
Pukul 12 siang Dara yang sedang mengerjakan pekerjaannya mendapat telepon dari Albert, ia pun lalu mengangkat panggilan itu.
Dara: Hallo Al?
Albert: Hallo sayang kau sedang apa?
Dara: Tentu aku sedang bekerja, ada apa Al?
Albert: Apa kau sibuk? Kau bilang akan datang ke perusahaan siang ini. Aku sudah menunggu sedari tadi.
Dara: Iya Al, sebentar lagi aku akan ke sana. Bersabarlah.
Albert: Baiklah, aku tunggu. I love you.
Dara: I love you too.
Setelah mematikan telepon nya Dara lalu bersiap-siap pergi ke perusahaan A.K Group.
Dara menelpon Nindy untuk menyuruh asistennya itu menyiapkan mobil.
Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil dengan Nindy yang menyetir kendaraan tersebut.
Didalam mobil Dara tak henti-hentinya menatap Nindy, Dara seperti melihat gelagat tak biasanya yang di pancarkan dari gadis itu.
Nindy nampak terlihat muram dan tak bersemangat, Dara mulai khawatir akan kondisi asisten nya.
"Nindy" Seru Dara.
Nindy yang sedang melamun dibuat terkejut oleh suara atasannya, ia kembali fokus pada sekitar.
"Iya Nona?"
"Kau kenapa? Sepertinya kau sedang ada masalah?"
"Ti-tidak Nona" Jawab Nindy cepat.
"Benarkah? Kau bisa menceritakan nya padaku nin, mungkin aku bisa membantu mu" Ucap Dara.
__ADS_1
Nindy terdiam, ia sedang berpikir keras untuk menyampaikan apa yang ingin ia bicarakan pada Dara.
"Nindy?" Seru Dara lagi.
"Emm.... Sebenarnya ada yang ingin saya katakan pada Nona" ucap Nindy sambil menatap ke arah kaca spion untuk melihat wajah Dara.
"Apa? Katakan saja. Jangan sungkan kita sudah seperti keluarga, bukan?"
Nindy mengangguk dan sedikit menampilkan senyumnya.
"Sebenarnya.... Saya ingin mengambil gaji saya bulan depan Nona, saya sedang butuh uang saat ini. Jadi untuk bulan depan Nona tidak perlu menggaji saya" Jelasnya pada Dara.
Dara mengernyitkan alisnya, berbagai pertanyaan muncul di benaknya tatkala Nindy berkata jika perempuan itu sedang butuh uang. Dara heran, gaji yang ia berikan pada Nindy tidaklah sedikit. Tapi gadis tersebut malah meminta gajinya bulan depan padahal saat ini masih pertengahan bulan.
"Jika kau sedang membutuhkan uang kau bisa meminjamnya padaku, tidak perlu mengambil gaji mu yang bulan depan. Aku pasti akan memberikannya padamu" Ucap Dara, tetapi Nindy menolak dengan cepat.
"Tidak Nona, saya lebih baik memakai gaji saya dari pada harus meminjam"
Akhirnya setelah perdebatan panjang Dara pun menyetujui jika gaji Nindy bulan depan akan ia cairkan saat ini.
Dara lalu mengambil ponselnya dan mentransfer sejumlah uang pada rekening Nindy.
"Sama sekali tidak, aku harap kau bisa pergunakan uang itu dengan baik"
"Tentu Nona"
Sekarang Nindy bisa bernafas lega karna ia telah mempunyai uang untuk membayar tagihan apartemen milik Kendrick, dan yang pasti Nindy tidak mau lelaki itu larut dalam amarahnya.
Sesampainya di perusahaan Albert kedua wanita itu lantas masuk dan berjalan menuju ruangan suami dari Dara.
Disana Albert langsung menyambut Dara dengan gembira, lelaki itu menciumi wajah istrinya dan terus memeluk posesif.
Sedangkan Mike dan Nindy hanya bisa pasrah membiarkan pasangan pengantin baru itu asyik dalam kegiatannya.
"Al sudah, masih ada Nindy dan Mike"
Menyadari tindakannya Albert langsung menyuruh kedua asisten tersebut pergi.
__ADS_1
"Mike kau ajak Nindy pergi"
Mike yang mendengar itu langsung melotot karna terkejut.
"Mengajaknya pergi?"
"Ya, kau ajak dia makan siang atau sekedar mengajaknya mengobrol. Aku ingin berduaan dengan istriku"
"Tidak perlu Tuan, saya akan menunggu Nona Dara di dalam mobil" Sahut Nindy yang menolak dengan halus.
"Nindy kali ini aku mohon jangan menolak, aku jadi tidak enak hati padamu. Kau juga harus makan siang, pergilah bersama Mike" Sambung Dara.
"Iya Tuan, lebih baik biarkan Nindy menunggu Nona Dara di dalam mobil saja" Kata Mike tiba-tiba.
Mendapat penolak kan dari Mike Albert langsung melayangkan tatapan tajam pada pria itu seperti orang yang ingin mencabik cabik mangsanya.
Mendapat tatapan seperti itu Mike menelan ludahnya dengan susah payah, ia langsung bangkit dan menarik tangan Nindy keluar dari ruangan singa yang sedang kelaparan.
Diluar ruangan Nindy berusaha melepaskan lengannya dari genggaman Mike hingga akhirnya Mike pun melepaskan tangan Nindy.
"Apa kau gila hah?! Kau pikir aku ini apa bisa kau tarik tarik sembarangan?!!" Hardik Nindy dengan amarah yang menggebu-gebu.
"Kau kira aku mau memegang tangan krempeng mu itu?! Kalau bukan karna Tuan Albert aku tidak mungkin mau melakukan nya!"
Nindy semakin dibuat kesal oleh ucapan mike, pria itu dengan lancangnya menyebut dirinya krempeng. Sialan memang!
Dengan penuh rasa kesal ini melangkahkan kakinya hendak meninggalkan Mike.
Tetapi lelaki itu justru menahan Nindy.
"Lepas! Aku mau pergi" Ucap Nindy memberontak.
"Diam!! Sekarang lebih baik kau ikut denganku" Dengan cepat Mike membawa Nindy tanpa melepaskan genggaman tangannya.
"Hei jangan seenaknya membawa ku pergi ya! Aku bisa memberitahu kekasihku atas tindakan lancang mu ini!" Teriak Nindy saat mereka sudah berada di dalam lift.
Mike menoleh dan menatap kesal pula pada wanita tersebut.
__ADS_1
"Aku tidak peduli tentang kekasihmu, aku hanya peduli pada nyawaku. Sekarang aku akan membawamu makan siang sesuai dengan perintah Tuan Albert"
Tanpa mendengar celotehan Nindy Mike terus membawa wanita itu hingga masuk ke dalam mobil miliknya.