Istri Tak Dihargai

Istri Tak Dihargai
par 57


__ADS_3

''Astaufirullah Bunda lupa kalau Bunda punya anak laki-laki''.Bunda Fatma berbicara sambil menepuk jidatnya kemudian terseyum meledek.


''Tau ah"..Fildan bebicara sambil menyalami tagan Bunda Fatma dan Papanya.


"Gimana enak gak punya istri".celetuk Zainal sambil terseyum jahil menggoda Fildan.


"Enak dong Pa".


"Gomogin apa sih Aa".Ayra menatap curiga pada suaminya karana sudah menjadi kebiasaan laki-laki itu akan berbicara asal didepan semua orang.


"Gak ada kan Pa".


"Ya".jawab Zainal singkat sambil megangkat bahunya pura-pura acuh.


''Ya sudah ayo sekarang makan dulu belum makan malam kan''?..Bunda Fatma berbicara sambil menarik tagan Ayra menuju meja makan.


''Wah enak ni Bun''.malah Fildan yang nyelonong duluan saat melihat makanan kasukaanya sudah tersaji diatas meje makan.


''Kok Bunda tau Fildan mau pulang''.Fildan berbicara sambil megambil piring tanpa megajak istrinya duduk atau pun makan.


''Ayo sayang aakk''.teryata dugaan semua orang salah Fildan tetaplah Fildan,laki-laki yang memberikan separuh jiwa raganya untuk wanita yang bernama Ayra.


''Bucin''.celetuk Zainal sambil mendelik menatap Fildan sekilas kemudian melongos dan langsung duduk disebelah Bunda Fatma.


''Bodo''.hanya itu jawaban Fildan degan mulut yang masih penuh degan makanan.


''Gimana sudah ada tanda-tanda belum''?..


''Tanda-tanda apa Bunda''?..balas Fildan menatap heran Bundanya sendiri.


''Ya tanda-tanda kehamilan kan sudah hampir satu bulan kalian menikah''.


Mendegar pertanyaan mertuannya Ayra hanya bisa menunduk malu,kenapa mertuanya itu harus membahas tentang anak dimeja makan.


''Sudah ada apa belum sayang''.Fildan bertanya degan tagan yang terus menyuapi istrinya.


''Belum Aa''.jawab Ayra malu-malu.


''Usaha lebih keras lagi Fildan biar bisa cepet jadi''.


''Kalau usaha jagan ditanya Pa setiap malam bahkan sehari sampai beberapa kali''.


''Uhuk...uhuk''....mendegar ucapan Fildan Ayra sontak terbatuk-batuk,suaminya itu selalu saja asal bicara.tidak memandang tempat bahkan tidak perduli situasi.


''Minum sayang makannya pelan-pelan jagan terburu-buru''.


Lah..Fildan malah menuduh istrinya makan tidak hati-hati padahal dirinya lah pemyebab sang istri sampai seperti sekarang.


Selesai makan Ayra dan Fildan duduk diruagan Tv sementara Sang Papa dan Bunda Fatma sudah naik keatas untuk beristirahat.


''Jagan Film itu Dek Aa gak suka''.Fildan berusaha meraih remot yang ada ditagan istrinya,tapi bukannya memberikan Ayra malah meyimpan remot didalam baju gamis yang iya kenakan.


Melihat tingkah istrinya Fildan meyerigai nakal.


''Aa gapain''.Ayra menjerit kaget saat tagan Fildan sudah merayap masuk kedalam gamis yang iya kenakan.

__ADS_1


''Aa minta remot gak dikasi jadi Aa akan cari permainan yang lain''.Fildan berbicara degan senyuman mesum diwajahnya membuat Ayra langsung melengos kesal.


Bukan Fildan namanya jika tidak bisa mencari kesempatan dalam kesempitan.


''Aa ini kenapa tagannya malah semakin naik''.


Fildan diam iya masih terus degan kegiatannya meraba-raba tubuh sang istri.


''Sayang''.Fildan berbicara degan suara berat dan langsung megecup bibir Ayra degan lembut.


''Eemmm''.Ayra memukul-mukul dada suaminya berharap laki-laki yang kini sedang ******* bibirnya mau melepaskan-nya tapi bukannya lepas Fildan malah semakin menjadi-jadi.bahkan kini taganya pun sudah meraba-raba tubuh Ayra degan lincah.


Gila Fildan benar-benar gila bagai mana jika ada yang melihat bisa habis mereka bakalan malu tujuh turunan.


"Ehem".nah baru saja Ayra berpikir takut kepergok orang,sekarang sudah kejadian Botak bediri didepan pintu degan wajah tanpa dosa sambil menonton tayangan langsung sang majikan.


Mendegar ada suara yang tak asing bagi Fildan bukannya dilepas Fildan malah semakin menjadi doi langsung membopong tubuh Ayra degan bibir mereka yang masih bertautan.


''Asseeem gue cuman dikasi ngeliat doang tanpa bisa merasakan''.Azmi berjalan keluar rumah utama sambil megusap kasar kepalanya.


''Lho kenapa''.Imron yang berjaga-jaga diluar megeryit heran saat melihat Azmi yang katanya pamit mau membuatkan kopi tapi pas keluar dari rumah malah menampilkan muka kusut dan frustasi.


Azmi diam


''Mana kopi yang Lho buat katanya tadi mau membuatkan kopi,ini keluar malah kayak orang yang baru saja kenak strum''.


''Woy..lu kenape''.geram Imron sambil menepuk bahu Azmi sedikit kuat.karna Azmi masih saja diam.


''Gue mau kawin''.hanya itu kata yang akhirnya keluar dari mulut Azmi yang membuat Imron semakin binggung.


''Lu kenapa''?..lagi-pagi Imron bertanya degan tingkat penasaran yang tinggi.


''Gue tadi ngeliat tuan Fildan sama Nona Ayra lagi ciuman kayaknya enak baget gue juga pegen''.Azmi berbicara degan wajah menerawang jauh.


''Widih beruntung baget lu gue juga mau kalau dapet tontonan gratis kayak gitu mah''.Imron berbicara degan wajah berbinar.


''Jagan''.


''Kenapa''.


''Kalau lu pegen kayak gue gimana kita berduakan belum nikah,belum ada pacar lagi''.


''Iya..ya''.


''Hem..nasip...Jomlo''.lirih mereka secara bersamaan.


Dikamar atas tepatnya dikamar Fildan.


''Aahh...sayang lagi sayang''.


''Very Delicious dear''.Fildan terus saja merancau disela-sela permainan-nya.


''Aaah...sayang terus sayang''.


''Lebih cepat sayang".

__ADS_1


"Ay capek Aa".mendegar ucapan Ayra Fildan langsung membalikkan posisinya.


"Aaaahhh"...eragan panjang sebagai tanda bahwa pemilik tubuh telah mencapai pelepasan.


"Makasih sayang kau semakin nakal sekarang".Fildan berbicara sambil menoel hidung mancung Ayra,mebuat wanita itu meringkuk didalam dekapan tagan kokoh suaminya.


''Kenapa''?Fildan berbicara sambil merusaha melihat wajah istrinya yang sekarang terbenam didada bidangnya.


''Ay malu Aa''.


Mendegar ucapan Ayra Fildan terkekeh kemudian berkata.


''Kenapa bukankah Itu sagat nikmat''.


Oh..asataga ucapan Fildan semakin kesini semakin Vulgar,membuat wajah Ayra semakin memerah karna malu,sungguh pemanasan yang dilakukan sang suami membuat Ayra kehilagan kendali bahkan doi lah yang lebih antusiasi dan memegang kendali permainan.


''Mau lagi sayang''.


Oh..ya ampun apakah Fildan juga tergolong salah satu laki-laki maniak ****.


''Sekarang Aa yang diatas''.kali ini Fildan lah yang memandu permainan karna Ayra sudah tidak kuat jika harus melayani nafsu suaminya sampai puas.


''Oh...sayang...aahh...Fildan terus saja merancau disela-sela permainannya.


*****


''Aaaah...sayang''.lirih Fildan disela-sela pelepasan hinga laki-laki itu ambruk diatas tubuh sang istri.


''Turun Aa berat''.


''Hem''.Fildan sudah mulai ketiduran.


''Aa bagun kita belum sholat isa Aa''.


''Iya sayang", mendegar kata sholat disebut istrinya Fildan outo bagun dan langsung menggandeng tagan wanitanya menuju kamar mandi.


"Tidur sayang''.Fildan menarik istrinya kedalam dekapan,saat mereka telah selesai melaksanakan solat isa dan berbaring diatas ranjang King size milik Fildan.


''Hem''.lirih Ayra sambil membenamkan kepalanya didada bidang sang suami,beberapa saat kemudian sudah terdegar suara dengkuran halus pertanda wanita itu kini sudah terlelap.


Fildan meletakkan kepala Ayra pelan diatas bantal,kemudian doi langsung turun dari tempat tidur dan berjalan menuruni tangga.


"Bagai mana"?


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Jagan lupa hadiah like vote and komen.


Yuk mampir dinovel outhor yang lain gak kalah seru lho


Maaf jika masih banyak typo,itu semua karna outhor langsung ketik dihp trus langsung updet.๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™maklumin masih blajar.



TBC.

__ADS_1


__ADS_2