
''Abang mau kemana lagi'?..tanya Siti saat melihat Abangnya keluar kembali dari rumah.
''Keluar sebentar''.singkat Fadil menjawab kemudian melangkah pergi.
''Bang Fadil kemana''?tanya Ayra heran saat melihat laki-laki itu kembali keluar.
''Gak tau''.jawab Siti cuek.
''Mbak pergi main ketepi laut yuk''?
''Ngapain''?
''Jalan Mbak bosan dirumah terus''.
''Mbak ngak brani,takut ada orang jahat yang menculik Mbak kemaren''.
''Yah mbak ngak asik''.lirih Siti mendesah kecewa.
Ditempat lain.
Kini Fildan dan Arkhan sudah mendapatkan tempat tinggal sementara waktu,sampai mereka menemukan titik terang dimana Ayra dan Irfan berada.
''Botak''.
Mata Azmi menyipit sempurna saat mendengar nama penggilan dari Bosnya itu,pasalnya sudah sagat lama Fildan tidak memanggil dirinya degan sebutan botak.
''Iya Tuan''.
''Apa kau mengerti cara memasak mengunakan ini"?..tunjuk Fildan pada dapur tungku yang ada dirumah temapat mereka menginap.
"Tidak tuan".jawab Botak singkat.
"Ada apa"?.Fildan menyela.
"Ini Kak,semunya tidak ada yang tau memasak mengunakan ini,lalu kita mau makan pakai apa"?..tanya Fildan.namun matanya tetap pokus menatap tungku kayu yang ada didepannya dengan tatapan binggung.
"Oh..ini gampang".jawab Arkhan sambil berlutut didepan tungku,kemudian menyusun kayu bakar dan menyiram minyak lampu diatasnya,kemudian menghidupkan mancis dan api pun menyela.
"Wah..Kakak pandai ya"?..lirih Fildan tersenyum,ini adalah senyum pertama semenjak Ayra menghilang.
"Kak Fildan keluar sebentar".
"Jagan Fildan ini sudah sore,besok pagi pencarian kita mulai".ucap Arkhan karna doi tau bahwa adik iparnya itu akan pergi mencari adiknya tampa sepengetahuan mereka.
"Kenapa Kak"?
"Fildan kita sekarang sedang berada dihutan, apa kau mau mati mengenaskan didalam hutan ini"?..
"Tapi Kak kapan kita akan memulai untuk memcari istri Fildan"?..
"Kau ingin bertemu degan Ayra dalam keadaan bernafas atau tidak"?..
Fildan terdiam kemudian melangkah meninggalkan dapur dan mesuk kedalam kamar.
Sementara diluar rumah tampa mereka ketahui seseorang sedang menguping dibalik dinding rumah.
Malam menjelang
__ADS_1
Fildan melangkah keluar rumah,kampung ini sagat sepi,hanya ada beberapa rumah pekerja PT disana.sejurus kemudian manik matanya menagkap bayangan seseorang yang melintas didepannya, perlahan Fildan melangkah mengikuti bayangan itu.
Terlihat bayangan yang Fildan lihat manggunakan hendi hitam dan menutupi kepalanya.
Fildan merasa jika dirinya mengenal postur tubuh dan gaya berjalan laki-laki yang kini sedang melangkah menuju kapal yang tadi siang mereka tumpangi.
Perkahan Fildan berjalan mendekatinya kemudian.
"Plak".
Fildan menepuk punggung laki-laki yang mengunakan hendi hitam yang kini sedang berusaha untuk naik keatas kapal.
Namun reaksi tak terduga Fildan dapatkan, laki-laki itu justru berbalik dan menyerang Fildan dari depan.
"Bagsat".umpat Fildan karna laki-laki yang baru saja iya lihat sudah berlari menuju hutan.
Fildan tidak tinggal diam,doi dengan cepat menyusul dan mengejar laki-laki itu dan juga berlari memasuki hutan.
"Hey berhenti".panggil Fildan namun laki-laki itu terus saja berlari.
"Bruk".laki-laki itu terjungkang jatuh karna kakinya tersandung akar pohon.
"Mau kemana lagi kau"?..tanya Fildan sambil menarik hendi laki-laki itu dari belakang.
Laki-laki itu berbalik namun karna suasana yang sagat gelap hinga Fildan tidak bisa melihat wajah laki-laki didepannya sekarang.
"Siapa kau"?..tanya Fildan dengan nada kesal dan emosi.
Laki-laki itu tak bergeming,namun tagannya terus berusaha melepaskan cengkraman dileher hendi yang laki-laki itu kenakan.
Saat mendengarkan suara yang mungkin iya kenal,Fildan dengan cepat menarik laki-laki itu menuju penginapan.
"Lapes brensek siapa kau"?..
Fildan tak menjawab iya terus menyeret Laki-laki itu hinga sampai didepan para anak buahnya.
Ya..anak buah Fildan berlarian menyusul dirinya saat mendengarkan suara ribut yang berasal dari luar penginapan.
"Tuan".
"Fildan".
Arkhan dan Azmi memangil Fildan serentak, saat melihat Fildan menyeret seseorang yang entah siapa karna wajah laki-laki itu ditutupi hendi.
"Ada apa Fildan"?.
Fildan tidak bergeming doi terus saja menyeret laki-laki itu memasuki rumah penginapan mereka dan"?..
"Bruk".Fildan mendorong tubuh laki-laki itu dengan kasar karna sedari tadi laki-laki itu terus saja memberintak.
Perlahan Fildan berjalan mendekati laki-laki itu dan menarik hendi yang menutupi kepalanya,meskipun laki-laki itu terus berusaha untuk menutupi wajahnya namun degan kuat Fildan menariknya dan.
"Buk..buk"....Fildan degan cepat menghantam wajah laki-laki itu,memudian menendangnya hinga membuat laki-laki itu tersungkur dilantai.
''Hentikan Fildan.ada apa ini''?.bentak Arkhan saat melihat adik iparnya itu memukul orang tak dikenak dengan brutal.
''Apa Kakak tidak mengenalnya''?..Fildan berbicara sambil mendongakkan wajah Irfan hinga Arkhan bisa mengenalnya dan.
__ADS_1
''Bangsat''.Arkhan yang melihat wajah Irfan langsung saja menghantam wajah laki-laki itu hinga darah segar mengalir disudut bibirnya.
''Dimana Adikku''?.tanya Arkhan sambil mencekik leher Irfan.
''Aaaakuu..tidak tauu''.lirih Irfan terbata-bata.
''Katakan atau kau akan berakhir malam ini juga''.Fildan sudah menodongkan pistrol dikepala Irfan,membuat laki-laki itu bergetar ketakutan.
''Sayaa benaarr-beenar tidaaak taau''.
''Jagan Fildan''.ucap Arkhan karna Fildan sudah akan menarik pelatuk pistol dan bersiap akan menembakkannya dikepala Irfan.
''Biarkan aku membunuhnya Kak''.
''Tanang Fildan jika dia mati siapa yang akan memberitahukan kita dimana Ayra sekarang''?..
''Tapi dia tidak mau mengatakan dimana istri Fildan Kak''.lirih Fildan dengan mata memerah menahan emosi.
''Ayra kabur dari gue''.akhirnya kata itu yang keluar dari mulut Irfan setelah sekian lama terdiam dengan ketakutannya.
''Buk..buk...Fildan terus saja menendang tubuh Irfan hinga laki-laki itu tersungkur dan tidak sadarkan diri.
''Aaarrggg''.Fildan menjerit menahan emosi dengan gigi yang bergemelutuk kuat.
Semua yang ada disana menatap Fildan dengan wajah bergidik,belum pernah mereka melihat Fildan semarah dan seberutal ini.karna biasanya laki-laki itu selalu bertingkah somplak dan sedikit lebay,namun sekarang mereka melihat sisi lain dari Fildan.
Arkhan adalah laki-laki yang memiliki tempramen yang tinggi,tapi kaki-laki itu lebih bisa berpikir dewasa dan bijak.dibandingkan Fildan yang masih suka berbuat sembrono dan urak-urakan.
''Duduk lah''.pinta Arkhan menenagkan Adik iparnya itu.
''Azmi ambilkan minum''.
''Baik Tuan''.
''Azmi tolong ikat bajingan itu jagan sampai dia kabur''.ucap Arkhan setelah melihat Azmi kembali degan satu buah gelas ditagannya.
''Baik tuan''.
Semalaman Fildan sama sekali tidak beranjak dari duduknya,bahkan laki-laki itu tidak beranjak sedikitpun dari Irfan yang kini dalam kaadaan terikat.namun entah kenapa Fildan selalu merasa takut jika Irfan lepas.maka istrinya akan lepas juga dari tagannya.itu pikirnya
Entah kenapa semenjak berada dikampung ini hatinya mengatakan jika dirinya berada dekat dengan istrinya.namun dimana istrinya itu sekarang''?..
''Fildan''.
🌹🌹🌹🌹
Jagan lupa hadiah like vote and komen.
Makasih
Bay..bay...😍😍😘😘😘
yuk mampir disini.
Tbc.
__ADS_1