
"Kita mau kemana Mas"
"Udah ikut aja bawel baget sih jadi perempuan"Jawabnya ketus sambil menarik tagan Ayra.
"Ayo naik"ucapnya saat Irfan sudah duduk diatas motor.
"Ay...mau kemana"..
"Beru pulang kok udah mau pergi lagi"tanya sang Ibu mertua yang membuat Ayra binggung harus menjawab karna iya sendiri juga tidak tau Irfan mau membawanya kemana.
"Tau nie Buk"
"Baru aja pulang bukannya gurusin suami malah minta diantarkan pergi lagi"jawab Irfan berbohong membuat Ayra geleng-geleng kepala.
"Dasar wanita tidak tau diri" gerutu Ibu mertua yang masih bisa didegar oleh Ayra karna Irfan sudah menjalankan motornya.
"Entah mau dibawa kemana gue sama sigila ini"batin Ayra merasa benar-benar takut.
"Ya allah apa pun yang direncana kan sama orang ini tolong lindunggi hamba ya Allah"..
"Apa gue kasi tau Mas Fildan aja ya"ucapnya sambil meraba tas yang selalu iya bawa.
"Aduh dimana Handphone gue"batinnya panik".
Sementara Irfan yang duduk dedepan terseyum puas karna tadi iya sempat megambil Smartphone Yang selalu Ayra simpan didalam tasnya,dan iya beru meyadari teryata Smartphone yang selalu Ayra gunakan adalah keluaran terbaru dan harganya sagat pantastis.
Awalnya Irfan binggung dimana Ayra mendapatkan uang sebanyak itu untuk membeli handphone tapi sejurus kemudian hatinya semakin emosi iya berfikir Ayra membeli itu semua dari hasil jual diri.
Tak mungkin kan Ayra membeli Handphone degan uang gajinya sementara gajinya itu tak seberapa dan Irfan berniat akan menjual Smartphone Ayra, kan lumayan uangnya bisa buat iya bersenag-senang degan kekasihnya.
Hampir dua jam Ayra dan Irfan berkendara dan sekarang mereka sudah tiba dikota.
Entah kota apa ini namanya Ayra sama sekali tidak tau dan tidak pernah datang kesini.
"Ini dimana Mas"Ayra bertanya degan nada takut sungguh yalinya kini menciut.
__ADS_1
"Udah ikut aja jagan bawel ada gue disini"jawab Irfan santai.
Irfan menarik tagan Ayra degan paksa karna Ayra sudah sagat ketakutan apa lagi saat iya melihat laki-laki paruh baya yang hampir seusia degan Ayahnya terseyum meyeramkan saat Irfan dan Ayra mulai mendekat.
"Ini barang yang gue maksud Bos"ucap Irfan sambil mendorong Ayra kepada laki-laki tua bangka itu.
"Mas...apa maksudnya ini"tanya Ayra degan air mata yang sudah mulai megalir,sungguh iya benar-benar tidak meyangka bahwa suaminya bisa berbuat hal yang memalukan seperti ini jika selama ini Irfan tak pernah megangapnya ada mungkin Ayra bisa memaafkan tapi ini apa tadi katanya barang Oh...astaga Ayra sungguh dibuat terpaku mendegar ucapan meyakitkan Irfan.
"Bajigan kamu Mas selama ini Ay masih bisa memaafkan semua kelakuan mu,Ay fikir suatu saat Mas bisa berubah, tapi degan kejadian akhir-akhir ini membuat Ay sadar bahwa Mas memang manusia yang tidak pantas untuk dikasihi dan dicintai.
"Dan hari ini Ay benar-benar membenci mu Mas Ay...benci kamu Irfan berensek"pekik Ayra degan air mata yang sudah membanjiri wajah cantiknya.
"Ha...ha....kamu bisa apa sekarang ha"...kamu tidak bisa apa-apa sayang dan sekarang jadilah tambang emasku"...ucapnya sambil tertawa puas.
"Sayang"suara seseorang membuat tawa Irfan berhenti.
"Owh...sayang ku....kau sudah datang kemarilah aku punya hadiah untuk mu ucapnya sambil meyerahkan uang hasil pembayarannya menjual Ayra.
"Bajigan lepasin gue"brontak Ayra saat kedua Bodyguard laki-laki tua bangka itu terus memegangi kedua tagannya.
"Degan cepat Ayra memelinting tagan kedua Bodyguard sampai kedua laki-laki bertubuh besar itu terpental membuat Tina Irfan dan laki-laki tua itu terheran-heran.
semua Bodyguar yang memegang Ayra tadi sudah kalah.
Tapi teryata situa bangka ini sagat banyak membawa anak buahnya membuat Ayra yang jago karate berhasil mereka bekuk.
"Setan kalian semua lepasin gue"pekiknya penuh emosi.
"Ha....ha...jagan buang-buang tenaga lho Ayra"karna percuma lho gak akan bisa kemana-mana sekarang"...ucap Lina yang masih bergelayut manja ditagan Irfan.
"Wanita mirahan plakor jagan coba-coba macam-macam degan gue'suatu saat lho...lho...dan lho akan meyesal karna pernah berurusan degan gue"ucapnya sambil menunjuk semua yang ada disana satu persatu.
"Ha...ha...siapa lho...lho itu cuman guru honorer yang mempunyai gaji yang tak seberapa dan orang tua lho"....Ha...ha...hanya seorang pembantu.
"Jadi jagan pernah bermimpi untuk membalas apa yang udah kita lakuin sama lho"...mending sekarang lho nikmatin aja"pekerjaan baru lho dan gue sama Mas Irfan akan menikmati hasil jerih payah lho.
__ADS_1
"Ayo Mas kita pergi"ajak Lina saat melihat Irfan hanya diam terpaku entah megapa rasanya iya tak tega melihat air mata Ayra yang terus megalir dan wajah cantiknya
yang lebam karna dipukuli Bodyguar laki-laki tua tempat Irfan menjual Ayra.
"Mas Irfan tolong lepasih gue"...ucapnya sambil terus menagis.
Irfan hanya menoleh sebentar tapi sejurus kemudian iya pergi berlalu menggunakan motor mio milik Ayra.
"Ayo bawa dia masuk"perintah Pak tua kepada anak buahnya.
"Baik Bos"jawabnya sambil menarik Ayra masuk kedalam mobil.
"Lepasin gue berensek"umpat Ayra sambil berusaha melepaskan diri,tapi semua usahanya tetap sia-sia.
"kenapa nasip gue jadi seperti ini dimana mereka akan membawa gue,Ayah Kak Arkhan,Kak Fildan tologin Ay"batinnya sambil menagis.
''Kemana hp gue sebenarnya biasanya gak pernah keluar dari dalam tas kenapa sekarng udah gak ada atau jagan-jagan Mas Irfan yang megambilnya".
"Awas kamu Mas kamu akan meyesal atas apa yang sudah kamu lakukan sekarang sama Ay Mas".. mulai dari sekarang Ay berjanji pada diri Ay sendiri bahwa suatu saat kamu akan menagis didepan Ay dan meyesali semuanya"batin Ayra penuh dendam.
Karna jauhnya perjalanan dan lelah Ayra akhirnya tertidur.
"Uuh...kepala gue sakit baget"...lirihnya saat sudah bagun dari tidur panjangnya.
"Astaufirullah gue sekarang ada dimana"...
"Buk...buk...buk..buka pintunya siapa pun disana tolong buka pintunya"Ayra menjerit sambil menendang-nendang pintu kamar yang tertutup Rapat.
Tapi tak ada satupun yang membukanya.
"Brensek gue dimana sekarang"lirihnya sambil melihat seluruh isi kamar.
kamar yang luas dan sagat rapi,namun terkesan meyeramkan karna sepertinya kamar ini jauh dari perkampugan.
"Apa yang harus gue lakuin sekarang"...lirihnya sambil duduk meringkuk dibalik pintu dan memeluk lutunya takut.
__ADS_1
"Kak Fildan tologin Ay"ucapnya sambil menagis sesegukan.
TBc.