
''Sini sayang''.Fildan menepuk tempat tidur disebelahnya untuk meminta Ayra duduk.
''Ada apa Aa''?..tanya Ayra sambil menatap suaminya.
''Bosek Aa mulai masuk kekantor Papa''.Adek dirumah aja gak apa-apa kan''?..Fildan bertanya sambil menarik kepala istrinya kemudian iya baringkan diatas pahanya.
''Iya Aa gak apa-apa kok''.
''Besok pagi akan Aa suruh botak dan anak buahnya kesini".
"Untuk"?..tanya Ayra bunggung untuk apa suaminya itu menyuruh botak kesini.
"Untuk menjaga Adek".
"Tapi Ay bisa jaga diri sendiri kok Aa".
"Tidak ada bantahan".
"Hem ya baiklah".lirihnya menjawab degan nada lesu.
''Tapi Ay boleh ikut Kak Arkhan kekantor seperti biasanya kan''?..
''Iya tapi igat jagan deket-deket sama cowok lain''.
''Hem''.jawab Ayra singkat sambil memeluk perut suaminya.
''Sayang''.
''Hem''.
''Aa pegen''.mata Ayra langsung terbelalak kaget
Oh astaga padahal baru tadi sore suaminya itu menghajarnya habis-habisan,bahkan mereka baru saja pulang dari perjalan jauh,tubuh Ayra rasanga lelah sekali,apa suaminya itu tidak punya rasa lelah sama sekali''?..
''Sayang boleh ya sekali saja''?.mulut meminta tapi tagan sudah masuk kedalam piyama dan menelus-elus punggung istrinya.
''Gak capek Aa''.
''Enggak sayang''.berbicara tapi tagannya sudah memutar tubuh sang istri kemudian iya langsung megukungnya dan megecup bibir wanita itu degan sagat lembut.
******
''Aaahhh''....eragan panjang mengakhiri permainan mereka sagat lama rasanya Fildan tidak akan pernah puas jika sudah memulai meyentuh istrinya.
''Makasih sayang''.ucapnya degan nafas yang memburu kemudian iya ambruk disamping sang istri.
''Perlahan tagan kekarnya menarik Ayra kedalam pelukan,kemudian tagannya terangkat untuk menghapus kerigat yang membanjiri wajah wanita yang sagat iya cintai degan sepenuh hati.
Ayra wanita itu kini langsung meringkuk masuk kedalam dekapan suaminya,sagat nyaman.
Setelah memastikan Ayra terlelap berlahan Fildan menjauhkan tagan istrinya kemudian melangkah menuju kamar mandi.
Selesai mandi Fildan membaringkan tubuhnya kembali setelah doi selesai megenakan pakaian.
Subuh menjelang seperti biasa pintu kamar mereka selalu digedor,ini lah alasan Fildan mandi setelah mereka berhubugan intim,
Ben bocah itu seperti biasa menggedor pintu kamar membagunkan seisi rumah untuk memjalankan sholat subuh.
Tuan Adam memang sagat keras tentang mendidik anaknya,itu jugalah yang membuat anak-anaknya menjadi anak mandiri dan tidak sombong.
__ADS_1
''Iya Ben sebentar''.lirih Fildan sambil megusap-usap matanya untuk megumpulkan kesadaran.
''Sayang bagun sholat subuh''.
''Hem...iya Aa''.
''Gleek''.
Fildan menelan ludahnya kasar,saat melihat buah dada istrinya yang menantang tepat didepan matanya.
''Jagan memancing Dek''.
''Eehh...Ayra degan cepat menutup tubuhnya, saat meyadari bahwa kini tubuhnya masih polos bahkan selimut yang menutupinya malah tersingkap sampai keperut.
''Untung mau sholat subuh kalau gak habis Adek''.Fildan berbicara sambil melangkah kekamar mandi,iya harus menghindari Ayra jika tidak doi takut malah kebablasan hinga Ben menjerit lagi didepan pintu.
Ayra yang melihat suaminya pergi degan wajah frustasi hanya terkekeh geli,sungguh laki-laki ini tidak pernah capek jika itu urusan ranjang.
****
''Jagan pakai make up''.Fildan berbicara tegas saat Ayra bersiap-siap pergi kekantor setelah mereka melaksanakan solat subuh.
Ayra mendesah panjang Fildan sedari dulu memang seperti ini sagat posesif jika itu meyangkut tentang dirinya.
''Hapus Dek''.
''Tapi Aa''.belum sempat Ayra berbicara tagan Fildan sudah menari-nari diatas wajahnya,membuat wanita itu akhirnya pasrah tampa perlawanan.
''Ini kebih bagus''berbicara sambil menarik tagan sang istri untuk keluar dari kamar.
''Widih udah siap aja lu Ay,kenapa tu wajah ditekuk kayak gak dapat jatah aja lu''?..Wiwik nyeletuk.
''Ayo sayang duduk''.Fildan berbicara sambil menarik kursi untuk sang istri.
''Masuk kerja hari ini Dek''.tanya Arkhan yang baru keluar dari kamar.sambil menarik kursinya sendiri untuk duduk.
''Iya Kak,Ay bosan dirumah karna hari ini Aa Fildan juga mulai bekerja dikantornya Papa''.mendegar penjelasan Adiknya Arkhan hanya meganguk,kemudian matanya beralih menatap Wiwik yang makan dalam diam.
''Hari ini antar lamaran kekantor Wik''.singkat padat dan jelas setelah itu Arkahn kembali pokus pada makananya.
''Baik Ehh...gue manggil lu apa binggung''?..jelas Wiwik sambil garuk-garuk kepalanya yang tak gatal.
''Nama saja''.singkat Arkahn menjawab.
Yang lain yang ada disana hanya menatap intraksi mereka berdua.menatap wajah Arkahn kemudian Wiwik secara bergantian,sambil terseyum.
''Kak Arkahn nikahnya sama kak Wiwik saja, supaya Kak Wiwiknya gak jadi perawan tua terus''.akhirnya bocah yang bernama Ben nyeletuk tampa disaring dulu.
Membuat Wiwik garuk-garuk kepala,sementara Arkhan tetap diam tanpa expresi.
''Kakak sudah selesai''.
''Yah Arkhan pamit dulu''.Arkhan berbicara sambil mencium punggung tagan tuan Adam degan takzim.
''Kak tunggu Ben ikut''.Arkhan menghentikan langkahnya,menoleh sebentar kemudian kembali melanjutkan langkahnya kembali.
"Ayo sayang".ajak Fildan pada sang istri setelah mereka selesai sarapan.
"Ayah Ay pamit ya"?..pamit Ayra sambil mencium punggung tagan sang Ayah diikuti Fildan yang selalu setia berada disisinya.
__ADS_1
Didalam mobil
''Sayang makan siang Aa jemput nanti ya''?..Fildan berbicara sambil menatap istrinya sekilas kemudian kembali fokus meyetir.
Setelahnya mereka kembali diam sampai mobil berhenti didepan kantor.
''Jagan deket-deket sama cowok''.perigatan mutlak Fildan no bantahan yang selalu iya igatkan kepada sang istri.
Ayra hanya meganguk iya malas sekarang untuk berdebat degan sang suami.
''Cup''satu kecupan mendarat dikening pipi kiri dan kanan kemudian pindah kebibir Fildan ********** sebentar kemudian melepaskan.
''Selamat bekerja sayang''.
''Iya Aa juga''. balas Ayra kemudian turun dari mobil sport hitam Fildan.
Saat Ayra turun dari mobil terlihat Azmi sudah berdiri menunggunya disana,entah kapan suaminya itu meminta Azmi untuk megawasinya.
''Aa''..saat Ayra balik badan dan igin protes, suminya itu teryata sudah pergi atau bahkan igin menghindari pertayaan darinya.
''Mari Nona''.
''Iya''.jawab Ayra malas dan melangkah degan lesu memasuki kantor.
''Kak ruagan Ay mana''?.tanya Ayra saat sudah memasuki ruagan sang Kakak.
''Itu siapa Dek''?..tanya Arkhan sambil melirik Azmi yang hanya berdiri bagaikan patung.
''Tau Kak Aa Fildan bikin ulah''.Ayra mendelik melihat Arkhan sudah terkekeh sambil geleng-geleng kepala.kemudian berkata.
''Suami kamu bucin akut''.
''Ruagan Ay dimana Kakak''?.tanya Ayra lagi karna dirinya sudah lelah bertanya tapi Kakaknya itu tetap saja diam,sagat meyebalkan.
''Kami jadi sekretaris Kakak saja kebetulan Sekretaris lama Kakak kemaren Resign''.
''Oh ya udah meja kerja Ay mana''?..
''Disana''.Arkhan menunjuk ruagan yang ada disebelahnya,masih terlihat karna hanya disekat kaca.
''Oh..Ok Ay kesana''.
''Bang Azmi duduk disini saja atau jalan-jalan kemana gitu Ay mau kerja Bang''.
''Tidak apa-apa Nona saya disini saja''.
Oh...kalau sudah begitu Ayra malas berdebat,itu artinya apa pun yang Ayra katakan Azmi tetap pada pendiriannya,memang kompak bos sama anak buah sama-sama keras kepala.
🌹🌹🌹🌹🌹
Sampai disini dulu boleh donk hadiah like vote and komen.
Makasih
Bay...bay...😍😍
Novel baru outhor gak kalah seru lho yuk mampir.😍
__ADS_1
Tbc.