
''Dari mana saja kamu''?..
''Eehh...Arkhan kita lagi jalan-jalan kenapa''?..
''Turun''.
''Enggak jalan Azmi''.pinta Wiwik pada Azmi.
Sementara Azmi laki-laki itu kini binggung jalan atau dia hanya diam saja disini''?..mau jalan doi tidak enak hati degan Kakak ipar Bosnya itu, mau diam saja Wanita gila dibelakangnya ini malah memukul-mukul punggungnya kuat.
"Jalan Azmi kalau gak punggung lho gue gigit ni"?..
"Iya iya".jawab Azmi pasrah.
Sementara Arkhan sudah sagat kesal degan ulah Wiwik dirinya sudah capek-capek mencari wanita itu eehh...taunya Wiwik malah enak-enakkan sama laki-laki lain.
"Turun Wik".
"Tancap Azmi".
"Wwuuussss".motor pun melaju degan kencangnya.
Arkhan hanya diam termenung melihat kelakuan sahabat Adiknya itu,entah kenapa iya sagat geram sekali degan gadis itu.
Itu semua karna mulut Wiwik tidak bisa diam.bahkan Arkhan sampai mencium bibir wanita itu agar iya bisa berhenti bercelotah.
Berhenti sih tapi Wiwiknya malah pergi meninggalkan-nya sendiri didalam ruagan.bahkan Arkhan sudah mencari wanita itu kemana-mana sampai Arkhan melewatkan meeting tadi pagi dikantornya,itu semua hanya karna ulah Wiwik.
Namun setelah wanita itu iya temui lagi dan lagi Wiwik kabur darinya.
''Kak Arkhan ngapain disini''?Ayra menepuk pundak Kakaknya itu pelan.
"Mau makan siang,kalian mau ngapain kesini".
"Mau makan juga bareng yuk Kak"?
"Hem". hanya itu jawaban Fildan dan langsung melangkah kedalam.
Diikuti Ayra dan Fildan dari belakang.
"Kak Ay pesankan kepiting super pedas ya Kak".lirihnya penuh semagat.
"Jagan nanti Adek sakit perut".
"Iiisss Aa''.
''Gak apa-apa kan Kak"?..sambungnya lagi sambil menoleh kearah Arkhan meminta bantuan.
"Ha...ha''...tawa Fildan pecah saat melihat Arkhan hanya diam sambil melamun entah apa yang Kakak iparnya itu lamunkan.
Mungkin kah Arkhan sedang jatuh cinta"?..
Oh..tidak mana mungkin ada yang jatuh cinta degan patung berparas tampan seperti Arkhan. bisa-bisa wanita yang mencintai Arkhan akan ikut kaku seperti Kakak Iparnya itu.
"Kak".
Arkhan tetap diam.
"Kak Arkhan kesambet cewek kali Dek".bisik Fildan tepat ditelinga Ayra membuat wanita itu mengeryit dan menatap suaminya inten.
"Kak Arkhan kenapa"?..tanya Ayra memastikan.
Arkhan tetap diam.
"Kak Arkhan".Ayra memanggil degan suara melengking dan menepuk bahu Kakaknya kuat.bukan hanya Arkhan saja yang sadar. bahkan penghuni rastoran yang lainnya juga ikut menoleh.
"Eh..iya ada apa"?..
"Nah tu kan bener apa yang Aa bilang".
"Kakak jatuh cinta sama siapa"?
Arkhan mengeryit jatuh cinta,apa maksut pertayaan adiknya itu"?..
__ADS_1
"Enggak Kakak gak lagi jatuh cinta".jawabnya cepat.
"Serius ntar nyesel lho kalau tu perempuan keburu diembat orang".
"Iya Kakak mau kayak Fildan kemaren".celetuk Fildan membuat doi mendapatkan cubitan diperut dari istrinya.
"Aw sakit sayang".lirihnya sambil mngusap perutnya yang dicubit istrinya.
"Kok makanannya belum datang-datang".
Lah pertanyaan Arkhan membuat semua orang yakin bahwa laki-laki itu sekarang sedang jatuh cinta degan seseorang.terlihat jelas dari gelagat dan cara Arkhan berbicara.
"Belum dipesan Kak".
"Lho kok belum"?
"Kakak sih ditanyain dari tadi bukannya jawab malah melamun mulu".
"Emang tadi Adek nanya apa"?..
"Ay mau kepiting super pedas Kak".kesempatan karna sekarang Kakaknya itu sedang tidak pokus.
"Ya susah pesan saja".nah tu-kan Ayra sudah hampir melompat senang,beda lagi degan Fildan yang langsung mendelik menatap istri bandelnya itu.
*****
"Waaah"..mata Ayra langsung berbinar saat melihat makanan yang iya pesan sudah tersaji dimeja makan.
"Kak bukain".
"Suami kamu kan ada Dek".
"He...he...dia gak mau Kak".jawabnya pelan sambil mendelik menatap Fildan.
"Aa denger dek".
"He..he...bukain".berbicara sambil mendorong
piring kepiting didepan suaminya degan wajah memelas.
"Iya janji".membentuk tagannya seperti huruf V.
"Ya sudah sini".
''Aakk''.Fildan langsung menyuapi istrinya degan telaten.
"Huuua...pedes Aa".berbicara degan mulut yang terbuka lebar menahan pedas.
"Ini Dek makan lagi masih banyak".Fildan berbicara sambil mendorong piring berisikan kepiting tepat didepan istrinya itu.geram sekali iya melihat tingkah Ayra yang bandel.
"Bukain tapi".
Haduh Fildan pikir Ayra akan kapok karna sudah kepedasan taunya istrinya itu malah nambah.
''Sudah Dek iiihh...pedas itu"!!..nanti perutnya sakit lho''.Fildan berbicara degan kepala yang mengeleng-geleng melihat tingkah istrinya itu.
Ayra memang susah dilarang jika sudah berhubugan degan kepiting.
"Aa Ay ketoilet dulu".lirihnya yang meringgis menahan sakit diperutnya setelah selesai makan.
''Lah...lah...tu kan tadi dikasi tau gak mau denger,kan gini jadinya kalau gak mau dengerin suami''.Fildan sudah merepet panjang leber.
Sementara Arkhan hanya menetap adik perempuannya datar,doi sudah terbiasa degan tingkah Ayra yang seperti ini,Ayra kalau sudah makan kepiting ya susah dilarang. trus kalau makannya terlalu pedas ya begini akan sakit perut.
''Aa antar Dek''.sudah igin melangkah mendekat.
''Gak usah Aa Ay bisa sendiri kok''.berbicara dan langsung ngacir menuju toilet.
''Hedeeehh''....desah Arkhan panjang sambil beranjak dari duduknya.
''Kakak jalan duluan Fildan''.
''Eehh...iya Kak''.
__ADS_1
''Harus sabar menghadapi Ayra dia karang-kadang masih kekanak-kanakan''.
''Iya Kakak tenang saja''.berbicara sambil mengacungkan jempol.
Setelah Arkhan pergi degan cepat Fildan menyusul Ayra karna iya benar-benar kawatir degan istrinya itu sekarang.
Didepan Toilet
''Hay gimana kabarnya baik''?..
Mata Ayra membelalak kaget,saat melihat Irfan sedang berdiri didepan pintu toilet.
''Kenapa diam apa Adek tidak merindukan Mas''.
Ayra tak bergeming iya degan cepat melangkah menjauh dari Irfan .
Namun tagannya degan cepat dicekal Irfan.
''Kenapa buru-buru,apa Adek takut degan suami Pebinor Adek itu''?.Irfan tertawa mengejek.
''Jaga mulut samapah mu,jagan pernah menghina suami saya degan mulut kotor mu itu''.geram Ayra sambil menghempaskan tagan Irfan kuat.
Irfan malah tertawa keras hinga beberapa orang yang ada disana menatap mereka aneh.
''Gila''.umpat Ayra sambil melangkah igin pergi.
''Mau kemana kamu''?.sudah degan wajah yang tidak bersahabat.
''Lepas gak atau''.
Ayra mencoba untuk menendang inti tubuh Irfan namun degan cepat laki-laki itu mengelak.
Kemudian Irfan tergelak,melihat Ayra yang gagal menghajarnya.kemudian berkata.
"Wah kau gagal melukainya,tapi Mas rasa kau harus merasakannya".tersenyum mesum sambil meneliti tubuh Ayra yang masih ditutupi gamis syar'i.
"Bajigan kau.lepaskan gue,pergi lo bajigan... Aa tologin Ay Aa".Ayra sudah menjerit meminta tolong tapi degan cepat Irfan menutup mulut Ayra degan telapak tagan.doi takut jika orang lain degar iya bisa-bisa dimasa penghuni rastoran.
Irfan menyeret tubuh Ayra keluar dari restoran.
Berkali-kali wanita itu memberontak namun tenaga Ayra kalah kuat degan tenaga Irfan.
*****
''Ayra kenapa lama sekali''.lirih Fildan terus berjalan menyusuri toilet.
''Mbak masih ada yang didalam gak''?Fildan bertanya pada salah satu wanita yang beru saja keluar dari toilet.
''Gak ada Mas''.wanita itu menjawab degan wajah heran dan menatap Fildan aneh.
''Maaf Mbak jagan salah Faham dulu,saya cuman mau mencari istri saya,dari tadi dia ketoilet namun sampai sekarang iya belum juga kembali''.
Oh..ya ampun ampuni wanita yang satu ini telah berprasangka buruk.
''Tapi didalam sudah tidak ada siapa-siapa Mas''.
Fildan tidak bertanya lagi iya langsung saja berlari memasuki toilet.
''Sayang..kamu dimana Dek''?.hening toilet sunyi tidak ada satu orang pun didalamnya.
''Kamu diamana sayang''.
πΉπΉπΉπΉ
Jagan lupa like vote hadiah dan komennya karna itu semua adalah semagat buat outhor.
Dan makasih banget untuk semua dukugan kalian berkat kalian novel ISTRI TAK DIHARGAI
LULUS KONTRAK
Makasih sekali atas semua dukugan kalian.πππππmohon maaf juga jika novel outhor masih banyak kekuragan mohon jika ada kesalahan kritik outhor degan kata yang bijak insya allah akan outhor perbaiki jika ada waktu.
Segini aja outhor tu udah seneng baget.πππ
__ADS_1
Tbc.