
Ditempat lain
''Plak''.satu tamparan Zainal hadiahkan untuk sang anak.saat Fildan baru saja menginjakkan kakinya dirumah setelah seharian dirinya mencari keberadaan sang istri.
Siapa yang memberi tahukan Papanya,bahkan dirinya sampai lupa untuk memberitahu-kan kedua orang tuannya jika istrinya telah diculik,lalu siapa yang sudah memberitahu Papanya''?..apa mungkin mertuanya atau Azmi kah''?.. ah sudah lah Fildan tidak mau memikirkan itu.
''Bodoh''...kenapa Ayra bisa diculi''?..laki-laki macam apa kamu hanya melindungi istri saja kamu tidak mampu''.
''Pa sudah Pa kasian Fildan''.Bunda Fatma langsung menaggis histris saat menyaksikan anak laki-lakinya ditampar hinga darah segar mengalir dari bibir putranya itu.
''Kenapa kamu bisa seceroboh itu Fildan''.
''Maafkan Fildan Pa''.
''Papa bisa degan mudah memaafkan mu Fildan,tapi apa jika Papa memaafkan mu istri mu bisa kembali,didepan Papa sekarang''?..
''Maaf kan Fildan Pa''?..Fildan sudah mulai menengis saat mengigat wajah cantik istrinya.
Dimana istrinya sekarang,sudah makan kah''?..sudah mandikah atau aaahhh....Fildan mengelengkan kepalanya kemudian melangkah menuju kamar tempatnya degan sang istri.
"Aaarggg...Ayra kamu dimana sayang hiks...hiks...kamu dimana Dek"?..
"Laki-laki bajigan".
"Pyar..pyar..aarggg".Fildan melempar semua barang yang ada diatas nakas.laki-laki itu terduduk diatas lantai dan menaggis disana.
Bunda Fatma yang mendegar suara brisik dari dalam kamar langsung berlari menuju kamar putranya.
"Fildan jagan seperti ini Nak"?..wanita paruh baya itu langsung berjalan mendekati sang Anak dan berlutut didepan putranya,perlahan tagannya menarik tubuh anak semata wayangnya itu kedalam dekapnnya.
"Bunda Fildan yang salah Bun".Fildan menaggis sesegukan didada sang Ibu.
"Sabar Nak".
"Ini cobaan sayang,kamu harus semagat,Ayra menunggu mu Nak.jagan seeperti ini".
"Tatap Bunda sayang".bunda Fatma menagkup wajah Fildan yang berlinang air mata.
"Degarkan Bunda sayang,Fildan harus semagat,Anak Bunda sayang Ayra kan"?
Fildan mengaguk
"Cinta itu butuh apa"?
__ADS_1
"Perjuagan dan pengorbanan".jawabnya degan suara serak.
"Nah itu kamu tau".
"Semagat jagan lemah Ayra mnungumu sekarang Nak".
Mendegar ucapan Bundanya Fildan langsung berdiri dan menghapus air matanya,kemudian melangkah menuju kamar mandi,Bunda Fatma tersenyum saat melihat anaknya sudah berhenti menagis.
*****
Sudah dua bulan sejak kejadian Ayra diculik,namun belum ada tanda-tanda istrinya itu ditemukan.bahkan seluruh anak buah sudah dikerahkan namun hasilnya tetap nihil.
Bahkan tuan Adam sudah meminta bantuan agen rahasia untuk mencari putrinya namun tidak juga menamukan titik terang dimana Ayra kini berada.Ayra hilang bak ditelan bumi.
Fildan sudah merasa putus asa,hari-hari yang iya lalui rasanya begitu sulut,hinga kini kehidupan laki-laki itu menjadi tidak menentu,rambut yang mulai panjang,wajah yang kini mulai ditumbuhi bulu-bulu halus dan kantung mata yang menghitam menandakan bawa laki-laki itu kurang tidur.tubuhnya sedikit kurus dan sejak saat istrinya diculik tak sekalipun lagi Fildan pernah menginjakkan kakinya dikantor sang Papa.
Setiap hari iya hanya menghabiskan waktu untuk mencari keberadaan Ayra,kadang Fildan tidak pulang kerumah iya lebih senang menghabiskan waktunya dirumahnya ditegah hutan,karna iya merasa disitulah tempat ternyaman yang bisa membuat pikirannya sedikit lebih tenang,Fildan melakukan hal yang sama saat pertama kali Ayra pergi meninggalknnya dulu,pada saat kesalah pahaman itu terjadi.
Namum sagat berbeda degan sekarang,dulu Ayra pergi darinya karna kecewa.namun sekarang istrinya itu pergi karna diculik,semua pikiran buruk berkecamuk didadanya,apakah istrinya itu masih hidup atau sebaliknya.bahkan Adik perempuan Irfan yang mereka sekap sampai sekarang pun tak ada gunanya,sudah berkali-kali Azmi mencoba meminta gadis remaja itu untuk menghubungi Irfan,namun nihil nomor Irfan sudah tidak aktif.
''Kamu dimana sayang''?..lirih Fildan sambil berdiri diatas balkon kamar pada malam itu,diginnya agin menusuk kulinya pun sema sekali tidak iya rasakan,hatinya kini benar-benar gelisah dan juga kawatir.
''Nak makan dulu ini sudah malam''.Bunda Fatma berjalan menghampiri sang anak degan nampan yang ada ditagannya.
Dimana istrinya sekarang dimana belahan jiwanya,hidupnya berasa mati karna sebagian dari jiwanya kini telah hilang.bertepatan degan hilangnya Ayra,bahkan sipat jahil seorang Fildan pun hilang entah kemana yang ada hanya sosok Fildan berwajah datar dan mudah marah.
"Ayolah Fildan Ayra tidak akan senang jika melihatmu seperti ini,percaya sama Bunda Ayra sekarang pastri sedang baik-baik saja Nak,Ayra gadis yang baik Bunda yakin Ayra akan bertemu degan orang baik dimana pun iya berada".
"Tapi masalahnya Ayra diculik orang jahat Bunda,bagai mana bisa Bunda mengatakan jika sekarang istri Fildan beradandidekat orang baik"?.suara Fildan sudah mulai meninggi membuat Bunda Fatma langsung tersentak kaget.
"Maaf kan Fildan Bunda".lirihnya merasa bersalah karna sudah mmbntak sang Ibu.
Bunda Fatma tidak menjawab wanita paruh paya itu langsung melangkah keluar dari kamar.degan air mata yang sudah mulai membanjiri wajahnya.
Hati siapa yang tidak hancur melihat anak semata wayangnya dalam keadaan terpuruk. baru saja anaknya itu merasakan kebahagiaan setelah ditinggal Ayranbeberapa tahun yang lalu,kini Fatma harus melihat kembali kehancuran anaknya itu.apa yang harus iya lakukan agar bisa mengembalikan senyum dibibir tampan anak satu-satunya itu.
*****
Ditempat lain seperti biasa Setiap pagi Ayra selalu saja muntah-muntah sudah satu bulan ini iya selalu muntah-muntah dipagi hari.
Beberapa hari yang lalu Ibu Hanum adalah nama wanita paruh baya yang sangat baik padanya.membawanya untuk periksa kebidan desa dan Ayra dinyatakan hamil tiga bulan.rasa senang dan sedih bercampur menjadi satu.senang karna sebentar lagi iya akan menjadi seorang ibu sedih karna sampai saat ini iya masih terpisah dari keluarganya bahkan dari suaminya
Namu ada rasa sukur dihatinya, karna iya dipertemukan degan kelaurga yang baik dan berhati tulus seperti keluarga Ibu Hanum.
__ADS_1
bahkan laki-laki aneh yang dulu iya ikuti hinga Ayra bisa berada dirumah ini,juga sagat perhatian padanya,bahkan pada saat Ayra mengidam-pun Fadil selalu berusaha untuk mendapatkannya.
Bakkan Ayra sudah bisa sedikit-sedikit bahasa daerah disini,meskipun iya sedikit kesulitan dan harus belajar beberapa hari degan Siti.
''Masih muntah-muntah kau''?..
"Iya Bu".jawab Ayra sambil menoleh sekilas kemudian kembali muntah.
''Ya sudah ayo istirahat dikamar''.lirih wanita paruh baya itu degan lembut sambil memapah tubuh lemah Ayra menuju kamar.
"Aa...Ay hamil Aa".lirihnya degan Air mata yang membanjiri wajah cantiknya setelah Hanum keluar dari kamar.
''Mbak Elvi mana Mak''?..tanya Siti sesaat setelah dirinya pulang dari sungai.
''Ada dikamar''.jawab Hanum yang meneruskan pekerjaannya yaitu membuatkan sarapan.
''Mbak..Siti tadi ketemu orang dari kota K lho''.
''Mendegar suara Siti Ayra degan cepat menghapus air matanya dan berbalik menatap gadis cerewet itu.
''Benarkah''?
''Iya Mbak''.berbicara degan wajah berbinar.
''Laki-laki atau perempuan''?
''Laki-laki Mbak''.kemudian Siti degan semagat menceritakan ciri-ciri laki-laki yang baru saja iya temui.
πΉπΉπΉπΉ
Nah siapa tu laki-laki yang baru saja Siti temui''? hayo ada yang tau''?
Mau kelanjutannya jagan lupa hadiah,like, vote and komen dulu.
Makasih
Bay...bay...πππ
Yuk mampir disiniπππ
Tbc
__ADS_1