Istri Tak Dihargai

Istri Tak Dihargai
par28


__ADS_3

Setelah sidang perceraian selesai mulai hari ini Salsa meyandang setatus barunya sebagai seorang janda.


Janda"...yesek baget tapi Ayra termasuk Janda yang beruntung karna dirinya Janda tapi perawan.


Diperjalanan Ayra hanya memikirkan Fildan, iya benar-benar memikirkan laki-laki yang selalu ada dihatinya itu.


Entah bagai mana kabar Fildan sekarang''.


******


''Sedangkan Fildan laki-laki itu selalu saja berusaha untuk kabur tapi sayangnya selalu gagal.


Tepat setelah hampir satu bulan iya tak pernah bertemu lagi degan Ayra akhirnya iya mendapatkan kesempatan emas dan ide brilian juga.degan cara memberikan obat tidur yang iya beli diApotik tadi sore,degan alasan iya minta diantarkan untuk membeli Vitami kepada para Bodyguard yang selalu megintari hidupnya akhir-akhir ini.


''Pak mau cemilan''.tanya Fildan sambil menyerahkan beberapa cemilan dan kopi kepada Dua Bodyguard yang sedang berdiri dipintu kamarnya.


Tentu saja para Bodyguard merasa senang apalagi sekarang perut mereka sagat lapar dan mata mereka juga lumayan mengantuk.


''Terima kasih Tuan muda''. ucapnya dengan wajah berbinar senang.


Setelah membagikan semua cemilan dan Kopi kepada semua Bodyguard,kemudian Fildan masuk kedalam kamar kembali,laki-laki itu mulai menunggu Semua Bodyguard terlelap dalam tidurnya.


Lima menit,sepuluh menit,dua puluh menit, tiga puluh menit.sampai Akhirnya Bodyguard itu pun terlelap.


Dengan cepat Fildan berjalan dengan cara mengendap-endap karna kebetulan sang Papa hari ini sedang Meeting diluar kota,jadi dirinya bisa sedikit bernadas lega.


''Yas,akhirnya gue bisa keluar''.lirihnya setelah berhasil keluar gerbang,laki-laki itu dengan cepat mengeluarkan motor Ninja miliknya.


Hampir satu jam iya mengendarai motor miliknya dijalan yang sudah lumayan sepi.karna sekarang sudah hampir pukul sepuluh malam.


Setelah sampai didepan gerbang rumah Ayra Fildan degan cepat memanjat tembok dan naik dibalkon kamar Ayra.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


''Tok...tok...tok...


''Sayang"??.panggil Fildan saat sudah berdiri tepat didepan jendela kamar Ayra.


Ayra yang sudah mulai terlelap kaget karna mendegar jendelanya diketuk.


''Siapa''?.lirihnya takut.


''Kakak Dek''.jawab Fildan dengan nada semangat.


Degan cepat Ayra berlari kearah jendela dan membukanya.


Saat jendela berhasil terbuka,menpilkan sosok Tampan Fildan dengan jaket kulit yang iya kenakan sangat cocok ditubuhnya yang kekar


''Kakak".pekik Ayra denhan wajah terkejut.kenapa tiba-tiba Fildan bisa ada dihadapannya sekarang,bukankah Fildan dilarang untuk menemuinya.


''Sayang Kakak sangat merindukan mu''.ucapnya sambil melangkah masuk kedalam dan memeluk tubuh Ayra dengan erat.


''Ay juga Kak''..ucap Ayra disela-sela dada bidang Fildan.

__ADS_1


''Dek''.lirihnya sambil menatap Ayra penuh dengan kerinduan.


''Cup''Satu kecupan mendarat dibibir Ayra membuat gadis itu membeku seketika.


''Cup''..dengan cepat Fildan megecup bibir merah alami milik Ayra,kali ini bukan hanya kecupan tapi lebih pada ******* penuh kerinduan dan menuntut.


''Em...mm...desah Ayra tertahan saat Fildan mulai menggerayangi tubuhnya.


Mendegar itu semua membuat Fildan menjadi bersemangat, iya membaringkan tubuh Ayra dan dirinya diatas kasur tampa melepaskan ciuman mereka.


Dengan cepat Fildan mengukung tubuh wanita yang sangat iya rindukan.


Setelah puas berciuman kini bibir Fildan beralih pada leher jenjang milik Ayra.


''Ah''...desah Ayra tapi sejurus kemudian iya kembali tersadar.


''Kak stop,Kak ini gak bener,kita belum menikah Kak''.pekik Ayra disela-sela cumbuan Fildan,sambil berusaha menjauhkan kepala Fildan dari ceruk lehernya.


''Astaufirullah,maafkan Kakak Dek''.kagetnya,detik berikutnya laki-laki itu langsung bangkit berdiri.


''Lebih baik Kakak pulang,dari pada nanti kita kebablasan''.ucap Fildan,kemudian cepat-cepat ngacir dan kembali turun melalui jendela.


Ayra hanya bisa melongokkan kepalanya saat melihat Fildan turun dengan cara memanjat tembok.


Sungguh laki-laki ini jika sudah mengiginkan sesuatu,apa pun akan iya lakukan.asalkan keiginannya tercapai.


Mengigat apa yang baru saja mereka lakukan membuat wajah Ayra bersemu merah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Subuh menjelang,hari ini Ayra berniat untuk melamar pekerjaan disalah satu sekolah dasar dikotanya.


"Dek''.sapa Arkhan yang baru pulang dari perjalanan bisnisnya.


''Kak Arkhan''...sahut Ayra saat iya menuruni tangga dan memeluk sang Kakak dengan sayang.


''Kenapa lama sekali perginya,apa Kakak tidak merindukan ku''.ucap Ayra sambil cemberut membuat Arkhan igin menjahili sang adik.


''Tidak''.jawabnya santai sambil memasuki kamar.


''Kakak ih,yebelin''.kesal Ayra sambil menghentak-hentakkan kakinya kelantai.


Arkhan hanya tertawa cekikikan saat sedang berada didalam kamar.


''Kakak kenapa"..tanya Ben saat melihat sang Kakak hanya merengut saja dimeja makan.


''Gak ada''.jawabnya singkat.


''Oh..jawab Ben sambil mengangguk-angukkan kepalanya.


''Ayah mana Dek".. tanya Ayra pasalnya iya sama sekali tidak melihat sang Ayah.


''Ayah lagi ada urusan diluar kota''.

__ADS_1


''Huh..kenapa keluarga ini semuanya pada sibuk''.


''Kalau begini terus Ay dirumah sama siapa dong''?..


''Sama Ben lah,sama siapa lagi''..celetuk Ben santai.


''Isss...kamu kan masih sekolah''..


Benzo Salman,anak bungsu dari keluarga Salman umur 16 tahun,masih kelas dua SMA. remaja yang sangat tampan,dengan tinggi 170cm, kulit putih dan memiliki mata yang sipit.laki-laki yang akrap dipanggil Ben,mempunyai sifat humoris yang tinggi dan juga memiliki tempramen yang sangat tinggi jika salah satu keluarganya diusik.ya seperti sang Ayah sangat susah untuk memaafkan kesalahan orang lain.


''Kan hari minggu Ben libur''..


''Sama saja,Kakak tetap sendiri dirumah mendingan Kakak minta izin Ayah untuk kerja lagi''.


''Diplosok lagi''?.tanya Ben memastikan


''Enggak''.jawab Ayra singkat sambil menguyah sarapannya.


''Kirain masih pengen cari laki wong deso lagi''.ledek Ben yang membuat dirinya mendapatkan tabokan tepat dibahunya.


''Sakit Kak''.ucapnya sambil mengusap-usap bahunya yang sakit.


''Hey...hey...hey...kenapa rubut''?.sapa Arkhan yang beru keluar dari kamarnya,sepertinya sekarang sang Kakak baru saja mandi karna terlihat lebih segar.


''Kak Arkhan,Kakak mukulin Adek''.adunya kepada sang Kakak.


''Cegeng''.ledek Ayra.


''Biarin''.memeletkan lidahnya.''Kak mana pesanan Ben ''.sambil menengadahkan tangan.


''Emang Ben pesan apa Kak''?.tanya Ayra kepo.


''Celana dalem''.sahut Arkhan membuat Ayra melogo,adiknya yang satu ini kalau sudah meminta sesuatu,pasti yang aneh-aneh.


''Is..Kakak kenapa dikasi tau sama sirokayah, ntar dia suka geledekin Adek''.


''Hem''.jawab Arkhan singkat sambil mengankat bahunya acuh dan memulai sarapan nasi goreng buatan Bik Atun.


''Is..Adek kan pesan sama Kakak supaya dapat yang bagus,disana kan bayak barang yang Limited edition''.


''Elah,gaya lho Dek.disimpan aja mau pakai acara Limited Edition''.ledek Ayra.


''Kakak ih''??.kesal Ben mencabik.


Arkhan yang melihat pertikaian kedua Adiknya hanya terseyum senang. paling tidak dengan begini Ayra bisa melupakan semua masalah yang pernah menimpanya.


Ya Arkhan sudah mengetahui semuanya dari sang Ayah,saat dirinya masih diluar kota tapi saat Arkhan igin pulang Tuan Adam melarangnya,beliau mengatakan ini hanya lah masalah kecil.


"Kak Ay boleh kerja lagi gak"..


🔥🔥🔥🔥


TBC.

__ADS_1


__ADS_2