
''Baik cepat bawa laki-laki itu masuk''...dan cepat selesaikan semuanya''.jawab Tuan Adam digin namun terkesan meyeramkan
Sedang kan dirumah Fildan,laki-laki itu sekarang sedang diawasi oleh beberapa Bodyguard sang Papa.
Sejak kejadian tadi malam dirinya sama sekali tidak diperbolehkan menemui Ayra.
Flashback of.
Setelah megantarkan Ayra pulang Fildan masuk kedalam rumah degan cara memanjat tembok tapi naas saat iya berhasil memasuki kamar terlihat sang Papa sedang berdiri sambil berkacak pinggang.
''Plak''..satu tamparan mendarat mulus dipipi Fildan membuat darah segar megalir dipipinya,wajahnya yang masih membiru kini bertambah lagi malah semakin membiru.
''Berani sekali kamu membantah ucapan Papa Fildan''.
''Maaf Pa''.. lirihnya menunduk.
''Kamu harus sadar Fildan Ayra itu masih istri orang jagan gila kamu''..jaga sikap kamu Fildan jagan sampai kamu membuat malu keluarga kita''.
"Pa Ayra sekarang memang masih istri Orang tapi dia akan bercerai Pa'',
''Fildan gak mau kehilagan dia lagi Pa''.lirihnya degan wajah Frustasi.
''Ha..ha...apa kamu sudah gila''?..
dan apa kamu sudah tidak laku lagi hingga kamu rela menunggu jandanya istri orang''.
''Dan apa kamu gak malu jika nanti kamu akan menikahi seorang janda''.lirih sang Papa membuat Fildan jegah.
''Apapun kondisi Ayra Fildan akan tetap cinta Pa''.
''Fildan berjanji pada diri Fildan.jika Fildan tidak menikah degan Ayra makan tidak untuk selamanya''.ucapnya bersungguh-sungguh membuat sang Papa pusing sambil memijat batang hidungnya.
''Jagan pernah temui Ayra lagi dan igat jagan kemana-mana jika tidak ada perlu''.dan mulai hari ini kemana pun kamu pergi kamu akan ditemani para Bodyguard''.
__ADS_1
''Pa Fildan bukan anak kecil lagi Pa''?...Fildan sudah dewasa Pa''..sentaknya kuat membuat sang Papa makin geram.
''Ikuti perintah Papa atau kamu mau jadi anak durhaka''.ucapan terakhir Sang Papa sebelum iya keluar dari kamar dan megunci pintunya dari luar.
''Aarrrgg...jerit Fildan sambil megusap rambutnya Frustasi.
Kembali pada Ayra.
''Saat Ayra berjalan menuju gedung persidagan degan cepat keluarga Irfan menghampirinya.
''Eh..Ayra kamu gapain datang kesini ntu tadi kamu pakai mobil siapa minjem ya''?...serkas Ayu masih degan sifat judesnya.
''Ayra hanya membalasnya degan seyum walau bagai mana pun Ayu tetaplah Kakak iparnya meskipun sebentar lagi Ayu dan keluarganya akan menjadi mantan keluarganya.
''Jaga bicara anda''. serkas Abdul merasa tak suka degan apa yang diucapkan Ayu kepada anak dari kliennya.
''Sayang''..panggil Irfan yang akan memulai aksi mencari muka karna sekarang Irfan yakin berpihak pada Ayra itu yang meguntungkan dirinya saat ini.
''Bang''.kata-kata Ben terhenti saat tuan Adam mengengam tagan anak bungsunya.
''Eh Ayah mertua''.lirih Irfan dan berjalan mendekati Ayah mertuannya berniat igin meyalami tagan tuan Adam tapi degan cepat Salah satu Bodyguard menghalangi langkah Irfan.
''Eh..minggir ini mertua gue''..gapain lho menghalangi langkah gue''.bentaknya marah karna tagannya dicekal salah satu Bodyguard yang berada disisi Tuan Adam.
''Cih''..Ben mencibir.
''Ayo jalan perintah Tuan Adam''.sambil melangkah memasuki gedung persidagan.diikuti oleh yang lainnya termasuk keluarga Irfan yang terheran-heran saat mereka dibawa masuk didalam kantor majlis pegadilan agama.
Tambah kagetnya lagi saat seorang hakim megatakan bahwa mereka kesini untuk sidang perceraiannya degan Ayra,iya kaget dan langsung igin membantah tapi yalinya menciut saat iya megetahui siapa keluarga dari istrinya.
Rasanya semua tubuhnya kini lemah tak bertulang iya meyesal sungguh meyesal telah meyia-yiakan emas berlian seperti Ayra kini bagai mana cara dirinya untuk mendapatkan Ayra kembali jika sudah sampai kepegadilan seperti ini bagai mana cara dirinya untuk membatalkan perceraian ini.
''Yes gue punya ide''.lirih Irfan saat dirinya diberikan kesempatan untuk berbicara.
__ADS_1
''Maaf bapak hakim ketua yang terhormat disini saya tidak pernah igin menceraikan istri saya meskipun istri saya sering berdua an degan laki-laki lain''.ucapnya memulai aksi memfitnah.
''Ben sedari awal yang mendegar Irfan berbicara sudah igin maju dan menghajar laki-laki yang tak bermoral didekatnya ini tapi lagi-lagi sang Ayah menahannya.
Sidang selesai''..
Degan kekuasaan tuan Adam semuanya bisa selesai degan cepat ditambah lagi degan semua bukti-bukti yang disarahkan oleh Abdul pertama saat Irfan menjual Ayra bukti yang kedua adalah bukti yang menjijikkan yang diberikan para anak buah Abdul dan sekarang Irfan diyatakan bersalah dan dituntut untuk bertanggung jawab atas semua perbuatannya.
Sedari tadi keluarga Irfan sudah memohon supaya Irfan dimaafkan tapi yang namanya Tuan Adam ya tetaplah akan tetap berdiri pada tempatnya. sedangkan Ayra gadis ini tetaplah titisan sang Ayah keras dan tegas pada pendirian,iya sama sekali tidak perduli pada permohonan sang suami dan keluarganya yang meminta maaf kepada dirinya dan keluarganya.
Setelah semua urusan selesai dan Irfan kini ditahan dan harus mempertanggung jawabkan atas semua yang telah iya lakukan entah sampai berapa lama Irfan akan mempertanggung jawabkan semuanya.
Yang jelas Ayra tidak perduli dan tidak mau tau lagi,sedangkan semua keluarga Irfan sudah diaantarkan para Anak buah Abdul kembali kekampung mereka.
*****
Sementara Fildan sedari tadi laki-laki itu sudah mencoba untuk kabur Fildan berniat untuk menemui Ayra.tapi anak buah sang Papa seolah-olah bagaikan hantu yang selalu ada dimana-mana.
Bahkan saat iya igin kabur melalui tembok saat iya sudah berhasil sampai kebawah, terlihat sang bodyguard sudah berdiri didepannya degan seyum yang menjengkelkan.membuat Fildan geram bukan main igin rasanya iya menghajar manusia jangkung degan wajah yang meyebalkan didepannya ini, cuman iya sungguh takut akan kemarahan sang Ayah.
''Aaarggg''...kenapa sih lho itu selalu saja ada dimana-mana'',serkasnya sebel bukan main sambil megusap rambutnya Frustasi.
''Bagai mana kalau kita damai saja'',
"Plis gue pegen keluar sebentar saja''.lirihnya memelas.sedangkan sang Bodyguard hanya menanggapinya degan wajah dater.
Benar-benar sang Papa jika sudah memilih penjaga tidak main-main semua panjaga yang Papanya utuskan adalah orang-orang pilihan.
"El bagai mana keadaan mu sekarang"?..Kakak harap kamu baik-baik saja dan urusan perceraian mu bisa selesai degan cepat"..batinya menghawatirkan wanita pujaan hatinya.
TBC.
Mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada yang salah tentang hukum dan perceraian yang saya tulis mohon maklumi ini hanya pelengkap dari cerita saya terima kasih atas pegertiannya dan terima kasih bagi yang sudah mampir jahan lupa dukugannya supaya outhor lebih semagat lagi nulisnya.
__ADS_1