Istri Tak Dihargai

Istri Tak Dihargai
par34


__ADS_3

''Tetap gak boleh''.ucapan tegas bunda Fatma membuat Fildan terdiam igin rasanya menagis saja.tapi mau bagai mana lagi dari pada tidak menikah sama sekali tak apa lah dirinya bersabar setegah abat lagi''.


Ya bagi Fildan satu bulan bagaikan setegah abat sagat lama.lebai Fildan.


Sedang kan kedua keliarga Fildan dan Ayra sepakat untuk mengawasi mereka berdua sebelum acara pernikahan dilaksanakan. mereka takut terjadi yang tidak-tidak megigat Fildan selalu memaksakan apa yang dia mau harus dia dapatkan.itulah alasan selama hampir dua bulan ini kedua orang tuanya megawasi Fildan degan sagat ketat jika tidak mereka takut anak laki-lakinya itu berbuat nekat.


Mereka tidak tau saja Fildan pernah kabur dari rumah jika mereka tau pasti para peria botak yang sagat Fildan benci itu akan semakin banyak.


Setelah selesai acara pertunagan dan makan malam mereka semua kembali kerumah masing-masing.


''Kek Arkhan kok tadi bohong sama Ayra.katanya tadi mau ketemu rekan bisnis Ayah tapi nyatanya mau ketemu sama keluarga Kak Fildan.


Mendegar pertayaan sang Adik Arkhan menghentikan langkahnya dan menoleh.


''Lho bukannya benar ya''?..


''Bukankah Pak Zainal rekan bisnis Ayah''?jawabnya sambil melihat wajah sang Adik yang tegah cegegesan tidak jelas.


''Ayra sini sebentar Nak''?..pamggil tuan Adam kepada anak perempuan satu-satunya itu.


''Iya Yah''.jawab Ayra sambil duduk dikursi keluarga disamping Sang Ayah.


''Besok mulailah masuk kekantor bantu Kakak mu.kasihan dia harus megurus perusahaan sendiri''jika dibiarkan Ayah takut Kakakmu akan menjadi pejaka tua''.


''Eh...Ayah siapa bilang Arkhan akan menjadi pejaka tua Ayah gak tau saja banyak kok wanita diluaran sana yang tergila-gila sama Arkhan''.serkasnya tak terima.siapa sih yang tidak megiginkan seorang Arkhan laki-laki tampan dan mapan tapi cuman dirinya saja malas untuk menjalin hubugan.suka ribet dan membuat kepala jadi pusing.bisa-bisa dirinya akan memjadi seperti Fildan laki-laki tampan yang jadi aneh gara-gara cinta.


Arkahn tidak mau itu semua sampai terjadi.


''Iya Yah''.jawab Ayra lesu padahal dirinya igin meminta ijin biar bisa megajar lagi eh...malah disuruh kerja kantoran.


''Yah Ay boleh beli Samartphone ''.

__ADS_1


''Hem'' ajak Kakak mu keluar besok pagi''.Ya sudah Ayah kekamar dulu''pamit tuan Adam sambil melangkah menuju kamarnya.


''Yes...yes...Ayra melompat-lompat kegiragan sudah hampir dua bulan dirinya tidak mempunyai alat cangih itu.rasanya sagat sunyi jika iya tidak menerima kabar dari sang kekasih.


''Kak besok Ayah bilang Kakak harus menemani Ay buat beli Smartphone''.


''Setelah istirahat jam makan siang Kakak akan menemanimu''.


''Ok''.sambil membentuk jarinya seperti huruf O.


''Jagan seneng dulu,deger kan tadi apa kata Ayah kamu harus mulai kerja besok''.ucap Arkhan sambil bagun dari duduknya dan naik keatas untuk masuk kekamar.


''Iya''. jawab Ayra malas sungguh ini bukan lah profesinya.


Degan cepat iya berlari kekamar atas untuk mengistirahatkan tubuhnya karna besok dirinya harus bagun lebih awal kerna biasanya Arkhan akan pergi pagi sekali karna laki-laki itu sagat tidak suka membuang-bunag waktu.


******


'' Bik...bibik''....panggil Ben sambil berlari menuruni tangga.


''Ben kenapa kami itu suka sekali membuat gaduh seisi rumah''.tegur Adam saat melihat sang anak menjerit sambil memanggil Bik Atun.


''He..he...Ayah...anu Yah dasi Ben hilang''.hari ini senin.kalau gak pakai dasi Ben akan dihukum nyuci WC''.


''Wah bagus dong itu artinya biar kamu belajar untuk menghargai setiap pekerjaan yang dilakukan orang lain, contohnya Bik Atun''.kamu itu jagan bisanya hanya meyuruh dan menjerit saja coba dicari sendiri dulu,kalau gak ketemu juga baru deh minta duit buat beli lagi''.gurau Ayra saat menuruni tangga.


''Widih cakep tu mana duitnya bagi Ben sini''.berbicara sambil menegadahkan tagan.


''Apa-an orang Kakak bilang cari dulu baru beli, ini belum dicari sudah menjerit seperti tarzan''.


''Ha..ha.apa kau bilang dia belum mencari''?.. coba kau lihat kamarnya sekarang sudah seperti kapal pecah''.sambar Arkhan saat dirinya menuruni tangga dan tak segaja melihat kamar adik bungsunya yang sedikit terbuka.perlahan iya megintip matanya membulat sempurna saat meyaksikan sebuah kamar yang harusnya rapi kini malah berubah menjadi gudang barang rongsokan.

__ADS_1


''He..he...maaf..habis Ben pusing mencarinya dimana-mana tapi tidak ketemu juga''.


Ayra berlari naik kekamar atas menuju kamar sang adik.


''Ben''...pekiknya sambil berlari menuruni tangga.dan membawa sebuah dasi.


''Ini apa''.


''Lho kok ada''.. Kakak nemu dimana''.


''Dimana gundul mu''


''Kamu itu mencari sesuatu selalu saja begitu. dasi ada diatas kepala tempat tidur malah seluruh lemari yang kamu bongkar''.


''Nanti susun lagi''.


''Hah jagan donk Kak kalau Ben yang membereskan gak akan beres-beres nanti''.


''Sudah-sudah sana cepat pergi sekolah''.Bik Atun menegahi pertangkaran mereka.


''Nanti biar Bibik yang bereskan''.mendegar kata-kata Bik Atun seketiga wajah Ben menjadi cerah.


''Da Kakak Ben berangkat dulu''.ucapnya sambil melambaikan tagan sementara tuan Adam dan Arkhan hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Ben.


Dikantor


Seluruh karyawan menunduk hormat saat melihat Arkhan memasuki perusahaan.


''Kak Arkhan Ay kerja dimana''?...


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2