
''Tapi Wiwik''.ucap Ayra sambil menunjuk Wiwik.
''Gue tinggal aja''.lirih Wiwik sambil cegegesan.
''Nah ntu kan Wiwik tinggal''.lirih Fildan sambil menarik tagan Ayra masuk kedalam kamar untuk menganti pakian.
''Ayah Ay sama Aa Fildan pergi sebentar ya''?...pamit Ayra saat melihat sang Ayah duduk didepan kolam Ikan dibelakang rumah.
''Iya Nak hati-hati''.lirih Tuan Adam sambil terseyum dan menatap anak dan menantunya secara bergantian.
Entah kenapa saat menerima pinagan dari Zainal hatinya merasa tenang untuk melepaskan anak perempuan satu-satunya kepada laki-laki seperti Fildan.
Sejak pertama kali melihat Fildan hatinya sudah merasa suka,ditambah lagi saat iya megetahui jika Fildan adalah Anak teman Bisnisnya. iya tau Zainal adalah laki-laki yang baik dan amanah.itu menjadi alasannya untuk meyerahkan anaknya degan ikhlas.
''Ayo sayang''.Fildan meminta sang istri untuk masuk kedalam mobil Sport Lamborhini hitam miliknya.setelah doi membuka pintu mobil untuk istrinya itu.
''Makasih sayang''.lirih Ayra sambil terseyum.
''Kita mau kemana Aa''.tanya Ayra sambil menatap suaminya yang sedang fokus meyetir mobil.
''Heem''.hanya itu jawaban Fildan yang membuat Ayra mendelik kesal.
"Lho kok kehotel sih Aa"...Fildan tak menjawab doi hanya mumutari mobil dan membuka pintu mobil desebelah Ayra.
"Ayo sayang keluar".berbicara sambil membimbing Ayra keluar.
"Aa kita gapain kesini".?...
"Bercocok tanam".jawab Fildan asal membuat Ayra menatapnya tak megerti.
"Iss..Aa ini aneh,masa bercocok tanam dihotel,bercocok tanam itu dikebun".celetuk Ayra mendelik sambil berjalan mendahului langkah Fildan.
"Lho...lo..mau kemana".balik Fildan yang bertanya karna sang istri malah nyelonong entah kemana.
"Kamu mau kemana sih Dek".lagi-lagi Fildan yang bertanya setelah berhasil mencekal tagan sang istri.
"Lho kok Aa malah nanya, bukannya Aa yang gajak Ay kesini"?..jawab Ayra sambil menatap Fildan dan mendelik kesal,membuat Fildan terseyum samar.
"Bukan disana juga kali Dek,Aa tu pegen gajak Adek buka gembok".Oh...astaga Fildan,lagi-lagi bahasa asal nyeblak yang dikeluarkan Fildan membuat Ayra bertambah binggung,gembok apa sih yang mau dibuka suaminya?..
__ADS_1
"Ah...ikut aja gak usah binggung gitu".Fildan berbicara sambil menarik tagan sang istri.
Ayra hanya megikut saja iya sudah malas berdebat degan suaminya.
"Ayo masuk".lirih Fildan setelah mereka berdua sampai didepan kamar hotel yang paling atas.
"Gapain Aa".tak ada jawaban Fildan hanya membuka kamar hotel tampa bicara dan menarik tagan Ayra kedalam.
"Aa..Emmm".mata Ayra langsung terbelalak saat sang suami langsung melahap bibirnya tagan kanannya menarik Ayra agar lebih menempel degan tubuhnya sementara tagan kirinya menarik tengkuk sang istri agar ciuman mereka lebih dalam.
"Aa minta hak Aa sekarang sayang,dirumah sagat banyak penggangu".lirih Fildan degan nafas memburu.
Ayra hanya meganguk patuh kasian juga suamiya jika iya menolak.
Melihat persetujuan dari Ayra Fildan kembali meyerang sang istri dagan semagat dan nafsu yang menggebu-gebu.
"Eemmm...suara aneh yang keluar dari mulut Ayra membuat Fildan semakin menggila dan langsung membopong sang istri degan bibir yang masih menyetu.
"Pelan-pelan Aa".lirih Ayra saat Suaminya igin memasuki inti tubuhnya.
Setelah Fildan mencumbui sang istri,membuat Fildan megeryit.kenapa mesti pelan-pelan bukan kah istrinya itu adalah seorang janda dan bukan kah itu artinya Ayra sudah pernah melakukannya.selama ini memang Fildan tidak pernah megungkit tentang hal itu,itu semua karna dirinya mau menerima Ayra apa adanya cintanya kepada wanita ini membuat iya lupa akan segalanya.
"Aa pelan-pelan sakit".lirih Ayra sambil menagis degan tagan yang mencengkram punggung Fiodan kuat.
Demikian juga degan Fildan yang ikut memekik saat tagan Ayra mencakar punggung kokohnya.
"Kenapa meski menjerit bukan kah Adek sudah pernah menikah".Ayra meganguk memang benar dirinya sudah pernah menikah.
"Tapi ini sakit Aa".ucap Ayra degan suara lirih degan air mata yang membanjiri pipinya.
"Kakak akan pelan-pelan sayang".
Mungkin karna sudah lama tidak berhubugan membuat inti tubuh istrinya menjadi sempit kembali itu pikir Fildan.
''Arrgggg''.jerit Ayra saat milik Fildan berhasil masuk degan sempurna.seketika membuat mata laki-laki itu membelalak kemudian terseyum.
''Makasih-Makasih
..makasih...sayang''.Fildan berbicara sambil menciumi seluruh wajah sangn
__ADS_1
istri degan air matanya yang ikut menetes tapi bukan air mata kesedihan melainkan air mata kebahagiaan karna iya mendapatkan cintanya yang utuh,yang suci bahkan masih virgin.
''Kenapa kok nagis''.tanya Ayra lirih karna inti tubuhnya masih terasa perih karna Fildan masih belum bergerak doi hanya diam saja sambil mendekap tubuh Ayra erat.
''Aa bahagia sayang''.berbicara sambil mulai memacu permainannya.
''Aahhh...nikmat sayang''.Fildan megerang panjang saat dirinya dan Ayra mencapai pelepasan.
''Makasih sayang''.ucap Fildan sambil menarik tubuh sang istri kedalam pelukannya.dan lagi-lagi iya megecup seluruh wajah istri yang penuh degan kerigat.
''Makasih sayang''.lagi-lagi kata itu yang keluar dari bibirnya membuat Ayra lagi-lagi megeryit heran.
''Kenapa Aa berterima kasih terus''.
''Karna Aa mendapatkan durian runtuh''.ucapnya sambil terseyum cerah.
''Durian runtuh''Ayra megeryit binggung.
''Ya sudah tidur lagi jagan dipikirkan durian runtuh,histirahatlah sebentar,karna setelah Adek bagun Aa akan memintanya lagi dan lagi''.berbicara sambil menopang kepalanya degan tagan kiri dan tagan kanan mendekap istrinya sampai mepet.
Mendegar perkataan Fildan yang fulger membuat pipi Ayra merona merah.
''Kenapa sayang''.tanya Fildan saat sang istri malah semakin masuk meyembunyikan kepalanya didada bidang sang suami.
''Ay malu Aa''.berbicara lirih dan sagat pelan membuat Fildan terkekeh geli melihat tingkah istri polosnya itu.
''Bukankah Adek sagat menikmatinya''.
🌹🌹🌹🌹🌹
Kasi dukugan buat outhor,karna hadiah like and komen yang mendukung itu semua adalah semagat buat outhor.
Jagan lupa mampir dinovel ini juga ya''.
Bay...bay...
TBC.
__ADS_1