Istri Tak Dihargai

Istri Tak Dihargai
par 80


__ADS_3

Karna Arkhan tidak mau memesankan makanan untuk suaminya Ayra berdiri dan melangkah untuk memesankan makanan untuk Fildan.


Meski sekarang suaminya tidak perduli padanya, tapi Ayra yakin ada penyebab itu semua sampai terjadi.mengigat bagai mana perhatian dan baiknya laki-laki itu padanya,Ayra tidak igin mengambil kesimpulan disaat semuanya belum jelas. mungkin kah suaminya itu salah paham padanya''?..atau mungkin Fildan cemburu dengan kedekatannya dengan Fadil''?..entah lah pertanyaan itu semua masih Ayra telan sendiri tampa bisa iya ungkapkan terlebih dahulu.


"Sudah Kak ayo pulang".ajak Ayra setelah dirinya selesai memesankan makanan untuk suaminya dan juga untuk sang Kakak.


Sesampainya dilapagan tempat mereka mendaratkan pesawat.ya dikota kecil ini memang tidak ada tempat khusus untuk pesawat mendarat. yang ada hanya lapangan darurat.


Fildan masih berdiam diri dalam lamunannya,terlihat sedih dan terpukul, namun siapa yang tau apa yang ada dipikiran laki-laki itu hanya dia dan allah lah yang tau.


"Fildan berangkat sekarang"?.ucap Arkhan sambil menepuk bahu Fildan.


"Eehh...Kak".Fildan menjawab dengan nada terkejut.


"Berangkat sekarang"?..tanya Arkhan lagi.


Sementara Ayra sudah Arkhan antar masuk duluan didalam pesawat.


"Eh..iya kak".jawabnya sambil berjalan mengikuti Arkhan.


"Jagan terlalu menyimpan masalah, jika ada sesuatu yang menganjal hatimu ceritakan pada Kakak,kasian Ayra dia sedang megandung anakmu".


"Deg".


Anaknya"?..Fildan tersenyum miris saat mendengar kata anak mu,igin sekali iya mengatakan jika itu bukan anaknya, namun kata-kata itu hanya mampu iya telan dalam hati,itu semua karna iya tidak mau gegabah dalam memgambil keputusan.


Iya mendiami Ayra bukan tanpa alasan, iya hanya tidak igin melukai hati istrinya itu,iya takut akan melukai hati Ayra. dengan kata-kata yang menyakitkan. itu lah sebabnya Fildan lebih memilih diam, dari pada berbicara namun akan berakhir pertengkaran.


''Iya Kak''.hanya kata itu yang saat ini bisa Fildan ucapkan.iya tidak igin berjanji yang muluk-muluk jika kenyataannya tidak seindah yang dibayangkan.

__ADS_1


"Aa ini''.Ayra berbicara sambil menyodorkan satu bungkus nasi degan lauk ikan nila bakar kesukaan sang suami.sesaat setelah melihat suaminya itu masuk.


''Hem''.hanya kata itu yang mampu Fildan keluarkan.sambil meraih plastik kresek yang istrinya berikan.


Karna Fildan sama sekali tidak terusik dengan kehadirannya,akhirnya dengan berat hati Ayra melangkah menjauhi suaminya itu dan duduk dikursinya sendiri.


Setelah melakukan perjalanan beberapa jam. akhirnya pesawat yang mereka naiki mendarat dikota K.


Setelah sampai dibandara Fildan langsung turun dari pesawat, tanpa mau memperdulikan sang Istri,yang kesusahan saat turun dari pesawat.karna gamis yang iya gunakan cukup membuatnya kerepotan saat melangkah.


''Azmi tolong bantu Ayra''.


Geram sudah hati Arkhan,sungguh kesabarannya sudah habis sekarang. Fildan sudah sagat keterlaluan,iya begitu tega membiarkan Istrinya yang kini sedang megandung anaknya sedang kesusahan.laki-laki itu benar-benar tidak punya hati.


Apa yang membuat Arkhan jadi seperti ini''?..bukankah selama perjalanan untuk mencari Ayra Fildan lah yang lebih bersemagat''?..lalu kenapa sekarang Fildan seolah buta hati dan pikirannya.


''Baik tuan''.Azmi langsung sigap dengan perintah Arkhan.


Mata Ayra mulai berkaca-kaca, saat melihat wajah tampan suaminya saat ini sagat dekat dengannya.rasa rindu dan sedih bergelut dalam hatinya, perlahan Ayra membenamkan wajahnya didada bidang Fildan. tak perduli jika mungkin laki-laki itu akan marah padanya,entahlah aroma tubuh Fildan membuat Ayra hanyut dan tertidur didalam tangisnya.


"Ayranya ikut Kakak saja".kata yang keluar dari mulut Arkhan membuat Fildan langsung menoleh heran. sambil menatap wajah Kakak iparnya itu.


"Kenapa Kak"?tanya Fildan sambil mengeryit.


"Ayra saat ini sedang hamil dia butuh perhatian bukan hanya didiamkan".ucap Arkhan tegas tanpa mau dibantah.


Kemudian Arkhan langsung megambil alih Adiknya yang masih tertidur pulas dari tagan Fildan.


Fildan hanya bisa terdiam,saat wanita yang masih sagat iya cintai itu pindah ketagan Kakak iparnya.saat ini rasa kecewa, marah.sedang mendominasi hatinya, membuat Laki-laki itu menekan kerinduan dan perasaannya sendiri.

__ADS_1


Dengan berat hati Fildan melepaskan kepergian sang istri degan Kakak iparnya itu. entah lah hati Fildan saat ini benar-benar bimbang dan gamang.


"Dek bagun".Arkhan membagunkan sang Adik sesaat setelah mereka sampai didepan rumah keluarga Salman.


"Emm...iya Kak".lirihnya dengan suara serak dan mengucek-ngucek matanya untuk mengumpulkan kesadarannya yang buyar entah kemana"?..


"Kita dimana Kak"?..tanya Ayra menatap binggung tempat disekelilingnya.


"Dirumah Dek ayo masuk".


"Rumah".tanya Ayra sambil menoleh kekiri dan kekanan untuk mencari keberadaan suaminya.namun nihil Fildan tidak ada disana. kemana suaminya"?..entah kenapa hati Ayra terasa sesak saat pikiran buruk mendominasi hatinya.mungkinkah Fildan sudah tidak menggiginkannya lagi"?..tampa bisa ditahan setitik air mata jatuh dipipi mulusnya.namun dengan cepat Ayra menghapusnya. agar tidak dilihat sang Kakak.


"Ayo Dek".


"Eh..iya Kak".


"Assalamualaikum".


"Walaikum salam".Ben yang menjawab dan langsung membukakan pintu rumah dan"?..


🌹🌹🌹🌹


Jagan lupa like vote and komen makasih.


Bay..bay...


Yuk mampir disini.


__ADS_1


Tbc.


__ADS_2