
Mereka terus berciuman dengan begitu panas, kedua manusia dewasa itu seperti sangat menikmati pertukaran saliva satu sama lain.
Nindy juga semakin agresif mencium Mike, dan bahkan tangannya pun ikut berkeliaran untuk menggoda tubuh lelaki ini dengan sentuhannya.
Mike memejamkan mata saat reaksi tubuhnya yang menerima sentuhan lembut dari tangan Nindy, suasana yang sepi seolah mendukung aktivutas mereka berdua.
Dan saat tangan Nindy turun kebawah dan hampir mengenai miliknya dengan cepat Mike melepaskan ciuman mereka dan sedikit memberi jarak.
Melihat tidakan Mike membuat Nindy kecewa, ia menatap lelaki ini dengan mata yang berkaca-kaca.
"Kenapa Mike? Apa kau memang tidak berselera padaku?" ucapan Nindy asal.
Mike menggeleng, jari-jari nya terangkat dan menghapus air mata Nindy yang jatuh.
"Jangan seperti ini, kau akan menyesal nanti" Lirih Mike yang memberi pengertian.
"Katakan saja Mike jika kau memang tidak mau melakukan ini dengan ku?!!! Kenapa Mike??? Apa aku kurang menggoda bagimu dan semua lelaki didunia ini?!! Dan apa itu alasan kenapa kekasihku berpaling Hahh...!!!"
"Katakan Mike! Katakan.....!!!"
Nindy terus berteriak tidak jelas, ia memukul-mukul kembali Mike dengan tenaganya yang tersisa.
__ADS_1
Mike semakin sakit melihat Nindy seperti ini, Nindy seperti kehilangan tujuan hidupnya. Apa yang harus Mike lakukan sekarang? Ia tidak mungkin menuruti keinginan konyol yang wanita ini inginkan.
"Nindy sebaiknya kau pulang sekarang, aku akan mengantarmu" Baru saja tangan Mike menggenggam lengan Nindy namun langsung ditepis olehnya.
"Lepas! Aku tidak mau pulang..!!" Tolak Nindy dengan nada tingginya.
"Kau harus pulang! Kau tidak boleh berada ditempat seperti ini. Itu sangat berbahaya"
"Aku tidak peduli, bahkan jika aku mati sekarang pun aku tidak akan peduli!"
"NINDY JAGA UCAPANMU..!!!"
Mike langsung membentak Nindy hingga membuat perempuan tersebut seketika diam sambil menatapnya.
Nindy hanya bisa memejamkan mata dan mencoba menikmatinya.
Setelah itu Mike melepaskan ciuman mereka dan memeluk tubuh Nindy dengan erat.
Nindy menangis lebih kencang dipelukan Mike, ia merasakan kenyamanan yang Mike berikan padanya.
"Tujuh tahun aku mempertahan hubungan ini tapi dia rusak semuanya begitu saja..... Hiks... Kenapa..... "
__ADS_1
Mike mengelus lembut punggung Nindy mencoba menenangkan gadis rapuh itu, ia tahu Nindy butuh teman untuk mencurahkan keluh kesah agar ia tidak melampiaskan kekecewaannya dalam hal yang salah.
"Aku mencintainya....... Hiks...... Tapi dia.... Hiks.... Dia justru hanya memanfaatkan ku saja..... "
Mike bisa merasakannya, kenapa lelaki itu begitu tega melukai wanita yang jelas-jelas sudah mencintainya selama bertahun-tahun? Apa sebenarnya yang lelaki brengs*k itu pikirkan?!
"Tenanglah... Ada aku disini, aku ada untukmu" Ujar Mike sembari mengeratkan pelukan mereka.
Seketika Nindy membisu, kata-kata Mike barusan membuat Nindy merasa bersalah akan semua yang telah ia lakukan pada Mike. Pria yang selalu ia pikir sombong dan tidak memiliki rasa manusiawi justru sekarang ada untuk nya.
"Aku berdosa padamu, Mike"
"Tidak, sama sekali tidak. Jangan menyalahkan dirimu" Bantah Mike cepat.
Setelah dirasa Nindy sudah mulai tenang barulah mike melepaskan pelukan mereka.
"Sekarang ayo aku antar kau pulang"
Nindy berpikir sejenak.
"Lalu mobilku?"
__ADS_1
"Akan aku suruh seseorang yang untuk mengantarkannya ke apartemen mu"
Akhirnya Nindy pun mengangguk dan masuk ke dalam mobil Mike.