
''Dek''...ucap Fildan sambil menarik tagan Ayra dan memeluknya didepan parkiran Mall.
Tampa mereka sadari ada seseorang yang megabadikan foto mereka dan megirimnya degan seseorang.
Bruukk...
Degan cepat Ayra mendorong tubuh Fildan.
''Jagan kurang ajar kamu Kak''ucapnya sambil melangkah menjauh.
Fildan tak megejar Ayra lebih baik iya megambil motornya terlebih dahulu agar iya bisa membawa gadis itu pergi dari sini,itu pikirnya
''Dek...jagan seperti ini,bukan kah Adek tau bahwa Kakak tidak meyukai Ayu lantas kenapa marah''.tanya Fildan sambil terus megikuti ayra menggunakan motor.
Ayra tak menjawab bukan karna iya cemburu degan Ayu tapi lebih tepatnya karna pertemuannya degan Julia membuat luka lama yang belum megering itu megaga kembali dan rasanya masih sama seperti dulu".
"Sakit"....
''Naik El....apa kamu tidak malu jadi tontonan orang"ayo ikut Kakak kita bicarakan ini ditempat lain''.
Ayra hanya menurut saja jika tidak laki-laki ini jika sudah berkehendak susah untuk dibantah.
''Pegang Dek nanti jatuh''Ayra tak bergeming.
Fildan hanya terkekeh dan menarik tagan Ayra agar memeluknya.
Hampir satu jam mereka berkendara hingga saat ini mereka sampai diarea puncak yang Ayra sendiri tidak tau tempatnya.
''Ayo turun apa mau disini terus''
Ayra tak menjawab iya hanya turun saja''
''Ayo''.... ucap Fildan sambil menarik tagan Ayra setelah iya memarkirkan motor.
''Mau gapain kita kesini Kak ayo pulang sekarang sudah sore Wiwik sama Mex pasti sedang menunggu kita.
''Tunggu lah sebentar,Wiwik dan Mex tidak usah dipikirkan mereka berdua sudah Kakak suruh pulang duluan tadi''ucapnya sambil tetap menarik Ayra agar megikutinya.
''Ayo duduk sini''ucap Fildan saat mereka sudah sampai diatas bukit.
''Coba lihat disana matahari terbenamnya bukan kah sagat indah''ucap Fildan sambil menunjuk kearah matahari terbenam.
''Wah...itu sagat indah Kak'Kakak kok tau ada tempat seindah ini''
Wajah Ayra langsung berbinar"sungguh wanita ini dalam sekejap wajah yang tadinya muram langsung kembali secerah mentari membuat Fildan terseyum menatapnya.
''Pasti Kakak kesini pergi degan wanita lainkan''ucap Ayra sambil cemberut.
''Kamu salah Dek''
''Kau tau El sejak kejadian itu'dan saat kau meninggal kan Kakak hidup Kakak hancur tampa tujuan.
''Bahkan Kakak siang malam datang kerumahmu hanya untuk melihatmu dari jauh tapi hasilnya nihil''
''Kakak jarang pulang kerumah''
''Bahkan Bunda saja sudah tidak megenali Kakak lagi.bahkan pernah suatu hari Bunda masuk rumah sakit gara-gara memikirkan Kakak.
''Dari situ Kakak bertekat untuk kuliah dibidang yang sama degan keiginanmu''
''Kau tau El''dalam hati kecil Kakak jika Kakak tidak mendapatkan mu paling tidak Kakak bisa meyatu degan peropesimu dan keiginanmu.
''Kenapa tidak datang bertanya sama Ayah''tanya Ayra.
Fildan menoleh dan terseyum miris.
''Kakak malu Dek''
''Kakak merasa tidak pantas lagi untuk mendaptkanmu karna Kakak merasa menjadi laki-laki yang lemah yang tidak bisa melindunghi wanitanya hinga Kakak meyakitimu meskipun itu bukan sama sekali kemauan Kakak'Kakak dijebak Dek.
''Flashback off''
__ADS_1
''Kak tologin gue dong''ucap Julia sahabat Ayra kala itu melalui telfon.
''Ada apa Kakak mau jalan sama El sebentar lagi''jawab Fildan malas.
''Plis deh kak tologin gue bentar doang''ucap Julia lagi membuat Fildan mendegus kesal.
Pasalnya dia sudah berjanji tadi pagi degan Ayra''untuk jalan-jalan jika Ayra lulus degan nilai terbaik.dan untungnya kekasihnya itu menepati janjinya degan nilai yang sagat memuaskan'jadi sekarang giliran doi yang harus menepati janji.tapi kenapa masih saja ada penghalangnya.
''Plis Kak tar gue telfon Ayra buat gasi tau kalau gue minta tolong Kakak buat jemput ''bujuk Julia lagi.
''Emang lho dimana sekarang''
''Gue divilla bokap dipuncak Kak''ucapan Julia membuat dahi Fildan megeryit.
Gapain Julia disana itu pikirnya.
''Kamu gapain kesana''
''Tadinya sih Jalan-jalan sama papa rencananya kita ginep disini eh...Papanya malah cabut karna ada meeting mendadak jadi deh gue sendirian disini''
Plis jemput gue ya''pintanya memelas.
''Iya deh gue jalan sekarang''ucap Fildan langsung berangkat.
Setelah menempuh perjalanan kurang dari satu jam lebih akhirnya Fildan sampai kevilla Julia.
degan cepat Fildan megetuk pintu sungguh iya igin cepat-cepat pulang agar iya bisa menepati janjinya degan Ayra.
Tok...tok....tok.....
Kreekkk...
Pintu terbuka menampilkan Julia yang hanya menggunakan tanktop dan celana jens pendek.
Membuat Fildan salah tingkah dan membuang pandagan kearah lain.
''Masuk Kak Je buatkan minuman dulu Kakak pasti haus kan''ucapnya sambil melangkah masuk tanpa memperdulikan Fildan yang melarangnya untuk membuatkan minum karna sungguh laki-laki itu igin cepat pergi dari sini.
''Terimakasih''
''Bisakah kita berangkat sekarang''ucap Fildan lagi.
''Oh iya sebentar gue siap-siap dulu,silahkan diminum Kak''.ucapnya sambil berlalu.
''Karna haus akhirnya Fildan meminum jus jeruk yang disajikan Julia degan cepet hingga. tersisa setegahnya.
''Aduh kok mata gue gantuk ya''ucap Fildan sambil memijat keningnya yang berdeyut secara tiba-tiba.
''Kenak lho'' ucap Julia yang masih setia megintip dibalik tembok.
''Aduh kepala gue kok pusing ya''
''Malah gantuk baget lagi''lirih Fildan sambil menggelelengkan kepalanya mencoba untuk menahan kantuk agar jagan sampai ketiduran.
''Julia malah kemana lagi lama baget''kata-kata terakhir yang Fildan ucapkan sebelum dia terlelap dalam tidurnya.
''Kenak lho''ucap Julia sambil berlari menghampiri Fildan.
''Eh...lho tolongkat dia kekamar gue''ucap nya kepada orang yang sudah iya bayar.
''Aaa..siap bos''
******
Didalam kamar pribadi Julia
''Buka bajunya''perintah Julia pada orang suruhannya.
''Ok''...jawabnya sambil melaksanakan perintah dari sang Bos.
Setelah semua pakaiaan Fildan terbuka hingga hanya meyisakan dalaman.
__ADS_1
Setelahnya Julia juga ikut berbaring disamping Fildan dan memeluk tubuh kekar laki-laki incarannya.
Ya Julia sudah sejak lama meyukai Fildan tapi Fildan malah menjadikan doi sebagai titian untuk mendapatkan Ayra.
Dari situlah awal Julia sagat membenci Ayra dan berjaji akan merebut Fildan apa pun caranya.
''Julia...suara Ayra yang baru datang membuat lamunan Julia buyar gadis itu malah semakin erat memeluk Fildan yang masih terlelap.
''Apa yang kalian lakukan''tagis Ayra pecah saat melihat apa yang ada didepan matanya.
''Yaa seperti yang kau lihat kita berdua barusaja melakukannya dan sekarang Kak Fildan sedang tertidur karna kelelahan''
''Kalian berduan jahat sama gue''....hiks..hiks....
''Jahat lho bilang lalu lho apa''lho kan tau gue sudah sagat lama meyukai Fildan''
''Dan lho yang katanya sahabat gue degan mudahnya merebut dia tampa memikirkan perasaan gue sedikitpun''
''Tapi gue gak tau lho suka sama Kak Fildan''
''Ha...ha...ha....jagan sok gak tau deh lho''tawa Julia menggema didalam kamar.
''Gue be...kata-kata Ayra terhenti saat melihat Fildan mulai bagun.
''Aggrrrggg''..degan cepat Julia memeluk tubuh Fildan lagi setelah tadi sempat iya lepaskan saat berdebat degan Ayra.
''Kakak''....Suara Ayra membuat Fildan sadar sepenuhnya dimana iya berada,degan cepat iya melepaskan dekapan Julia dan menghempaskan tubuh Julia kesamping,dan mencoba untuk pergi megejar Ayra yang sudah berlari menjauh dari kamar Julia.
''Dek..degarkan Kakak''ucapnya sambil berusaha megejar Ayra.
Fildan sama sekali tidak meyadari dirinya sekarang tidak megenakan pakaian.
''Ahhh...''jerit Ayra sambil menutupi matanya degan telapak tagan''.
''Ada apa sayang''tanya Fildan lagi.
''Jagan mendekat Kak''
''Pakai baju sana dasar tidak tau malu''umpat Ayra sambil terus menutupi Wajahnya.
''Hah..''kaget Fildan langsung menutup bagian dadanya degan satu tagan kanan.dan tagan kirinya yang menutupi bagian sensitifnya.
"Kenapa gue jadi kayak gini,dimana lagi nie pakaian gue"ucap Fildan dalam hati sambil menatap Ayra sedih pantasan saja Ayra tidak mau iya dekati dan Fildan baru meyadari telah terjadi kesalah fahaman disini.
"Tunggu disini jagan kemana-mana Kakak pakai baju dulu"ucapnya sambil berlari masuk kedalam villa Julia dan memakai semua pakaiannya yang berada didalam kamar julia.
"Saat iya igin melangkah pergi iya baru meyadari bahwa Julia ada didalam kamar dan terseyum manis didepnnya.
"Apa yang kamu lakukan brengsek"hardiknya kesal.
"Ha....ha...ha....yang aku lakukan ya "serius Kakak igin tau"
"Jagan meguji kesabaran ku Julia"hardik Fildan degan emosi yang sudah memuncak.
"Ha...ha...ha..santai sayang kenapa kau begitu emosi kita masih bisa megulagi apa yang kita lakukan tadi"ucap Julia sambil melangkah mendekat.
"Murahan jagan pernah kau sentuh aku degan tagan kotor mu"hardik Fildan saat melihat Julia akan meyentuhnya.
"Ha....ha...tawa Julia disertai air mata,
"Kotor "...kau tau wanita yang Kakak katai kotor ini adalah wanita yang selalu mencintai Kakak degan tulus dan wanita ini juga yang selalu meguntit Kakak kemana pun Kakak pergi"
"Dan degan mudahnya saat itu kau megatakan cinta degan sahabatku sendiri dan Cih....wanita mu itu...eh....ralat-ralat mantan pacarmu itu degan tak tau malunya langsung menerima cinta mu padahal dia tau aku Julia Ken sudah lama megincarmu"...sekarang aku tanya siapa yang murahan disini aku atau Ayra"...
"Plakk"...
Satu tamparan mendarat dipipi Julia
"Jagan pernah sebut nama Ayra degan mulut kotor mu itu"ucap Fildan sambil melangkah pergi".
Tbc.
__ADS_1