Istri Tak Dihargai

Istri Tak Dihargai
par 71


__ADS_3

Ayra langsung membeku disaat Siti telah selesai menceritakan Ciri-ciri dari laki-laki yang datang kekampung ini.


Irfan,mumgkinkah Irfan mencarinya sampai kesini dan sampai saat ini.apa tuajuan laki-laki itu menculiknya"?...dan mencarinya sampai sekarang.yang paling membuatnya heran penampilan dan gaya laki-laki itu kini sudah berubah delapan puluh derajat.


"Mbak kenapa"?.Siti langsung menepuk pelan bahu Ayra yang kini sudah terduduk diatas kasur.


''Eeeh..engak''.jawabnya tergagap menbuat Siti menetapnya heran.


''Siti''.panggil Ayra lembut.


"Iya Mbak".


"Mbak boleh minta tolong".


"Insya allah Mbak kalau Siti bisa bantu pasti Siti bantu".


"Tolong jagan pernah katakan pada laki-laki yang kamu katakan tadi bahwa kamu mengenal Mbak".


Siti mengeryit kemudian bertanya.


"Kenapa Mbak"?..


"Karna dia lah laki-laki yang sudah menculik Mbak".


"Masak sih Mbak"?..tapi kayaknya dia orang baik kok Mbak".ucapnya merasa tidak percaya degan ucapan Ayra.


"Mbak berbicara benar Siti,untuk apa Mbak membohongi mu,Mbak sagat mengenal laki-laki itu,laki-laki yang telah membawa Mbak hinga Mbak sampai ketempat ini,dan dia juga yang membuat Mbak berpisah dari suami dan keluarga Mbak".nada Ayra sudah mulai getir karna saat ini hatinya sagat merindukan keluarganya,Ayah,Bunda,Papanya dan Juga kedua saudaranya.


Dan suami tercintanya"Fildan". adalah laki-laki yang selalu ada disetiap nafasnya.


''Bagai mana kabarmu sekarang Aa''?..lirih Ayra degan meneteskan air matanya.


''Eeehhh..Mbak kok nangis".Siti sudah mulai panik saat melihat air mata Ayra yang sudah mulai menetes.


''Ngak Mbak cuman kagen keluarga Siti".jawabnya sambil menghapus air matanya.


"Sabar ya Mbak,maaf Siti ngak bisa bantu Mbak karna Siti gak punya uang Mbak".ucapnya degan wajah sedih.


Ayra menatap wajah Siti lembut".


"Siti didaerah sini ada ngak ya yang punya hendphone atau apa gitu yang bisa untuk menghubungi keluarga".


"Ada sih Mbak tapi kita harus turun kehutan dulu baru dapet jaringan Mbak".


Ayra mendesah panjang,bagai mana dirinya harus kehutan,sementara Irfan masih berkeliaran dikampung ini.Ayra harus bagai mana sekarang".pikirnya.


"Kehutan ya"?..


"Iya Mbak kehutan".


"Mbak takut kehutan Siti,karna orang yang menculik Mbak,tempat persembunyiannya tidak terlalu jauh dari sana".


"Oh..gitu ya Mbak".


Tampa Ayra dan Siti sadari**menguping dibalik pintu kamar.

__ADS_1


Setelah mendengar apa yang kedua wanita itu bicarakan,Laki-laki berjengot itu langsung melangkah pergi keluar rumah,dan duduk termenung dibelakang rumah.


''Apo liang kau duduk disiko Nak''?..seorang wanita paruh baya datang menghampiti **** yang duduk terdiam disana.


"Tak ado Mak".jawabnya singkat sambil tetap melamun.


"Apa kau suko samo Elvi Nak''?tanya Emak saat melihat gelagat aneh anaknya.


''Dia istri orang Nak,kau tau kan dio sedang hamil''.


''Aku tau Mak''.Jawab Fadil sambil mendesah panjang,seumur hidupnya belum pernah iya merasakan perasaan aneh ini,namun entah kenapa saat dirinya mengenal Ayra lebih lama hatinya merasa damai dan hidup.


''Dio indak sebanding samo kito Nak,dio uang kota,lah Awak uang utan Nak''.


''Iyo Mak aku tau''.jawabnya pasrah.


''Abang Atak Ayra ondak makan ikan bakar Bang''.Siti yang baru saja datang memberitahukan jika Ayra sedang mengidam makan ikan bakar.


Fadil berdiri kemudiaan beranjak dari tempatnya,sebelum pergi Fadil meraih pancing dan melangkah pergi kelaut.


Senepis adalah hutan yang berdampigan degan laut.namun karna banyaknya buaya membuat masyarakat disana menjadi engan dan takut untuk mencari ikan dilaut.


''Bang''.Ayra memanggil laki-laki itu sambil berjalan mendekatinya.


"Apa"?jawabnya karna doi sudah belajar bahasa Ayra kepada sang Adik.


"Ikut Bang".


"Apa kau tidak takut"?.


"Ok ayo".


"Bang jagan ajak Mbak Elvinya kesungai takut buaya Bang".


"Lalu Abang harus mancing dimana"?hanya disungai yang ada ikan air asin,Elvi kan tidak menyukai ikan air tawar".


"Ngak kok Bang sekarang Elvi lagi kepengen ikan bakar air tawar".lirihnya entah kenapa iya sagat megiginkan ikan air tawar yang selalu dimakan suaminya.


"Oh..baik lah".


"Ayo".sambungnya lagi sambil melangkah pergi diikuti Ayra dari samping.


Ayra berjalan mengikuti Fadil degen Hendy yang menutupi kepalanya dan sebuah masker yang diberikan Siti menutupi wajahnya.


Sudah sagat lama Ayra tidak keluar rumah hinga membuatnya suntuk bukan main.


Hinga membuatnya nekat untuk keluar rumah paling tidak saat ini iya keluar degan Fadil,iya merasa yakin laki-laki disampingnya bisa melindungi dirinya.


"Duduk sini".pinta Fadil sesaat setelah mereka sampai disungai.


"Iya Bang".jawab Ayra sambil mendaratkan bokongnya dibatang pohon tumbang.


"Abang kenapa gak mau potong rambut".pertanyaan Ayra membuat Fadil menoleh sekilas dan kembali pokus degan pancing ditagannya.


"Abang marah sama Elvi"?..

__ADS_1


Fadil menggeleng pelan.


"Lalu"?..


"Jujur Elvi penasaran degan wajah Abang".


Fadil Tetap diam,jagan kan wanita disampingnya,dirinya sendiri saja tidak pernah melihat wajahnya.entah kenapa semenjak Ayahnya meninggal iya menjadi malas untuk merawat diri.hinga membuatnya menjadi seperti ini.


"Abang ngak kepegen nikah gitu.


"Dulu sih ngak kepegen tapi setelah Abang bertemu seseorang Abang jadi punya keiginan untuk menikah,namun Abang sadar Abang bukanlah siapa-siapa".Fadil berbicara sambil menarik nafasnya panjang.


"Kenapa engak Bang"?..tanya Ayra polos dan tidak kepikiran bahwa yang dimaksud Fadil adalah dirinya.


Fadil terkekeh kemudian menarik pancingnya yang mulai bergerak-gerak karna umpannya dimakan ikan.


"Yeee dapet Bang".sorak Ayra senang bukan main.seumur hidupnya baru kali ini iya melihat ikan yang dapat dari pancigan.


"Pegang El".


Ayra membeku entah kenapa saat mendegar nama El ,igatannya tertuju pada sang suami rasa rindu yang mendera dirinya kembali membuat dadanya sesak,perlahan air matanya menetes tampa bisa iya tahan.


"Kau kenapa El"?..


"Hiks..hiks"...tangisan Ayra semakin pecah hinga membuat Fadil menjadi binggung pasalnya iya merasa tidak ada menyinggung atau pun berkata kasar dagan wanita ini.


****


Ditempat lain.


Pagi menjelang siang setelah selesai mandi Fildan masih setia berdiri diatas balkon kamar,dadanya terasa sesak menahan kerinduan entah kenapa akhir-akhir ini hatinya selalu gelisah dan dadanya selalu berdebar-debar,membuat hatinya semakin kacau dan tidak menentu,bahkan makan pun kini iya jarang.


Tubuhnya semakin kurus,matanya dikelilingi lingkaran hitam menandakan bahwa laki-laki itu kurang tidur.


Bunda Fatma semakin hari semakin kawatir degan kondisi sang anak.


''Pa lakukan sesuatu Pa,temukan menantu kita, Bunda gak mau anak kita begini terus''.lirihnya sambil menghadap sang suami yang sedang membaca koran diruagan tamu.


''Papa sudah mengupayakan segala cara Bun namun hasilnya tetap nihil.


''Dua hari lagi kita bulan puasa Pa,dan ini adalah puasa pertama yang akan dijalani anak kita setelah menikah,seharusnya ini akan menjadi bulan puasa yang paling membahagiakan untuk Fildan,tapi kenapa malah sebaliknya Pa".Ucapnya sudah menangis sesegukan.


"Tuan,apa Tuan muda Ada"?


🌹🌹🌹🌹


Jagan lupa like vote and komen makasih


Bay..bay...😍😍😍


Yuk mampir disiniπŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡



Tbc

__ADS_1


__ADS_2