
Weekend telah tiba, Arka meminta Allen untuk menemaninya di rumah. Ia juga melarang istri keduanya untuk pergi bekerja di cafe.
"Honey.. Hari ini kamu nggak boleh kemana-mana ya. Temani aku di rumah, aku ingin menghabiskan hari ini bersamamu. Tidak ada bantahan!" pinta Arka serius.
"Iya mas.. Aku akan menemani kamu di rumah. Tapi bagaimana dengan cafe, mas Arka..?" sahut Allen gelisah.
"Kamu tenang saja, akan aku urus semuanya!" balas Arka.
Allen mengangguki permintaan suaminya, percuma saja ia menolak permintaan Arka. Itu hanya sia-sia dan akan menimbulkan perdebatan untuk mereka.
Allen membereskan kamarnya, karena hari masih pagi. Sementara suaminya terlihat sedang sibuk mengutak-atik ponselnya.
Allen hanya memperhatikan suaminya yang duduk di sofa, yang tidak jauh dari tempat tidurnya.
Hingga ucapan Arka mengagetkan Allen, pandangan Arka masih tertuju pada layar ponselnya.
"Selesai.. semua sudah beres!" ucap Arka tiba-tiba.
Allen tersentak dengan ucapan suaminya,
"Apanya yang sudah beres mas?" tanya Allen penasaran.
"Oh.. ini, aku sudah menyuruh orang untuk menghandle pekerjaan kamu di cafe." jawab Arka melirik kearah istri keduanya sambil tersenyum bahagia.
"Secepat itu mas?!" ucap Allen tak percaya.
Arka menganggukan kepalanya dengan cepat, ia juga berkata pada Allen.
"Iya dong honey.. Kamu tahu siapa aku kan?" sahutnya sambil menaik turunkan alisnya pada istri keduanya.
"Iya mas.. Semua orang tahu, siapa kamu!. Tapi ingat mas jangan gunakan kekuasaanmu untuk berbuat semena-mena pada orang lain!" nasehat Allen tiba-tiba.
Arka mengerutkan dahinya, mendengar ucapan Allen yang menohok hatinya.
"Maksud kamu apa honey?" tanya Arka penasaran.
Arka menghampiri Allen yang masih berdiri di belakang pintu, Allen kaget saat suaminya menatapnya dengan tatapan yang seolah ingin memangsanya hidup-hidup.
Ia baru saja menyadari apa yang telah terucap dari bibirnya secara spontan, Allen takut jika suaminya akan marah kepadanya.
"Maaf mas bukan begitu maksudku!?" kilah Allen penuh sesal.
Arka tertawa kecil melihat Allen ketakutan dan mulai gugup. Ia sengaja ingin mengerjai istri keduanya, Arka mendekati Allen dan mengunci tubuhnya di belakang pintu dengan kedua tangannya.
Arka membelai wajah cantik Allen, sementara Allen gemetar. Ia takut jika sang suami akan murka kepadanya, karena ucapan yang tidak di disadarinya menohok hati Arka.
"Kenapa kamu gemetar sih honey?, kamu tenang saja aku tidak akan marah, aku juga tidak akan menyakitimu. Karena hari ini aku sedang berbaik hati padamu!" ucap Arka terjeda.
"Aku juga tahu maksud dari ucapan kamu honey.., aku akan berusaha untuk tidak berlaku semena-mena pada orang lain!" imbuh Arka penuh keyakinan.
"Aku benar-benar minta maaf mas. Aku tidak tahu kenapa kata-kata itu keluar begitu saja dari bibirku.! Dan terima kasih karena kamu tidak marah padaku mas!" ucap Allen sungguh-sungguh.
__ADS_1
"Baiklah honey.. lupakan saja kejadian ini, ayo kita sarapan!" ajaknya pada Allen.
"Baik mas Arka." sahut Allen.
Allen membuntuti suaminya, banyak pertanyaan yang tidak berani di tanyakan pada Arka.
~Ada yang aneh sama mas Arka. Kenapa akhir-akhir ini dia menjadi baik padaku, padahal biasanya ia akan marah-marah tidak jelas padaku. Apalagi tadi ucapanku kan menyentuh perasaannya, tapi dia hanya diam saja. sekarang dia berubah seperti bukan mas Arka yang aku kenal~ Allen membatin dalam hatinya.
๐๐๐
Hari kini sudah beranjak siang, Arka sibuk di depan laptopnya. Ia duduk di ruang keluarganya. Arka fokus pada layar berbenda pipih itu, memantau pembangunan perhotelan dari rumah.
Hingga tiba-tiba dirinya di kagetkan dengan suara benda terjatuh yang berasal dari kamarnya. Arka panik lalu berlari ke lantai 2, karena disanalah Allen sedang berada.
Arka kaget bukan main saat baru saja membuka pintu, ia menemukan Allen pingsan di kamarnya setelah menjalankan aktifitasnya.
Arka terkejut karena saat kejadian dirinya sedang berada di lantai bawah, Allen baru saja berpamitan kepadanya untuk mandi.
"Allen kamu kenapa..?" teriak Arka panik.
Arka menggendong tubuh mungil Allen, lalu membaringkannya di atas tempat tidur. Bi inem menghampiri tuannya, karena kaget dengan teriakan Arka.
"Ada apa dengan nona Allen, tuan?" tanya wanita paruh baya itu.
"Tiba-tiba saja Allen pingsan bi, padahal baru saja ia meminta izin untuk mandi!" jawab Arka.
Arka bingung kenapa istri keduanya bisa sampai jatuh pingsan, padahal barusan Allen masih baik-baik saja.
Arka cemas lalu memutuskan untuk menghubungi dokter pribadinya, dokter Ana namanya. Wanita yang berusia 31 tahun, yang sudah di anggap Arka seperti kakaknya sendiri.
"Bi.. tolong jaga istriku sebentar ya! Aku akan menghubungi dokter Ana, memintanya untuk datang kesini!" pinta Arka tulus.
"Baik tuan, saya akan menjaga nona Allen.!" ucap bi Inem tulus.
Arka meninggalkan Allen yang sedang di jaga oleh Art_nya, ia turun ke lantai bawah dan mengambil ponselnya.
Ia menghubungi dokter Ana, kebetulan hari ini dokter pribadinya tidak ada jadwal sehingga ia bisa dengan cepat menuju ke rumah Arka.
Arka yang mencemaskan istrinya, mencoba menyadarkan Allen. Namun istri keduanya tidak kunjung sadar juga, hingga
tak berapa lama dokter pribadinya datang ke rumahnya.
Dokter pribadi Arka di antar oleh satpam yang bekerja di rumah Arka menuju kamarnya. Kemudian dokter Ana mengetuk pintu kamar tuannya.
Tok.. tok.. tok..
"Selamat siang tuan..!" sapa Ana sopan.
"Selamat siang juga kak Ana. Terima kasih karena anda sudah datang kemari. Aku mohon.. tolong periksa istriku segera, kenapa dia bisa tiba-tiba pingsan." ucap Arka seraya memohon.
"Baiklah tuan Arka.. Saya permisi dulu, untuk memeriksa istri anda!" sahut wanita yang umurnya tidak terpaut jauh darinya.
__ADS_1
Ana memeriksa Allen, ia tidak menemukan penyakit yang sedang di derita pasien. Ia mengulangi memeriksa istri Arka, karena Ana masih penasaran.
Hingga Ana yakin jika istri Arka sedang mengandung. Ana memutuskan akan memberi tahukan kepada tuannya, sekaligus sahabatnya semasa kuliah.
Ana mengajak Arka keluar dari kamarnya, lalu mulai berbicara serius dengannya.
Saat dirasa ia sudah berada di tempat yang aman, Ana mulai mengatakan tentang keadaan Allen.
Ia juga menanyakan gadis yang di akui Arka sebagai istrinya, padahal setahunya istri Arka adalah Renita.
"Arka.. Maaf jika aku mengajakmu berbicara di tempat yang tertutup, karena ini privasi.!" tutur Ana sopan.
"Iya kak Ana, aku mengerti.!" ucap Arka.
"Ada hal penting yang akan aku sampaikan kepadamu!. Tapi maaf sebelumnya jika aku lancang. Aku mau bertanya tentang gadis itu, tapi kamu jangan marah ya!" ucap Ana serius.
"Baiklah kak Ana.. Aku janji tidak akan marah. Aku berjanji akan menjawab pertanyaan kak Ana." balas Arka cepat.
"Siapa sebenarnya gadis itu? kamu bilang dia istrimu, tapi bukannya istrimu adalah Renita?!" cecar Ana penasaran.
"Memang benar istriku Renita, tapi dia juga istriku. Istri keduaku namanya Allen, kami memang menikah secara siri." jawab Arka jujur.
"Ha.. Apa kamu serius Ka'?" ucap Ana sedikit berteriak, ia menutup mulutnya tak percaya.
Ana syok mendengar ucapan yang terlontar dari bibir Arka. Orang yang sudah di anggapnya seperti adiknya sendiri, Arka menikah lagi tanpa sepengetahuannya.
"Ceritanya panjang kak Ana, lain waktu aku akan menceritakan semuanya kepadamu!" sahut Arka.
Ana mengerti, lalu ia mengatakan yang sesungguhnya terjadi pada gadis cantik yang di akui Arka sebagai istrinya.
"Arka.. sebenarnya gadis itu tidak sakit apa-apa, ia hanyaโ" ucapan Ana tiba-tiba terhenti, ia sedikit berpikir.
Arka sangat penasaran dengan ucapan Ana yang terhenti, ia mendesak Ana untuk mengatakan yang sesungguhnya terjadi pada Allen.
"Hanya apa kak Ana?!" tanya Arka penasaran.
"Menurut pemeriksaanku, gadis itu tidak sakit. Ia pingsan karena ia sedang mengandung.!" jawab Ana jujur.
"Apa..?! benarkah kak Ana, kamu tidak berbohong?" tanya Arka penasaran.
"Aku serius! Kapan aku berbohong kepadamu?" jawab Ana jujur.
Arka terharu saking bahagianya mendengar jika Allen tengah mengandung, ia meneteskan air mata bahagia. Karena mimpinya menjadi sosok seorang ayah sebentar lagi akan terwujud.
***BERSAMBUNG***....
.
.
.
__ADS_1
Mohon dukungannya untuk karyaku ini ya๐๐ป
Mana nih like dan komennya supaya author tetap semangat๐