Istri Tak Dihargai

Istri Tak Dihargai
par33


__ADS_3

''Bagai mana Nak Ayra apa kamu mau menerima laki-laki aneh ini''.tanya tuan Zainal lagi,beliau sagat meyukai wajah sedih sang anak sepertinya inilah saat dirinya megerjai sang Anak laki-lakinya itu.


''Pa''..lirih Fildan masih degan wajah mayunnya.


''Kak jika Kakak tidak menerima Kak Fildan sudah bisa dipastikan laki-laki cupu bin aneh ini akan mati bunuh diri''.celetuk Ben degan mulut tajamnya.


Semua yang ada disana kembali tertawa begitu juga degan Azmi laki-laki botak itu sepertinya sedang melepaskan sakit hatinya selama ini,sudah lama dirinya igin menertawai kebodohan anak dari Bosnya itu tapi sungguh iya tidak punya keberanian.tapi kali ini iya akan membalas sakit hatinya pada laki-laki sotoy itu degan tampa rasa takut.


''Diem botak jagan ikut ketawa''.hardik Fildan degan gerakan bibir megarah pada sang Bodyguar.


Tapi laki-laki botak itu semakin gencar menertawainya membuat Fildan menendang kaki Azmi.


''Aw...sakit''..pekik Ayra saat kakinya detendang dari bawah meja.


''Ha...ha...seketika tawa laki-laki botak itu semakin menggema membuat yang melihatnya terheran-heran kenapa laki-laki ini tertawa melihat Ayra kesakitan.


''Siapa tadi yang menendang kaki Ay dibawah meje''.tanyanAyra sambil mgusap-usap kakinya yang lumayan sakit. karna Fildan menendangnya sekuat tenaga.


"Tuan muda Nona".tunjuk Azmi degan wajah tampa dosa.


"Fildan apa yang kamu lakukan".hardik Bunda Fatma menahan geram.


"He..he..maaf Dek Kakak gak segaja tadinya Kakak pegen gasi pelajaran sama dia.


''Eh...gak taunya malah calon istri Kakak yang kenak''.Berbicara sambil menyegir hambar.


"Siapa juga yang mau sama Kakak"..lirih Ayra sebel bukan main laki-laki didepannya ini kalau sudah kumat koyolnya patung pun akan menagis karna ulahnya.


"Dek pilis terima Kakak".lirihnya sambil sudah igin menagis.

__ADS_1


Melihat wajah Fildan yang hancur bin jelek membuat sebuah seyum terukir dibibir Ayra.


Entahlah apa jadinya keluarganya kelak jika memiliki suami yang seperti ini bisa-bisa dirinya akan mati muda.


"Dek..terima ya"..


"Bunda mana cincinya".bertanya sambil menegadahkan tagan.


"Ini".Bunda Fatma meyerahkan satu kotak cincin berwarna merah maron yang disambut Fildan degan gembira.


Degan cepat laki-laki itu membuka kotak cincinya dan memasangkan cincin itu dijari manis Ayra.


Membuat yang ada disana melogo.termasuk Arkhan laki-laki itu sudah lama megenal Fildan.


laki-laki bucin yang selalu mencintai sang Adik.itu juga alasannya mau menerima lamaran dan undagan makan malam yang ditawarkan rekan bisnis Papanya itu.


"Pakaikan''. pintanya pada Ayra sambil menjulurkan tagan.degan wajah yang pura-pura muram Ayra meraih cincin kemudian memakaikannya ketagan Fildan.


"Makasih Adek".lirihnya sambil mendelik jahil membuat yang ada disana menahan seyum.


"Ayo duduk kita makan malam dulu setelahnya baru kita akan menentukan taggal dan hari pernikahan".ucap Tuan Adam yang disetujui semua orang.


''Makan malam yang sagat ramai dan sibuk hanya karna dua orang laki-laki somplak Ben dan Fildan. kedua laki-laki itu sagat kompak jika dalam urusan membuat kacau suasana.


Bahkan tuan Adam,Arkhan,Tuan Zainal,Bunda Fatma Dan Ayra tidak bisa menahan tawa melihat kekoyolan mereka berdua bagai mana tidak Fildan benar-benar megerjai Botak dirinya sagat kesal karna gara-gara Azmi iya sampai menendang kaki Ayra.


''Kedua laki-laki itu meminta Botak untuk makan sambil berdiri degan alasan agar tidak ada lagi yang berniat menendangnya.


''Jelas laki-laki itu menggerutu dan demdam degan ulah Fildan tapi mau bagai mana lagi kerna sesungguhnya bos tidak pernah salah.

__ADS_1


Acara pertunagan telah selesai meskipun melakukan pertunagan degan cara tidak wajar karna Fildan memaksa Ayra untuk memakai cincinya,tapi entah bagai mana gadis itu rasanya sagat bahagia meskipun harus dilamar degan laki-laki yang super duper aktif seperti Fildan.


Setelah berunding antara dua keluarga akhirnya pernikahan akan diadakan satu bulan lagi.


Awalnya Fildan menolak karna iya merasa satu bulan adalah waktu yang sagat lama''.


''Jadi nikah apa enggak''.pertayaan tuan Adam membuat Fildan terdiam. coba tadi jika sang Papa yang bertanya otomatis laki-laki itu akan menjawab.degan segala kecerdikannya tapi ini tuan Adam yang berbicara degan terpaksa dirinya hanya meganguk patuh saja.


''Kak Fildan gumana rasanya jadi pebinor asik gak''.celetuk Ben membuat semua orang megarahkan pandagan kearah Ben.


Sementara Fildan hanya garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal kemudian menjawab.


''Kakak bukan pebinor tapi laki-laki sejati yang memperjuangkan cintanya hingga ketitik darah penghabisan''.balas Fildan membuat Arkhan terseyum samar.


''Calon Adik iparnya ini memang pandai dalam hal bekelit lidah membuat suasana yang tegang menjadi lebih rilex.


"Ya sudah karna tanggal pernikahan sudah ditetapkan kalau begitu Fildan dan Ayra boleh ketemuan seperti biasa dong".


"Tetep gak boleh"kompak semua orang yang ada disana bersuara kecuali botak dan Ben mereka hanya mentertawakan wajah kecewa dan sedih laki-laki itu.


"Lho kok gitu sih Binda kan El tunagan Fildan itu artinya Fildan boleh ketemu dia dong".


"Trus ini manusia botak jauhi dari Fildan,Fildan.bosen Bunda geliatin wajah dia melulu''.pintanya degan wajah sedih kenapa dirinya mesti dijauhkan lagi degan Ayra padahal dirinya sudah sagat merindukan gedis itu. Fildan pikir setelah bertunagan,dirinya akan bebes menemui Ayra tapi kenapa malah sebaliknya''..tau gitu mending Fildan bawa Ayra kabur saja.


"Wah laki-laki ini jika berbicara megenai jantungku.dia pikir aku gak bosen apa.geliatin tingkah gilanya melulu.malah akunya sering dikerjai lagi''.gerutu botak dalam hati.


''Tetap gak boleh''.


Mohon maaf jika dalam cerita ini ada kesalahan ketik atau alurnya agak melenceng. maafkan karna saya hanya manusia biasa yang mencoba mencurahkan apa yang saya rasakan dan yang saya pikirkan.terus kasi dukugannya agar saya lebih semagat lagi buat updet.makasih bagi yang sudah mampir.😍😍😍

__ADS_1


Tbc


__ADS_2