
''Adek denger Aa gak''?..
Ayra diam iya benar-benar kesal sekarang degan Suaminya.
Fildan menarik nafasnya panjang,kemudian laki-laki itu memutari mobil dan masuk kembali kedalam mobil dan melaju degan kencang.beberapa saat kemudian mobil kembali berhenti.
Ayra menoleh kearah Suaminya,terlihat Fildan keluar dari mobil,tapi iya tetap saja diam tampa bicara sepatah katapun.
Beberapa saat kemudian Fildan kembali lagi degan beberapa plastik ditagannya,entah apa lagi yang iya beli. Ayra tidak tau dan iya juga tidak mau tau.
Fildan masuk kembali kedalam mobil laki-laki itu kini juga tidak bersuara lagi Fildan terlihat cuek dan acuh.
Mobil melaju degan kecepatan tinggi,Ayra hanya diam meskipun takut tapi iya tetap tidak bersuara,iya hanya memegang kedua sisi kursi sebagai bentuk perlindugan.
"Ayo turun".pinta Fildan saat mobil sudah sampai didepan rumah yang ada ditegah-tegah hutan.
Ayra hanya menurut tampa berbicara sepatah katapun.setelah masuk kedalam rumah Ayra langsung masuk kedalam kamar dan duduk diatas tempat tidur.
Sementara Fildan laki-laki itu kini sedang menuju dapur,megambil beberapa piring dan juga minuman mineral yang ada didalam kulkas kemudian berjalan kembali masuk kedalam kamar.
Fildan mendesah panjang saat melihat istrinya masih diam membisu tampa berbicara sepatah kata pun,Fildan langsung mendekati istrinya dan.
"Ayo sayang makan Aak..".Fildan menjulurkan sendok didepan bibir Istrinya,laki-laki itu kini sedang menyuapi istrinya.
"Dek ayo lah masih marah sama Aa".Fildan jadi pusing karna istrinya hanya diam saja tampa berbicara sepatah kata pun.
"Sayang maafkan Aa,Pliss"?...wajah Fildan memelas.
"Dek jagan diam gini gomong dong sayang".
Ayra tidak bicara iya hanya menanggis sampai sesegukan membuat Fildan semakin binggung.kemudian menarik wanita itu kedalam dekapannya.
''Maaf kan Aa Dek''.Fildan berbicara sambil mengusak punggung Ayra yang berguncang pertanda wanita itu masih menaggis.
''Ay gak segaja bertemu Irfan Aa''.lirihnya sambil sesegukan.
''Iya Aa percaya sama Adek''.
''Jagan nangis lagi ya''?bujuknya yang diangguki Ayra.
Laki-laki itu kini meraih tissue yang ada diatas nakas,kemudian menghapus air mata istrinya,sejurus kemudian iya mengecup bibir istrinya singkat.
''Sekarang makan ya''?Ayra meganguk patuh.
Fildan megambil nasi yang sudah iya siapkan kemudian menyuapi istrinya degan telaten.
''Aa makan juga ya''?..Ayra meraih sendok yang ada ditagan Fildan kemudian menyuapi suaminya itu.
''Dret..dret''...
Smartpthone Fildan berdering degan cepat Fildan berdiri dan meraih Smartpthone yang tergeletak diatas nakas kemudian melihat layar ponsel.
''Papa''.lirih Fildan sambil menggeser tanda hijau dilayar ponsel.
__ADS_1
''Assalamualaikum''.belum sempat Fildan menjawab terdengar omelan panjang kali lebar Papanya yang ada diseberang sana.
Fildan mendesah panjang karna kejadian tadi iya sampai lupa jika tadi pagi iya ada pertemuan penting degan seorang investor dari luar negri.
''Maafin Fildan Pa''.lirihnya penuh penyesalan.
🌷🌷🌷"Kamu kalau kerja yang serius dong Fildan,jagan kantor kamu jadikan untuk main-main bisa hancur nanti perusahaan kita kamu mau perusahaan kita hancur,pekerjaan jagan disamakan degan urusan pribadi Fildan, igat kamu sudah punya keluarga sekarang apa kamu mau keluargamu hidup degan keterbatasan''?..apa kamu tidak punya keiginan untuk menyenangkan istri dan anak-anak mu kelak".omelan panjang yang Zainal berikan untuk sang anak membuat Fildan terdiam sambil mencerna ucapan sang Papa.
🌷🌷🌷"Kamu denger gak Papa ngomong apa"?..suara Zainal sudah mulai meninggi.
"Denger Pa".
🌷🌷🌷"Ya sudah kalau gitu lain kali jagan diulangi lagi,Assalamualaikum.
"Walaikum salam".Fildan mendesah kemudian berjalan mendekati sang istri.
"Siapa Aa"?.Ayra bertanya sambil melihat wajah suaminya yang berubah semakin kusut.
"Papa".
"Ada apa"?
"Aa lupa kalau hari ini ada meeting penting dikantor".Fildan mengusap rambutnya kasar kemudian menatap istrinya sekilas dan tersenyum menggoda.
"Kanapa kok malah senyum"?..tanya Ayra penuh selidik.
"Karna sekarang sudha terlanjur basah yuk kita basah-basahan".Fildan langsung merangkak menaiki tempat tidur kemudian megukung tubuh sang istri.
Oh..ya ampun apa laki-laki ini tidak merasa lelah.
Fildan degan cepat mengecup bibir sang istri degan lembut dan menuntut.
''Rasa rendang''.lirihnya sambil mengecup bibir Ayra kembali.
''Aa iihh...udah tau Aynya lagi makan mesih aja diciumin''.Ayra mengomel saat Fildan melepaskan bibirnya.
Fildan hanya tersenyum samar kemudian kembali megecup bibir istrinya.
Dan yah mereka melakukannya lagi dan lagi,bahkan kini Ayra benar-benar leleh karna ulah Suaminya.
''Mandi sayang''Fildan berbicara sambil mengangkat tubuh istrinya menuju kamar mandi.
Hinga sore menjelang mereka masih berada dirumah yang ada ditegah-tegah hutan,suara burung yang bersahut-sahutan,bahkan suara monyet mulai terdegar menyeramkan,membuat Ayra mulai merasa takut.
''Aa pulang yuk''?..lirih Ayra sambil menarik baju kaos yang dikenakan suaminya.
''Kenapa''?..Fildan menoleh kearah Ayra degan alis yang berkerut.
''Ay takut Aa''.meminta degan wajah memelas.
''Kenapa harus takut Aa kan ada disini''.
''Tapi Aa bagai mana kalau ada binatang buas, trus hantu atau mungkin prampok yang masuk kerumah ini,Ay..gak mau mati konyol disini Aa, ayo pulang''.Ayra meminta degan wajah yang sudah mulai menaggis.
__ADS_1
''Gak ada apa-apa disini Dek''.lirih Fildan sambil menarik nafas panjang,rencananya iya igin menenagkan pikiran disini,jauh dari heruk pikuknya kendaraan,jauh dari ganguan orang-orang dan iya bisa melakukan apa saja degan istrinya,sudah beberapa bulan iya menikah degan istrinya tapi saat bercinta selalu saja ada ganguan,iya igin sekali mengajak istrinya itu untuk berbulan madu,tapi mengigat sebentar lagi bulan Ramadan jadi mau tidak mau iya harus menundanya dan harus bisa bersabar.
''Tapi Ay takut Aa ayo pulang''.
''Biasanya Aa disini sendirian gak ada apa-apa kok''.
''Ya sudah kalau Aa gak mau pulang Ay pulang sendiri aja''.Ayra berbicara namun kakinya sudah melangkah menuju keluar rumah.
Fildan mendesah panjang kemudian berlari magambik kunci mobil,Hendphone kemudian iya kembali keluar kamar untuk menyusul istrinya.
''Sayang ayo masuk''.
''Gak Ay jalan aja''.
''Benaran pengen jalan''.goda Fildan.
''Beneran lah''.
''Ok nanti kalau ada apa-apa jagan salahin Aanya''?
''Emang disini ada apa''?..Ayra bertanya sambil tetap jalan sementara Fildan mengikutinya dari dalam mobil.
''Banyak ada harimau,orang hutan dan''?..
''Dek itu dibelakang kamu''.
''Aaaaaaaa tologin Ayra Aa''.Ayra langsung berlari dan masuk kedalam mobil suaminya.
Fildan terbahak-bahak melihat tingkah istrinya.
''Aa iiihhh...jahil baget tau gak''?..Ayra mencubit perut suaminya yang masih saja tertawa.
''Habis kamu sih susah baget dibujuknya''.
mendegar alasan Fildan Ayra langsung merenggut dan memalingkan wajahnya kearah jendela.
Mobil melaju degan kencang dijalanan yang sunyi dan mereka harus melewati hutan,entah kenapa Fildan membeli rumah ditempat seseram ini''?..jagan bilang Suaminya itu igin megajaknya tinggal disini,engak Ayra gak akan mau tingal didalam hutan seperti ini''.
''Aa itu apa Aa''.
🌹🌹🌹🌹🌹
Jeng...jeng...jeng itu apa Fildan makanya jagan suka aneh-aneh ngambek sama istri bukannya dibawa kehotel malah dibawa dihutan.aneh kamu tu Fildan.
Yuk...yuk hadiah like vote and komennya mana''?
Ditunggu ya biar outhornya makin semagat updet.
Mohon maaf masih banyak typo masih belajar.🙏🙏🙏
makasih
Tbc.
__ADS_1