
Pukul 20.00 wib seorang wanita cantik tengah berjalan ke sebuah unit apartemen, ia sedang mencari nomor pintu seseorang.
Perempuan itu adalah Nindy, ia tengah berjalan ke arah pintu apartemen sang kekasih, dengan langkah yang tidak terlalu terburu-buru akhirnya Nindy menemukan pintu apartemen kekasihnya.
Ia pun menekan bell, tak lama seseorang membukanya dan memperlihatkan seorang lelaki berkaos hitam.
"Sayang kau sudah datang?" Ucap lelaki itu berbinar.
"Masuklah"
Nindy pun lantas masuk dan duduk disofa yang tak jauh dari sana.
Pria tersebut lalu mengambilkan minuman untuk Nindy kemudian duduk disampingnya.
"Sayang, jadi bagaimana? Apa kau sudah mendapatkan uang untuk membayar tagihan apartemen ku?"
"Maaf Kendrick, aku belum bisa mengumpulkan uang untuk membayar apartemen mu"
__ADS_1
Tatapan Kendrick berubah, padahal sedari tadi ia sudah menunggu Nindy supaya wanita itu memberikan uang yang ia minta.
"Kendrick apa tidak sebaiknya kau mencari pekerjaan?" Tanya Nindy dengan hati-hati.
Kendrick mendengus kesal, ia menunggu uang dari hasil Nindy bekerja, tetapi wanita ini malah menyuruhnya mencari pekerjaan.
"Sayang kau tahu aku sudah banyak dipecat dari berbagai perusahaan tempat ku bekerja, aku sudah lelah dengan semua itu. Aku butuh waktu untuk menyiapkan mental ku kembali" Ujar Kendrick beralasan.
"Ken kau tau apa alasanmu selalu dipecat dari perusahaan? Itu karna mereka tidak puas dengan hasil kerjamu yang tidak serius dalam menjalankan suatu pekerjaan" Nindy sedikit dibuat kesal dengan kekasihnya, ia tahu bagaimana kelakuan Kendrick yang bahkan sering tidak masuk kerja dengan berbagai alasan yang dia ajukan. Wajar saja jika perusahaan tersebut memecat pegawai sepertinya.
Mendengar ucapan Nindy Kendrick langsung merasa tersinggung karna Nindy seakan menyalahkan dirinya.
"Bu-bukan begitu maksudku, tapi jika kau terus seperti itu kau pasti akan terus dipecat dari berbagai perusahaan yang akan menerima mu bekerja" Kata Nindy yang memperjelas ucapannya tadi.
"Aku sudah bilang aku hanya butuh waktu!!"
"Lebih baik kau pulang sekarang, mood ku sedang tidak baik"
__ADS_1
"K-kendrick maafkan aku, kau salah paham" Seketika Nindy menjadi tak karuan, jika sudah seperti ini Kendrick tidak bisa dibujuk oleh apapun.
"Sudahlah, aku malas berdebat denganmu. Lebih baik kau mencarikan ku uang supaya aku tidak diusir dari apartemen ini" Setelah berkata seperti itu Kendrick beranjak dan memasuki kamarnya meninggalkan Nindy yang duduk sendirian disana.
Nindy hanya bisa menghela nafas berat, ia mesti lebih banyak bersabar untuk menghadapi sifat lelaki yang sudah menjadi kekasihnya selama 7 tahun terakhir ini.
Namun dilubuk hatinya Nindy berharap Kendrick berubah seperti awal ia mengenal pria tersebut, dimana Kendrick selalu bersikap manis dan tak penah menunjukkan sisi buruknya.
Dengan berat hati Nindy pun keluar dari apartemen Kendrick, padahal ia baru saja tiba disana tetapi mereka justru malah bertengkar.
Saat di mobil pun Nindy memikirkan bagaimana cara agar ia bisa mendapatkan uang untuk membayar tagihan apartemen milik Kendrick. Sudah beberapa bulan ini ia yang membayar uang tagihan apartemen Kendrick, bahkan ia juga memberikan sebagian uang yang ia punya untuk kebutuhan Kendrick sehari-hari, hingga saat ini uangnya hanya tersisa sedikit lagi.
Nindy juga memikirkan bagaimana mereka akan menyiapkan acara pernikahan jika Kendrick saja masih mengandalkan Nindy, pernikahan bukan hal yang mudah, banyak yang perlu disiapkan. Mungkin pernikahan mereka memang perlu ditunda.
"Apa aku meminjam uang pada Nona Dara saja ya?"
Lama Nindy menimang nimang, tapi ia memutuskan untuk tidak melakukan hal itu. Ia tak mau merepotkan siapapun sekali pun Dara memang orang kaya.
__ADS_1
"Tidak! Aku harus mendapatkan uang dari hasil kerjaku sendiri"