Istri Tak Dihargai

Istri Tak Dihargai
par16


__ADS_3

Lonceng pulang sekolah telah berbunyi sekarang Ayra dan Wiwik binggung harus pulang naik apa.


''Wik kita pulangnya pakai apa nie''tanya Ayra binggung.


''Tau nie gue juga binggung''jawab Wiwik sambil garuk-garuk kepala ditambah lagi barang yang dibelikan Ayra kemaren juga dibawa semua kesekolah.


''Eh...ntu...Suami lho''ucap Wiwik sambil menunjuk kearah Irfan.


"Mana"Ayra menoleh kearah tunjuk Wiwik.


"Eh...iya benar tumben jemput biasanya gak pernah"kok perasaan gue jadi gak enak ya"batin Ayra merasa takut.


"Ayo naik"ucap Irfan digin.


Ayra hanya diam mematung sungguh yalinya langsung menciut saat melihat wajah Irfan.


"Cek....buruan naik lelet baget sih jadi orang"ucapnya lagi.


"Eehh...iya"jawab Ayra gugup.


"Eh....Wik gue duluan ya"pamitnya pada Wiwik.


"Hati-hati Ay"ucap Wiwik degaan nada kwatir.


Sampai dirumah


Plak...plak...wanita murahan..."dua tamparan medarat dipipi kiri dan kanan Ayra.


Tak cukup sampai disitu Disaat Ayra diam terpaku degan air mata yang mulai menetes Irfan langsung menarik hijap yang Ayra kenakan hingga terlepas.


Irfan terpaku


"Gila wanita didepannya ini teryata sagat cantik jika tidak menggunakan hijap"teryata wanita ini berkembang sagat baik setelah dewasa kecantikannya berlipat-lipat''batinnya takjup sejurus kemudian muncul ide gilanya.


"Gue tau cara memanfaatkan wanita ini degan baik dan menghasilkan uang,gue yakin banyak laki-laki yang akan tergila-gila padanya ,jika gue menjadi kan dia seorang jel***ng.


"Ide bagus kenapa gue baru sadar sekarang coba kalau selama ini gue lakuin pasti gue jadi kaya mendadak"...batinnya senang merasa mendapatkan ide brilian.


"Aw sakit Mas...lepas"ucap Ayra sambil berusaha melepaskan cengkraman Irfan dari rambutnya, karna suaminya itu menarik rambutnya sagat kuat dan mendogakkan wajahnya keatas.


"Apa salah Ay sama kamu Mas"...kenapa Mas meyiksa Ay seperti ini jika memang Mas tidak mencintai Ay lepaskan Ay Mas ceraikan Ay...


"Cih...menceraikan mu itu tidak mungkin sebelum aku puas meyiksamu "ucapnya sinis.


"Apa maksud Mas dan atas dasar apa Mas menuduh Ay wanita murahan.


"Ini lihat siapa laki-laki yang kamu peluk didepan umum seperti ini"Ayra degan cepat meraih gawai yang disodorkan Irfan padanya.

__ADS_1


Ada foto dirinya yang tegah berpelukan degan Fildan tepat didepan Mall semalam tapi untungnya wajah Fildan tidak terlihat.tapi siapa yang megirim Foto ini sama Irfan"


"Ini tidak seperti yang Mas pikir kan"


"Oh....buatku itu semua tidak masalah toh gue menikah sama lho cuman igin balas dendam.


"Balas dendam apa maksud Mas selama ini Ay tidak pernah membuat kesalahan fatal"jawabnya binggung.


"Lho igat saat lho umur lima belas tahun saat lho dan Ayah lo datang kesini mengunjugi keluarga dari bokap lo,


"Lo igat anak remaja laki-laki yang berusaha gedeketin lho"


"Tapi apa'' ....lho malah takut sama gua lho gak suka sama gue ucapnya degan emosi yang memuncak.


"Ayra berusaha untuk megigat sesaat kemudian iya mulai megigat Sosok anak muda yang perna pergi kawarung degannya.


Waktu itu bibi memintanya untuk membelikan sesuatu dan Bibi meminta remaja itu untuk menemaninya"dan jujur Ayra sagat takut saat itu selain wajah laki-laki itu seram dia juga pendiam dan kaku,tapi anehnya kenapa laki-laki ini begitu dendam padanya bukankah iya tak melakukan apa-apa.


Saat itu setelah pulang dari warung Ayra megeluh pada Bibinya iya megatakan bahwa iya sagat takut berdekatan degan laki-laki itu.yang Ayra sendiri waktu itu sama sekali tidak tau namanya.


Apa mungkin waktu itu Irfan mendegarkannya saat Ayra megadu pada Bibinya.


"Apa kamu sudah megigatnya hem"sekarang kamu nikmati saja pembalasanku,dan sekarang aku sudah menjadi apa yang kau igin kan,aku sudah menjadi laki-laki seram,apa kau meyukainya"seyum iblis yang ditampilkan Irfan membuat Ayra bergidik.


''Bagai mana menarik bukan hem...ucapnya lagi sambil mendekatkan diri pada Ayra.


"Gue benar-benar gak tau kalau semua itu meyakiti lho"sambungnya lagi yang disambut gelak tawa oleh Irfan yang membuat Ayra bergidik geri.


"Apakah laki-laki didepannya ini sudah tidak waras sepertinya kesalahan yang Ayra lakukan tidak terlalu fatal"tau ah Ayra pusing.pikirnya dalam hati.


"Hey...jagan pernah berani megumpatku wanita murahan"ucap Irfan sambil kembali menarik rambut Ayra.


"Lepas Mas sakit"ucap Ayra memohon.


"Ok...gue...lepas...tapi lho ikut gue nanti,setelah lho siapkan makan siang buat gue"ucapnya sambil melepaskan cengkraman tagannya pada rambut Ayra dan melangkah pergi.


Setelah kepergian Irfan Ayra merosot diatas lantai dan menagis sejadi-jadinya.


''Apa yang harus gue lakukan sekarang''Degan rambut yang berantakan dan pipi yang sakit habis ditampar Irfan Ayra bagun dari berlimpuhnya''menganti pakaian dinas dan melaksanakan perintah dari Irfan yaitu memasak.


Selesai memasak Ayra langsung melaksanakan Sholat Zuhur.


Setelah selesai Sholat Ayra membaringkan tubuhnya yang lelah sebentar saja sebelum iya pergi menimba air disugai.


''Woy bagun''Seseorang mengoyang-goyangkan tubuh Ayra.


''Kak Arkhan Ay gantuk Kak''..biarkan Ay tidur sebentar saja ''ucapnya megigau.

__ADS_1


''Setan nie perempuan''...siapa lagi tu Arkhan.


Ya Irfan sama sekali tidak megenal Arkhan karna pada saat Ayra melaksanakan ijap kabul Arkhn hanya meyamar sebagai tamu biasa agar tak menimbulkan kecurigaan.


Takutnya Irfan tau siapa Arkhan sebenarnya.


''Byurr...satu gayung air mendarat cantik diwajah cantik Ayra membuat gadis itu terlonjak kaget''


''Kak Arkhan''bentak Ayra iya masih berpikir jika dirinya masih berada dirumah Kakak nya yang satu itu memang suka menjahilinya.


Matanya membulat sempurna saat melihat siapa yang berdiri didepannya degan wajah kesal dan emosi.


''Eh...Mas...Irfan maksudnya''maaf Ay...mimpi ucapnya takut.


''Bagun dasar pemalas siapa Arkhan yang sering kamu impikan apakah pelanggan mu''bentaknya kuat membaut Ayra naik pitam.


''Jagan kurang ajar kamu ya''


''Arkhan adalah laki-laki baik".


"Dan kamu berensek tidak pantas meyebut namanya degan mulutmu''ucapan Ayra membuat Irfan semakin emosi.


Degan cepat iya menarik rambut Ayra agar turun dari tempat tidur.


''Cepat mandi setelah itu ikut deganku''setelahnya laki-laki itu menunggu Ayra berdiri didepan pintu kamar mandi karna iya takut Ayra kabur.


Sungguh iya tak igin melepaskan kesempatan emas ini.


Apa lagi dia sudah mendapatkan pelanggan pertamanya.


Sungguh laki-laki ini tak akan meyia-yiakan kesempatan emas yang sedang berada didepan matanya.


''Sudah selesai belum lelet baget sih lho''....Irfan memanggil Ayra yang tak kunjung keluar dari kamar mandi.


''Krek....''


Ayra keluar dari kamar mandi masih menggunakan pakian lengkap degan hijapnya sudah menjadi tekatnya iya tak akan membuka hijapnya didepan laki-laki gila yang bergedok suaminya ini.


''Cek...ganti baju sana' lelet baget''umpatnya kesal.


Setelah menunggu beberapa Saat Ayra sudah selesai bersiap-siap.


''Emang gue mau dibawa dimana sih sama sigila ini rutuk Ayra sambil melihat Irfan degan setia menunggunya.


"Emang kita mau kemana sih Mas"sambil keluar kamar dan heran melihat Irfan sudah rapi dan wanggi.


"Udah lho ikut aja bawel baget sih jadi orang" berbicara sambil menarik tagan Ayra keluar rumah.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2