
''Bagai mana''?Fildan bertanya kepada Botak degan wajah serius
''Teryata laki-laki ini bisa juga diajak serius''.batin Azmi sambil menatap Fildan.
''Untuk saat ini masih aman Tuan,tapi saya sarankan supaya Nona Ayra jagan diizinkan pergi sendirian Tuan,takutnya Irfan akan berbuat nekat jika melihat nona sendirian''.
Fildan meganguk kemudian berkata.
"Tolong pantau pergerakan Irfan selama dua kali dua puluh empat jam".
"Baik tuan".Azmi menjawab sambil menunduk hormat.
"Ya sudah saya masuk dulu".setelah megatakan itu semua Fildan melangkah masuk kedalam rumah,bukan tanpa alasan Fildan melakukan itu semua beberapa hari yang lalu Fildan mendapatkan informasi dari anak buahnya bahwa kini Irfan bekerja sama degan seseorang untuk menghancurkan dirinya dan juga keluarga Ayra.
Fildan yakin orang yang bekerja sama degan Irfan adalah orang yang bernah merasa sakit hati degan dirinya ataupun degan Ayra istrinya.
Perlahan Fildan naik diatas tempat tidur senyumnya megembang saat melihat istrinya tidur sambil memeluk selimut,bahkan kini tubuh istrinya itu sudah terekpos nyat akibat selimut Ayra yang tertarik masuk kedalam dekapannya.
"Manis sekali".lirih Fildan sambil membenahi selimut Ayra kemudian Fildan ikut masuk kedalam selimut dan menarik istrinya kedalam dekapannya.
Subuh menjelang.
"Emmm".Ayra terbagun sambil menggeliatkan tubuhnya.
"Aa". pekik Ayra saat Fildan sekarang sudah berada diatas tubuh polosnya.
"Gapain Aa"?..
Mendegar jeritan istrinya Fildan hanya terkekeh kemudian mulai menjalankan aksinya.
"Aahh..udah subuh Aa bentar lagi Azan".lagi-lagi Ayra memukul tagan suaminya yang sudah mulai menjelajahi tubuh polosnya.
"Satu ronde sayang".setelah megatakan itu semua Fildan mulai megecup bibir Ayra degan lembut dan menuntut.
''Tuan muda''.
''Oh god dimana-mana selalu ada penggangu''.rutuk Fildan yang terus memacu permainannya lebih cepat.
''Aa itu dipanggil''.
''Sebentar lagi sayang''.
''Aaaaahhh''.******* panjang menandakan bahwa laki-laki itu sudah mencapai pelepasan.
''Ayo mandi''.Fildan berbicara sambil membopong tubuh istrinya menuju kamar mandi.
Selang beberapa Saat mereka telah keluar dari kamar mandi.
''Ada apa''?.Fildan bertanya kepada Azmi setelah laki-laki itu membuka pintu.
''Itu tuan cuman disuruh tuan besar untuk membagunkan tuan,tuan besar bilang takut kesiagan solat subuh''.
''Aasssem''.lirih Fildan sambil melegos dan berjalan masuk kedalam kamar kembali.
''Cup''.satu kecupan Fildan berikan untuk istri tercintanya setelah mereka selesai melaksanakan sholat subuh.
''Aa ini pakaiannya sudah Ay siap kan ya''?...Ay kebawah dulu bantuin Bunda''.
__ADS_1
''Iya sayang''.Fildan menjawab sambil keluar dari kamar.
''Pagi Bunda''?..
''Sayang sudah bagun kok kedapur,Fildan mana''?..
''Ada lagi siap-siap Bunda''.
''Oh...kamu gak kekantor hari ini''?.
''Kekantor Bunda''.
''Kok belum siap-siap''.
''Nanti saja Bunda,Ay pegen bantuin bunda dulu''Ayra berbicara sambil tersenyum menatap Bunda Fatma lembut.
*****
''Aa sarapan yuk''.panggil Ayra setelah semua sarapan tertata rapi dimeja makan dan doi juga sudah siap berpakaian rapi untuk berangkat kekantor.
''Iya sayang''.Fildan berbicara sambil menggandeng istrinya menuruni tangga.
''Waah gandegan terus''.ledek Tuan Zainal sambil menatap anak dan menantunya yang sedang menuruni tangga.
''Iya dong Pa''.balas Fildan sambil tersenyum menatap Ayra yang sudah memerah wajahnya karna malu.
''Gimana kantor''.Zainal bertanya disela-sela sarapan.
''Baik..eh..Pa..bisa gak sekretaris Fildan diganti laki-laki saja''?.
''Anu itu Pa''.Fildan berbicara sambil garuk-garuk kepalanya yang takgatal kemudian menatap Ayra kemudian berkata.
''Fildan gak suka Pa,bisa gak Ayra aja yang jadi sekretaris Fildan''?..
''Gak suka atau pegen deket istri terus dasar bucin''.
''Seriusan Pa Fildan gak suka pakaiannya terlalu terbuka ditambah lagi tu cewek doyaan baget meliuk-liuk seperti ular ketimpuk bambu''.
''Uuummm..Bunda Fatma yang mendegar ucapan Fildan sontak tertawa ditahan.
Berbeda degan Ayra entah kenapa doi jadi sedikit kawatir jika suaminya harus berdekat-dekatan degan wanita seperti yang dikatakan Suaminya.walau bagai mana pun Fildan tetaplah seorang laki-laki,yang namanya laki-laki jika sudah diempet trus lama kelamaan akan luluh juga,begitu juga degan suaminya.karna Fildan tetaplah laki-laki biasa,bukan seorang nabi yang memiliki keimanan yang kuat dan tahan godaan.
''Gimana Pa''?..
''Terserah kamu saja tapi saran Papa sebaiknya kasi tau Arkhan dulu atas semua rencana mu''.
''Iya,Papa tenang saja''.akhirnya Fildan bisa benafas lega,bukan itu saja tujuannya,iya juga tak igin jauh-jauh dari Ayra karna takut jika wanitanya itu akan disakiti atau bahkan iya takut Irfan akan berbuat nekat pada istrinya.
"Ayo sayang".
"Hati-hati sayang,kalau Fildan bandel kasi tau Bunda".pesan Fatma saat Ayra mencium tagannya pada saat wanita itu akan berangkat kekantor.
"Ayo sayang".Fildan berbicara sambil menggandeng tagan sang Istri setelah mereka selesai berpamitan pada kedua orang tua Fildan.
"Ayo sayang masuk".ajak Fildan saat mereka sampai dikantor Tuan Adam.
"Kok Aa masuk"?..Ayra berbicara sambil mendongak menatap suaminya yang berdiri didepannya sambil membuakakan pintu mobil.
__ADS_1
"Lho tapi kan Aa mau Adek kerja dikantor Papa apa Adek lupa".
"Emang harus hari ini ya Aa".
"Iya sayang".lagi dan lagi tagan laki-laki itu tak lepas dari tagan istrinya.
"Waahh itu siapa ya cakep bener gak kalah cakep dari Pak Arkhan cakepan ini malahan".
"Iya tapi itu wanita yang kemaren sama Pak Arkhan kok sekarang gandegannya sama entu cowok".
"Senyumnya itu lho,bikin jantung gue dak...dik... duk...".jawab kariawan satunya sambil tersenyum tak jelas.
"Jagan mimpi terlalu tinggi lu pada,kagak lihat tagan ntu cowok mengandeng cewek cantik jelmaan bidadari".
"Bodo amat kalau jodoh gak akan kemana".lirihnya kepedean.
Dan masih banyak lagi kasak kusuk yang masih bisa Ayra dan Fildan.
Bahkan sekarang Ayra sudah terlihat manyun tujuh senti.
"Seneng baget ya Aa dikagumi banyak wanita".celetuk Ayta sambil melepaskan tagannya degan kasar kemudian berjalan duluan tampa memperdulikan Fildan yang sudah terkekeh melihat ke kecemburuan istrinya.
"Sayang kenapa Aanya ditinggal tar kalau ada yang pungut gimana Adek rela"?..
Bukannya membujuk Fildan malah memanas-manasi suasana.membuat Ayra semakin kesal dan semakin mempercepat langkahnya.
"Bruk".
"Eh...maaf".karna berjalan tidak melihat jalan akhirnya Ayra sampai menabrak seseorang.
''Tidak masalah,sekretarisnya Arkhan bukan''.seorang laki-laki yang baru saja Ayra tabrak menatap wajah Ayra lekat.
''Bukan gue Adiknya Kak Arkhan''.
"Oh..teryata wanita cantik ini Adiknya Arkhan".Good Zen itu artinya lu bisa ngedeketin dia".batin Zen sambil terseyum penuh Arti.
"Kenalkan gue Zen rekan bisnis Kakak lho".
Ayra menatap suaminya yang sudah berjalan mendekat kemudian menatap tagan Zen yang terulur kearahnya.
"Ay"..
"Kenalkan gue suaminya".belum sempat Ayra megulurkan tagan dan memperkenalkan diri Fildan sudah terlebih dahulu menjabat tagan Zen degan wajah kesalnya.
"Oh...sudah punya suami rupanya,tapi masih seperti gadis".ucapan Zen sukses membuat Fildan geram kemudian berkata.
"Udah bukan gadis lagi tiap malam gue pakek".celetuk Fildan yang membuat Ayra malu bukan main.
🌹🌹🌹🌹🌹
Boleh lah outhor minta hadiah like vote and komen makasih.
Mampir juga dinovel outhor yang lain gak kalah seru lho.
Tbc.
__ADS_1