Istri Tak Dihargai

Istri Tak Dihargai
par63


__ADS_3

''Dari mana saja kamu seharian''?..Zainal masih bertanya degan wajah kesalnya.


''Bulan madu Pa''.jawabnya santai tampa beban.


''Bulan madu Embahmu''.kesal Zainal melihat tingkah bocah tuanya itu.


Sementara Ayra doi langsung tepuk jidat,malu sekali mendegar ucapan suaminya.dasar Fildan.


''He..he...maaf Pa Fildan kelepasan gak tahan''.


Aduh asli Ayra benar-benar malu bahkan Bunda Fatma kini wajahnya memerah menahan malu, akibat ulah putranya sendiri.


''Masuk sana Fildan pusing kepala Papa mendegar jawaban kamu''.


Fildan bernafas lega akhirnya iya bisa lepas dari Papanya.karna memang itu tujuanya hinga iya berbicara nyeletuk tak karuan.


Pandagan Fildan beralih menatap Ayra kemudian melangkah mendekati wanita yang sedang duduk bersebelahan degan Bunda Fatma.


''Ayo sayang naik''.lagi-lagi Fildan menggandeng tagan istrinya.


''Pa..Bunda...Ay keatas ya''?..


''Iya sayang''.jawab Bunda Fatma sambil tersenyum


Sementara Zainal hanya meganggukkan kepalanya saja.


''Lihat anak mu Bun susah sekali diatur''.celetuk Zainal sambil mendelik menatap Fildan yang sudah menghilang masuk kedalam kamar.


''Anak Papa juga''.


''Ya..ya..Pa..Pa...tau,Ambil piring Bun''.


''Buat apa Pa''?..


''Makan nasi uduk hasil sogokan anak Bunda''.


''Hem..murahaan baget sogokannya''.


''Bukan dari harganya Bun tapi dari rasanya Delicious''.ucap Zainal sambil memperagakan seperti seorang koki terkenal.


''Terserah Papi saja''.berbicara sambil melangkah menuju dapur.


''Ini piringnya''.


''Makasih sayang,ini sisanya kasikan sama Bibik,suruh bagikan sama penjaga diluar''.Berbicara sambil menyerahkan plastik kresek kepada istrinya.


''Bik..Bik...''.


''Bunda...Bunda''....terdengar suara Fildan yang melengking sambil setegah berlari menuruni tangga.


''Aduh apa lagi ini anak''.grutu Zainal saat melihat kedatagan Anaknya.


''Ada apa sih Fildan bisa gak sih gak usah menjerit seperti tarzan begitu''.


''He...he...maaf Bunda Fildan pegen ngambil nasi uduk El Bunda''.berbicara sambil membuka plastik kresek yang ada diatas meja.


Bunda Fatma dan Papa Zainal hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah putranya.


''Makasih Bunda''.setelah berhasil mendapatkan apa yang iya cari Fildan langsung saja ngacir kembali menuju kamar.masih degan cara yang sama..berlari.

__ADS_1


Pagi menjelang


''Fildan berangkat Bunda''.Fildan menyalami tagan kedua orang tuanya diikuti Ayra yang selalu ada disampingnya,setelah mereka selasai sarapan pagi itu.


''Nanti jagan mau lagi kalau anak tenggil ini membawamu kabur''.Bunda Fatma berbicara sambil mendelik menatap Fildan kesal.


''Iya Bunda''.jawab Ayra sambil meganguk patuh.


***


''Lho kok Ay dibawa kesini Aa''?.tanya Ayra heran saat mereka telah sampai didepan kantor Papa mertuanya.


"Mulai hari ini kamu kerja disini sama Aa".


"Tapi Aa Ay belum pamit sama Kak Arkhan".


"Tenang saja Aa sudah kasi tau sama Kak Arkhan,ayo turun".Ayra mendesah panjang suaminya ini selalu saja berbuat semaunya,apa jadinya Ayra jika harus dikawal Fildan selama dua puluh empat jam.bisa-bisa Ayra tidak punya teman,bahkan Ayra akan sulit untuk berinteraksi degan orang lain.


"Ayo sayang".lagi-lagi Fildan mengulurkan tagannya megejak Ayra keluar karna sedari tadi wanita itu hanya diam didalam mobil.


"Iya Aa". jawabnya sambil menjulurkan kaki keluar dari mobil.


"Pagi Pak".sapa karyawan kantor sambil melihat tagan Fildan yang menggengam tagan seorang wanita yang sagat cantik menurut mereka.


"Itu siapa waah...kita kecologan ternyata presdir sudah punya pacar".


"Iya ya waaahh..gue patah hati".celetuk yang satunya lagi sambil memegang kedua pipinya dan menampilkan wajah kecewa.


"Iya bukankah itu artinya hari ini hari patah hati satu kantor".celetuk yang satunya lagi.


"Kalian semua kenapa".seorang wanita degan pakaian **** datang menghampiri kerumunan karyawan yang sedang bergosip.


"Apa yang kalian maksud".bertanya degan nada kepo.


"Ehhh...he..he...kita lagi membahas Pak Presdir Buk".


"Ada apa degan Presdir".bertanya degan dahi yang mengeryit penasaran.


"Tteeeerrryata...Pak Fildan sudah punya kekasih".


"Krek...krek...


Sunyi


"Ah...sudah lah yang penting janur kuning belum melengkung''.


''Apa kate lu pade Mereka itu suami istri keles, lho gak lihat Tv atau rumah lu pade kagak punya Tv''?celuk karyawan yang baru saja nongol.


''Beneran widih itu lebih parah lagi".mereka mendesah sama-sama kemudian beranjak kemeja kerja masing-masing.


"Aa ruagan kerja Ay dimana"?


"Disana sayang disebelah ruagan Aa,Aa gak mau jauh-jauh dari Adek".


Ayra mendesah panjang,begini lah hidup dapat suamin seperti Irfan hidup bagai kan didalam karung pengap sulit untuk bernafas.tapi jika hidup degan suami yang posesif seperti Fildan entah lah Ayra harus bersukur atau menangis.


"Ya sudah Ay keruagan Ay dulu Aa".


"Iya sayang".

__ADS_1


"Cup"satu kecupan iya hadiahkan untuk istri tercintanya yang sedang berwajah masam.


Fildan tau iya sedikit berlebihan tapi itu semua iya lakukan demi kebaikan istrinya,iya tidak igin istrinya kenapa-napa apa lagi dicelakai oleh Irfan atau pun sekutunya,karna Fildan tidak bisa memprediksikan siapa yang sudeh bekerja sama degan Irfan.


"Selamat bekerja sayang,jagan manyun dong senyum".berbicara sambil menarik kedua sudut bibir Ayra degan jarinya.


"Iya daa Aa".pamit Ayra sambil berlalu entahlah mau pamit keruagan sebelah saja seperti mau pamit pergi kehutan amazon banyak sekali ulah suaminya itu.


"Pak".baru saja Fildan igin memulai pekerjaannya Sekretaris yang kemaren masuk kedalam ruagannya tanpa permisi.


''Apa kamu tidak punya tagan''?..sehingga kamu tidak bisa megetuk pintu dulu sebelum masuk keruagan saya".


"Eh...maaf Pak".mulunya meminta maaf tapi kakinya melangkah mendekati Fildan.


"Ada apa".bertanya degan nada ketus,sungguh iya benar-benar tidak nyaman degan pakaian wanita yang ada didepannya sekarang.


''Maaf kalau saya boleh tau kenapa saya dipindahkan menjadi karyawan biasa Pak''?..bertanya sambil duduk hinga Fildan bisa melihat belahan dada bahkan buah dada wanita yang ada didepannya menyumbul keluar, sangking sempit atau sangking besarnya buah dada wanita ini sampai keluar begitu. Fildan sengguh tidak megerti degan mahluk yang ada didepannya sekarang.


''Maaf saya hanya igin wanita yang menjadi sekretaris saya adalah wanita yang sopan dan menutupi Auratnya".sindir pedas dari Fildan sama sekali tidak digubris Klarisa.


"Massa sihh"...bertanya degan nada menggoda.


"Asssem".lirih Fildan sambil meraup wajahnya kasar kemudian berkata.


"Keluar sekarang atau buah labu siam mu saya pecahkan".reflek wanita itu langsung menutupi dadanya dan tersenyum menggoda.


"Keluar ngak".Fildan berbicara sambil megangkat satu buah buku yang sagat tebal.


Akhirnya degan terpaksa Klarisa ngacir lari keluar dari ruagan.


"Wanita sinting".umpat Fildan yang kembali fokus degan pekerjaannya.


Ditempat lain.


''Pak saya harus bagai mana ini''?..lagi dan lagi Arkhan meminta Wiwik untuk datang kekantornya.


Kali ini Wiwik tidak dilarang lagi untuk menemui Arkhan itu semua karna doi perginya degan Arkhan.


Tapi masih sama entah kenapa Arkhan sagat suka membuat orang lain menunggu.


Pertama kemaren Ayra lah sekarang Wiwik entah lah"?..apa mungkin ini adalah hobi dari seorang Arkhan"?..


"Tunggu lah sebentar''.berbicara tapi tagannya masih sibuk degan laptop didepannya.


''Aduh Arkhan biginilah nasip jadi orang susah''.Wiwik berbicara lirih tapi masih bisa didegar Arkhan.


''Pak saya bisa keluar saja gak''?...


🌹🌹🌹🌹


Arkhan rajanya kalau soal ngerjain orang.


Hadiah like vote and komen donk makasih


Bay...bay...😍😍😍


Mampir yuk dinovel outhor yang lain gak kalah seru lho👇👇👇👇


__ADS_1


Tbc.


__ADS_2