
Malam harinya
Dara, Albert, Mike, dan juga Nindy kini tengah menikmati makan malam mereka. Kali ini suasana di ruang makan itu terlihat sangat hening, tak ada obrolan-obrolan yang terucap di bibir masing-masing insan tersebut.
"Aku sudah selesai, kalian lanjutkan makan malamnya. Aku akan langsung ke kamar" Ucap Dara pada ketiga orang disana.
"Baik Nona"
"Baik Nona"
Balas Mike dan Nindy secara bersamaan, sedangkan Albert yang berada disana juga nampak buru-buru menghabiskan makan malamnya.
"Aku juga sudah selesai, aku keluar dulu" Ucap Albert yang menyusul kepergian Dara.
Saat di tangga langkah Dara terhenti ketika Albert memanggilnya.
"Tunggu sayang!"
Dara menautkan kedua alisnya, ia bingung kenapa Albert justru mengikuti dirinya yang akan masuk ke dalam kamar.
"Ada apa Al?"
"Tidak ada apa-apa, ayo kita masuk ke kamar" Ajak Albert.
"Tunggu!" Kali ini Dara yang menghentikan langkah kaki pria itu.
"Al kenapa kau malah mengikuti ku?" Tanyanya.
"Tentu aku mengikuti mu karna kita akan tidur bersama di kamar mu seperti kemarin" Jawab Albert dengan santai.
Dan seketika Dara langsung tertawa.
"Hahaha jadi kau pikir kau akan tidur dikamar ku, begitu?"
"Tentu saja" Sahut albert.
__ADS_1
Dara menggeleng sembari tersenyum, pantas saja Albert mengikuti dirinya.
"Tidak Al, kita belum menikah. Mulai sekarang aku tidak akan mengizinkan mu tidur dikamar ku sebelum kita menikah"
Mendadak Albert dibuat terkejut dengan perkataan wanita itu, Dara tak mengizinkan nya tidur bersama? Lantas untuk apa ia menginap?
"Tapi sayang tadi siang kau mengizinkan ku masuk ke dalam kamar mu tapi kenapa sekarang tidak boleh?" Tanya Albert dengan nada yang terdengar kecewa.
"Itu karena kita memang harus berbicara empat mata, makanya aku mengizinkan mu untuk masuk ke kamarku" Jelas Dara.
"Tapi jika aku tidak tidur dikamar mu lantas aku tidur dimana?"
"Tentu di kamar tamu" Jawab Dara.
"Tapi sayang aku masih ingin bersama mu, aku ingin tidur dengan mu..." Ucap albert memelas, ia terlihat seperti anak kecil yang minta dibelikan permen.
Dara menggoyangkan jari telunjuknya tanda tidak boleh, dan itu membuat Albert semakin mengerucutkan bibirnya.
"Sayang kau jahat sekali padaku" Hardik Albert tak serius.
Dara terkekeh, ia mendekat dan menangkup kedua pipi Albert.
Albert menghembuskan nafas berat, akhirnya ia hanya bisa mengangguk dan tak membantah.
"Baiklah jika memang tidak bisa, tapi berikan aku ciuman selamat malam" Pinta Albert dengan senyum yang mengembang kembali.
Dara menimang nimang permintaan lelaki dihadapannya ini, ia sedikit kebingungan untuk mengiyakan permintaan Albert atau tidak.
"Baiklah, tapi hanya sekali"
Tanpa menunggu lama Albert langsung melahap bibir Dara dengan rakus, ia melum*at benda kenyal itu tanpa ampun hingga Dara sendiri pun dibuat kesusahan untuk mengimbanginya.
"Mmh.... Al...."
Albert semakin menahan tengkuk Dara, tak membiarkan perempuan itu menjauh sendikitpun.
__ADS_1
Disisi lain Mike dan Nindy yang baru saja keluar dari ruang makan berjalan bersama-sama ke arah ruang tengah, tetapi belum sampai di sana mereka berdua sama-sama dibuat terkejut.
Mata Mike terbelalak dengan lebar sedangkan Nindy membuka mulutnya spontan sangking dirinya terkejut.
Mereka melihat bagaimana Albert mencium Dara dengan begitu buas dengan satu tangan yang merem*s bok*ng sintal Dara.
Kedua insan itu sama sekali tak menyadari kehadiran Mike dan Nindy yang melihat mereka dari jarak beberapa meter tersebut.
Mike langsung menarik lengan Nindy dan membawanya ke halaman belakang, ia tak mau sampai Albert dan Dara tau jika sedari tadi mereka menyaksikan adegan panas sepasang kekasih itu.
Setelah sampai di taman belakang barulah Mike melepaskan pegangan tangannya. Nindy masih tak bersuara, wanita itu terlihat masih syok dengan apa yang baru saja ia lihat.
Mike yang melihat itu merasa keheranan.
"Ada apa denganmu?" Tanya Mike yang masih menatap Nindy dengan aneh.
"Aku baru tau jika Tuan Albert begitu liar" Ungkap Nindy blak-blakan.
Mike langsung terbahak-bahak saat itu juga, gadis di sampingnya ini terdengar begitu polos, tapi tak dipungkiri jika ia sendiri baru pertama kali melihat bos nya berciuman, meski dari dulu ia sering melihat Albert menggandeng beberapa wanita.
"Kau ini seperti tidak pernah lihat orang berciuman saja, lagipula aku yakin kau juga pernah berciuman" Ejek Mike yang langsung dipelototi oleh Nindy.
"Kau jangan bicara sembarang ya! Dasar tidak sopan!"
Mike hanya mengangkat bahunya malas, sebenarnya ia cukup penasaran apakah wanita disampingnya ini pernah berciuman atau tidak karna ekspresinya saat melihat atasan mereka berciuman begitu terkejut.
"Apa kau memang sering melihat mereka berciuman saat dulu?" Tanya Nindy pada Mike.
"Tidak, aku jarang mengunjungi rumah Tuan Albert"
Nindy pun mengangguk tanda mengerti, sebenarnya ini pertama kali Nindy melihat orang berciuman secara langsung, biasanya ia hanya melihat adegan seperti itu di TV ataupun di film-film yang kadang ia tonton di handphone.
"Huff.... Tidak bisakah mereka berciuman biasa-biasa saja? Mereka berciuman seperti ingin melahap sesuatu dengan terburu-buru"
Mike tersenyum kecut, ia tak mengerti apa yang sedang dipikirkan wanita itu.
__ADS_1
"Kau ini kenapa? Memangnya apa salahnya dengan ciuman mereka?"
"Tidak ada, hanya saja aku geli melihatnya" Jawab Nindy jujur.