Istri Tak Dihargai

Istri Tak Dihargai
par107


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu. setelah hampir lima bulan Ayra menunggu kedatagan Fadil dan keluarganya.


Sedari pagi wanita yang kini sedang mengandung hampir tujuh bulan itu sudah menunggu dengan tak sabaran. membuat Fildan kesal bukan main.


Dan sudah lima bulan juga dirinya dan Fildan pindah dirumah baru yang dibelikan suaminya untuk dirinya. setelah kedua suami istri itu bersama kembali.


''Adek iiih..duduk Aa pusing ngeliatnya jugak''.Fildan langsung menarik bumilnya untuk duduk disofa ruang tamu. karna sedari tadi Ayra terus saja mondar-mandir seperti setrikaan.


Sedari pagi Ayra selalu memgecek keluar pagar. memastikan apakah keluarga angkatnya itu sudah sampai atau belum. namun sudah hampir pukul sepuluh pagi Ayra belum juga melihat batang hidung keluarga Fadil.


Bahkan untuk sarapan saja Fildan harus memaksa istrinya, karna wanita itu selalu menolak alasannya karna takut iya tak menyambut kedatagan Keluarga baik itu.


''Iya Aa''.Ayra menjawab sambil mendaratkan bokongnya dikursi disamping sang suami.


''Mau kemana lagi''?.Fildan bertanya saat merasakan pergerakan istrinya.


''Ay mau lihat sebentar A''.


''Aduh Dek'duduk aja disini kenapa sih''?.. Aa tu sampai pusing ngeliatin,Adek tu mondar-mandir terus. kayak setrikaan.entar kalau mereka sampai satpam juga ngasi tau kekita kok''.Fildan langsung nyerocos kesal karna melihat istrinya sagat bahagia menyambut kedatagan Fadil.


Laki-laki yang iya angap menjadi saigannya itu.memiliki wajah yang sangat tampan meskipun memiliki kulit agak sedikit gelap. namun itu juga yang menjadi daya tarik laki-laki penghuni hutan itu.


Tidak-tidak kenapa Fildan memuji ketampanan Fadil.dasar bodoh.Fildan terus saja mengomel dalam hatinya karna membayangkan wajah tampan Fadil.


''Itu mereka Aa''.


''Setan kau Fadil''.karna kaget akhirnya kata umpatan langsung keluar dari bibir Fildan.

__ADS_1


''Untung Ayra ngak denger''.lirih Fildan karna do'i sudah melihat istrinya itu setengah berlari menyusul keluarga Fadil yang baru saja sampai digerbang utama.


Diluar


''Waaah ini rumah apa istana''?..Siti langsung terperangah saat melihat rumah mewah yang ada didepan matanya.


Biasanya mereka hanya melihat rumah sepeti ini hanya diTV-TV. namun kali ini mereka bisa melihatnya dengan nyata. membuat mereka menjadi minder sekaligus takjup.


''Siti,Ibu,Bang Fadil.'kagen''.Ayra langsung menghambur kepelukan Ibu,kemudian Siti dan.


''Eittt...engak ada peluk-peluk''.Fildan lengsung sigap. saat istrinya akan memeluk Fadil. yang bagi Fildan sok kecakepan itu.


''He...he...''.Ayra langsung nyengir kuda sambil menarik legan suaminya untuk digandeng.itu semua iya lakukan supaya suami posesifnya itu tidak merajuk.


''Ayo Bu,Siti,Bang Fadil masuk''.Ayra langsung mempersilahkan keluarga angkatnya untuk masuk.


''Ini putra Kakak''.


''Ayo saya salam dulu sama Onty''.


Bocah laki-laki mengemaskan itu langsung melangkah menuju Mamanya sendiri.


David bukanlah bocah yang mudah akrap dengan orang asing.bocah kecil itu mencerminkan sifat sang Papa yang sangat sensitif berdekatan dengan orang yang baru kenal.apa lagi dengan wanita lain kecuali Ayra.


''Maaf ya Siti''?..anak Mbak orangnya susah akrap sama orang asing''.Ayra menjelaskan sambil membawa putranya duduk dikursi tamu.


''Ngak apa-apa Mbak''.lirih Siti sambil tersenyum menatap Ayra.

__ADS_1


''Ayo duduk Buk,Siti,Abang Duduk sini''.Ayra meminta keluarga Fadil duduk dengan semagat.membuat Fildan yang masih berdiri outho kesal dan melangkah mendekati istrinya dan duduk disamping wanitanya itu dengan kasar.


Membuat Ayra yang duduk disbelahnya menoleh.dan merangkul suaminya sambil tersenyum.


Ayra tau suaminya itu merasa diacuhkan atau bahkan laki-laki tampan disebelahnya merasa cemburu.


''Buk ini suami Ayra''.Ayra berbicara sambil menatap Wanita paruh baya didepannya dengan tatapan lembut.


''Oh...tampannyo''.


''Hah''?..Fildan langsung melongok saat wanita paruh paya didepannya buka suara.


''Ibuk bilang Aa tampan''.Ayra yang menegerti langsung menterjemahkan ucapan wanita paruh baya didepannya.


''Makasih Bu''.lirih Fildan sambil tersenyum.dirinya bagaikan mendapatkan agin segar, karna sudah mendengarkan pengakuan dari ibu saingannya itu.


''Bang Fadil mau kerja disini ngak''?...


🌹🌹🌹🌹


Yah Ayra mau cari gara-gara.


Novel ini masih belum bisa outhor tamatkan karna masih belum menemukan File yang tepat


Mohon dukungannya like hadiah Vote and komen makasih.


Bay...bay...😍😍😍

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2