyum menyeringai mendengar jawaban istri keduanya, meski dalam hatinya juga ada keresahan.

__ADS_1


~Andai saja kamu tahu Allen, aku sangat menginginkan memiliki penerusku. Tentu saja aku sangat bahagia mendengar ucapan kamu, dan aku berharap jika impianku akan menjadi nyata?~ batin Arka dalam hatinya, ia seraya berdo'a.


🍃🍁🍃


Satu minggu sudah setelah kejadian malam di mana Arka mengungkapkan isi hatinya pada Allen.


Setelah malam kejadian itu Arka sedikit berubah pada istri keduanya itu, ia tidak lagi berlaku kasar seperti biasanya.


Ia juga tidak menemui istri pertamanya lagi, entah mengapa Allen tidak tahu. Ia juga tidak berani menanyakannya pada suaminya.


Karena akan membuat suaminya menjadi marah kepadanya, hari ini Allen menjalankan tugasnya di cafe suaminya seperti hari-hari biasanya.


~Sebenarnya ada masalah apa sama mas Arka dan istri pertamanya ya?. Setelah terakhir dia pulang ke rumah istri pertamanya, mas Arka jarang menghubungi wanita itu! Apa ada yang sedang mereka rencanakan ya?~ monolog Allen pelan, ia penasaran.


Tak terasa jika Allen menjalani hubungan rumah tangga bersama Arka sudah hampir 2 bulan.


Allen bingung karena sampai akhir bulan ini dirinya belum mendapati tamu bulanannya datang seperti biasanya.


Allen duduk di kursi tempatnya bekerja, tangannya meraih kalender yang berada di mejanya.


Ia memandangi kalender itu, karena tidak terasa sekarang sudah hampir tanggal tua. Tapi Allen masih belum juga mendapatkan tamu bulanannya.


~Sudah tanggal segini kenapa aku belum menstruasi ya, biasanya kan aku sudah selesai. Apa jangan-jangan aku—? Ah.. ngapain juga aku berpikiran negatif sih.!~ monolog Allen pelan, ia menepis pikiran negatifnya.


Allen masih berfikir positif, mungkin ini karena dirinya dan Arka adalah pasangan suami istri yang masih baru yang membuat dirinya belum menstruasi sampai sekarang.


Jadi Allen pikir itu mungkin wajar saja jika dirinya belum mendapati tamu bulananya. Allen pikir karena hormon yang menghambat menstruasinya.


Allen masih berpikir positif thingking, karena pamali juga jika ia berpikiran yang jelek-jelek. Ia melanjutkan tugasnya lagi sebagai manager di cafe Arlen milik suaminya.


Tapi hati Allen sedikit gundah, ia kepikiran dengan ucapan Arka satu minggu lalu, yang menyinggung tentang kehadiran seorang anak.


~Bukannya aku tidak mau memiliki anak dari kamu mas, tapi aku takut dengan anak yang ku lahirkan nanti!. Ia tidak memiliki status yang jelas! Karena status pernikahan kita hanya pernikaha siri, hanya sah di mata agama dan tidak di akui oleh negara.~ tangis Allen pecah seketika.


***BERSAMBUNG....


Terima kasih atas dukungannya ya🙏🏻..

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya, supaya author semangat lagi menulisnya🥰***


__ADS_2