Istri Tak Dihargai

Istri Tak Dihargai
par72


__ADS_3

"Tuan Apa Tuan muda ada''?.pertanyaan Azmi menghentikan obrolan suami istri itu.


''Ada dikamar''.jawab Bunda Fatma singkat.


''Saya permisi Tuan''.lirihnya sambil melangkah meninggalkan Fatman dan Zainal degan wajah penasaran.ada apa Azmi mendetangi anaknya pagi-pagi


''Ada apa ya Pa''?..


''Papa ngak tau Bun''.


''Yah''...Fatma merengut degan wajah penasaran.


Dikamar


Fildan masih asik degan lamunannya dekejutkan degan suara ketukan dipintu kamar,perlahan kakinya melangkah membukakan pintu.


''Ada apa''?.tanya Fildan saat melihat Azmi yang berdiri didepan pintu.


''Beberapa saat yang lalu Irfan mengaktifkan nomor ponselnya Tuan''.ucapan Azmi membuat wajah Fildan cerah kembali iya seperti mendapatkan setitik harapan hidupnya yang sudah lama menghilang.


''Lalu''?..tanya Fildan dengan penuh semagat.


''Anak buah saya sudah mencoba untuk melacaknya tuan''.


''Dimana dia sekarang''?..tanya Fildan degan nada tidak sabar.


''Titik terakhir yang kami dapatkan dia berada diRokan hilirTuan''.


''Rokan hilir''.?tanya Fildan memastikan doi merasa tidak yakin karna tempat itu terlalu jauh dari kediaman mereka.


''Benar tuan''.


''Siapkan pesawat kita akan berangkat sekarang''.


''Tapi Tuan tempat itu hutan,dimana pesawat akan mendarat''?..


''Lalu harus pakai apa Zian''?..kenapa kau terlalu bertele-tele''?..Fildan sudah mulai kesal karna Azmi terlalu berbelit-belit,padahal iya sudah tidak sabar untuk bertemu istrinya,rasa rindu dan rasa kawatirnya sagat mendera hati membuat dadanya terasa sesak.


''Saya tidak tau tuan''.


''Plak''.untuk apa aku mengajimu jika kau hanya laki-laki bodoh''.


''Tapi Tuan,kita bisa datang kesana degan pesawat,namun setelah sampai dipropinsi Rokan hilir untuk menuju kesana kita harus menyewa atau lebih tepatnya membayar orang untuk membantu kita menuju kesana''.


''Mau kemana Tuan''.


''Mnjemput istri saya Bodoh mau apa lagi"?kau pikir aku akan tinggal diam saat sudah mengetahui istri ku dimana"?sampai matipun akan ku cari bajingan itu,dan akan kudapatkan istriku kembali".ucapnya degan gigi yang bergemletuk kuat menahan kesal.


''Bersiaplah Azmi kau ini sagat bodoh''.kesalnya karna Azmi masih diam mematung.

__ADS_1


''Baik Tuan''.setelah mengatakan itu semua Azmi degan cepat menelfon anak buahnya agar segara menyiapkan keberangkatan mereka.


Sementara Fildan doi sibuk menyiapkan semua kebutuhan mulai dari uang,Senpi,dan juga beberapa kebutuhan lainnya.


''Dua jam lagi kita berangkat Tuan''.


''Kenapa lama sekali bodoh''?..bentak Fildan degan kesal dan langsung berdiri dari kesibukannya karna kebetulan pekerjaannya juga sudah selesai.


''Apa Tuan pikir dari bandara kerumah tuan bisa hanya degan sekali klik langsung sampai''?..Kesal juga rasanya Azmi melihat tingkah Fildan yang tidak mau sabar dalam segala Hal.


Fildan hanya diam kemudian berkata.


''Ya sudah ayo kita berangkat sekarang''.berbicara namun kakinya sudah melangkah keluar kamar diikuti Azmi dari belakang.


''Baik tuan''.


''Lho Nak kamu mau kemana''?..panik Fatma saat melihat anaknya menyandang sebuah ransel.


"Fildan mau mencari El Bunda''.


''Ayra''.Bunda Fatma sudah mulai meneteskan air mata.sungguh iya sagat sedih saat melihat kehancuran anak satu-satunya itu.iya mengira jika sang putra hanya akan mencari seperti hari-hari biasanya gagal tampa ada hasil.


''Fildan pamit Bunda''.lirih Fildan.


''Hati-hati Nak jagan lupa sholat,agar apa yang kamu iginkan bisa segera dikabukkan Allah nak''.Fildan hanya menganguk kemudian melangkah pergi meninggalkan kedua orang taunya.


''Pa gimana ini Pa''?..


Dirumah keluarga Salman


Sudah semenjak kehilagan sang putri,tuan Adam hanya selalu melamun dan sering sakit-sakitan,bahkan beliau lebih suka menghabiskan waktu diatas sajadah ketimbang keluar dari kamar.sudah dua bulan putri satu satunya itu menghilang namun sampai sekarang belum ada tanda-tanda putrinya itu ditemukan.kemana Bajigan itu membawa putri kesayagannya''?..


''Yah..ayo makan''.Ben datang menyembulkan kepalanya dibalik pintu kamar degan membawakan nampan berisi makanan.karna sudah hampir siang begini ayahnya itu belum juga makan ataupun sarapan.


''Tidak Nak Ayah tidak lapar''.


''Jagan begitu Yah,Ayah igin bertemu Kakakkan''?..


Tuan Adam mengaguk lemah.


''Jika Ayah igin bertemu Kakak maka makan lah Yah,jika Ayah tidak mau makan ayah akan sakit. Ayah mau sewaktu Kakak pulang melihat Ayah dalam keadaan seperti ini''?


Lagi-lagi tuan Adam memgeleng lemah.


''Ya sudah kalau begitu ayo makan''.akhirnya laki-laki paruh baya itu mau menurut dan membuka mulutnya hinga makanan yang ada dipiring habis tak bersisa.


Ditempat lain.


Fildan dan juga beberapa anak buahnya diikuti Arkhan yang pergi secara diam-diam tanpa sepengetahuan keluarganya,doi takut jika kali ini mereka tidak membawa Ayra pulang Ayahnya kembali bersedih dan kecewa,biarlah nanti setelah mereka menemukan Ayra dan membawanya pulang itu semua akan menjadi kejutan untuk sang Ayah

__ADS_1


''Sekarang kita harus kemana lagi Azmi''.tanya Fildan kepada anak buahnya itu.


''Kita naik kapal laut saja tuan,anak buah saya sudah mengurusnya''.ucap Azmi yang langsung diangguki Fildan.


''Tuan apa kita bisa makan dulu dan kita harus membeli keperluan untuk makan dan juga yang lainnya tuan.karna disana hutan otomatis tidak ada apa-apa''.


''Pergilah''.Arkhan yang menjawab sebelum Fildan bersuara.


''Baik Tuan apa tuan igin saya belikan sesuatu''?..


''Terserah kau saja,apapun yang kau beli kami akan memakannya,alangkah lebih baik jika makanannya dibawa kedalam kapal saja agar lebih mempersingkat waktu''.sambung Arkhan lagi yang diangguki Azmi.


''Azmi belikan kepiting krispi untuk istrinku''.akhirnya kata itu yang keluar dari mulut Fildan setelah terdiam beberapa saat.


Arkhan mendesah iya sagat kasihan melihat adik iparnya itu,namun apa yang harus iya lakukan.segala upaya telah iya kerahkan namun hasilnya tetap nihil


Selang beberapa saat Fildan dan Arkhan menungu kedatagan Azmi dan anak buahnya, terlihat dari jauh laki-laki botak itu menenteng banyaknya bahan makanan dan juga beberapa kantong makanan yang sudah siap santap.


"Ayo tuan berangkat".ajaknya setelah sampai didepan bosnya itu.


"Ayo".jawab Arkhan dan Fildan serentak.


Mereka semua berjalan memasuki kapal yang biasanya digunakan untuk mengangkut kayu atau balok dari hutan sinepis,ketempat-tempat tertentu contohnya pete prawang yang memproduk si berbagai macam kertas.


"Ayo makan''.Arkhan menyodorkan satu bungkus nasi kepada adik iparnya itu,pasalnya sedari tadi Adik iparnya itu hanya melamun saja.


"Iya Kak".jawabnya singkat masih terus melamun.


"Makan lah kau igin menemukan Ayra kan''?.. jika kau kelaparan dan lemah bagai mana kau bisa menemui dan mencari Adikku".ucap Arkhan lagi agar Fildan mau memakan nasinya.


"Iya Kak".jawabnya mulai meraih piring yang disediakan anak buahnya,kemudian membuka bungkusan nasi yang disodorkan Kakak iparnya itu.


Hari ini agin bertiup sagat kencang. untung saja kapal yang mereka tumpangi sagat besar. jika tidak mungkin saja kapal mereka sudah terbalik karna Ombak.


Selang beberapa saat Kapal yang mereka tumpangi sampai ditepi pelabuhan tempat buruh PT membongkar kayu.


"Fildan ayo".


🌹🌹🌹🌹🌹


Maaf tadi malam gak updet.outhor tu sibuk baget sampai ngak bisa pokus untuk berhalu ria.πŸ™πŸ™πŸ™ya"?...


Jagan lupa dukugannya like vote and komen


Makasih


Bay..bay..😍😍😍


Yuk mampir disiniπŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡

__ADS_1



Tbc.


__ADS_2