Istri Tak Dihargai

Istri Tak Dihargai
par84


__ADS_3

Seperti yang Fildan katakan tadi malam, bahwa dirinya akan pindah kerumahnya yang ada dihutan.


Dan sore ini mereka berdua pindah. Ayra juga sudah memberikan pengertian kepada Ayah dan juga Arkhan,dan akhirnya dengan berat hati kakak laki-lakinya itu memberikan Izin meskipun dengan hati yang berat.


Bukan tanpa Alasan. Arkhan masih ingat bagai mana perlakuan Adik iparnya itu kepada adik perempuan satu-satunya.namun mengingat Ayra yang memohon-mohon kepadanya,Arkhan dengan terpaksa melepaskan sang adik untuk pindah.namum dibalik itu iya tidak akan tinggal diam.


Disepanjang perjalanan tak sepatah pun kata yang mereka berdua bicarakan.


Ya Fildan dan Ayra pindah setelah sesaat mereka pergi kemakan sang Ibu.


Tepat pukul satu siang Fildan dan Ayra sampai kerumah milik Fildan.


Setelah sampai didepan rumah Fildan langsung melangkah duluan tampa memperdulikan istrinya.


Ayra hanya bisa menarik nafasnya panjang kemudian berjalan mengikuti suaminya.


Setelah sampai Ayra langsung melangkah menuju kamar yang pernah mereka tempati,namun iya sama sekali tidak menemui suaminya.


''Kemana Aa''.lirihnya sambil melihat sekeliling kamar,namun iya tidak menemukan suaminya.


"Aa".panggil Ayra karna jujur doi benar-benar sagat takut tinggal dihutan ini.


"Aa".lirihnya sudah igin menaggis sambil mencari-cari keberadaan sang suami.


''Ada apa''?.tanya Fildan sambil keluar dari kamar sebelah.


''Aa dari mana''?.


''Dari kamar sebelah''.


''Nagapain''?..

__ADS_1


''Istirahat''.masih menjawa dengan mode acuh.


''Kenapa ngak istirahat dikamar kita Aa''?.


''Ck,apa Adek lupa apa yang Aa katakan kemaren''.


''Tapi Aa''?.Ayra bebicara dengan suara serak karna sudah menagis.


"Sudah sana Aa mau istirahat".


"Sampai kapan kita harus seperti ini Aa"?..tanya Ayra lirih.


"Sampai kamu bisa membuktikan yang sebenarnya".


"Besok kita tes DNA Aa mau"?.


"Itu sagat beresiko Aa ngak mau jadi laki-laki egois".


Fildan tidak perduli doi langsung melangkah pergi,bukan tidak perduli lebih tepatnya Fildan tidak sanggup mendengar perkataan istrinya, hatinya ngilu dan sakit setiap mendengar apa yang Ayra ucapkan. namun lagi dan lagi ucapan Irfan terngiang-ngiang ditelinganya.


Apa yang harus iya lakukan''?..dimana iya harus mencari bukti''?..sementara orang yang bersangkutan tidak mau jujur dan bahkan Irfan rela mati membawa semua kebenaran.


"Aaarrrgg..hiks...kenapa jadi seperti ini ya Allah".Fildan berlimpuh diatas lantai kamar. menumpahkan segala sesak didadanya mengingat semua kenyataan pahit yang iya hadapi didalam rumah tangganya.


"Kenapa harus seperti ini ya Allah,apa yang barus aku lalukan"?.tangisnya sambil berkali-kali mengusap wajahnya kasar. bahkan berkali-kali laki-laki yang belum genap dua puluh enam tahun itu menjambak rambutnya frustasi.


Sementara Ayra juga meratapi semuanya, apa yang harus iya lakukan sekarang''?..bagai mana bisa keluarganya yang harmonis menjadi berantakan seperti ini''?.. hanya karna seorang Irfan.laki-laki yang saat ini sagat dibenci Ayra.


''Ibu Ay harus apa Bu''?.lirihnya menaggis sedih sambil mengusap perutnya lembut.


''Maafin Mama sayang jika sampai saat ini Mama belum bisa membukatikan apa-apa tentang kamu Nak''.

__ADS_1


Lelah menagis hinga membuat Ayra maupun Fildan terlelap dalam tidurnya.


Hari pertama puasa bahkan sahurpun mereka lakukan dalam diam,sore hari yang seharusnya menjadi momen yang sagat mengesankan disaat hari pertama puasa, namun puasa tahun ini adalah puasa yang sagat menyedihkan baik bagi Ayra mau pun bagi Fildan.


Pasalnya sedari tadi Ayra menunggu suaminya pulang namun sudah hampir berbuka puasa Ayra sama sekali tidak melihat batang hidung suaminya itu,padahal hari ini kantor tutup tapi entah kemana gerangan suami Ayra itu''?.


''Aa kemana''?.lirih Ayra sambil mencoba untuk menghubungi Fildan, namun hasilnya tatap nihil Fildan sama sekali tidak mengangkat telfonnya.


Suara burung dan hewan melata lainnya sudah mulai terdengar, Ayra sudah mulai ketakutan bahkan air matanya kini sudah mulai mentes dengan tubuh yang bergetar takut.


''Aa..hiks...hiks...Aa dimana''?.lirihnya sambil tetap duduk diruagan makan.


Sudah masuk waktunya berbuka namun Fildan tetap tidak terlihat. Ayra masih tetap menunggu suaminya,wanita itu hanya membatalkan puasanya dengan meneguk segelas air putuh.kemudian melaksanakan sholat Mahrib.


Setelahnya Ayra mesih duduk menunggu suaminya, namun wanita itu tidak menunggu suaminya diluar melainkan didalam kamar.


Terdengar suara yang sagat menakutkan menurut Ayra, entah itu apa membuat wanita hamil itu berinsut disudut tempat tidur degan tubuh bergetar dan air mata yang membanjiri wajah cantiknya.


Sudah hampir pukul sepuluh malam sesaat Ayra mendengar suara pintu yang dibuka membuat Ayra semakin ketakutan.mungkinkah itu maling ataukah itu suaminya''?.. yang pasti Ayra sagat ketakutan hinga iya tetap bersembunyi dibalik tempat tidur dengan wajah menelungkup disela pahanya.


''Krek''.pintu kamar terbuka.


🌹🌹🌹🌹


Lah Fildan tega bener😭😭😭


jagan lupa hadiah like vote and komen.


Makasih


bay..bah..πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2