
''Apa yang sebenarnya terjadi Fildan''?...kenapa kau tidak diizinkan Arkhan untuk menemui istri mu''?.tanya Fatma sambil menuding Fildan dengan telunjuknya.
''Maaf kan Fildan Bunda''.lirih Fildan dengan tubuh yang kini sudah luruh kelantai.kedua tangannya memeluk kaki sang ibu dengan menangis tersedu-sedu.
"Bunda bertanya padamu Fildan,bukan mememinta mu untuk menangis seperti ini''.
''Bun sabar,pelan kan suara Bunda, ini rumah sakit.sekarang Jelaskan sama Papa Fildan, apa yang terjadi''?.tanya Zainal dengan lembut agar anaknya bisa lebih terbuka.
Dan akhirnya Fildan menceritakan semuanya, mulai dari awal iya menemukan Ayra, sampai semua yang diucapkan Irfan dan semua perlakuannya pada Ayra.hinga akhirnya menjadi seperti ini dan.
''Plak..plak''.
Dua tamparan keras mendara dikiri kanan pipi Fildan,bukan dari Fatma melainkan dari Zainal.
Sementara Fatma langsung terduduk dikursi tunggu dengan tubuh begetar.bahkan air matanya tidak hentinya menetes. satu tagannya iya gunakan untuk menopang tubuhnya dan satu tagannya lagi meremas dadanya yang sesak.
"Apa yang kau lakukan Fildan''?.. kau sudah melakukan kesalahan besar,pantas saja Arkhan tidak mengizinkan mu untuk menemui istri mu sendiri, jika papa yang ada diposisi Arkhan papa bersumpah, sudah membunuh mu dengan tagan papa sendiri".ucapnya bernada pelan.namun penuh dengan penekanan dan geram melihat kebodohan anak semata wayangnya itu.
"Apa kau bodoh, tidak bisa menghitung''?.. coba kau hitung sekarang kehamilan Ayra sudah tujuh bulan.dan sejak awal Ayra hilang sudah lima bulan lebih.lalu siapa yang meniduri Ayra saat bersama mu Fildan''?..apa Irfan yang masuk kekamarmu dan meminjam istri mu untuk iya tiduri"?.
__ADS_1
"Papa ngak nyangka kamu bisa sebodoh ini Fildan,sekarang Papa ngak yakin kalau Arkhan dan keluarganya akan mengizinkan mu kembali dengan istri mu".
"Pa..tolong Fildan Pa..ja..ja..gan..sampai Fildan berpisah dengan Ayra dan anak Fildan Pa".
"Cih anak kau bilang, dia bukan anak mu. sejak kapan kau mengakuinya anak mu,sekarang pergilah aku benar-benar muak meliahat wajah mu".bukan Fatma ataupun Zainal yang menjawab,melainkan Arkhan yang baru kembali setelah dari kantin rumah sakit.
"Krek".
Pintu ruagan IGD terbuka, menampilkan wajah lelah dan lesu seorang Dokter.
Arkhan dengan cepat mendatangi dokter muda itu dengan setengah berlari.
"Bagai mana keadaan adik dan keponakan saya Dokter".
"Lalu adik saya bagai mana Dokter"?.tanya Arkhan dengan nada tidak sabar, sementara baik Fildan,Zainal mau pun Fatma hanya berdiri dibelakang dan menyimak semua yang terjadi.
"untuk ibunya mohon maaf Pak, karna pendarahan yang iya alami sangat lama.untuk saat ini kita tunggu hinga besok pagi,jika pasien belum sadar. Diagnosa kami Adik anda mengalami koma".
"Apa Dok koma".tanya semua yang ada disana dengan serentak.
__ADS_1
"Belum pasti Pak, itu hanya Diognosa kami sementara saja,kita sama-sama berdoa semoga pasien sepat sadar,dan pulih kembali".
"Amin".lagi-lagi mereka menjawab serentak.
Namun tidak dengan Fildan, sedari tadi laki-laki itu sudah duduk dilantai dan menangis disana. menyesali semua yang pernah iya lekukan pada sang istri.
Ingatan -ingatan kekejamannya terus berputar-putar bagaikan kaset yang membuat hati dan hidupnya semakin terpuruk.
"Maaf Dokter,orang tua dari bayi sudah bisa untuk mengazaninya ".ucapan salah seorang perawat membuat semuanya menoleh kesumber suara.
🌹🌹🌹🌹
Lah....lah...lah...siapa yang akan mengazani bayi yang baru saja Ayra lahirkan"?..
Yuk simak par selanjutnya.tapi jagan lupa hadiah like vote and komennya ya''?.. biar outhor semangat ngetiknya Ok.
Mohon maaf jika banyak yang salah tentang medis atau apapun itu mohon maklumi ya''?. itu bukan bidang outhor.🙏🙏
Makasih
__ADS_1
Bay..bay...🥰😍😍😍
Tbc.