
''Minta duit Kak''.Ben langsung menegadahkan tagannya saat sampai didepan kampus. tempatnya menimba ilmu.
"Ya..ampun Dek ngak berubah ya ternyata".jawab Ayra sambil mengelng-gelengkan kepalanya melihat tingkah adik bungsunya itu.
''Yang berubah itu supermen Kak.Ben kan manusia biasa mana mungkin bisa berubah".menjawab namun tagannya tetap menegadah dihadapan sang Kakak.
"Idih minta duit sama perempuan".
"Ini".
"Makasih Kak Ben sayang Kakak".
"Ummmah".
"Dasar".Ayra langsung menoyor kepala Ben yang sedang mencium tagannya saat meraih uang dan bersalaman.
Ayra kembali melajukan mobilnya membelah jalanan ibu kota.jalanan yang macet membuatnya merasa bosan dan lelah.
''Buka pintunya''.beberapa orang laki-laki mengedor-gedor kaca mobilnya membuat wanita itu menoleh kemudian menurunkan kaca mobil yang iya kendarai.
''Ada ap''?..belum sempat Ayra menyelesaikan ucapannya,satu buah sapu tangan mendarat dihidungnya. bau yang menyegat dari sapu tangan membuatnya kehilagan kesadaran.
Setelah memastikan wanita yang ada didalam mobil tak sadarkan diri satu orang laki-laki mengambil alih kemudi.satunya lagi kembali kemobil yang awalnya mereka kendarai.
Beberapa saat kemudian mobil yang mereka kendarai sampai didepan rumah mewah yang sangat besar.
''Bagai mana ''?.seorang laki-laki tampan dengan kacamata hitam bertengger indah dihidungnya mendatangi mobil yang baru saja memasuki gerbang rumah mewah miliknya.
''Aman tuan''.
''Bagus sekarang kalian pergilah''.ucapnya sambil menyuruh anak buahnya untuk pergi.
Saat melihat wanita yang sangat iya cintai, sudut bibirnya tertarik membentuk senyum licik penuh arti.
Tagannya terulur dan membuka pintu mobil. kemudian membawa wanita yang sangat iya rindukan masuk kedalam rumah.
Saat sampai kedalam rumah beberapa pelayan sudah menunggunya didepan pintu kamar utama.kamar yang sangat mewah dan berkelas.
''Silahkan Tuan''.seorang pelayan membukakan pintu kemudian menunduk hormat.
Dengan pelan iya meletakkan wanita yang kini masih dalam keadaan tak sadarkan diri itu diatas ranjang King size miliknya.
Setelahnya laki-laki itu langsung mengunci pintu kamarnya kembali dan kembali melangkahkan kakinya mendekati Ayra.
Perlahan tagannya terulur dan membuka kancing kemeja yang dikenakan Ayra satu persatu hingga menampilkan benda faforit yang sagat iya rindukan.
Seketika itu juga hasratnya langsung melonjak sampai keubun-ubun.
Tampa aba-aba iya langsung melahap buah kesukaannya itu dengan sangat rakus.
Lenguhan kecil keluar dari mulut Ayra membuat laki-laki yang kini dipenuhi kilat gairah itu semakin menggila.
Tak sabar laki-laki itu langsung membuka penutup tubuhnya dan juga penutup tubuh Ayra.
"Sayang aku sagat merindukan mu".lirihnya sambil membenamkan wajahnya disela-sela tempat faforitnya.
"Aaah...lenguhan lirih mengirigi penyatuan mereka.
__ADS_1
Hampir satu jam lebih iya bermain-main dengan tubuh Ayra namun wanita itu masih engan membuka matanya.namun sekali-kali lenguhan kecil keluar dari bibirnya namun matanya masih sangat berat untuk terbuka tingginya disis obat yang diberikan membuat Ayra sulit untuk sadar.
''Ooh..sayang''.lenguhan panjang mengakhiri pergulatan panas yang hanya didominasi laki-laki itu seorang.
''Cup''.setelah melepaskan penyatuan iya mengecup seluruh wajah Ayra yang masih terlelap dengan keringat membasahi tubuhnya.
Setelahnya Laki-laki itu langsung berdiri dan mengenakan pakaian Ayra kembali dan juga mengenakan celana Bokser miliknya dengan atasan kaos oblong putih.kemudian melangkah keluar.
''Antarkan dia kembali ketempat semula dan pastikan dia selamat dan aman''.
''Baik Tuan''.
Setelah mengatakan itu semua iya langsung melangkah kembali membopong tubuh Ayra kemudian meletakkan-nya kedalam mobil dan mengecup kening Ayra dengan lembut dan dalam.
''Ingat jagan samapi terjadi sesuatu padanya atau nyawa kalian jadi taruhannya.
''Baik Tuan''.
Setelah mengatakan itu semua mobil yang membawa Ayra langsung meleset meninggalkan rumah mewah dan juga laki-laki yang kini sedang tersenyum penuh kemenagan.iya berharap benih yang iya titipkan akan segera berkembang dan menjadi janin yang iya harapkan.
Sementara anak buah laki-laki itu langsung meletakkan mobil Ayra ditempat yang menurut mereka aman.sedangkan mereka memantau Ayra dari kejauhan.
Selang beberapa saat.
''Eeeeemm''.lenguhan kecil keluar dari mulut Ayra bersamaan dengan matanya yang mulai terbuka.
''Astaufirullah gue dimana sekarang''?.
Panik
Ayra langsung panik. kenapa iya bisa berada disini''?.seingatnya iya tadi berada diantara mobil yang sedang macet lalu sekarang kenapa dirinya bisa berada dipingir jalan seperti ini.
Disepanjang jalan berkali-kali Ayra mengelengkan kepalanya,sesaat bayagan-bayagan tentang hubungan intim yang seperti baru saja terjadi"apa kah itu mimpi"?.
Jika itu mimpi"?..tapi kenapa tubuhnya lelah dan lemas seperti semuanya benar-benar terjadi"?..
Tak ingin memikirkan hal yang membuat kepalanya pusing akhirnya Ayra pokus pada jalanan yang sudah tidak terlalu padat seperti tadi pagi.
''Kak Arkhan dimana''?.
''Eh..Nona''.
''Tuan Arkhan cuti hari ini Nona''.
Ayra mengernyitkan keningnya,bukankah tadi pagi Kakaknya itu mengatakan jika dirinya akan kekantor. lalu kemana Kakak laki-lakinya itu sekarang.
Ah..sudah lah. tak ingin memikirkan sesuatu yang tidak penting akhirnya Ayra melangkah memasuki ruagan sang Kakak.
Tujuannya saat ini adalah mandi,iya ingin mandi entah kenapa tubuhnya terasa lengket dan berkeringat.
Ayra langsung membuka lemari yang ada didalam ruagannya dulu.
''Ah..untung saja pakaian gue masih ada disini''.lirihnya sambil melangkah kembali menuju kamar mandi yang ada diruagan sang Kakak.
Setelah selesai membersihkan diri Ayra kembali berkutat dengan pekerjaannya.
namun entah kenapa mimpinya yang tadi pagi seolah-oleh nyata dan benar-benar iya rasakan.hinga membuat Ayra sama sekali tidak konsen trasi bekerja.
__ADS_1
"Sadar Ay.. sadar.. tu hanya mimpi Ay mimpi".berkali-kali Ayra mengelengkan kepalanya untuk mengusir pikiran kotar yang selalu berkeliaran diotaknya. membuatnya berpikiran yang tidak-tidak.
Tidak bisa dipungikiri laki-laki yang ada didalam mimpinya benar-benar gagah dan memuaskan.namun entah kenapa Ayra sama sekali tidak bisa mengenali wajahnya.
''Aduh Ay otak lho kenapa jadi mesum gini''?.
''Sadar Ayra...sadar lho itu cuman mimpi..mimpi Ayra mimpi''.
Ditempat lain.
''Gue mau dibawa kemana''?.
''Diam kenapa sih brisik banget''.Arkhan langsung menarik istrinya itu kedalam kamar membuat wanita itu semakin histris.
''Lepasin gue.mesum...lepas...gue..ngak mau''.
''Ya udah kalau kamu ngak mau mending akunya kawin lagi aja''.Arkhan langsung melepaskan tagan Wiwik dan berbalik ingin keluar dari kamar hotel.
''Eeh...enak aja jagan''?..Wiwik langsung panik bahkan wanita itu langsung menarik tagan Arkhan .
Membuat sudut bibir laki-laki itu tertarik membentuk senyuman penuh arti.
''Trus akunya harus gimana sayang''.
Wajah Wiwik langsung bersemu merah saat mendengarkan kata sayang yang Arkhan lontarkan.membuat wanita itu langsung menunduk malu.
Melihat istrinya sudah mulai tenang Arkhan mengangkat wajah istrinya dan mendekatkan wajahnya.?...perlahan bibir mereka menyatu bahkan kini istrinya itu sudah mulai mau membalas ciuman yang iya berikan.
Entah karna takut suaminya menikah lagi"?..atau karna apa''?..yang jelas Arkhan sangat senang karna istrinya sudah mulai bisa ditaklukan.
''Sekarang ya''?.tanya Arkhan sesaat setelah dirinya akan memulai penyatuan.
Wiwik hanya menganguk malu-malu juga menahan rasa takut yang memenuhi jiwanya. namun saat mengingat perkataan Arkhan membuatnya takut jika iya akan dimadu dipernikahannya yang masih seumuran jagung.
"Yes".Arkhan langsung menjalankan aksinya hinga membuat wanita yang kini berada dibawah kuasanya menjerit bahkan mencakar punggungnya.
Arkhan sudah tak peduli kali ini iya sudah tidak ingin gagal lagi untuk mendapatkan haknya.biarlah punggungnya yang menjadi korban cakaran kuku panjang istrinya.
"Aaawww".jeritan melengking dari dalam kamar. mungkin jika kamar yang mereka tempati tidak kedap suara sudah bisa dipastikan semua orang akan mendengarkan.
Bukan hanya Wiwik yang menjerit.namun Arkhan juga ikut menjerit karna cengkraman dipunggungnya bahkan mungkin kuku istrinya itu kini sudah menancap dipunggungnya.
"Heem".******* tertahan akhirnya keluar juga dari mulut wanita itu setelah Arkhan mulai bemain-main beberapa saat disana.
"Aaahhh..."..lenguhan panjang mengakhiri pergulatan mereka disiang itu.
"Makasih sayang".
"Hem".lirihnya sambil membenamkan wajahnya didada bidang suaminya itu.
🌹🌹🌹🌹
Wah...akhirnya Arkhan belah duren asik ngak...asik lah 😆😆😆
Jagan lupa like vote hadiah and komen.
Makasih.
__ADS_1
Bay...bay...🥰🥰🥰
Tbc.