Istri Tak Dihargai

Istri Tak Dihargai
par40


__ADS_3

''Sayang bagun sholat subuh dulu''.Fildan membagunkan istrinya sambil megecup seluruh wajah sang istri.


''Hemm...bentar lagi Dek Kakak masih gantuk'.


''Hey...Kakak bukan Ben ini suami Adek lo''.Fildan terkekeh melihat tingkah istrinya.


''Hah...suami''.Ayra kaget dan langsung bagun dari berbaringnya.


''Ha...ha...wajah kamu lucu baget sayang''.


''Iss...Kakak jahil baget sih''.berusaha menjauhkan tagan Fildan yang sedang membingkai wajahnya.


''Cup''.satu kecupan mendarat dibibir Ayra.


''Habis kamu menggemaskan''.


''Mulai sekarang manggilnya jagan Kakak lagi berasa sama kayak Kak Arkhan''.


''Terus manggilnya apaa donk''.


''Terserah''.


''Abang''.


''Gak mau kayak Abang somai''.


''Katanya terserah''.


''Selain Abang''.


''Hem apa ya''Ayra nampak berpikir sambil megetuk-getuk jarinya didagu.


''Aaa. Ay tau''.menatap Fildan degan wajah berbinar membuat laki-laki itu megeryit heran.


''Appa''.


''Iiss ogah Kakak gak mau harus pekei baju yang kedodoran''.perkataan Fildan membuat Ayra tertawa terbahak-bahak.


Dasar pasagan aneh disaat pesagan pegantin yang baru menikah lagi mesra-mesraan en mereka malah main tebak-tebakan memang pasagan langka mereka berdua.


''Iss...trus apa donk Ay kan gak tau''.berbicara sambil menunduk sedih.


''Husbend''.tanya Ayra lagi sambil megeryit.


''Ogah entar kalau Adek mangggilnya buru-buru bisa langsung disingkat aja'',

__ADS_1


''Hus...hus...ahh...gak..keren''.ucapan Fildan membuat Ayra mendelik kesal apa sih mau suaminya itu.


Ini salah itu salah semunya serbasalah.karna sebel Ayra langsung igin kabur saja,tapi cepat-cepat Fildan menarik tagan istrinya dan megukung Ayra dibawah tubuhnya.


''Mau kemana hem... kita belum selesai''.ucap Fildan degan nafas yang memburu.


''Sayang''. lirihnya sambil megecup singkat bibir samg istri kemudian berpindah ke hidung,bibir,mata kiri dan kanan,pipi kiri dan kanan.terakhir kembali kebibir.


Fildan ******* bibir sang istri degan sagat lembut membuat keduanya hanyut dan memejamkan mata.


''Sayang boleh ya Aa minta sekarang''. berbicara degan nafas penuh nafsu.


''Aa''.


''Nanti dibahasnya''. oh teryata babang tampan ini maunya dipanggil Aa kok gak dibilang dari tadi.


''Boleh ya sayang''.tanya Fildan lagi.


Ayra hanya meganguk patuh.


''Yes''.sorak Fildan girang sambil meyambar bibir Ayra lagi.


''Heemm...desah Ayra tertahan karna bibirnya tetap tak igin dilepas oleh sang suami.


Sementara tagan laki-laki itu sudah merayap kemana-mana.


Berbeda degan Fildan doi malah semakin semagat untuk menjamah tubuh indah sang istri.


Ayra memang sudah pernah menikah tapi doi sama sekali tidak pernah merasakan dibelai, apa lagi diperlakukan lembut oleh suaminya,itulah sebabnya saat Fildan. meyentuhnya rasa aneh yang belum pernah iya rasakan membuatnya tidak bisa menahan ******* dari bibirnya.


''Tok...tok...dor...dor...dor


''Aaarrrgggg...astaufirullah siapa sih yang menggedor pintu disubuh-subuh begini'' Fildan mendesah panjang dan ambruk disebelah sang istri.bagai mana tidak disaat nafsunya sedang menggelora ditubuh keduanya,datang seseorang mengedor pintunya membuat gairah yang tadinya bergejolak menjadi Down seketika.


Melihat wajah Fildan yang frustasi Ayra terseyum iya tau siapa pemilik suara itu.suara bocah remaja yang selalu membuat seisi rumah menjadi gempar disetiap paginya.


''Sabar Aa nanti disambung lagi,ayo bagun pasti Ben meminta Kakak untuk Sholat bareng dimushola. mungkin Ayah yang meminta teropet pagi itu berdegung''.ucap Ayra sambil terseyum melihat wajah suaminya yang masam.


''Ayo sholat dulu jika tidak Ben tidak akan berhenti mengedor pintu kamar ini''.Fildan hanya mendesah panjang lalu berjalan menuju kamar mandi degan wajah dan langkah yang gontai.


''Ckleek''..


Pintu terbuka menampilkan wajah Ben yang lesu mungkin Adiknya ini masih megantuk tapi Ben adalah anak yang patuh pada perintah sang Ayah,walau bagai mana pun binalnya Ben tapi setiap apa yang diminta sang Ayah selalu iya turuti.


''Kak Abang dipanggil Ayah buat sholat dimushola''.ucapnya sambil meguap.

__ADS_1


''Iya sebentar Abang masih mandi''.ucap Ayra yang diangguki Ben sambil berjalan menjauh dan turun kebawah.


''Wiih Adik lho Ay brisik baget''.Celetuk Wiwik sambil megusap matanya yang masih sagat megantuk.


''Ha...ha...entar lho akan terbiasa''.balas Ayra sambil terseyum menatap wajah sahabatnya.


Pagi menjelang semua keluarga berkumpul dan sarapan besama keluarga tuan Adam adalah keluarga yang hagat keluarga yang selalu megutama kan keluarga.


''Mau ini Aa''.tanya Ayra sambil menunjuk kepiting saos kesukaannya.


''Iss Kak Ayra modus tu Bang paligan dia minta tolong bukakan''.celetuk Ben yang membuat semua orang tertawa sementara Ayra meyegir kaku.


''He...he...maaf''.ucapnya sambil menatap Fildan yang terseyum lembut menatapnya.


''Sini Aa bukakan''.pintanya sambil meraih piring kepiting dan membantu istrinya untuk megambil daging kepiting.


''Ay gue hari ini balik ya gak enak terlalu lama libur''.ucap Wiwik setelah mereka selesai sarapan.


''Ehh...kok buru-buru''.


''Gue gak enak Ay...lho tau sendirikan Pak kepsek itu gimana,entar gue diomelin lagi''.


''Hem lho gak pegen pindahan disini aja''.


''Pegen sih tapi gue mesti kerja apa disini''.


''Ntar gue tanya sama Kak Arkhan siapa tau ada kerjaan yang cocok buat lho''.


''Oh... Ok tapi sebelum itu biar gue balik dulu aja ya..''.ucapnya yang diangguki Ayra.


''Sayang''.suara Fildan membuat keduanya menoleh.


''Iya Aa ada apa''.Ayra bertanya sambil mendatangi suaminya.


''Jalan yuk Aa bosan dirumah terus,sejak beberapa bulan terakhir ini Aa terus dikurung dirumah''.


''Tapi Wiwik''.lirih Ayra sambil menunjuk kearah Wiwik.


🌹🌹🌹🌹🌹


Yah kasian babang Fildannya gagal gebobol gawang lagi''.


Hadiah mana hadiah like vote and komen.


Makasih

__ADS_1


Bay...bay😍😍😍


TBC.


__ADS_2