
Kini mereka sudah berada di kamar Nindy, keduanya begitu gugup saat ini. Suasana begitu canggung dan senyap.
"Emm.... Kau sebaiknya tidur di sofa saja, Mike" Ucap Nindy.
Mike langsung menoleh pada perempuan disamping nya.
"Yang benar saja, seumur-umur aku belum pernah tidur di sofa" ujar Mike terkejut.
Nindy bergeming, ia mengumpat Mike dalam hati , disaat-saat seperti ini saja lelaki itu masih terlihat sombong dan angkuh.
"Tapi Mike kamar di sini hanya ada satu"
Mike menghela nafas berat.
"Kalau seperti ini kenapa kau memaksa ku untuk menginap?" Tanya Mike yang merasa aneh pada sikap Nindy.
"Aku sudah bilang bahaya jika kau pulang tengah malam, lagipula beberapa jam lagi pagi kau bisa segera pulang"
"Tapi aku tidak mau tidur disofa, badan ku akan sakit dan pegal-pegal"
Merasa Mike yang tetap tidak mau mengalah akhirnya Nindy pun memutuskan untuk tidur di sofa.
"Ya sudah aku saja yang tidur di sofa, kau boleh tidur di kasur ku"
Nindy berjalan menuju lemari, ia mengambil selimut tebal untuk dirinya. Setelah itu ia kembali berjalan ke arah sofa.
Saat Nindy akan berbaring ia melihat Mike yang masih berdiri ditempat.
"Tidurlah Mike, aku juga akan tidur. Selamat malam"
__ADS_1
"Mmm...Ya, selamat malam"
Mike masih menatap Nindy yang sudah berbaring di atas sofa, barulah ia melangkah mendekati tempat tidur dan membaringkan tubuhnya disana.
Mike memposisikan tubuhnya dengan menyamping ke arah sofa dimana Nindy tertidur.
Mata Mike tidak langsung terpejam begitu saja, melihat Nindy yang beberapa kali berbalik mencari posisi yang nyaman membuat Mike merasa tidak tega.
Lima belas menit berlalu namun Mike masih tetap setia memandang Nindy dari kejauhan, ia malah jadi teringat ciuman di jembatan tadi, dirinya tak menyangka jika Nindy mengambil ciuman pertamanya secara tiba-tiba.
Begitu pun dengan Nindy, wanita itu tidak bisa tidur di sofa yang sempit dan tidak se empuk di kasur. Ia terus mencari posisi yang nyaman dan berusaha untuk memejamkan matanya.
Mike semakin merasa kasih pada Nindy, tidak seharusnya ia membiarkan seorang wanita tidur di sofa sedangkan dirinya malah tidur di atas ranjang empuk.
Mike pun lalu bangkit dan berjalan ke arah sofa.
Ia melihat Nindy yang sudah terpejam, tapi Mike yakin jika Nindy belum sepenuhnya tidur.
"Mike?"
"A-apa yang kau lakukan?" Tanya Nindy terkejut.
"Kita akan tidur dikasur, berdua!" Ujar Mike.
"Ta-tapi.... "
"Ssttt..... " Mike berdesis menyuruh Nindy untuk diam.
Dengan perlahan Mike membaringkan tubuh Nindy di atas ranjang.
__ADS_1
Namun Mike tidak beranjak sedikit pun, ia tetap diam dan tetap berada di atas tubuh sang wanita.
"M-mike.... "
Sungguh jantung Nindy dibuat berdetak tak karuan, pipinya memerah bak tomat yang baru matang.
Mike menatap Nindy begitu intens sedangkan dirinya hanya memandang Mike dengan perasaan gugup.
"Ada sesuatu yang aneh dalam tubuhku saat aku berdekatan dengan dirimu seperti ini" Ucap Mike datar.
Nindy tidak mengerti, ia juga merasa ada sesuatu yang aneh dalam dirinya sendiri tapi ia pun tidak tau apa.
"Mike tolong jangan seperti ini" Nindy mencoba mendorong dada bilang Mike agar menyingkir darinya.
Namun Mike dengan cepat mencengkram lengan Nindy dan meletakkan di atas kepala sang wanita.
"M-mike a-apa kau lakukan.... Le-lepaskan aku... " Nindy berusaha memberontak tapi sayang kekuatannya hanya satu banding sepuluh.
Mike tak menghiraukan keinginan Nindy, ia justru semakin mendekatkan wajahnya hingga membuat jarak diantara mereka hanya tersisa beberapa centimeter.
"Bukankah kau ingin melakukannya?"
"Hah???"
"Me-melakukan apa?" Rasanya jantung Nindy ingin meloncat saat mendengar kata-kata ambigu dari mulut Mike.
"Sepertinya kau telah salah mengajak singa yang tengah kelaparan kesini"
"Tapi Mike, bukankah kau sendiri yang menolakku tadi? Lagipula tadi aku hanya terbawa suasana saja Mike" Jelas Nindy.
__ADS_1
"Dan sekarang aku yang terbawa suasana! Aku menginginkan dirimu, Nindy"