
Spesial Wedding Day
Hari ini, bulan ini, dan detik ini juga adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh sepasang kekasih yang sedang melangsungkan pernikahan mereka dengan begitu khidmat.
Dara dan Albert tengah membacakan sebuah janji pernikahan di hadapan pendeta, kedua insan itu menangis haru saat pendeta mengucapkan jika mereka telah resmi sebagai sepasang suami istri.
Sambutan dan tepuk tangan diberikan oleh para tamu pada Raja dan Ratu yang tengah berbahagia ini. Pesta pernikahan mereka pun makin meriah dan membuat para tamu dimanjakan oleh semua yang ada di pesta tersebut.
Semua orang begitu bahagia, tak terkecuali Pak Danu dan Bu Sisil yang juga berada disana, mereka masih tak menyangka jika Dara akan kembali lagi kepelukan Albert. Mengingat dulu Dara benar-benar ingin menghindar dari laki-laki itu hingga panti asuhan pun ikut pindah.
Nyonya Marlin yang tak lain adalah Ibu kandung Albert pun ikut berbahagia melihat putranya menikah, ia sendiri sempat merasa tak enak hati pada Dara atas kejadian di rumah Albert tempo lalu, sampai akhirnya ia pun meminta maaf pada wanita yang kini sudah resmi menjadi menantunya tersebut walaupun sebenarnya Dara memang sudah memafkan Marlin jauh sebelum ini.
Dara dan Albert kini tengah bersalaman dengan para tamu-tamu undangan dan mengucapkan terimakasih kasih atas kehadiran mereka. Saat mereka akan bersalaman pada tamu berikutnya Dara dan Albert dibuat terkejut sekaligus senang karna tamu tersebut adalah Nyonya Ismi dan Tuan Alex, mereka juga datang di acara pernikahan Albert dan Dara.
"Mamah papah, akhirnya kalian datang" Ucap Dara yang langsung memeluk kedua orang tersebut.
"Iya sayang, selamat atas pernikahan mu ya" Ujar Ismi yang tersenyum bahagia melihat Dara menikah.
"Iya, selamat atas pernikahan kalian" Ucap Alex kali ini.
"Terimakasih mah pah"
"Terimakasih Tuan dan Nyonya sudah hadir di pernikahan kami" Kata Albert yang tersenyum simpul pada mereka.
"Sama-sama, kami ikut senang dengan kabar bahagia ini. Semoga pernikahan kalian langgeng sampai maut memisahkan" Doa Ismi dengan tulus.
"Amien... Terima kasih atas doanya mah"
Ismi pun mengangguk.
"Oh iya ada yang ingin kami perkenalkan pada kalian"
"Siapa mah?" Tanya Dara penasaran.
Ismi kemudian memanggil lelaki remaja berwajah Eropa yang tak jauh dari sana, lelaki itu lalu melangkah mendekat.
"Dara Albert, perkenalkan ini Michael putra angkat kami" Jelasnya.
Sepasang pengantin itu menoleh dan tersenyum ramah, mereka ikut senang mendengarnya.
"Hello I'm Michael, congratulations on your marriage." Ucap Michael dengan menggunakan bahasa Inggris.
"Thank you michael" Balas Dara dan Albert.
Tuan Alex mengusap lembut rambut anak angkatnya itu.
"Smart kids"
"Sekali lagi selamat ya atas pernikahan kalian, kalau begitu kami turun dulu kebawah"
"Baiklah, selamat menikmati pesta kami"
***
Pesta pernikahan akhirnya selesai, jam sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam. Dara dan Albert sama-sama memasuki kamar hotelnya, malam ini mereka begitu kelelahan.
Albert masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri sedangkan Dara terlebih dahulu menghapus riasan wajah yang menempel serta menganti gaun pernikahannya dengan jubah mandi yang tersedia disana.
Setelah beberapa menit Albert keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk di pinggangnya. Dara segera menyiapkan piyama untuk suaminya itu.
"Ini baju tidurnya Al" Ucap Dara sembari meletakkan piyama tersebut di atas kasur.
Albert tak menjawabnya ia justru memeluk tubuh Dara dari belakang dan membuat wanita itu sontak terkejut.
"Sayang...... "
__ADS_1
"Ada apa Al? Aku mau mandi dulu"
"Hem.... Aku mau menagih hak ku" Ucap Albert tanpa basa-basi.
Mendengar itu Dara langsung berbalik dan menatap wajah tampan suaminya.
"Apa tidak bisa nanti saja? Aku sangat lelah hari ini" Tanya Dara yang bermaksud menolak keinginan sang suami.
"Tapi aku sudah menunggu lama saat-saat seperti ini" Albert memelaskan wajahnya supaya Dara mau memenuhi malam pertama mereka sebagai sepasang suami-istri.
"Tapi aku benar-benar tak bersemangat, aku sungguh lelah. Lain kali saja ya" Tolak Dara selembut mungkin.
Mendapat penolakan dari sang istri Albert langsung melepaskan pelukannya dari pinggang Dara dan menyambar piyama yang sudah di siapkan. Pria itu seketika berubah menjadi masam dan terlihat kesal.
"Al?" Panggil Dara karna merasa Albert marah atas penolakannya.
"Mandilah sekarang, hari semakin malam" Ucap Albert dingin.
Dara merasa tidak enak hati saat mendengar nada bicara Albert yang berubah, suaminya ini pasti sudah sangat mengharapkan malam pertama mereka.
"Kau marah?"
"Tidak" Jawabnya ketus.
Albert membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan menutup seluruh tubuhnya menggunakan selimut.
Melihat itu Dara semakin merasa bersalah tetapi ia tetap masuk ke kamar mandi dan membersihlan tubuhnya dari keringat yang sudah bercucuran.
Cukup lama Dara mandi sampai akhirnya ia keluar dan melangkah mendekati Albert. Ia tau laki-laki itu hanya berpura-pura tidur karna tengah merajuk padanya.
"Al buka selimutnya" Dara menarik-narik selimut dengan kuat tetapi Albert yang berada di bawah selimut pun mempertahan nya dengan kuat pula.
"Aku tau kau belum tidur, buka selimutnya Al"
"Al... Buka selimutnya"
"Al....!"
Dan saat itu juga Albert menyikapi selimut yang menutupi kepalanya.
"Ap...... "
Ucapannya terhenti kala melihat Dara yang berdiri disana tanpa mengenakan pakaian sehelai pun, wanita itu bertelanj*ng bulat dengan santainya.
Glekkk
Hawa panas dengan cepat menjalar ke seluruh tubuh Albert, sesuatu dibawah sana pun berdiri meminta pelepasan sekarang juga.
"A-apa yang kau lakukan? Ke-kenapa kau tak memakai pakaian?!"
"Bukankah kau mau meminta hak mu? Maka lakukanlah" Jawab Dara dengan tenang, walau sejujurnya ia sedikit gugup melakukan ini.
"Tapi... Tadi kau bilang kau lelah dan.... "
"Ssttt.... " Dara menempelkan jari telunjuknya di bibir Albert, ia lantas naik ke atas perut sang suami.
Albert semakin memanas, hasratnya kembali naik ketika melihat Dara yang duduk di atas perutnya dengan gaya sensual.
"Aku tau kau sangat mengharapkan ini, maaf sudah membuatmu kecewa tadi" Ucap Dara yang membuka kancing piyama Albert satu-persatu.
Sedangkan Albert menatap kedua benda yang sedari tadi seakan menantang dirinya, dengan gerakan otomatis tangan Albert terangkat dan merem*s gundukan tersebut.
"Ah.... !"
Dara melenguh ketika merasakan sentuhan lembut Albert di area sensitif nya, dengan tubuh yang melemas dara berhasil membukakan seluruh kancing piyama itu.
__ADS_1
Albert mengubah posisi tidurnya menjadi duduk, ia melepaskan piyama yang melekat dan melemaparnya asal.
ia pun kembali memainkan 'mainan' nya dengan senyum yang terpancar di bibir seksi itu.
"Milikmu semakin besar, aku suka" ungkap Albert.
Sedangkan Dara hanya bisa diam menikmati apa yang suaminya lakukan, tatapannya berubah menjadi sayu, dara ikut terjerumus dalam balutan gairah yang menggoda.
Mulut Albert tak tinggal diam, bibirnya pun melahap benda itu dengan buas dan silih bergantian. membenamkan wajahnya di antara kedua benda lembut tersebut.
"Emm.... A-al.... "
Albert kembali menegakkan tubuhnya lalu mencium bibir Dara dengan lihai, ******* dan menggitnya dengan lembut. Lidah mereka saling berbelit dan bertukar saliva.
Ciuman Albert turun ke leher jenjang Dara dan dan memberinya banyak tanda, Dara makin mendesah dengan hebat, jari lentiknya mencengkram rambut Albert dengan sedikit keras.
Merasa sudah tak tahan lagi Albert lalu membalikan posisinya yang kini sudah berada di atas tubuh Dara, bibirnya masih menyesap bibir Dara dengan penuh nafsu.
Kemudian Albert membuka celana tidurnya dan memperlihatkan boxer hitam yang masih melekat menutup si jantan.
Kini Dara yang merasa terbakar, tubuh Albert begitu menggoda dirinya, jari-jari Dara pun mencoba membelai sesuatu yang masih terbungkus itu.
"Akhhh..... "
Albert menggeram, sentuhan Dara begitu dasyat dan membekukan aliran darahnya.
Perlahan Albert membuka pakaian terakhir dan memperlihatkan dengan jelas si perkasa yang sudah berdiri tegak sedari tadi.
Melihat benda itu Dara menggigit bibir bawahnya kuat-kuat, ukuran itu lebih besar dari dua tahun yang lalu saat ia melihatnya. Sanggupkah dirinya melakukan percintaan mereka sekarang?
"Kau siap sayang?" tanya Albert dengan suara parau.
"Lakukan dengan pelan Al, aku sedikit takut" jawab Dara jujur.
Albert menyeringai tipis, ia pun memposisikan miliknya pada Dara. Perlahan namun pasti mereka pun akhirnya melakukan penyatuan tersebut.
"Ahh.... Pelan-pelan.... Auh.... Sakit.... "
"Rileks sayang, sakitnya tak akan lama"
Setelah itu Albert mulai menggoyangkan pinggulnya dalam tempo sedang, tubuh mereka pun bergerak seirama.
Semakin lama Albert melakukannya dengan cepat hingga Dara sendiri cukup kesulitan untuk menyeimbangkan gerakan Albert.
"Al.... Pelan-pelan sayang.... Ahh... "
Albert tersenyum saat mendengar Dara mengucapakan kata sayang padanya.
Dan mereka pun melakukannya hingga pukul empat pagi, Albert limbung di atas tubuh Dara dengan keringat yang bercucuran.
Mata mereka saling menatap dengan kuat.
"Aku mencintaimu Dara"
"Aku lebih mencintaimu Al"
Dan akhirnya mereka tertidur dengan pulas sambil berpelukan, mengakhiri kisah percintaan yang tiada hentinya.
...Dan inilah perjalanan kisah cinta dua sejoli, penuh permasalahan, tantangan, hinaan, namun mereka jalani dengan lapang dada hingga Tuhan sendiri yang membawa mereka pada semua ikatan yang dinamakan PERNIKAHAN....
...~TAMAT~...
__ADS_1