
Arkhan duduk dikursi tunggu yang ada didepan ruangan IGD.
''Kak bagai mana Ayra''.
''Bagsat''.
''Buk''.
Satu pukulan talak Fildan dapatkan, hinga darah segar mengucur dari bibirnya.
''Pergi kau dari sini atau kau akan mati ditaganku sekarang juga''.
''Kak plis Kak, izinkan aku untuk menemani istriku Kak''.
''Bersetan dengan kata istriku,kau sudah menyia-nyiakan kesempatan yang sudah pernah aku berikan, sekarang pergi kau dari sini''.
''Permisi siapa suami dari pasien''?..pertanyaan seorang Dokter membuat kedua laki-laki yang sedang bersitegang itu menoleh.
''Sa''.
''Suaminya sudah tidak ada Dokter, apa yang igin dokter sampaikan.saya Kakak kandung dari pasien''.belum sempat Fildan berbicara Arkhan dengan cepat menyela,sungguh kesabarannya sudah habis untuk menghadapi laki-laki bodoh sepeti Fildan.
''Oh..baiklah...begini Pak pasien mengalami pendarahan dan bayi yang ada didalam kandunga Adik Bapak sagat lemah.saran kami secepatnya harus dilakukan Operasi, jika tidak nyawa keduanya akan dalam bahaya''.penjelasan Dokter membuat tubuh Arkhan atau pun Fildan lemah seketika.
''Lakukan yang terbaik untuk adik saya Dokter''.lirihnya dengan mata yang sudah memerah.
''Jika memang Bapak bersedia tolong tanda tangani ini''.
Tampa pikir panjang Arkhan langsung meraih kertas yang disodorkan oleh Dokter muda itu, kemudian membubuhkan tanda tagannya disana.
''Tolong lakukan yang terbaik untuk Adik dan keponakan saya Dokter''.lirih Arkhan dengan wajah rapuh dan penuh harap
''Isya allah kami akan mengusahakan yang terbaik dan berusaha semaksimal mungkin Pak''.lirih Dokter muda itu kemudian kembali masuk kedalam ruangan.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Ayra kembali didorong menuju ruagan operasi.Fildan yang melihat istrinya didorong mencoba untuk memgejarnya, namun tagan kekar Arkhan dengan cepat menehannya kemudian berkata.
''Kau pergilah setelah Ayra sembuh aku dan keluarga akan mengurus surat perceraian kalian''.
''Dduuarrr''.
Bagaikan petir yang menyambar relung hati seorang Fildan.
''Kkaakk''.belum sempat laki-laki itu bebicara Arkhan sudah berlalu dari hadapannya.
Tampa pikir panjang Fildan langsung meraih smartpthone yang ada disaku celana bahannya kemudian menghubungu kedua orang tuannya, untuk meminta Kedua orang tuannya datang kerumah sakit.iya hanya berharap dengan kedatangan kedua orang tuannya,mungkin Arkhan bisa sedikit melunak.
Iya tak igin berpisah dari Ayra,bukan ini yang iya mau,iya igin tetap bersama,istrinya meskipun selama ini iya sudah melakukan kesalahan besar namun.iya sudah bertekat setelah anak itu lahir iya akan memulainya dari awal. iya akan mencoba menerima Ayra namun tidak dengan anaknya jika itu terbukti bukan anaknya.
"Den mana Non Ayra".Bibik yang baru saja sampai, berjalan dengan tergopoh-gopoh menghampiri Fildan yang berdiri dengan wajah kusutnya.
"Ayra diruagan operasi Bik,tolong Bibik jaga Ayra untukku".lirihnya dengan air mata yang sudah berlinang.
"Lalu Den Fildan mau kemana"?.
"Saya akan disini Bik,sekarang Bibik pergilah keruagan operasi, jika terjadi sesuatu tolong beritahu aku Bik".ucapnya lagi,sekarang iya tak igin berdebat dengan Arkhan. karna iya tau Kakak iparnya itu sudah terlanjur kecewa padanya.
"Baik tuan".jawab wanita paruh baya itu dengan tatapan iba.
"Fildan mana Ayra"?.tanya Fatma dengan wajah kawatir.
"Diruagan Operasi Bunda".jawabnya sambil berdiri setelah melihat kedatangan kedua orang tuannya.
"Lalu kamu kenapa masih disini"?.tanya Fatma sambil menatap putranya heran.
"Sudah Bun ayo kita kesana".ucap Tuan Zainal mencoba memberikan ruang untuk anaknya.
"Igat Fildan urusan kita belum selesai".
__ADS_1
Fildan hanya menunduk tak menanggapi ucapan Bundanya sepatah katapun.lidahnya kelu,hatinya semakin hancur.dan kini apa"?.. semua orang akan membencinya, akan kah iya akan berpisah dengan Ayra"?.
****
''Nak bagai mana keadaan Ayra''.tanya Fatma sesaat setelah sampai didepan ruagan operasi.Fatma melihat wajah sedih dan kawatirnya Arkhan saat menunggu kabar sang Adik.
"Belum tau Tante".lirihnya dengan nada sendu.
"Apa kau sudah makan"?.tanya Fatma yang dijawab gelengan oleh Arkhan. padahal ini sudah hampir pukul satu siang.
"Makan lah dulu,biar Tante sana Om yang jaga Ayra".
"Tidak Tante Arkhan ngak laper".
"Ayo lah Nak,jika kau tidak makan kau akan sakit.Ayra akan sedih jika melihat Kakaknya sakit".
"Iya Tante Arkhan makan, sekarang tolong jaga Adik saya Tante, kalau ada apa-apa kasi tau saya".
"Iya kamu tenang saja".balas Fatma sambil menepuk bahu Arkhan pelan.
"Bun bagai mana keadaan Ayra Bun".sesaat setelah melihat Kakak iparnya pergi, Fildan langsung berlari menuju ruagan operasi.
"Apa sebenarnya yang terjadi Fildan"?.. kenapa kau sampai tidak diizinkan Arkhan untuk menemui istrimu sendiri".geram Bunda Fatma dengan suara pelan namun giginya bergemeletuk kuat menahan kesal.
🌹🌹🌹🌹
Mati kau Fildan abis ngeselin sih".
Jagan lupa like vote and komen makasih.
Bay..bay...😍😍💞💞
Tbc.
__ADS_1